
Kaivan terbangun dini hari karena terus kepikiran tentang ucapan Dania di malam hari. Gadis itu sangat terus terang, menyatakan dia menyukai Kaivan. Dia bahkan mengaku jika dia menjebak mantannya untuk memutuskan hubungan mereka, sama seperti ucapan Rose.
Dania mengatakan dia tidak akan memaksa Kaivan membalas perasaan dia, dia hanya mengakuinya untuk membuat perasaan dia lega saja.
Tapi, bagaimana mungkin Kaivan tidak memikirkan hal itu? Jelas Kaivan kepikiran.
Dania adalah seseorang yang selalu ada saat Kaivan masih depresi selama empat bulan. Saat itu Kaivan masih ingat dirinya sudah seperti orang gila. Hanya Dania yang tetap tulus memperhatikan dia, mengurusi makanan dia, tetap tersenyum meski Kaivan kasar dengannya.
Akan tetapi, Dania mengatakan ini sebelum pergi ke kamarnya.
"Jika kamu memilih membalas perasaan ku hanya karena aku baik padamu, itu bukan perasaan yang sama denganku, itu hanya iba. Aku tidak mau dikasihani, jadi pikirkan baik-baik, tidak dibalas juga tidak apa-apa, kita masih bisa berteman seperti biasa."
Begitu ucapnya.
Kaivan mengacak-acak rambutnya yang sedikit panjang itu sampai sebagian menutupi matanya.
"Tidak bisa seperti ini, aku harus tenang."
Kaivan memilih memesan minuman hangat dari delivery di toko sistem. Di Korea banyak tempat yang buka 24 jam, jadi mencari makanan atau minuman mudah saja. Yang Kaivan beli adalah Italian espresso, meski Kaivan tidak tahu bedanya dengan kopi yang lain. Tapi anehnya bersamaan dengan kopi, muncul satu sachet gula juga. Yang Kaivan tahu, espresso itu pahit (padahal Kaivan tidak tahu banyak), karena itu dia bingung.
Setelah dia minum, rasanya pahit dan hambar, jadi dia tambahkan gulanya satu sachet. Setelah itu rasanya lebih kaya, lebih enak.
"Apa aku masih belum bisa minum minuman pahit ya? Aku minum Americano yang diberi kak Dasha baik-baik aja kok, padahal pahit banget" gumam Kaivan bingung.
Tapi Kaivan tidak ada niatan untuk mempelajari kopi, meski dia bisa saja membeli skill barista dengan dua juta poin sistem.
Ngomong-ngomong poin sistem, Kaivan harus menaikkan levelnya. Dia baru ingat game bubble bomb sudah level 99, itu artinya tinggal sedikit lagi level 100 dan tamat.
Pagi itu Kaivan pun main game sampai tamat.
[Akhirnya anda menaikkan level!]
[Anda naik level empat!]
[Sistem memberikan hadiah khusus untuk anda, yaitu game khusus]
[Game royal farm sedang di download dan diinstall....]
Kaivan terbengong melihat ponsel pintarnya mendownload sesuatu sendiri, sama seperti sistem mendownload kan game tap and be rich atau toko sistem. Itu artinya game khusus itu bukan yang untuk menaikkan level, tapi untuk mencari poin saja, seperti tap and be rich.
Oke, kita lihat status dulu.
*-*
Nama: Kaivan ?
Umur: 16 tahun
Status: level 4
Pemandu: Roseta
__ADS_1
Poin: 158.780.899
*-*
Skill penguatan mental level 3
Skill penguatan tubuh level 2
Skill belajar cepat dan tepat
Skill beladiri taekwondo
Skill memasak
*-*
Oh iya, Kaivan harus membeli penguatan tubuh level tiga, dia pun mengeluarkan tiga juta poin untuk menaikkan level penguatan tubuh. Kaivan melakukan itu karena ingat dia belum bisa mengalahkan Jihun dalam adu panco.
Itu tidak bisa dibiarkan, harga dirinya tidak bisa menerima hal itu.
Oke, game baru selesai di install!
Saatnya mengeksplorasi.
Game itu adalah game untuk bertani dan berkebun.
Kaivan mendapatkan dua petak tanah secara gratis, satu poin sistem untuk membeli satu petak tanah. Jadi Kaivan membeli empat petak tanah lagi. Satu petak tanah bisa ditanami sekitar empat pohon apel. Yang bisa ditanam untuk sementara hanya buah-buahan, seperti apel, pisang, nanas, dan alpukat. Kaivan pun menanam satu petak untuk apel dan nanas, untuk pisang dan alpukat dua petak. Itu karena Kaivan suka pisang dan alpukat.
Seru juga naik ke pohon.
Oh! Di game perkebunan bisa mempekerjakan pengurus kebun juga. Ada beberapa pilihan, mulai dari pak kebun profesional yang berharga lima poin, sampai maid yang harganya dua poin.
Kaivan memilih mempekerjakan tukang kebun profesional dan satu maid.
Meski begitu, Kaivan tidak mengerti dengan game nya, dia juga tidak pernah memainkan game seperti itu. Jangankan main game, memegang gadget saja baru saat tablet muncul, sebelumnya dia hanya bisa melihat orang lain memakainya.
Kaivan pun memilih keluar game, karena menunggu pohon berbuah juga lama, butuh kira2 sepuluh menitan, biar jadi urusan tukang kebun dan maid.
"Aku harus ngapain ya?" Gumam Kaivan. Jam masih menunjukkan pukul empat pagi.
Kaivan berdiri lalu menggeliat, kemudian memutuskan untuk keluar kamar. Dia tidak tahu harus bagaimana, tiba-tiba sudah sampai dapur saja.
