Bermain Game Santai Dan Menjadi Kaya

Bermain Game Santai Dan Menjadi Kaya
Game misi khusus


__ADS_3

"Apa kamu ada masalah? Aku bukannya ingin ikut campur tapi...."


"Benar aku ada masalah, maaf kamu jadi terganggu karena tangisanku, aku hanya - merasa sendiri dan kesepian, disaat aku ada masalah, aku bahkan tidak bisa cerita pada kakakku, aku tidak ingin membuatnya khawatir, dia punya masalahnya sendiri. Aku harus bisa menyelesaikan masalahku tapi - hiks! Ini sangat berat bagi ku, aku tidak pernah merasa setidakberdaya ini."


"Aku mungkin tidak banyak membantu, tapi aku bisa mendengarkan masalahmu."


Kayla menoleh pada Kaivan lagi setelah mengusap airmata dari pipinya yang putih kemerahan.


"Kalau kamu tidak punya banyak uang, kamu tidak bisa membantu ku."


"Jadi masalahnya hutang? Aku bisa bantu kok."


Kayla menatap Kaivan ragu, "sungguh? Meski itu ada 100 juta won?"


Wajah Kaivan tidak berubah, "iya bisa, segitu kecil bagiku, kamu bisa membayar jika sudah ada uang nanti, aku tulus membantu, jika tidak ada pekerjaan, aku bisa carikan."


"Tunggu dulu! Ini tidak semudah itu juga, begini - aku ini trainee di salah satu agensi idol, selama trainee ada biaya seperti biaya kelas, pelatihan dan lainya. Aku awalnya sudah mau debut, tapi teman debutku tidak menyukaiku, alasannya karena kakakku adalah seorang idol, katanya itu akan berdampak buruk bagi karir kedepan. Padahal kakakku tidak ada sangkut pautnya, aku berusaha sendiri, lagipula kakak juga di agensi lain. Sampai kemudian ada anak dari direktur datang, langsung dimasukkan line debut dan aku dikeluarkan. Masalahnya lagi, agensi itu menuntut seratus juta won padaku untuk ganti biaya trainee, aku hanya trainee selama enam bulan, aku tidak yakin ada sebanyak itu - ugh!"


Kayla seperti ingin menangis lagi, tiba-tiba gadis itu menyandarkan kepalanya pada bahu Kaivan, "aku harus gimana?"


Gadis itu terlihat frustasi, Kaivan tahu rasanya saat butuh bantuan tapi tidak bisa mengatakan pada siapapun karena tahu tidak ada yang bisa menolong.


"Ah, maaf ya, cerita padamu membuatku merasa akrab, kami juga terlihat baik, aku jadi kelepasan" ucap Kayla, dia kembali duduk tegak, mengalihkan wajahnya karena malu.


"Bagaimana dengan orangtuamu?" Tanya Kaivan, Kayla terkekeh pelan, terdengar seperti suara tawa yang frustasi.


"Orangtuaku cerai, papa di Amerika dengan istri barunya, mama ada disini sih, tapi keuangan mama tidak baik, bahkan mama setiap bulan dibiayai kakak, yah, termasuk aku juga dibiayai kakak yang sudah debut. Aku tahu kakak sukses dan memiliki banyak uang, tapi sebagai adik... Tidak mungkin aku diam aja kan? Aku ingin melakukan sesuatu, kebetulan keluargaku adalah keluarga yang suka musik, jadi gitu deh."


"Jadi begitu, jika aku bisa membayarkan hutang itu, apa yang akan kamu lakukan selanjutnya?" Tanya Kaivan.


Kayla menoleh pada Kaivan, "tentu saja membalasmu, pekerjakan aku saja, kamu punya banyak uang begitu berarti bisa membayar ku, entah jadi pembantu rumah tangga juga gak masalah, tapi aku kerja part time ya? Masih sekolah soalnya, aku pandai memasak, terutama membuat kue."


