Bermain Game Santai Dan Menjadi Kaya

Bermain Game Santai Dan Menjadi Kaya
Menghajar para preman


__ADS_3

Kaivan tahu ada banyak jenis manusia di dunia ini. Tapi Kaivan masih heran saja dengan orang yang terlahir dari keluarga terpandang, orangtua lengkap, dilimpahi harta kekayaan, tapi masih saja berbuat menyimpang.


Lalu yang lebih mencengangkan, kok bisa dia menjadi idol? Padahal dia memiliki anak buah preman-preman jalanan. Kaivan pernah membaca webtun dengan kisah anak remaja yang jadi ketua preman, dia pikir itu tidak mungkin terjadi di dunia nyata. Apa Kaivan masih terlalu naif ya? Atau dia hanya belum tahu kejamnya dunia saja? Apapun itu, yang pasti dia sudah bosan menunggu.


Kaivan dibawa ke gudang entah dimana, lelaki bernama Taemin itu bercerita jika dia terobsesi dengan perempuan-perempuan muda yang cantik. Dia kesal karena cintanya ditolak oleh Vicky, lalu dia beralih pada Kayla. Kayla sendiri bukan satu-satunya incaran saat itu, Kaivan tidak ingat siapa saja nama yang disebut.


Karena Taemin ini memiliki topeng baik di depan Kayden, dia dengan mudah mendekati Kayla. Dia juga dalang dibalik kenapa Kayla bisa memiliki hutang 100 juta won, sebenarnya hutang itu tidak ada, Taemin ingin menjadi penolong, lalu membuat Kayla mau melakukan apapun asalkan hutangnya lunas.


Jadi karena itu Taemin ingin memusnahkan Kaivan, dia tahu Kaivan berniat menolong Kayla.


Kaivan menoleh pada Rose yang merenggut kesal sambil merekam semua yang Taemin ucapkan.


Rose yang tahu Kaivan dalam bahaya langsung datang, karena dia memiliki semacam ikatan dengan Kaivan.


Yang membuat Rose kesal adalah karena Kaivan menolong gadis yang baru dia temui, yang kedua adalah dia benci dengan kelakuan Taemin.


"Pak polisi lama banget sih nyupirnya!" Keluh Rose lagi, sepertinya Hanbin sedang dalam perjalanan.


Taemin kembali memukuli Kaivan, dia agak psikopat, jadi suka sekali memukuli orang tanpa sebab.


Kaivan merinding mendengar suara kekehan Taemin saat memukulinya. Karena Kaivan itu kuat, jadi tali yang mengikat tangannya bisa dengan mudah dia lepaskan.


Bugh!


Kaivan refleks menonjok Taemin sampai lelaki itu tersungkur beberapa meter di depannya.


"Kau... Uhuk! Gimana kau bisa lepas, hah?" Teriak Taemin, wajahnya terlihat tidak terima, dia bangkit kembali untuk memukul Kaivan. Dia meraih sebuah kayu yang tertancap beberapa paku runcing.


Rose yang kesal menyihir kulit pisang, membuat Taemin terpeleset. Saat itu anak buah Taemin pun menyerang, tapi berkat skill beladiri taekwondo, Kaivan dapat melawan mereka semua.


Namun, dalam pertengahan pertarungan itu Kaivan mendapat luka gores pisau di lengannya.


"Ugh, sial!"


Kaivan tidak mau membuang waktu, jadi dia membuat mereka semua pingsan tidak berdaya.


Tinggal Taemin yang sudah bisa berdiri, meski agak pincang.


"Kau dari tadi pura-pura lemah saja kan?"


"UPS, ketahuan deh!"


"Ayahku adalah orang yang bisa dengan mudah menghancurkanmu!"


Kaivan tertawa keras, "oh ya? Jadi kau punya kuasa ya? Kau pikir kau saja yang punya kuasa? Apa kau bahkan lupa siapa dirimu? Lihat ini!"


Kaivan mengeluarkan ponselnya, yang sudah Rose letakkan kembali di saku mantel yang Kaivan kenakan.


Kaivan memperlihatkan rekaman saat Taemin memukulinya sambil menceritakan keburukannya sendiri pada Kayla dan Kayden. Bahkan terdengar jelas dia menyumpahi Kayden yang bodoh karena tidak pernah menyadari kejahatannya.


"Kau!"


Taemin mendekat berusaha mengambil ponsel Kaivan, tapi Kaivan yang lebih tinggi beberapa centi mengangkat ponselnya tinggi-tinggi.

__ADS_1


"Terlambat! Aku sudah meng-upload vidionya! Gimana ini?"


"Sialan!"


Kaivan menendang Taemin lagi hingga tersungkur di depannya.


Sekarang Kaivan mengerti kenapa orang-orang jahat suka sekali memukuli dan membully orang lain. Ternyata rasanya menyenangkan.


"Sepertinya sifat psikopat itu ada dalam dirimu, ingat untuk membatasi diri, sistem bisa menghancurkanmu jika kau berubah menjadi kejam."


Ucapan Rose menyadarkan Kaivan, dia harus ingat untuk tidak berlebihan, palling tidak, karena Taemin jahat, dia baik-baik saja memukuli mereka hingga babak belur. Tapi jika Kaivan tetap begitu pada orang yang tidak bersalah, dia akan mendapatkan karma.


Kaivan melihat ponselnya kembali, dia meng-upload vidio itu di platform terkenal bernama yutup dengan akun anonim. Baru saja beberapa detik di post, sudah ada 100 orang menonton.


Kaivan tidak berharap itu viral, tapi dia ingin seluruh dunia tahu Taemin itu berbahaya, terutama Kayden dan Kayla yang sudah percaya pada si brengsek itu.


