Bermain Game Santai Dan Menjadi Kaya

Bermain Game Santai Dan Menjadi Kaya
Level lima lebih sulit


__ADS_3

Kaivan sebenarnya marah karena Harlan dan Jaden menguping pembicaraan dia dan ibunya, karena Kaivan masih belum ingin mereka tahu jika Kaivan adalah anak dari Harlan. Kaivan hanya belum siap.


Di malam harinya Harlan datang ke villa, dia mengatakan ingin mengumumkan jika Kaivan itu anak kandungnya. Lalu, Kaivan menolak dan mengatakan, "saya tidak membutuhkan sosok ayah, karena dari awal saya tahu tidak punya ayah. Mengetahui ayah masih hidup hanya memberikan beban bagi saya. Lagipula anda tidak bisa berbuat seenaknya tanpa mendiskusikan pada istri dan anak anda."


Harlan sendiri menikah lagi dengan wanita pilihan orangtuanya sebelum ayah Harlan meninggal, itu semacam wasiat. Jadi Harlan terpaksa menikahinya, dia pikir dengan memiliki istri, bisa mengurusi anaknya juga. Tapi nyatanya istri Harlan sama saja dengan ibunya Harlan, mereka diam-diam membully Jaden yang masih kecil dengan mengatakan jika ibunya Jaden meninggal karena melahirkannya.


Pada akhirnya Jaden jadi tidak mempercayai perempuan, dia tidak ada niatan untuk memiliki kekasih sama sekali.


Maksud Kaivan, Jaden saja diperlakukan seperti itu, apalagi Kaivan, jika Kaivan nanti masuk keluarga itu, yang ada mereka hanya akan memusuhinya.


Apalagi, istri Harlan juga tidak suka saat Harlan mengadopsi Kaivan, itu saat dia tahunya Kaivan orang lain.


Entahlah, Kaivan tidak ingin terperangkap dalam kehidupan orang dewasa. Lebih baik dia menghibur diri dengan mencari uang sebanyak-banyaknya.


Itulah kenapa jam dua belas malam Kaivan masih lembur untuk memainkan game. Namun, ada yang aneh dengan game baru setelah naik level.


Dulu main game mudah sekali, tiap naik level akan diberi poin, biasanya 100 sampai 1000 poin tergantung kesulitan level.


Tapi kali ini berbeda.


Kaivan sudah membuka game santai bernama setblock, itu game yang hampir mirip dengan tetris, kalian tahu tetris kan?


Nah, Kaivan sudah memainkan game itu sampai level lima, dan tidak ada tanda-tanda poin bertambah.


Kenapa ya?


Kaivan ingin membangunkan Rose tapi peri itu sudah capek membantu Vicky mengemasi barang-barangnya. Esok pagi Vicky harus kembali ke Korea karena ada masalah dengan bisnis katanya, jadi Jihun dan Junghyun juga akan kembali, tidak mungkin Vicky pergi sendiri.


Belum lagi tadi siang mereka menemani Anesha untuk bertemu orangtuanya. Syukurlah orangtua Anesha merasa bersalah, mereka berjanji akan menjaga anak mereka. Jadi mereka untuk sementara cuti demi membantu putri mereka, katanya juga akan mengusahakan pindah kerja ke Jakarta demi menjaga putri mereka.


Yah, Kaivan bersyukur Anesha sudah tenang.


Kaivan meletakkan ponselnya, lalu berjalan menuju lemari pendingin mini untuk mengeluarkan minuman dingin.

__ADS_1


Biasanya main game membuatnya rileks, sekarang malah menjadi stress. Kenapa pula dia tidak mendapatkan poin? Itu aneh.


Sambil minum, Kaivan pun membuka game lain. Dia hampir melupakan game royal farm, habisnya meski Kaivan tidak main game itu, ada tukang kebun dan maid yang mengurusi.


Kaivan membeli tanah baru dan juga benih baru. Ada banyak benih yang membuat dia penasaran, misalnya benih cabe-cabean, ada cabe rawit, ada cabe jalapeno, ada cabe habanero, ada pula cabe Carolina reaper, rocoto, Trinidad moluga, bhut jolokia, dan lainnya. Yang Kaivan ingat, Carolina reaper itu cabe terpedas dengan rata-rata tingkat kepedasan 1,5 juta hingga 2,2 juta Shu (Scoville heat units).


Karena penasaran, dia tanamlah berbagai cabai itu. Dia juga menanam berbagai sayuran baru, seperti macam-macam terong, macam-macam timun, dan lainnya. Melihat buah dan sayuran tumbuh dengan baik membuat Kaivan merasa senang.


Dia bisa melihat tukang kebun sedang memanen daun bawang merah, bawang Bombay, daun bawang, dan bawang putih. Oh iya, daun bawang itu tidak ditanam dari bawang tertentu, memang hanya tumbuh daun bawang saja. Lalu ada pula daun dari bawang merah, itu lebih kecil dari daun bawang.


