Bermain Game Santai Dan Menjadi Kaya

Bermain Game Santai Dan Menjadi Kaya
Serba salah


__ADS_3

"Jangan pergi..."


Kaivan yang masih duduk di tepi ranjang, dengan Kayla yang memeluknya dari belakang pun terdiam karena bingung. Apalagi setelahnya Kayla menangis, Kaivan bisa merasakan air yang hangat menetes di bahu dan punggungnya.


"Papa... Jangan tinggalkan kami, Kayla akan jadi anak baik, hiks!"


Entah apa yang ada dalam pikiran Kayla, yang pasti, gadis itu sedang membicarakan ayahnya. Mungkin Kayla bermimpi saat ayahnya pergi meninggalkan keluarga setelah cerai dengan ibunya.


Anak-anak tidak akan memahami kenapa orangtuanya berpisah, kadang mereka juga berpikir orangtua mereka itu egois karena memilih berpisah, tidak mau mengerti perasaan anak-anaknya. Tapi lambat laun, mereka akan mulai paham, jika kehidupan pernikahan itu tidak semudah itu, banyak godaan dan cobaan.


Kaivan pernah melihat foto ayahnya Kayden dan Kayla, pria itu sangat tampan, mirip dengan Kayden. Bisa jadi ayah mereka mendapatkan godaan karena ketampanannya, biasanya akan dikejar oleh wanita yang cantik-cantik. Meski ibu mereka juga cantik, dan ayah mereka setia, pasti ada saja kesalahpahaman.


Yah, Kaivan juga anak-anak, dia tidak akan paham kehidupan pernikahan juga.


Kaivan berbalik lalu membalas pelukan Kayla, yang masih menangis tapi sudah tidak parah, dia mulai tenang. Tangan Kaivan membelai punggung gadis itu, lalu pada rambutnya yang halus.


"Jangan menangis, ada aku disini, Kayla."


Kayla mulai semakin tenang, tangisnya mulai reda, nafasnya juga sudah teratur. Kaivan melonggarkan pelukannya untuk melihat apakah Kayla sudah tidur lagi, tapi gadis itu ternyata sudah bangun, dia mendongak menatap Kaivan dengan matanya yang berair.


Kaivan menghapus sisa airmata Kayla dengan ibu jarinya, "kau sudah baik-baik saja?"


Kayla mengangguk pelan, berada sedekat itu dengan Kaivan membuat pipinya merona, karena malu, apalagi dia mengigau dan menangis di depan Kaivan.


"Jika kamu belum tenang, aku bisa menungguimu disini, sepertinya kamu mengingat ayahmu karena percakapan kita tadi maaf ya?" Ucap Kaivan.


"Bisakah kau memelukku lagi?" Pinta Kayla. Kaivan tidak berpikir dua kali untuk melakukannya, dia kembali memeluk gadis itu dengan erat.


"Aku sebenarnya, jauh dalam lubuk hatiku, ingin keluarga ku kembali utuh, tapi aku juga tahu itu tidak mungkin. Aku merasa egois karena berpikir seperti itu, padahal ayah dan ibuku sudah punya kehidupan sendiri-sendiri, mereka bahagia dengan pilihan mereka."


"Kamu tidak salah memikirkan itu, semua anak pasti begitu jika orangtuanya berpisah, tidak apa... Yang penting kamu sudah menghargai keputusan mereka."


Kayla hanya diam setelahnya, dia sudah tenang, tapi tidak ingin melepaskan pelukan itu. Dia merasa jahat karena memeluk pacar orang lain, tapi jika boleh egois, Kayla suka dipeluk seperti itu. Kaivan akan selalu menempati tempat khusus di hatinya, karena pemuda itu sudah membantu masalahnya dimasa lalu. Kaivan juga selalu menanggapi ceritanya dengan tulus, Kayla sangat menyukai hal itu dari Kaivan, lelaki itu membuatnya nyaman.


"Kayla? Kamu udah tidur?" Tanya Kaivan, karena Kayla diam untuk waktu yang lama.


"Belum... Aku masih ingin dipeluk olehmu, apa kamu keberatan?"


