
"Apa kalian pernah menonton film Disney?"
"Pernah, emang kenapa?"
"Pantas aja kalian cantik kayak putri."
"Kyaa! Kamu bisa aja!"
Kaivan menatap datar pada kawannya yang sedang menggombali dua perempuan yang sedang jajan tteokboki di jarak lima meter di depannya. Disaat Kaivan capek sehabis olah raga, berlari selama beberapa menit, bocah menyebalkan itu malah menggombali perempuan.
Kaivan yang kesal dengan kelakuan Dohyun pun memilih duduk di kursi taman, dia kelelahan karena sudah dua hari tidak olahraga. Di musim dingin, dia tidak berkeringat saat olahraga, itu cukup menyenangkan, tapi juga sulit karena udara dinginnya. Kaivan memeriksa poin sistem yang masuk, dia tersenyum melihat poinnya ada banyak.
"Oh iya, aku punya dua hadiah sistem!"
Dia mulai membuka rekening sistem, atau inventori. Ada dua hadiah disana, Kaivan hanya berharap jika hadiah itu tidak random seperti sebelumnya. Sebenarnya Kaivan tidak masalah dengan hadiah random, hanya saja tidak perlu sesuatu yang membuatnya trauma untuk membuka hadiah juga kan? Kaivan agak malas membuka hadiah setelah mendapat hadiah akta kelahiran asli dan surat tes DNA.
[Anda berhasil membuka hadiah setelah sekian lama dianggurkan!]
Kaivan berdecak malas melihat sistemnya sudah bisa menyindir.
[Hadiah pertama adalah mobil Rolls-Royce! Karena anda masih terlalu muda, anda bisa menjualnya atau menyimpannya terlebih dahulu.]
Benar juga, untuk mengendarai mobil, harus cukup umur dulu, harus daftar dan membuat SIM dahulu. Kaivan tidak ada niatan untuk mengendarai mobil dalam waktu dekat juga.
Apa sebaiknya dijual? Ah, itu bisa dipikir nanti, sekarang hadiah kedua! Yang kedua ini berarti hadiah membantu Kayla.
[Hadiah kedua adalah jam tangan dari Patek Filip seharga 24 juta USD]
24 juta USD itu sekitar 330 miliar rupiah kah? Mendadak Kaivan merasa bodoh matematika saking shocknya dengan harga jam tangan yang dia dapatkan.
Padahal hadiah sepatu seharga 55 juta rupiah saja masih Kaivan pajang, apalagi jam tangan 300 miliaran rupiah.
Kaivan bisa membayangkan saat dia memakai semua itu, penjahat akan mengincarnya dan mengejarnya meski dia sudah sembunyi di lubang semut.
Itu mengerikan, meski dia bisa melawan tapi tetap saja. Kapan-kapan saja dipakai jika ingin pamer.
Tunggu, pamer? Kaivan bisa menunjukkan pada Wonbin dan kakak lelaki Vicky Itu bisa diam dan pergi bukan? Itu ide yang bagus.
"Kaivan! Lihat ini aku dapat Odeng gratis, ini makanlah!" Dohyun datang dengan empat tusuk Odeng yang dimasukkan dalam cup kecil. Kaivan tahu kawannya itu dapat Odeng entah dari dua gadis yang dia gombali atau ibu penjual yang dia goda.
Memang hobi Dohyun itu ada-ada saja. Dia juga sering melakukannya di sekolah, kadang dia dapat coklat, kadang dapat roti melon, yoghurt, susu almond... Dohyun selalu membaginya dengan Kaivan, jadi Kaivan tidak bisa protes.
__ADS_1
Meski memiliki banyak uang, mendapat barang gratisan terutama makanan itu tentu ada rasa kesenangan tersendiri.
"Makasih, kamu tuh bisa dapet aja makanan gratis," ucap Kaivan, dia mengambil satu tusuk lalu memakannya tanpa berpikir.
"Mereka pikir aku imut, jadi mereka menyukaiku!"
"Kau suka dipanggil imut?"
"Asal mereka suka aku juga suka, tapi aku lebih suka dipanggil tampan atau seksi..."
"Itu tidak mungkin kan?"
"Hei! Kenapa gak mungkin? Aku akan ikut kamu olahraga setiap hari, biar ototku tumbuh, aku akan buktikan jika aku juga seksi!"
Kaivan terkekeh senang melihat Dohyun kesal.
"Ku rasa kakak-kakak cantik seperti itu selalu suka cowok imut manis kayak kamu," komentar Kaivan.
"Yah, setiap orang punya selera sendiri, tapi aku saja tidak tahu aku suka perempuan yang seperti apa, aku menghargai setiap kecantikan perempuan yang berbeda. Yang berkulit putih sampai gelap, yang tinggi sampai pendek, semuanya kan berbeda."
"Aku juga gak tau."
"Semua pacarmu cantik kayak boneka, mungkin kamu suka yang kayak gitu, mereka juga tinggi dan langsing" ucap Dohyun, dia makan lambat sekali, tapi yang dia makan itu banyak, karena itu Kaivan mengambil satu tusuk saja, dia tahu Dohyun kurang jika hanya dua tusuk.
