Bermain Game Santai Dan Menjadi Kaya

Bermain Game Santai Dan Menjadi Kaya
Akhirnya tertangkap


__ADS_3

"Huwaaaaaa!!!" Rose menangis kencang saat Hanna sudah pergi untuk memeriksa ke depan, memakai tubuh dewasa tapi transparan. Dia memeluk leher Kaivan dengan erat, menangis tersedu-sedu padahal Kaivan baik-baik saja.


"Aku menangis bukan karena kamu kenapa-kenapa! Aku takut dia mengambil keperjakaanmu!" Keluh Rose, sambil menangis.


Meski Kaivan merasa Rose jadi cantik saat menangis, tetap saja Kaivan kesal sekali. Dia kesal karena Rose sangat berlebihan.


"Itu tidak akan terjadi, lagian daripada kamu nangis-nangis gini, mending bantuin aku buka tali" gumam Kaivan, agar anggota sindikat yang ada di ruangan lain tidak mendengar ucapannya.


Rose mengangguk lalu membuka ikatan Kaivan.


Saat itu Kaivan berada di ruangan kecil yang bersih. Ada beberapa ruangan lain disana, dan beberapa anggota sindikat sedang mengobrol. Kaivan tidak ingin tahu obrolan kotor mereka tentang Kaivan dan Hanna. Yang pasti mereka sedang menguping pembicaraan, dan kini terpaksa berhenti karena Hanna memeriksa apa yang terjadi.


Ada sebagian anggota yang menemani Hanna.


Jadi, setelah ikatan Kaivan terbuka, dia merapihkan pakaian dan celananya, kemudian pergi menemui anggota sindikat yang berada di ruangan lain.


Brak!


"Halo semuanya!" Sapa Kaivan pada mereka.


Ternyata sebagian dari mereka ada yang Kaivan kenali, tapi sebagian lagi tidak.


"Bocah ini bisa melepaskan ikatan sekuat itu?"


"Cepat tangkap dia dan ikat lagi! Bisa dihabisi nona nanti kita!"


Beberapa dari mereka maju untuk mendekati Kaivan, tapi tidak ada kelembutan yang ingin Kaivan berikan. Jadi saat mereka datang, Kaivan langsung menghabisi mereka, hingga mereka pingsan tidak berdaya.


Satu menit waktu yang Kaivan butuhkan untuk membuat pingsan sepuluh pria dewasa disana, jadi kira-kira satu orang enam detik lah.


Rose membantu untuk mengikat mereka dengan sihir, agar tidak kabur.


Setelahnya Kaivan pergi ke depan, dia melihat Hanna dan tiga pria anggota sindikat sedang berbicara dan meyakinkan Hanbin serta Harlan jika Kaivan tidak ada disana.

__ADS_1


Tiga pria itu mencoba untuk menghalau Hanbin masuk untuk memeriksa gudang.


"Beneran Om, Kaivan gak ada disini, aku juga gak kenal manager idol atau apapun itu!" Ucap Hanna dengan nada manis dan terkesan polos.


"Tapi pelacak ini mengatakan jika Kaivan ada disini," ucap Harlan, menunjukkan buktinya juga.


"Oh, mungkin maksudnya kedai naengmyeon, tempatnya ada di dekat sini!" Ujar salah satu anggota, mencoba untuk bersikap ramah.


Manager idol yang tadi membawa Kaivan sudah pingsan di dalam, dan gudang itu memang terlihat bersih seolah tidak ada hal mencurigakan.


Tapi Kaivan segera muncul dari belakang saat mereka sibuk mengelak.


"Tidak, Kaivan ada disini" ucap Hanbin.


"Om, kan Hanna sudah bilang -"


"Itu dia di belakangmu," tambah Hanbin lagi.


Refleks Hanna menoleh ke belakang, dan jelas dia terkejut melihat Kaivan yang datang dalam keadaan utuh dan baik-baik saja, padahal ada sepuluh orang yang menjaga di dalam.


"Kenapa? Terkejut karena tidak berhasil menahanku disana? Maaf Hanna, aku sudah muak, kau harus menerima hukumannya."


Dengan cepat Kaivan memukul tengkuk gadis itu agar pingsan dan Hanbin serta Harlan menangkap tiga pria yang lainnya.


