
"Kenapa kalian malah ada disini?"
Kaivan yakin dia hanya memanggil Kayla saja ke villanya, tapi kenapa yang datang malah tiga orang?
Tiga orang yang dimaksud adalah Kayla, Dania dan Vicky, ketiga gadis itu datang dengan raut wajah berbeda. Dania kelihatan kesal, sementara Vicky kelihatan senang, jika Kayla dia hanya terlihat bingung.
"Harusnya kita yang nanya tahu, kenapa kamu nyembunyiin kalo punya villa disini, tapi habis itu nyuruh Kayla datang, kan aneh!" Sambar Dania.
"Hehe, maaf ya... Ayo masuk, di dalam ada seseorang yang ingin ku kenalkan pada Kayla, ayo!"
Kaivan memiliki mood bagus kali ini, setelah tahu siapa Kevin sebenarnya. Jadi Kevin ini masih ada keturunan Indonesia, memiliki keluarga yang cukup berkuasa di Korea ataupun Indonesia. Intinya memang sangat menguntungkan memiliki teman seperti Kevin, Kaivan akan membahas bisnis dengannya kapan-kapan, sekarang ingin akrab dulu saja.
Setelah mengenalkan Kevin dan Yerin pada ketiga gadis itu, mereka jadi akrab dengan cepat. Dania, Vicky dan Kayla memang anaknya supel, jadi mereka bisa berbaur dengan orang asing dalam waktu singkat. Kaivan iri dengan mereka, karena dirinya harus menyiapkan mental dulu untuk mendekati orang, bisa cepat akrab jika orang lain yang memulai duluan.
"Oh iya Kaivan, ini ada undangan untuk acara penghargaan, disana akan ada pemilik brand fashion, make up, skincare dan lainnya. Penyelenggara ingin sekali bertemu denganmu, karena kamu kan yang memiliki produk skincare di brand kita," ucap Vicky, dia memberikan sebuah undangan yang mewah.
"Aku juga akan menghadiri acara itu, karena aku merupakan brand ambassador dari Ahreum," sahut Yerin. Ahreum adalah salah satu brand make up dan skin care yang sudah lebih dulu muncul, brand itu sangat digemari oleh para wanita dewasa. Beda dengan brand milik Vicky yang memang dikhususkan untuk para remaja, desainnya juga sengaja dibuat selucu dan seunik mungkin untuk para remaja.
"Ini tanggal undangannya saat kita sudah sekolah lho," ucap Kaivan, setelah memeriksa undangan tersebut, kira-kira seminggu lagi.
"Tidak masalah kan? Kamu bisa meminta ijin pada sekolah" balas Yerin.
"Iya sih kak, tapi sayang banget kalo bolos sekolah."
"Kamu kan udah pinter, Dania bilang kamu juara satu di sekolah," sahut Kayla.
"Maksudnya dengan satu kelas apa satu sekolah?" Tanya Kevin.
"Satu sekolah, dari semua anak kelas satu di sekolah, dia juara satu," jawab Dania.
"Kamu pinter banget ternyata, aku dulu baru juara satu di sekolah setelah lulus saja," ucap Kevin, dia memang lulusan terbaik di SMA nya, seumuran dengan Jisung.
"Berarti kamu juga pinter juga, kenapa gak lanjut kuliah, malah jadi idol, kan sayang banget," tanya Kaivan, padahal jadi idol jauh lebih susah dan belum tentu bisa sukses, karena saingan juga banyak.
"Gimana ya, papa juga pengennya aku lanjut kuliah, habis itu nerusin perusahaan bareng kakakku, tapi dulu aku mikirnya, karena udah ada kakak, jadi harus nyari hal lain yang bisa ku lakukan. Tapi sekarang aku berpikir akan mulai kuliah tahun depan saja, mengambil managemen bisnis."
"Kamu bisa ngambil cabang yang di Indonesia kan, kakakmu biar disini saja, aku rencananya juga akan kembali ke Indonesia suatu saat nanti," ucap Kaivan.
"Kamu mau ke Indonesia? Aku ikut!" Sahut Dania.
"Jahat banget, terus aku gimana?" Vicky ikutan, kalau Vicky sih susah jika harus pindah ke Indonesia, karena dia ada bisnis yang mulai berkembang pesat. Bisa jadi beberapa tahun nanti akan lebih besar lagi.
