Bermain Game Santai Dan Menjadi Kaya

Bermain Game Santai Dan Menjadi Kaya
Kelas baru, suasana baru


__ADS_3

Kembali sekolah artinya kembali sibuk. Sekolah di Korea jauh berbeda dengan sekolah di Indonesia. Karena sekolah di Korea lama sekali. Masuk sekolah jam delapan pagi, lalu selesai jam enam sore. Jika mau lanjut belajar, bisa sampai jam sembilan atau sepuluh malam baru pulang. Kaivan sih langsung pulang ya, mending belajar di rumah saja. Karena Kaivan tidak belajar keras seperti yang lain, yaitu jam enam sore sudah pulang. Jadi banyak teman sekelasnya yang shock karena Kaivan bisa pintar sekali, sampai juara satu.


Tapi karena ini masih bulan Februari, jadi masih santai sih. Mereka hanya akan menemukan kelas baru dan membereskan kelas hari itu.


Kelas tidak akan sama dengan sebelumnya, yaitu kembali diacak. Kaivan berharap ada teman di kelas barunya, Dohyun misalnya, berhubung dia satu-satunya teman laki-laki baginya. Kaivan memang menyedihkan.


Memang Kaivan sudah banyak akrab dengan teman laki-laki di kelas sebelumnya, tapi tidak bisa sampai sedekat Dohyun, itupun karena Dohyun sangat baik dan supel, jadi bisa cepat akrab dengan Kaivan.


Kaivan tidak mungkin mendekati orang duluan, harus didekati dulu.


Dia berdebar-debar hanya untuk melihat dimana kelasnya berada pagi itu.


"Kaivan, kita sekelas!" Dania yang sudah melihat duluan daftar kelas pun menghampiri Kaivan dan memeluknya, membuat siswa-siswi lain menatap mereka dengan tatapan bermacam-macam. Ada yang iri, ada yang julid juga, ada juga yang tidak peduli.


"Beneran? Siapa aja di kelas kita?" Kaivan maju untuk melihat sendiri daftar kelas.


Dia mendesah berat melihat daftar itu. Memang ada Dania, bahkan Dohyun dan Kayla pun ada disana. Yang membuat Kaivan malas adalah karena ada Seon juga disana.


Dari semua orang, kenapa harus ada dia juga. Tidak apa lah, yang penting ada Dohyun, Dania dan Kayla.


Oh iya, Kayla mulai masuk sekolah karena sebelumnya dia homeschooling. Jadi sepanjang kelas dua dan tiga dia akan sekolah secara reguler, sambil masih trainee, dia sudah ganti agensi di agensi yang sama dengan kakaknya.


Realitanya, meski sudah ada yang dikenal, ternyata kelas baru tetap tidak nyaman. Seharian Kaivan hanya diam saja, bingung juga harus bicara apa.


Sementara itu teman-temannya sudah berbaur dengan teman sekelas. Seperti Dania, Dohyun, Kayla, ketiganya adalah anak yang supel dan mudah bergaul. Kaivan iri sekali dengan mereka. Bahkan Seon saja juga mudah sekali bergaul.


"Gak apa Kaivan, ada aku!" Si peri mungil lucu, Rose, datang lalu mengecup pipi Kaivan dengan bibir mungilnya.


Meski Kaivan harus menahan agar tidak tersenyum sendiri saat itu, tapi dia bahagia sekali.


Untung ada Rose yang bisa diajak bicara dalam hati.


"Kaivan udah level berapa ya? Kita lihat statusmu dong, ada saham baru juga kah?" Tanya Rose, dia sudah mengutak-atik layar sistem di depan Kaivan, sambil duduk manis di bahu Kaivan.


*-*


Nama: Kaivan Harlan


Umur: 17 tahun


Status: level 6


Pemandu: Roseta


Poin: 500.980.876


Saldo bank: 15.200.345 won


*-*


Skill penguatan mental level 5


Skill penguatan tubuh level 5

__ADS_1


Skill belajar cepat dan tepat


Skill beladiri taekwondo


Skill memasak


*-*


Supermarket Happyo 30%


Chancel Fashion cabang Seoul 30%


Cartire jewels cabang Seoul 30%


PT Milkomilk 30%


Berry beauty 45%


Miomio fashion 30%


Lotto mall 30%


Sinhwa restaurant 30%


Louvui fashion cabang Seoul 30%


Bomi fruit and veggies 60%


LoeShoe 30%


Central Bank Korea 10%


*-*


"Kamu dapat saham baru ya? Tumben sekali hadiahnya saham," gumam Rose, yang hanya bisa didengar oleh Kaivan seorang.


Kaivan tidak menjawab, karena Rose pun tahu jika hadiah dari sistem itu random sekali.