"Ada sepuluh orang di dalam, termasuk manager yang menculikku," ucap Kaivan.


Kemudian Rose muncul dengan tubuh yang utuh dan pakaian normal dari dalam.


"Kenapa ada Rose juga?" Tanya Harlan.


"Saya bertugas untuk merekam semua yang terjadi sebagai barang bukti," ucap Rose.


Kaivan mengangguk membenarkan, "benar, sebenarnya aku pura-pura tertangkap agar mendapatkan bukti untuk menangkap mereka, terutama Hanna, karena ternyata ayahnya lah yang merupakan dalang utama sindikat tersebut, menurut Hanna, pria itu sedang da di Swiss."

__ADS_1


Hanbin tersenyum senang, "kamu memang hebat, Kai, kau harusnya mendapatkan penghargaan karena hal ini, kau juga dengan berani mengorbankan diri."


Kaivan tersenyum kecil dan menggeleng pelan, "tidak perlu, paman, aku tidak ingin mendapatkan penghargaan, aku melakukan semua ini karena aku merasa harus melakukannya, bisa dibilang, aku dendam pada mereka."


Harlan menepuk bahu Kaivan, "Aku mengerti maksudmu, nak, tapi tidak semua remaja bisa melakukan seperti yang kau lakukan ini."


Setelah itu, tim kepolisian yang Hanbin panggil pun datang untuk memeriksa gudang tersebut, sekaligus membawa sepuluh anggota sindikat yang sudah pingsan di dalam.


Kaivan kembali lagi ke agensi bersama Harlan, sedangkan Rose bersedia menjadi saksi di kepolisian, jadi dia ikut Hanbin.


Sampai di agensi, Mini segera menghambur untuk memeluk Kaivan, gadis itu menangis kencang. Dia bilang, dia takut jika Kaivan diculik dan tidak bisa kembali.


Kaivan hanya tertawa lalu menenangkan gadis itu, mengatakan dia lebih kuat dari penculik, jadi dia baik-baik saja.


Karena sindikat yang berbahaya itu sudah memiliki titik terang, Kaivan merasa sedikit lega. Meski dia tidak menyangka gadis yang cantik dan manis seperti Hanna memiliki sifat yang mengerikan seperti itu dan menjadi bagian dari sindikat penculikan yang berbahaya.


Pada akhirnya, semua orang tahu kebenarannya, bahkan Dania menangis karena tidak menyangka gadis yang menjadi temannya ternyata seburuk itu, dia juga merasa bersalah karena malah membawa Hanna ke Korea bersamanya. Tapi Kaivan menenangkannya, mengatakan itu bukan salahnya, tanpa Dania pun, pasti Hanna juga akan mencari jalan untuk menangkapnya.


Kaivan tidak mengatakan apapun tentang Hanna yang menyukainya dan terobsesi dengannya, bahkan ingin memiliki anak dengannya. Pada rekaman bukti juga Kaivan meminta Rose mengeditnya dan memotongnya karena itu tidak penting dan memalukan. Tentu Rose dengan senang hati melakukannya, dia juga masih sakit hati dan kesal.


Setelah itu, Kaivan pun menjalani kehidupannya seperti biasa. Bermain game santai dan menyelesaikannya agar bisa naik level. Dia juga tidak segan untuk membantu orang lain dengan tenaga maupun hartanya.


Jaden juga pindah kuliah di Korea dan menemani Kaivan, dia berteman baik dengan Jihun dan Junghyun.


Hubungan Kaivan dengan ibu tiri atau istrinya Harlan tidak ada kejelasan, karena baik Kaivan maupun wanita itu sama-sama tidak mau bertemu satu sama lain. Tapi Mini sangat menyukai Kaivan dan sering menelepon Kaivan saat gadis kecil itu senggang.


Intinya, hubungan Kaivan dengan keluarganya menjadi baik. Dengan ibunya yang sedang menerima hukuman di penjara pun juga baik.


Tentang bisnis, akhirnya Kaivan bisa menjual popcorn nya dengan bantuan perusahaan ayahnya Kevin, bekerjasama, karena kebetulan ayah Kevin juga memiliki bioskop yang tersebar dimana-mana.


Bisnis Kaivan yang lain juga berjalan dengan baik.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2