Bermain Game Santai Dan Menjadi Kaya

Bermain Game Santai Dan Menjadi Kaya
Sudah saatnya dewasa


__ADS_3

"Kaivan, aku boleh pulang, kan?"


Kaivan bingung, saat itu sudah malam, dia sudah mengantuk setelah makan banyak. Karena bebek dan sambal sangat enak, jadi dia tidak bisa menahan nafsu makannya. Apalagi dia juga seharian belum makan.


Tadi itu pertanyaan dari Rose, dia menyelinap ke kamar Kaivan dan membuat Kaivan tidak sadar sudah menjadikannya guling. Pantas saja dia memeluk sesuatu yang empuk dan dingin, ternyata Rose.


Mau tak mau Kaivan menahan kantuknya lalu membalas, "pulang?"


"Iya pulang, ku rasa aku akan segera menginjak dewasa, aku sudah umur 17 tahun juga, aku merasakan ada yang aneh dengan diriku."


Kaivan menguap sebentar, lalu fokus pada Rose lagi, "maksudnya gimana ya? Emang kenapa kalau sudah dewasa?"


"Untuk peri wanita, mereka akan mulai memiliki sel telur, dan tiap tahunnya sel telur akan matang - ku rasa itu hampir mirip menstruasi di dunia ini. Pokoknya seperti itu lah, tapi setahun sekali saja. Jika manusia mengeluarkan darah, maka peri berbeda, jika sudah waktunya, mereka akan mendapatkan semacam heat."


"Apa itu?" Tanya Kaivan, dia sudah mengantuk, tapi masih harus berpikir juga.


"Heat itu keadaan dimana para peri sangat menginginkan untuk mencari pasangan dan melakukan mating. Itu sangat penting, karena mating menghasilkan energi - kau tidak akan mengerti lah, pokoknya gitu."


Kaivan mengernyitkan dahinya, "mating itu apa? Terus kenapa kamu harus kembali ke dunia peri? Bukannya aku pasanganmu? Kau bilang sendiri kan?"


Rose berdecak kesal, "kau kan masih tidak mau melakukan mating, mana mungkin aku memaksamu. Jadi aku harus mendapatkan ramuan khusus yang bisa menahan heat tersebut. Heat bisa lama, bisa sebentar, paling lama seminggu, paling sedikit sih biasanya tiga atau dua hari saja."


"Tunggu dulu, mating itu apa? Aku aja gak ngerti, kok kamu bisa tahu aku gak mau!"


Rose pun bangkit duduk, wajahnya sudah memerah sampai telinganya, membuat Kaivan bingung dan curiga.


Kaivan ikut duduk, sebagian rasa kantuk sudah hilang, berganti dengan rasa penasaran yang tinggi.


"Rose? Mating itu apa?"


"Ugh.... Itu - kau tahu, semacam... Anu -"


"Yang jelas dong! Aku ga paham."


Rose menoleh dan menatap Kaivan dengan wajah merahnya yang terlihat lucu dan makin menggemaskan.


"Mating itu seperti bercinta! Ngerti gak sih?"


Kaivan melongo mendengar itu, pantas saja Rose jadi malu sendiri. Peri itu kini menutupi wajahnya dengan kedua telapak tangan, dia sangat malu.


Kaivan terkekeh pelan, lalu memaksa Rose untuk membuka telapak tangannya.


"Maaf ya karena aku belum siap, kamu boleh pergi kok, kalau bisa bawa lagi teh yang waktu itu kamu bikinin, yang waktu itu aku dan Dohyun kebanyakan makan setelah menolong kak Jisung."


"Oke, harganya seratus poin!"


"Kok mahal?"


"Itu sekalian uang buat beli ramuanku, harus kamu yang membayar!"


Kaivan menghela nafas, lalu tersenyum dan mengangguk, "ambil saja sesukamu, kamu juga bisa membeli barang lain yang kamu sukai disana."