Melihat statusnya, Kaivan jadi sadar jika sekarang saldo bank pun dicantumkan. Pantas saja kadang sistem memberi hukuman memotong saldo bank, hukuman paling mengerikan bahkan jika total uang Kaivan sudah banyak di poin sistem.


Kaivan tidak suka kehilangan sesuatu.


"Kaivan! Lihat ini, kenalkan ini Jihyo!" Dania dan Kayla membawa seorang gadis cantik dan seksi ke hadapan Kaivan.


Gadis itu mengingatkan Kaivan pada kakak cantik mabuk di pagi hari. Karena keduanya sama-sama memiliki tubuh yang bisa dikatakan hot abis, terutama bagian dada dan pinggul, bentuknya seperti jam pasir.


Kaivan jadi ingat obrolan teman-teman laki-laki di SMP yang kotor tentang perempuan. Menurut mereka, jika dada dan pinggulnya besar itu artinya (maaf) sudah tidak perawan lagi. Padahal memang bentuk tubuh orang itu beda-beda, kan.


"Aku Kaivan," ucap Kaivan sambil tersenyum canggung, dia tidak berani menoleh pada Rose yang menatapnya jengah. Rose begitu pasti karena bisa membaca pikiran Kaivan yang suka kemana-mana.


"Jihyo ini berhasil jadi cantik begini berkat produk skincare dan bodycare darimu lho!" Sahut Kayla.


"Keren banget!" Ucap Dania.

__ADS_1


Jihyo tersenyum malu-malu, "itu benar, sebelumnya aku ini gendut dan jerawatan parah, kulitku yang sensitif juga digaruk dikit bisa menimbulkan bekas yang sulit hilang. Berkat produkmu, aku bisa merawat diriku, meski harganya mahal sih, tapi aku sangat berterimakasih."


"Sama-sama, aku senang karena bisa membantu."


"Kasih aku produknya gratis, dong!"


Kaivan melirik malas pada temannya Dania yang sudah Kaivan lupakan eksistensinya itu, Hanna.


Gadis itu beda kelas dengan mereka, tapi main di kelas mereka karena disana kan ada Dania, setidaknya itu yang Kaivan pikir.


"Gak ada, beli sendiri," ucap Kaivan malas.


"Kamu pelit banget, please, ya?" Hanna mendekati Kaivan dan bergelayut manja padanya.


Dania yang melihat itu jadi bingung, temannya itu sudah tahu Kaivan pacarnya, kenapa malah bertingkah seperti itu? Padahal Kaivan saja memasang wajah risih.


"Maaf, anak kelas lain gak boleh disini, silahkan kembali ke kelasmu, wali kelas akan masuk sebentar lagi," ucap Dohyun.


Hanna yang malu dan kesal pun terpaksa pergi.


Seon menghadangnya untuk berkenalan, tapi Hanna mendorongnya agak keras hingga Seon oleng ke samping.


"Cantik-cantik galak banget!" ucap Seon kesal.


"Semuanya duduk di kursi masing-masing!" Teriak Dohyun, meski dia bukan ketua kelas, tapi aura ketua kelasnya tidak pudar sama sekali.


Setelah wali kelas yang baru datang, anak-anak bersorak gembira, terutama para siswi, karena gurunya tampan.


Guru itu mengatur tempat duduk mereka, juga mengatur pengurus kelas dan jadwal piket.


Karena tempat duduk diacak, jadi Kaivan terpaksa duduk di pojokan, di sebelahnya ada Kayla. Sementara Dohyun dan Dania ada di depan.


Karena ada Kayla jadi Kaivan lega, tapi yang membuatnya kesal adalah sebelahnya yang lain adalah Seon.


Sepertinya itu adalah hari sialnya Kaivan. Dia berharap kursi akan diacak lagi, dia tidak mau dekat-dekat Seon.


"Woy, Kai! Punya camilan gak? Laper nih!" Ucap Seon. Kaivan meliriknya dengan tatapan sadis.


"Setelah membuat artikel aneh tentangku, sekarang kamu bangkrut karena harus membayar denda, ya?"


Seon terlihat kesal mendengar sindiran Kaivan, tapi karena itu semua benar, jadi mau gimana lagi. Orangtua Seon juga memberi uang jajan sedikit karena kejadian itu.


"Ya udah kalo gak ada camilan, pelit banget!"


Kaivan melempar sebungkus popcorn rasa jagung manis pada Seon, "jangan berisik!"


Seon yang tidak menyangka jika Kaivan sungguhan memberinya camilan pun takjub.


"Kamu gak dendam sama aku, Kai?" Tanya Seon.


"Ngapain? Buang-buang tenaga aja."


.

__ADS_1


.


__ADS_2