Kaivan senang mendengar gadis itu bisa membuat kue, meski Kaivan juga bisa berkat skill memasaknya, tapi tetap itu terbatas. Kaivan bisa menjadi ahli kue jika membeli lagi skill patissier, patissier itu adalah orang yang mendedikasikan dirinya untuk mempelajari pembuatan kue lebih mendalam, ahlinya kue atau makanan manis lah istilahnya.


Tapi memiliki seseorang yang memiliki minat besar terhadap bidang itu jauh lebih baik, karena dia bisa bekerja dengan semangat, karena itu kesukaannya. Katanya bekerja sesuai kesukaan kita akan membuat pekerjaan jauh lebih baik dan ringan, walau pasti ada saja kesulitannya.


"Jadi kamu suka membuat kue?"


Kayla mengangguk senang, "suka banget! Impianku adalah memiliki toko kue sendiri, aku suka membuat kue atau manisan, itu menyenangkan."


"Kalau begitu aku bisa membantumu, tapi kamu harus bekerja denganku ya? Entah kamu masih mau menjadi idol atau beralih membuat kue, yang pasti kamu harus bekerja denganku."


Kaivan mengulurkan tangannya, gadis itu dengan cepat menyambut uluran tangan itu. Kayla bukan gadis bodoh yang mudah percaya dengan orang yang baru dia temui, namun Kaivan itu berbeda, dia merasa bisa mempercayai Kaivan.


Setelah pertemuan itu, Kaivan dan Kayla bertukar nomor. Rencananya mereka akan pergi ke gedung agensi Kayla dan membayarkan hutang itu.

__ADS_1


Tapi Kaivan tidak mau rugi dong, dia menghubungi Hanbin dan menceritakan masalah tersebut, Hanbin bilang dia bisa membantu dan mengantar Kaivan ke agensi itu sekaligus menyelidiki, karena menurut Hanbin juga tidak wajar dengan uang sebanyak itu hanya enam bulanan.


***


Sampai di apartemen, Kaivan bermain ponsel terlebih dahulu sebelum mandi air hangat. Dia mencari nama Kayla dan kakaknya di internet, nama kakak Kayla adalah Kayden.


Nama Kim Kayden muncul, foto lelaki tampan pun muncul, rupanya idol yang sedang naik daun. Kaivan tidak percaya idol seterkenal itu adiknya malah terjerat masalah serius. Kenapa pula Kayla tidak mau merepotkan kakaknya? Padahal jika kakaknya tahu dia bisa marah dan kecewa.


Tapi Kaivan ingin membantu agar Kayla punya hubungan dengannya. Kaivan bisa membuka toko kue atau cafe, dia juga bisa menyekolahkan Kayla atau mungkin dimasukkan kursus agar lebih ahli membuat kue. Jika ada toko kue yang menjaga secantik itu pasti cepat viral. Jika sudah viral, tinggal buat produk yang berkualitas, dengan begitu pelanggan akan tetap tinggal.


Banyak rencana yang berseliweran di benak Kaivan, tapi susah mempercayai orang baru untuk jadi karyawannya. Orang yang kenal baik saja bisa menusuk dari belakang, apalagi yang baru dikenal.


"Kaivan! Aku akan ke dunia peri untuk bertanya, apakah boleh hidup menjadi manusia disini, kalau tidak boleh, aku tidak bisa jadi model."


Kaivan mendongak menatap Rose yang sudah berganti pakaian dengan gaun pink tipis, memiliki motif kupu-kupu.


"Okay, apa kamu lama?"


"Iya, kayaknya lama deh, kamu baik-baik aja sendirian?"


Kaivan mengangguk, "aku udah kuat, bisa sendiri, kalo butuh teman tinggal hubungi -"


"Dohyun aja, atau temen laki-laki, jangan hubungi perempuan meski itu Dania sekalipun," ucapan Rose terdengar seperti ancaman, tapi karena ekspresi peri itu lucu jadi Kaivan hanya terkekeh pelan.


Kemudian Rose mendekat dan mencium Kaivan sekilas, "aku pergi!"


Rose pun menghilang dan meninggalkan debu yang berkelip.