Mendengar itu mata Rose berkaca-kaca, "sungguh? Aku bisa membuat studioku sendiri di apartemen Korea?"

__ADS_1


"Hah? Studio?"


Rose mengangguk senang, "iya! Kan ada ruangan kosong disana, dibuat studio ku boleh kan? Aku juga ingin membuat pakaian disini, gaun-gaun moderen yang lucu. Memang belanja pakaian menyenangkan, tapi aku lebih senang membuat sendiri. Aku juga harus membeli banyak bahan, aku ambil satu juta poin!"


Kaivan tersenyum lalu menarik Rose ke dalam pelukannya, "iya iya boleh... Ambil saja sesukamu, lagian poinku bisa sebanyak itu kan berkat batuanmu juga, aku senang jika kamu senang."


Tidak seperti biasa, Rose kini menghindar dari pelukan Kaivan. Membuat Kaivan merengut kesal.


"Kenapa sih?"


Rose menggeleng pelan, "maaf, kamu kan tahu aku hampir masa heat, jadi aroma mu membuatku merasa aneh... Lebih baik jangan dekat-dekat jika tidak mau ku paksa mating."


Tiba-tiba Kaivan merasa merinding, dia tidak bisa membayangkan Rose memaksanya mating.


"Oke... Kapan kau akan berangkat ke dunia peri?"


"Sekarang! Karena keadaan mendesak, katakan saja pada yang lain jika aku mendadak ada urusan."


"Kenapa cepat sekali? Kapan kau akan kembali?"


"Entah, mungkin seminggu atau kurang dari seminggu, aku pergi dulu, Kaivan!"


[Satu juta poin sistem dikurangi dari rekening sistem]


Rose pun pergi, mendadak rasa kantuk itu mulai muncul dan semakin berat. Kaivan tidak sadar dia mulai kembali tidur lelap.


Keesokan harinya, dia mulai linglung saat bangun tidur. Dia mulai mengingat kejadian semalam setelah satu menit merenung di atas ranjang.


Jadi hari ini jadwalnya belanja oleh-oleh, Kaivan akan membeli banyak oleh-oleh untuk yang lainnya, seperti Dania, keluarga Dania yang lain, Hanbin, Kayla dan Kayden juga. Karena Kayla dan Kayden bilang mereka membelikan Kaivan oleh-oleh jadi dia harus membalasnya. Oh iya, Wonbin juga, sebelum dia mengamuk.


Mumpung masih pagi, Kaivan melakukan misi olahraganya dahulu bersama Dasha, kali ini Dohyun ikut juga, dia bilang untuk menurunkan makanan yang kemarin dia makan saat makan malam. Entahlah, Dohyun itu meski makannya banyak tidak terlihat berat badannya naik. Kaivan tidak tahu itu efek dari sabun cair dari produknya, atau tubuh Dohyun memang seperti itu, selalu kurus dan terlihat kecil. Padahal Dohyun itu tinggi lho, di bawah Kaivan beberapa centi.


"Wajahku bengkak hari ini, diapain ya?" Tanya Dohyun pada Dasha.


"Bisa dikompres dengan air dingin atau timun, wajah seperti mu akan cepat hilang bengkaknya kok," ucap Dasha.


Kaivan heran sebenarnya, karena dia tidak bisa melihat bagian wajah Dohyun yang bengkak itu bagian mana, karena terlihat biasa saja, tapi dia akan diam agar tidak diledek lagi.


Mereka hanya olahraga dan lari di sekitar perumahan villa. Mereka juga menyapa dua orang bule berrambut pirang yang menyewa villa di sekitar sana.


"Ngomong-ngomong Rose mana ya, kok gak kelihatan?" Tanya Dasha, saat itu mereka sudah selesai olahraga dan ada di dapur untuk minum.


Kaivan sih langsung berinisiatif untuk memasak sarapan, karena dia lapar.