"Enggak juga sih, kamu bisa memelukku sampai kamu selesai."


"Makasih ya, kamu selalu mendengarkan ceritaku dengan baik, aku menyukainya."


Kaivan tidak tahu harus membalas seperti apa, dia juga menyukai Kayla karena gadis itu sangat baik, ramah, cantik. Entahlah, pokoknya suka aja, kadang tidak perlu alasan untuk menyukai seseorang kan?


"Kai, kamu udah pernah ciuman?" Tanya Kayla tiba-tiba, dia masih memeluk Kaivan erat, harum tubuh Kaivan membuatnya merasa tenang.


“Kenapa kamu nanyain itu sih? Jangan-jangan inget drama yang kita tonton tadi ya?" Kaivan sebenarnya juga masih kepikiran dengan adegan ciuman mesra yang panjang sekali dan dramatis di dalam drama yang tadi mereka tonton.


”Udah jawab aja!"


“Pernah, tapi gak lama dan berlebihan kayak drama, bisa dibilang aku amatir lah”


Kayla bodoh! Kaivan sudah punya pacar, si Dania dan Vicky, gimana mungkin belum pernah ciuman.


“Emang kenapa? Kamu sendiri pernah?”

__ADS_1


Kayla melonggarkan pelukannya, tapi masih tidak ingin melepaskan Kaivan, kemudian dia menggeleng pelan.


“Belum pernah, tapi aku ingin mencobanya denganmu”


Kaivan terdiam sejenak, mencerna ucapan gadis cantik tersebut.


"Be-beneran?"


Kayla terkekeh geli mendengar suara Kaivan yang gugup.


"Jangan malah ketawa!"


"Habisnya kamu serius banget!"


***


"Ugh! Rose hentikan! Aku tuh masih ngantuk..."


Rose yang duduk di tepi ranjang sambil memandangi Kaivan yang sedang tertidur pun melipat tangannya di dada. Biasanya pagi-pagi Kaivan sudah bangun, sudah olahraga, memasak dan lainnya.


Tapi kali ini sudah jam tujuh lebih saja dia masih betah menyelami alam mimpi, jadinya Rose berinisiatif untuk membangunkannya, dengan mencubit gemas pipi putih itu. Kaivan malah menepis tangan Rose, lalu berbalik badan memunggungi Rose.


"Kaivan, aku laper nih!"


"Bukan urusanku, pergilah..."


"Aku canggung berduaan sama Kayden tahu!"


Mendengar ucapan Rose barusan, Kaivan pun berbalik kembali, "Kayden? Ngapain dia disini?"


Kaivan berdecak kesal, lalu menarik Rose untuk dipeluk menjadi guling.


"Udahlah, makannya pesen aja kita, beli aja kari ayam pedas, Kayla paling suka makanan itu."


"Dih, kok Kayla sih? Makanan kesukaan ku aja lah!"


"Yang makan bukan cuma dirimu, Rose, Kayden dan Kayla dikasih makan juga, kita itu tuan rumah disini."


Rose mencebikkan bibirnya kesal. Rose tahu apa yang terjadi pada Kaivan dan Kayla semalam sampai keduanya tidak bisa bangun pagi ini.


Mereka menonton drama romantis, mengobrol di kamar yang ditempati Kayla sampai tidak tahu waktu. Asyik banget kayaknya.


"Rose? Kamu ngambek? Ini aku pesenin makanan kesukaan kamu juga, ayam geprek, seneng kan? Aku rela korban dua poin buat kamu nih."


Jika memesan makanan delivery dalam sistem, ada semacam biaya admin. Kalau satu negara cuma satu poin, kalau negara lain dua poin. Jadi Kaivan memesan ayam geprek dari Indonesia, sementara kari dari Korea saja. Jadi intinya Kaivan mengeluarkan tiga poin untuk biaya admin saja. Sekitar 300.000 won lah, mahal ya?


Gak masalah, Kaivan banyak duitnya.


"Cih, cuma dua poin aja ribut banget kamu, semalaman ngobrol sama Kayla aja rela."