Kaivan tersenyum untuk menenangkan mereka, "jangan khawatir, aku akan sering-sering ke Korea juga nanti, kalian gak perlu ikut jika memang tidak bisa."
"Tapi itu ide bagus, jika aku menghandle perusahaan ayahku di Indonesia." Ucap Kevin.
__ADS_1
Mereka berbincang untuk waktu yang cukup lama, sambil menghabiskan camilan yang Kaivan siapkan. Kaivan hanya memberikan camilan popcorn dan kue yang dia bawa dari Indonesia, seperti nastar misalnya.
Kevin pulang saat si kecil Hwan sudah tertidur lelap, Yerin juga pulang kembali ke villanya.
"Kalian gak pulang?" Tanya Kaivan pada ketiga gadis yang masih betah rebahan di sofa ruang tengah, televisi besar disana menyala menayangkan drama Korea terbaru.
"Males, disini lebih enak," sahut Kayla.
"Disini ada banyak kamar, kita bisa nginep kok," timpal Dania, dia kelihatannya paling semangat untuk menginap.
"Aku gak boleh nginep, kakakku bakal jemput bentar lagi, kalian pulang aja, kan Kaivan tidak menginginkan kita" ucap Vicky, sekalian menyindir Kaivan.
"Bukan gitu maksudku!" Bantah Kaivan tidak terima, lalu dia melanjutkan, "aku cuma mau nenangin diri, pengen sendiri aja gitu, tadi kebetulan ketemu Kevin dan adiknya hilang, aku bantu nyariin, ternyata adiknya ada sama kak Yerin. Terus aku manggil Kayla kesini, soalnya Kevin pengen kenalan gitu, apa aku salah?"
Dania berdiri lalu memeluk Kaivan, "gak alah kok, aku bisa maklumin... Tapi jangan gini lagi ya? Aku kan khawatir."
"Aku juga khawatir tahu! Kalo kamu sendirian tuh rasanya bikin khawatir aja, meski kita tahu kamu sangat kuat dan bisa jaga diri," Vicky ikut memeluk Kaivan disisi yang lain.
Kayla tidak pernah merasa sejomblo itu sebelumnya, sekarang dia merasa jadi nyamuk disana.
"Bisa gak pelukan gitu gak sih kalian? Aku jomblo sendiri kek nyamuk aja nih!" Protes Kayla.
"Hehe, maaf ya!" Dania dan Vicky pun melepas Kaivan.
Sementara itu Kayla sendiri menunggu akan dijemput kakaknya, Kayden, tapi Kayden masih ada urusan di agensinya.
Jadilah Kaivan Kayla berduaan, merasa canggung satu sama lain.
Mereka hanya diam menonton drama percintaan yang semakin lama semakin cringe. Tapi Kaivan entah mengapa bisa terbawa suasana dan mulai paham dengan ceritanya.
Kayla sendiri menangis sesenggukan saat drama itu ada konflik menyedihkan, Kaivan memberikan sekotak tisu padanya.
"Kenapa sih cowo tuh tega banget ya, si cewe udah secinta itu, malah selingkuh!" Komentar Kayla ditengah-tengah acara menangisnya.
"Ya gimana lagi, kan ceritanya si cowo antagonisnya," sahut Kaivan, tapi Kayla tidak bisa berhenti menangis dan mengoceh, menyumpahi pemeran antagonis lelaki yang selingkuh. Membuat Kaivan jadi bingung sendiri dan berharap Kayden cepat datang.
Tapi satu menit kemudian mereka mendapat kabar dari Kayden jika tidak bisa menjemput Kayla, malah Kayla diminta menginap saja, kan Kayden tahunya ada Dania dan Vicky juga.
Kayla sih tidak masalah, dia lebih fokus pada dramanya, tidak seperti Kaivan yang mulai jadi lebih canggung.
Masalahnya hanya ada dia dan Kayla disana, mana mungkin Kaivan tidak merasa aneh jika berduaan saja dengan gadis secantik itu di rumah yang besar. Kaivan mulai merutuki keputusannya untuk meliburkan pengurus villa, dan juga meminta Rose pergi ke apartemen. Jika Rose tidak datang-datang seperti itu, berarti kemungkinan ada dua, pertama dia ketiduran setelah capek menata studionya, kedua adalah dia pergi ke dunia peri lagi.