Kaivan pun pergi mandi air hangat. Setelah selesai dia merasa lapar, itu masih sekitar jam tujuh malam. Dia ingin delivery saja, tapi sepertinya tidak masalah untuk makan diluar.


Dia pun menghubungi satu-satunya teman, yaitu Dohyun, untuk makan malam diluar. Dohyun bilang dia bisa, dia akan mengajak kakaknya juga, Kaivan tentu senang jika semakin ramai.


Berjalan sendirian di malam hari yang dingin begitu entah kenapa terasa sepi sekali mungkin Kaivan sudah biasa bersama dengan Rose. Dia tidak menyangka bisa merindukan Rose yang cerewet itu padahal juga baru ditinggal satu jam lalu.


Kaivan pikir, agak aneh karena jalanan terasa sunyi disana. Padahal sekitar apartemen itu biasanya cukup ramai meski tengah malam sekalipun.


Tiba-tiba suasana terasa makin aneh, lebih aneh lagi saat terlihat beberapa preman bergerombol seakan memang menunggu Kaivan datang.


[Game misi khusus datang!]


Eh? Kaivan pikir game misi khusus akan ada jika Rose ada, ternyata otomatis. Sistem tanpa Rose itu tidak masalah, tapi jadi seperti robot.


[Pura-pura diculik dan membuat para preman ditangkap polisi, mereka adalah buronan]


Untungnya otak Kaivan bisa bekerja dengan baik, dia juga tidak panik, mentalnya kuat juga karena sudah membeli penguatan mental sampai level empat.

__ADS_1


Kaivan bisa dilacak dengan mudah oleh Hanbin degan GPS, jadi dia menelfon Hanbin, sambil pura-pura main ponsel dan lewat di depan para preman.


Pura-pura lemah itu mudah, karena Kaivan pernah lemah dulunya.


"Hei kau! Bocah sialan!"


Kaivan menoleh, dia pura-pura terkejut dan ketakutan.


"Ada apa ya kak?"


"Kak kak, emang aku kakakmu? Bos kami ingin bertemu denganmu!"


Rupanya mereka ada boss, tapi pasti ada alasan kenapa Kaivan diincar bukan? Entah karena mereka tahu Kaivan kaya raya atau semacamnya.


Namun, boss yang dimaksud malah membuat Kaivan terkejut bukan main. Kaivan mengenali wajah boss yang mereka maksud.


Saat mencari Kayla dan Kayden di internet, sosok itu muncul juga, karena dia terkenal sebagai sahabat baik Kayden, satu grup dengan kakaknya Kayla juga.


Kalau tidak salah namanya Kang Taemin, kalau salah ya tidak tahu lagi, Kaivan tidak ingin mengingat nama tidak penting.


"Ada perlu apa kak boss?" Tanya Kaivan pura-pura polos.


"Ku dengar kau dekat dengan Jang Vicky ya?"


Lho, kok menyebut Vicky segala? Ini diluar prediksi Kaivan.


"Iya, Aku dekat dengannya."


Bugh!


Lelaki itu memukul perut Kaivan dengan tinjunya, dia sangat kuat bahkan mungkin setara dengan Jihun. Padahal Kaivan sudah membeli penguatan tubuh level 3 kenapa masih sakit saja? Normalnya jika Kaivan dipukul Dohyun atau Junghyun sih tidak sakit sama sekali.


Meski pukulan Taemin tidak sesakit itu, tapi Kaivan pura-pura kesakitan dan tersungkur.


"Uhuk! Sakit! Kenapa kau memukulku?"


"Aku lihat kau juga bersama dengan Kayla ku tadi sore, tidak cukup Vicky, Kayla juga kau dekati, kau harus dilenyapkan."


Kaivan yang mendengar itu biasa saja, tapi dia harus berakting ketakutan. Sindikat yang membawa Kaivan sebelumnya jauh jauh lebih menyeramkan daripada anak orang kaya yang pura-pura menjadi preman di depannya ini.


Dia masih tidak ada apa-apanya untuk menyamai seramnya sindikat.


.


.

__ADS_1


__ADS_2