"Oh, maaf baru ngasih tahu, dia ada keperluan mendadak jadi dia pergi semalam. Sekitar jam dua belas atau satu, aku lupa. Jika sudah selesai, dia akan kembali ke Korea kok, kalian jangan khawatir" balas Kaivan.


Dohyun yang sedang memotong timun untuk masker agar wajahnya tidak bengkak menoleh, "masa sih? Buru-buru banget!"


"Selamat pagi!" Jisung muncul dengan rambut berantakan, dia langsung mengambil minum satu gelas dan meneguknya dengan cepat.


"Aku juga heran, tapi mau gimana lagi, dia akan segera kembali."


"Dia tinggal di apartemen mu?" Tanya Dasha.

__ADS_1


"Iya, kenapa?" Tanya Kaivan.


Dasha menggeleng, "enggak, aku hanya iri."


"Dohyun, kenapa wajahmu bengkak gitu? Pasti karena banyak makan ya? Makanya jangan banyak-banyak!" Tegur Jisung.


Kaivan makin bingung, apa hanya dia yang tidak dapat melihat bagian mana wajah Dohyun yang bengkak.


"Apa sih! Gak usah Deket-deket!" Dohyun mendorong Kaivan yang mendekatkan wajahnya.


"Aku cuma mau lihat wajahmu aja kok!"


"Mau ngledek ya?"


"Enggak! GeEr banget deh!"


Ternyata memang sedikit bengkak, pipinya menggembung, kantung mata juga sedikit lebih besar tapi itu masih normal bagi Kaivan. Memang orang Korea sangat teliti dengan penampilan, mereka bahkan suka sekali menghitung kalori dalam makanan mereka. Jika kalian membeli makanan, kue misalnya di toko, mereka juga mencantumkan kalori bersama dengan harganya.


Kaivan masih belum terbiasa dengan hal itu. Mereka juga suka minum Americano, baik itu dingin atau hangat. Katanya itu baik untuk menjaga berat badan.


"Kita akan sarapan jagung rebus aja ya? Aku juga akan merebus telur, jadi tidak banyak kalori yang masuk," ucap Kaivan.


"Buat salad sayur juga ya? Tumben kamu pengertian!" Sahut Dasha senang, dia mendekati Kaivan yang mengeluarkan beberapa jagung dari lemari pendingin.


Itu adalah varian jagung baru yang Kaivan tanam dalam royal farm. Katanya itu jagung susu yang rasanya sangat enak dan creamy. Jagung itu bisa mengenyangkan tapi kandungan karbohidrat lebih rendah. Kaivan penasaran dengan jagung itu, jadi dia tanam saja.


"Baru lihat aku ada jagung putih gitu" komentar Jisung setelah membantu Dasha mengupas bungkus jagung.


"Ini varian baru, kalau kalian suka, beli saja dariku langsung, satu jagung harganya lima ribu won dan bisa naik lagi," ucap Kaivan.


"Apa itu gak terlalu mahal?" Sahut Jisung.


"Gak tahu, aku memberinya harga secara random."


"Ku rasa itu gak masalah, karena jagungnya besar dan bagus, seperti jagung premium!" Ucap Dasha.


Kaivan juga mengeluarkan telur-telur ayam dari peternakan. Selain sapi, ada ayam juga. Tapi ayamnya agak berbeda, karena ukuran telur jauh lebih besar dan itu telur omega tiga. Telur omega 3 adalah telur yang lebih kaya manfaat dari telur lainnya, mengandung ALA, DHA dan bersifat antiinflamasi. Dan rasanya lebih enak.


"Kaivan, ada telfon! Berisik banget aku ga bisa tidur nih!" Jake datang membawakan ponsel milik Kaivan.


Ada telfon dari Harlan.


"Oh iya, makasih."


Kaivan sudah merebus telurnya dengan sedikit air, tinggal tunggu sekitar tujuh menit dan selesai.


Jadi dia mengangkat telfon dahulu.


"Halo, ada apa pa?"


.


.

__ADS_1


__ADS_2