Akhirnya polisi datang, seperti kebanyakan film, mereka datang saat terakhir.


Hanbin yang masuk duluan, dia terkejut melihat apa yang telah terjadi.


"Kaivan! Kau baik-baik saja? Kamu apakan mereka?"


Kaivan menggeleng pelan, "maaf paman, aku kelepasan, habisnya dia membuatku kesal" ucap Kaivan, dia terlihat merasa bersalah di mata Hanbin, padahal sebenarnya Kaivan hanya berakting. Tidak mungkin Kaivan merasa bersalah sudah memukuli preman, dia malah senang melakukannya.


"Tidak apa, kamu juga terluka," Hanbin melihat goresan pisau di lengan Kanan Kaivan, agak parah sampai mantel Kaivan juga robek, padahal sangat tebal.


"Tidak apa, aku akan segera mengobatinya."


"Kaivan!!" Dohyun datang menghambur lalu memeluk Kaivan, bocah itu bertingkah seakan Kaivan babak belur saja.


Dohyun meringis melihat preman-preman yang sudah dipukuli Kaivan, preman-preman itu dibawa oleh polisi.


Dohyun yang bingung kenapa Kaivan tidak ada pun mendapat kabar dari Hanbin, jadi Dohyun ikut polisi, tapi naik mobil kakaknya.


"Kalian baik-baik saja kan? Jangan lupa obati lukamu, Kai. Kami akan memproses masalah ini dengan bukti rekaman darimu, mungkin besok kamu akan dimintai keterangan, kau baik-baik saja kan Kai?" Tanya Hanbin.


Kaivan mengangguk pelan, "Aku tidak masalah jika besok memberi keterangan."


"Baiklah, jaga dirimu!"


[Game misi khusus selesai!]


[Lihat hadiahmu di rekening sistem!]


Kaivan pun pergi dengan mobil Junghyun. Sementara itu Rose harus kembali lagi, dia sudah lega karena Kaivan baik-baik saja.


"Kamu tuh bisa-bisanya mendapat masalah seperti itu" komentar Junghyun.


"Masalahnya rumit kak, tonton aja vidioku di yutup," Kaivan memperlihatkan rekaman video yang dia upload di yutup.


"Aku gak nyangka banget, dia kelihatannya baik lho, pasti fansnya kecewa."


"Apa baik-baik aja ku upload ya? Takutnya agensi dia marah" tanya Kaivan.

__ADS_1


"Aku bantu biar mereka gak bisa lacak kamu!" Dohyun mengambil ponsel Kaivan lalu mengutak-atik ponsel tersebut.


Untungnya Dohyun ini multitalenta.


"Buat Dohyun gampang aja, kamu jangan khawatir, Kai, gak akan kenapa-kenapa kok, lagian kamu punya bantuan pak polisi itu," ucap Junghyun.


Kaivan merasa dia beruntung memiliki Hanbin di pihaknya, dia juga punya dukungan Harlan juga. Memiliki orang dalam memang menyenangkan.


"Sebentar lagi juga bakal ada berita jika rekaman itu sungguhan, agensi akan mendepaknya, keluarga dia juga tidak mungkin mau menahan malu. Pasti akan rumit, kita harusnya tidak perlu ikut campur " ucap Dohyun sambil mengembalikan ponsel Kaivan kembali.


Mereka akhirnya makan malam juga di restoran terkenal yang menjual daging sapi terbaik.


Kaivan kembali ke apartemen jam sepuluh malam tepat. Saat itu tiba-tiba ada telfon dari nomor Kayla.


"Halo?"


(Kaivan! Kau baik-baik saja? Aku melihat vidio yang viral tentang kak Taemin, aku yakin suara yang dipukuli itu kamu kan? Pasti itu kamu!)


"Iya, memang aku, aku sudah ada di apartemen, ada luka tapi pasti cepat sembuh, jangan khawatir."


(Dimana apartemen mu?)


"Tidak perlu kemari, jangan panik, aku baik-baik saja."


(Kau berharap aku tidak kepikiran padahal aku yang membuatmu seperti itu?)


Sepertinya Kaivan tidak perlu menyembuhkan luka-luka yang dia terima, agar orang-orang percaya dia dipukuli.


"Tapi ini sudah malam Kayla..."


Kaivan bisa mendengar Kayla menangis, pasti berat di posisinya, ada orang baru dikenal yang baik padanya malah mendapat celaka karena dia. Jika Kaivan jadi Kayla juga pasti akan merasa bersalah.


"Aku akan kirimkan alamatku lewat chat, tapi kamu gak perlu kesini, oke?"


(Entahlah, aku - sangat merepotkan.)


"Itu gak bener, aku ini kuat lho."


Kayla masih menangis bahkan saat telfon ditutup. Memang perempuan sangat sensitif, hati mereka lebih lembut.


Kaivan berbaring di ranjangnya, merasa lega karena sudah bisa rebahan.


Rose tidak akan datang dalam waktu dekat, Kaivan ingin memeluknya dan tidur dengan tenang.


Keesokan harinya, Kaivan terbangun sendirian. Tapi dia terbangun karena suara bel, ada yang datang bertamu.


Kaivan mau tidak mau harus membukakan pintu.


"Siapa?" Tanya Kaivan dengan wajahnya yang masih jelas mengantuk. Lagipula itu jam lima pagi, saat liburan begitu paling enak tidur lama sampai siang.


"Kaivan!"


Mata Kaivan terbuka lebar saat melihat siapa yang datang.

__ADS_1


.


.


__ADS_2