Kaivan mengeluarkan susu segar yang Dasha bilang dapat dari perusahaan susu. Perusahaan itu namanya Milkomilk, bahkan di game tap and be rich juga ada perusahaan itu. Kaivan pun mengeluarkan ponselnya dan membeli perusahaan itu sekalian, sekarang dia punya saham 30% milik mereka.
"Haruskah aku membeli banyak saham disini?" Gumam Kaivan. Setelah berpikir lama, dia pun memutuskan membeli satu saham lain, selain Milkomilk, dia beli sahamnya Miomio juga. Miomio adalah brand fashion yang cukup terkenal. Membutuhkan 10 juta poin untuk membeli dua saham perusahaan itu.
Main tap and be rich sebentar sambil minum susu, poin sistem sudah bertambah dua puluh juta.
Sekarang jadi 165.780.889 poin.
"Kaivan?"
__ADS_1
Jantung Kaivan tiba-tiba berdetak tak karuan, dia tidak tahu apakah itu karena gugup, takut, atau yang lainnya. Dia pun menoleh pelan-pelan pada Dania yang memanggil namanya.
Dania kelihatannya baru bangun tidur, masih memakai piyama semalam, itu piyama lengan pendek degan celana pendek berbahan sutra warna biru muda dan kuning. Rambut panjangnya yang indah diikat asal-asalan. Dia terlihat cantik dan lucu karena memeluk boneka sapi yang sama seperti punya Kaivan yang diberikan Dasha, hanya saja ukurannya jauh lebih kecil. Mungkin Dasha juga memberi Dania boneka seperti itu, pikir Kaivan. Padahal Dania beli sendiri, agar samaan dengan Kaivan, dan adanya yang kecil.
"Kamu mau minum susu juga?" Tanya Kaivan, saat Dania sudah duduk di sampingnya.
"Boleh.... Hoahm!" Gadis itu menguap sebentar, lalu menyandarkan kepalanya di lengan Kaivan.
"Kalo masih ngantuk tidur aja" ucap Kaivan, sambil menuangkan susu di gelas lain untuk Dania.
Gadis itu mendongakkan kepalanya menatap pada Kaivan. Debaran aneh itu datang lagi, Kaivan jadi bingung dengan dirinya sendiri, apa dia punya riwayat penyakit jantung?
"Kamu yang baru bangun tidur juga tampan" gumam Dania, membuat debaran itu makin menjadi. Kaivan memalingkan wajahnya ke arah lain, agar tidak gugup. Sementara Dania menegakkan tubuhnya untuk minum susu.
"Aku suka susu dan produk olahan susu dari perusahaan ini, karena semuanya segar" ucap Dania.
"Oh ya?"
"Hmm."
Perasaan canggung ini terlalu menyebalkan, Kaivan tidak tahan, tapi dia tidak mau beranjak dari sana, dia suka duduk di samping Dania.
Dania adalah orang pertama yang dia suka setelah ditahan di Korea.
"Dania?"
"Iya?"
Kaivan memberanikan diri untuk menunduk dan menatap Dania lagi, gadis itu kembali mendongakkan kepalanya, menatap Kaivan dengan senyuman manisnya.
Kenapa dia cantik sekali?
"It-itu... Eum, tentang semalam, kamu serius?"
"Untuk apa aku mengerjai mu? Aku serius dengan ucapanku, sudahlah, kamu gak perlu mikirin itu, aku tahu kamu juga belum siap dengan hubungan apapun, aku tidak akan memaksamu."
"Baiklah, aku hanya ingin mengucapkan, jika kamu adalah orang pertama yang ku sukai setelah berada disini. Kamu selalu ada saat aku masih depresi dan trauma, kamu selalu datang dan tersenyum, mengajakku mengobrol, aku selalu suka saat kau datang. Meski begitu, kamu tetap menjaga privasi ku, tidak pernah memaksaku juga, aku suka semua itu. Saat kamu mengatakan menyukaiku semalam, aku juga suka, tapi aku juga bingung harus bagaimana. Tidak pernah ada yang bilang begitu selama ini, gadis-gadis di tempat lamaku memandangku rendah, ada yang iri denganku dan mengejekku. Karena itu, kamu berbeda, kamu tidak memandangku rendah, kamu tidak menghinaku, aku dulu belum terbiasa dengan hal itu. Tapi sekarang, aku mungkin tidak akan terbiasa hidup tanpa melihat kamu tersenyum. Dulu kamu punya pacar, aku pikir aku akan selalu mendukung mu, aku juga tidak berani memiliki perasaan yang aneh terhadap mu, aku cukup tahu diri. Kamu tahu kan bagaimana keadaan ku? Ini seperti budak dan seorang putri, aku budaknya, tidak mungkin aku berani menyukai mu jadi -"
Kaivan menghentikan ucapan panjang lebarnya saat tiba-tiba Dania bergerak dan mencium pipinya.
Debaran itu datang lagi, seperti saat Kaivan berlari satu kilometer.
Pandangan mereka bertemu, Dania tersenyum lagi.
"Kita sama-sama manusia Kai, tidak perlu memikirkan status, keluarga ku juga tidak pernah memandang orang dengan statusnya. Itu tidak penting. Aku - jika boleh egois, aku ingin memiliki mu sendiri, tapi aku sadar, aku tidak boleh memaksamu. Aku pergi dulu!"
Dania yang malu karena mencium Kaivan duluan, kini merasa canggung, jadi dia memilih untuk kabur.
Tapi baru saja beberapa langkah, dia harus berhenti lagi saat Kaivan memeluknya dari belakang.
.
__ADS_1
.