Berlian Tak Suci

Berlian Tak Suci
Permintaan Pak Dandi


__ADS_3

"Gimana pak Har??"


"Beri saya waktu lah Pak Kades "


"Kalau saya beri waktu lagi lama lama saya rugi pak, udah 3 tahun semenjak bapak pinjam saya cuma modal kepercayaan karna kita teman"


"Bapak kan tau semenjak masalah Lian warteg saya omsetnya turun drastis, lagi lagi biaya S2 Tata dan Bintang..."


"Kasian anak itu gak di salahkan warga, di jadikan alasan sama Bapaknya, toh dia gak salah apa apa."


"Ini Rahasia kita saja kan Pak kades, cuma sama pak Dandi saya berterus terang." Pak Har mulai gugup ketika Pak Dandi membahas rahasianya.


"Ya karna itu juga saya harap ya Pak Har mau melunasi, Dion sedang membuat ulang tak tanggung polisi minta denda pak..!"


Sebenarnya Pak Dandi tak kehabisan uang, ia hanya mencari alasan agar rencananya yg sudah lama ia impikan terlaksana.


"Ya gimana Pak Kades memang belum ada..."

__ADS_1


"Kalau tidak ya sudah kita cari gampangnya sajalah, Permintaan saya 3 tahun yg lalu mohon di pertimbangkan."


"A..anu apa Dion sudah disini...?"


"2 Hari lagi pulang dia pak Har."


"Ooh iya ya disini lebih baik lebih terkontrol." keringat kepanikan mulai membulir di kening Pak Har.


"Maka itu lah, kalau menikah kan nanti dia makin tertata. Barang kali Pak Har sudah bulat keputusannya, Kalau Pak Har mau membujuk Lian hutang hutang Pasti langsung saya hapuskan. Masa sama calon besan perhitungan." Pak Dandi mengembangkan senyum ke arah Pak Har.


Flash back


"Maaf pak Dion baru keluar penjara, Lian juga lagi heboh-hebohnya di gunjingkan warga. Apa gak semakin rame nanti pak Dandi...? Bapak pun mau nyalon Kades nanti di kira Dion menghamili Lian."


"Wah saya gak sampai kepikiran kesitu tapi Dion kan semua orang tau kalau dia di jebak sama temen, dia gak begitu anaknya pak Har."


"Tapi mengapa Bapak terfikir menikahkan Dion sama lian...?"

__ADS_1


"Walau anak saya begajulan, saya tau dia anak baik pak cuma kurang kasih sayang saja. Sudah beberapa kali saya makan di warteg Pak Har sudah berapa kali melihat Lian anaknya lemah lembut santun. Pasti welas asih penyayang Pak, bisa sabar menghadapi kerasnya watak Dion."


"Saya pikir-pikir dulu pak... saya juga harus minta pendapat Lian."


"Saya rasa Lian pasti manut-manut saja Pak sama Pak Har, Bapak pasti lebih memahami Lian dari pada saya."


Tenggorokan Pak Har seperti tercekat, kehabisan kata kata. Ya, Lian pasti akan menuruti semua kemauannya, karna Lian anak yg tau balas budi. Membesarkan anak adiknya saja ia mau walau harus di hina orang demi permintaan Bapaknya.


Pak Har bukan tak mau menerima permintaan Pak Dandi, siapa yg tak mau berbesanan dengan orang terkaya di kampungnya. Hanya saja Dion juga bukan anak yg bisa di pertimbangkan sebagai menantu. Siapa pun tau kelakuan Dion, tidak akan ada orang tua normal yg mau menikahkan anak gadisnya dengan preman yg di isukan melecehkan prempuan sampai di penjara.


Lian sudah menderita menanggung aib Tata, Pak Har takut dia akan semakin menderita menikah dengan lelaki seperti Dion. Walau bukan anak kandung Pak Har juga merawat Lian dari kecil. Dia juga ingin menikahkan Lian dengan lelaki yg baik.


****


Pak Har gundah mengingat hutangnya yg tak terbayar pada Pak Dandi, harus bagaimana setelah Pak Dandi sedikit menekannya harus membayar. Separuh hati berat karna hutang seperuh hati sudah merasa terlalu banyak bersalah pada Lian.


"Ya Gusti, beri hamba jalan terbaik." ucap Pak Har lirih.

__ADS_1


Mengingat cucu yg disayanginya juga semakin butuh biaya banyak, anak kesayangannya yg ngotot lanjut S2. Biaya semakin membengkak, sedang warteg sudah mulai semakin sepi pelanggan.


****


__ADS_2