Tukang kebun dan maid memanen daun bawang merah juga karena beberapa bangsawan dalam game suka membeli daun bawang. Hasilnya banyak sekali, jadi mereka menanam dua petak tanah dangan bawang merah, yang satu dipanen bawangnya, yang satu dipanen daunnya.


Semua bawang itu memiliki ukuran dan kualitas terbaik. Tapi, Kaivan baru tahu ada sayur dan buah di Alaska, yang tumbuh menjadi raksasa, jelas jauh lebih besar dari buah dan sayur milik Kaivan, meski kualitas dan rasa lebih baik milik Kaivan. Buah dan sayur Alaska bisa besar karena memang matahari disana bersinar lebih lama dari daerah lain.


Kaivan mengambil bawang Bombay, daun bawang merah, daun bawang, bawang putih, pakcoy, bayam merah, lobak putih dan wortel dari game. Dia akan menggunakan semua bahan itu untuk memasak di pagi hari, sebelum Vicky, Jihun dan Junghyun pergi.


"Kai...."


"Ada apa?" Tanya Kaivan.


"Laper...."


Kaivan mendengus sebentar kemudian membawa kawannya itu ke dapur. Tidak dia sangka ada Jisung juga yang bangun karena kelaparan.


Setelah Kaivan menanyai mereka, ternyata mereka sudah mulai memasukkan game milik Kaivan ke toko aplikasi, jadi mereka belum tidur dan sekarang kelaparan.


"Kalian mau makan apa?" Tanya Kaivan, dia mulai menyiapkan semua bahan yang dia bawa dari game.


"Aku mau jeon!" Jawab Dohyun dengan cepat.


"Jeon juga bagus."


Kaivan mengernyitkan keningnya, dia lupa seperti apa itu makanan bernama jeon, sampai dia memeriksa di Internet. Akan tetapi jawaban internet tidak memuaskannya, jadi dia mencari tutorial yang dibuat orang Korea asli, dia menemukan seorang nenek penjual jeon tradisional, dia pun mempelajari tutorial tersebut.

__ADS_1


"Ini susah banget nih, agak lama buatnya, gak masalah?" Tanya Kaivan.


"Masa lama sih?" Jisung malah balik bertanya, jadi Kaivan memberikan ponselnya pada Jisung dan Dohyun, membiarkan mereka melihat sendiri bagaimana pembuatan jeon yang mereka inginkan.


Tapi bukannya sadar jika itu cukup rumit, mereka malah makin menginginkannya.


Kaivan pun memberikan mereka tiramisu yang disimpan di lemari pendingin, sambil menyiapkan martabak telur ala Korea. Menurut Kaivan jeon itu mirip martabak telur tapi versi ribetnya, karena butuh daun bawang merah, bawang Bombay, belum lagi campuran seafood.


Jadi kira-kira membuatnya begini. Pertama adonan tepungnya itu, bawang Bombay dihaluskan dengan Chopper, dicampur telur, air tepung dan bumbu lain, dijadikan adonan yang agak encer.


Lalu isiannya ada seafood, seperti potongan gurita, cumi dan udang, itu dicampur dengan berbagai bumbu.


Nah, setelah itu siapkan daun bawang yang sudah dibersihkan, siapkan wajan juga yang sudah diberi minyak. Setelah wajan hangat adonan dituangkan, beri daun bawang yang banyak dan juga seafood, atasnya diberi adonan lagi, dibolak-balik sampai matang dan selesai.


Karena bau masakan yang enak, Rose pun datang tanpa diundang, lalu makan dengan mereka.


Selesai makan Kaivan menanyai tentang game, kenapa sudah sampai level lima tidak dapat poin sama sekali. Saat itu Kaivan bertanya, Dohyun dan Jisung sudah kembali ke kamar mereka.


Rose sendiri belum selesai makan, dia malah meminta Kaivan memasak lagi untuknya, tapi seafood diganti daging sapi Wagyu.


"Oh, kamu belum tahu ya? Dibawah level lima itu, sistem masih masa percobaan, jadi diatas level lima sudah mulai serius, kamu akan dapat poin di level 10, dan mungkin game misi khusus akan lebih sulit lagi. Oh iya, olah raga pagi sekarang menjadi misi wajib ya, dan kapasitasnya ditambah, kamu bisa check sendiri disana, jika kamu berhalangan, kamu bisa mendapat hukuman atau bisa memilih membayar hukuman dengan poin."


Kaivan melongo mendengar penjelasan Rose.


"Kau bercanda kan, Rose?"


"Ih, aku serius tahu!"


Kaivan tersenyum miris, jadi kemarin masih masa percobaan? Astaga!


.


.

__ADS_1


__ADS_2