Sepertinya Rose sedang menyindir Kaivan.


"Ya maaf deh, kita tuh cuma sharing."


"Halah!"

__ADS_1


"Iya aku salah, puas, kan?"


"Gak, kamu gak salah kok, kau bisa ngapain aja yang kamu mau, aku gak marah."


Kaivan hanya bisa bersabar menghadapi peri satu ini, tidak bisa diprediksi sama sekali. Kaivan minta pacaran sama Vicky boleh, giliran ngobrol sama Kayla doang langsung ngambek. Tapi yah, memang agak keterlaluan sih... Siapapun juga pasti berpikiran buruk jika dua sejoli beda gender mengobrol sampai dini hari di dalam satu kamar.


Tapi Kayla itu asyik banget anaknya, makanya nyambung banget ngobrol sama dia. Mereka semalam mengobrol kan banyak hal, sampai Kaivan penasaran ingin pergi liburan ke Amerika, seperti New York, Los angeles, dan lainnya. Kayla sendiri juga jadi penasaran dengan kota dimana Kaivan dibesarkan, yaitu Surabaya.


Kaivan jarang memiliki teman perempuan senyambung itu. Sekalinya dekat dengan perempuan, mereka meminta menjadi pacar.


"Kaivan!!"


Rose kembali mencubit pipi Kaivan, yang malah bengong sambil memikirkan Kayla.


"Aduh, sakit tahu! Pipiku gak lentur, jadi sakit kalo dicubit!" Protes Kaivan, dia sudah tidak bisa tidur gara-gara Rose, padahal masih ngantuk.


"Ya makanya ku cubit, biar sakit! Emangnya ada orang yang kalo dicubit gak marah?"


"Ada, si Dohyun."


Kaivan itu kadang tangannya jahil, suka mengerjai Dohyun temannya. Yang dicubitlah, dipukul, ditendang juga... Meski Kaivan melakukannya dalam konteks bercanda sih. Tapi Dohyun itu orangnya sabar banget, jadi gak pernah marah, palingan langsung dibales aja.


"Ya udah aku cubitin Dohyun aja," ujar Rose enteng.


"Kok gitu?"


"Kamu bisa ngobrol semaleman sama cewe lain, kok aku gak bisa nyubit pipi Dohyun doang?"


"Serba salah banget, tau ah!"


Kaivan pun bangun, mencuci mukanya, lalu membawa makanan yang sudah datang keluar kamar.


Kayden sempat menceramahi Kaivan dan Kayla setelah Rose membocorkan apa yang keduanya lakukan sampai bangun kesiangan. Kaivan melirik Rose yang bahagia itu dengan tatapan kesal.


Habis diceramahi, mereka pun sarapan, baru kemudian siap-siap untuk pergi. Mereka diajak Yerin jalan-jalan keliling kota Seoul, Kevin juga ikutan, dia sudah tidak membawa adik bayinya, karena ibunya sudah bisa mengurusi.


Yerin memiliki mobil Van yang cukup mewah dan bisa muat delapan orang.


Kaivan senang saja diajak jalan-jalan keliling kota, karena dia juga jarang bisa keliling. Karena Yerin tahu mereka semua belum pernah ke pantai di Korea Selatan, wanita itupun mengajak mereka pergi pantai.


Tiba-tiba saja mereka sampai pantai, tempatnya tidak terlalu ramai, sangat cocok untuk melepas penat.


Itu adalah pantai jeongdongjin, masih ada di Seoul.


"Kalau Pantai cantik sih, kebanyakan agak jauh ya dari sini, paling bagus tuh di Jeju. Buat orang asing kayak kalian, kesana harus bawa paspor," ucap Yerin.


[Game misi khusus datang!]


Senyuman Kaivan luntur seketika, padahal dia ingin rileks tanpa memikirkan beban dunia, tapi bebannya datang sendiri.


"Udah kerjain aja," bisik Rose.


"Kayak ada pilihan nolak aja," gumam Kaivan kesal, tidak mungkin Kaivan mau dihukum atau dikurangi uangnya, mending repot saja.


.

__ADS_1


.


__ADS_2