"Sebentar lagi tahun baru, kamu mau kemana? Oh iya, kamu gak pergi ke negara asalmu? Ayo kesana! Aku penasaran...."
Kaivan langsung panik mendengar ucapan Dohyun.
"Kembali ke negaraku?"
"Iya! Aku ingin pergi kesana, ke Jakarta misalnya, kan aku pernah ya ke Bali doang."
"Ak-akan ku pikirkan lagi...."
"Pasti menyenangkan! Kita punya banyak waktu kan? Lima hari disana cukup mungkin, orangtuaku tidak masalah asal pergi dengan kak Junghyun, kita ajak kak Junghyun dan kak Jihun," Dohyun terlihat senang dan ingin sekali pergi ke Indonesia, bagaimana ini?
Kaivan sudah tidak bisa mendengar ocehan Dohyun, dia sibuk dengan pikirannya sendiri.
Sampai mereka kembali lagi ke apartemen, dia masih melamun saja. Kaivan mulai sadar saat mendengar keributan di ruang tengah.
"Kalian ngapain sih?" Tanya Dohyun kesal.
__ADS_1
Kaivan bisa melihat Junghyun, Jihun dan Wonbin memperebutkan popcorn terakhir, sementara Vicky hanya tertawa sambil menonton di sofa, gadis itu memakan gelato rasa pisang coklat.
"Dia makan udah banyak banget, aku minta gak boleh!" Ucap Wonbin kesal, sambil menunjuk Jihun yang memenangkan popcorn di wadah terakhir.
"Ya lagian tadi sok gak mau makan popcorn, sekarang malah ngomong gitu!" Ucap Jihun tidak mau kalah.
"Udah udah, kan bisa buat lagi, aku ambilin jagungnya ya..." Kaivan pun pergi ke dapur untuk mengambil jagung yang masih tersimpan. Jagungnya masih utuh, belum di kupas. Tapi mesin bisa mengupas jagung dengan sendirinya, jadi tidak perlu repot.
Setelah Kaivan kembali ke ruang tengah, mereka terkejut dengan ukuran jagungnya yang tidak biasa.
"Gede banget! Bisa tuh buat dilempar ke Jihun kalo udah ngeselin," ucap Junghyun.
"Dapat darimana jagung Segede itu?" Tanya Wonbin.
"Jika ingin membeli ada di toko sayur dan buah yang sudah kuambil alih kepemilikannya, sayur dan buah premium ukurannya sebesar ini, agak mahal, tapi rasanya juga premium," ucap Kaivan, hitung-hitung promosi lah.
"Kamu sungguhan investor dan punya banyak saham?" Tanya Wonbin.
Kaivan menyeringai, "jadi kakak pikir aku bohong? Aku memiliki saham di supermarket Happyo, brand Miomio, dan banyak lagi, bisa diperiksa jika tidak percaya, misi ku adalah menjadi kaya raya dan bisa pensiun dini, jadi nanti bisa rebahan di hari tua tanpa memikirkan uang."
Wonbin terdiam mendengar ucapan Kaivan, sepertinya dia terlalu memandang rendah Kaivan. Dia sebenarnya tidak ingin meremehkan siapapun, tapi jika merebut adik tersayang tentu beda ceritanya. Apalagi orangtua Wonbin dan Vicky sangat ketat dalam memilih pasangan untuk anak mereka. Harus berasal dari keluarga yang terpandang, harus pandai berbisnis dan lainnya yang tidak masuk akal.
Masalahnya Vicky sendiri juga hebat, selain cantik dia juga pandai, populer, sudah bisa berbisnis... Tentu pasangannya harus diatasnya.
Kaivan itu tidak memiliki keluarga terpandang, jangankan keluarga terpandang, keluarga saja tidak jelas. Karena itu Wonbin tidak suka, tapi sepertinya sekarang dia harus mulai membuka pikirannya dan hatinya.
Kaivan memasukkan dua jagung jumbo dan gula aren, untuk menciptakan popcorn karamel yang agak berbeda. Gula aren memiliki cita rasa yang unik, jadi rasa popcorn juga akan unik, lagipula gula aren lebih sehat dari gula pasir.
Kaivan mendapat gula aren dari toko sistem tentunya. Ada semacam menu yang menjual khusus bumbu dapur. Ada lada hitam kualitas tinggi, gula sehat yang sangat manis, dan lainnya. Rasanya tentu jauh lebih baik dari bumbu biasa. Kaivan ingin menjual bumbu itu, tapi masih pikir-pikir dulu, karena harus mencari toko dan pengelolanya juga.
"Oh iya, aku dan Kaivan tadi bicara tentang liburan ke Indonesia, kan Kaivan berasal dari sana, kalian mau ikut?" Tanya Dohyun, Kaivan terkejut mendengarnya, tapi dia hanya diam tidak bereaksi.
Namun, reaksi yang lain sangat antusias, Vicky juga ingin ikut.
Haruskah Kaivan pergi kesana? Dia tidak ingin membuka luka lama. Tapi luka tidak akan sembuh jika tidak diobati dan dihadapi.
Bohong jika Kaivan bilang tidak merindukan Indonesia, dia sangat rindu.
Kaivan juga ingin kembali, tapi tidak mau tinggal disana lagi.
.
__ADS_1
.