Kaivan hanya pasrah dan ikutan menonton drama. Ternyata dramanya sudah mulai muncul konflik lain, kali ini pemeran utama wanita telah mendengar pengakuan cinta pemeran utama lelaki. Adegan romantis pun datang, lagu cinta yang dramatis mulai terdengar, adegan mulai slow motion, lalu muncul bunga-bunga sakura bertebaran.
Sampai ciuman intens pun juga muncul.
__ADS_1
Kaivan merasa merinding melihat semua itu, tapi beda lagi dengan Kayla yang menyukai adegan tersebut, dia menjerit-jerit senang sampai memukul lengan Kaivan segala karena refleks, menurut dia itu adegan sangat menggemaskan. Tapi menurut Kaivan berlebihan sekali, masa iya ciuman sampai lama banget, bahkan sampai ada tulisan bersambung.
"Yah, kok habis sih?" Keluh Kayla, sedangkan Kaivan lega sekali drama cringe itu selesai.
Kayla pun bersandar pada sofa, "harus menunggu Minggu depan lagi buat nonton nih, gak seru ah!"
Kaivan terkekeh mendengar keluhan gadis itu, "yang sabar dong, namanya drama. Kalau di negaraku setiap hari tayangnya, sampai episode ada ribuan."
"Beneran? Banyak banget! Apa gak bosen?"
Kaivan menggedikkan bahunya, "gak tahu, tapi ibu-ibu suka banget nontonin drama begituan. Adegannya nangis-nangis terus, selingkuh, pelakor, di culik, lupa ingatan, ketabrak, gitu aja terus."
Kayla tertawa mendengarnya, "masa sih?"
"Gitu deh, aku sendiri gak pernah nonton, ibuku yang suka nonton."
"Ibumu? Kamu bilang gak punya..."
"Aku bohong, tentu aku punya, anggap saja sekarang udah gak ada."
Kayla terdiam mendengarnya, pasti Kaivam punya alasan kuat mengapa bisa berkata seperti itu.
"Sepertinya aku bisa mengerti, ada saatnya dimana keadaan orangtuaku yang bercerai membuat kami berantakan, meski sekarang sudah jauh lebih baik. Meski ayahku sudah menikah lagi, kami sudah berdamai dengan keadaan, aku harap kamu juga suatu saat seperti itu."
Kaivan mengangguk, "kamu benar, semoga saja nanti aku bisa menerima semuanya, jika saat ini, masih berat bagiku. Sebagai anak, selamanya mereka adalah orangtua kita, bagaimanapun perlakukan mereka pada kita."
Setelah itu terjadi keheningan diantara mereka, hanya suara televisi saja yang terdengar. Drama sudah berganti lagi dengan drama lain setelah tadi jeda untuk iklan.
Tuk!
Kaivan menoleh pada Kayla yang kepalanya sudah bersandar di bahunya.
Gadis cantik itu sedang tertidur, terlihat cantik sekali seperti sleeping beauty. Kaivan tidak berlebihan. Kalian tahu sleeping beauty kan? Putri cantik dengan rambut pirang panjang, kulit putih dengan pipi kemerahan, bulu mata yang lentik, bibir merah merekah... Sangat cantik. Kayla sudah mengecat rambutnya menjadi pirang, rambut asli Kayla hitam kecoklatan, meski dia memang keturunan bule dan wajahnya bule banget.
Tidak ada pilihan lain, Kaivan pun menggendong gadis itu dan mengangkatnya menuju kamar kosong di dekat kamarnya sendiri.
"Selamat tidur, tuan putri," gumam Kaivan, dia ingat lagi ucapan Kevin yang mengatakan keluarga Kayden dan Kayla masih merupakan bangsawan. Tapi kemudian Kaivan terkekeh sendiri dengan kekonyolannya, jadi ada orang lain yang mendengar pasti mereka mengira Kaivan gila.
Kaivan pun beranjak untuk pergi ke kamarnya sendiri, tapi kemudian dia berhenti saat Kayla tiba-tiba bangun dan memeluknya dari belakang.
"Jangan pergi..."
.
.
__ADS_1