BISU

BISU
#22 ~Hilangnya Ayah~


__ADS_3

...~Hilangnya Ayah~...


Hari penuh kebahagiaan tak akan pernah ku lupakan. Tamu yang datang begitu ramai, teman-teman Kak Andri semuanya datang, termasuk Pak Roy yang pulang hanya ingin datang di pernikahan Kak Andri dan Kak Dini.


Kami berfoto bersama, selesai berfoto Kak Dini memintaku untuk tetap menemaninya. Aku duduk di kursi perwakilan keluarga bersama Nenek. Saat sedang santai, tiba-tiba ada pria berjalan di depanku kemudian tersenyum.


Nenek yang melihat pria itu tersenyum denganku langsung berkata, "Lihat pria itu Hani, sepertinya suka denganmu."


Aku menulis, "Ih... ya enggak lah, Nek."


"Muka Hani merah, tampan loh pria barusan," ucap Nenek, meledek senggol-senggol tanganku.


Aku membuang muka, tapi pria itu tetap melihatku. Merasa risih dilihat terus menerus, aku mengangkat tangan menyuruhnya pergi. Bukannya berhenti melihatku, pria itu malah tambah memandangiku sambil tersenyum.


Kesal dengan sikap pria itu aku tidak memperdulikannya. Tak lama pria yang memandangiku, pergi bersama Pak Roy. "Anaknya Pak Roy tampan sekali ya," ucap salah satu pengunjung bersama temannya yang lewat di depanku.


Ternya pria itu adalah anak dari Pak Roy, pantas saja tingkahnya seperti itu, ayahnya pun sama. Anak dan ayah sama saja. Setelah acara pernikahan Kak Dini selesai, aku dan Nenek berpamitan pulang.


"Hani, Bosku... makasih sudah menemani kakak, kakak cuti dulu ya, oke?" ucap Kak Dini.


"Potong gaji," kataku dengan isyarat. Aku membuang muka dan pergi dengan Nenek.


"Awas kamu ya, Hani!" teriak Kak Dini.


Nenek tertawa, aku menolehkan wajah ke arah Kak Dini, kemudian menjulurkan lidahku. Kakak ku yang lucu dan ngeselin sekarang sudah menempuh hidup baru, sudah sangat sulit jika ingin berantem lagi dengannya.


Jasanya sangat banyak, melatih karate sampai aku sabuk hitam, menjagaku dari orang jahat, sopir, penerjemah, sekaligus sekretaris. Orang yang sangat luar biasa. Aku dan Nenek langsung pulang.


Saat sedang diperjalanan, Nenek berkata, "Ayahmu tadi pulang duluan karena ada masalah di kantor. Kamu tidak ingin menyusulnya dan membantunya, Hani?"


Aku jawab dengan isyarat, "Aku lelah sekali, Nek. Besok aja aku pergi ke kantor."


"Yasudah kalau begitu."


Sesampainya di rumah aku langsung berbaring di kasur, meluruskan pinggang yang sangat pegal. Baru sebentar enggak ada kak Dini rumah ini terasa sangat sepi, biasanya kak Dini jam segini udah teriak-teriak menyuruhku mandi.

__ADS_1


Melihat dinding kamar yang belum berubah, masih dihiasi lukisan-lukisan yang ku buat dulu. Lukisan ibu yang sudah dicopot oleh ayah, awalnya aku melarang lukisan itu dicopot tapi semenjak aku tau sifat ibu sebenarnya, aku mengizinkan ayah mencopotnya.


Tidak terasa waktu berlalu begitu cepat, audah mau Magrib. Aku bergegas mandi, saat berjalan menuju kamar mandi, aku melihat Nenek yang terkapar. Di umurnya sekarang pasti terasa sangat lelah, setelah seharian harus menemani kak Dini.


Matanya yang mulai sedikit terpejam langsung aku bangunkan, menjelang Magrib tidak baik untuk tidur. Mata Nenek langsung terbuka lebar, apalagi adzan mulai terdengar. Setelah membangunkan Nenek aku bergegas mandi. Nenek juga mandi di kamarnya.


Selesainya mandi, kami Sholat berjamaah. Aku berdoa, agar semua orang yang ada di dekatku selalu di beri kesehatan, dan rezeki yang cukup. Setelah Sholat kami makan malam, "Sepi banget gak ada Dini ya, Hani," ucap Nenek.


Aku menjawab dengan isyarat mengatakan, "Iya Nek, aku kangen sama Kak Dini."


"Yasudah kita makan aja, kemudian istirahat. Badan nenek sakit semua," ucap Nenek sambil memegang pinggangnya.


Aku memanggil salah satu pelayan, kemudian aku menulis, "Carikan pelayan wanita yang pintar memijat."


"Oke, Non. Ada 2 pelayan yang bisa memijat," jawab Pelayan itu.


Aku menyuruhnya memanggil 2 pelayan itu. Setelah selesai makan, aku dan Nenek berbaring di kamarku. Pelayan itu langsung memijat kami. Memang benar, enak sekali pijatan pelayan-pelayan ini. Aku mengacungkan jempol untuk mereka.


"Enak sekali pijatan kamu, pijat kita yang lama. Nanti saya kasih uang tambah," ucap Nenek.


Aku berjalan menuju kamar ayah, membuka pintu tapi tak terlihat ada ayah. Ayah yang selalu sibuk dengan pekerjaannya pasti masih lembur di perusahaan. Kemarin nenek berkata kalau masih ada masalah di kantor ayah. Seperti kata janjiku hari ini aku akan berangkat ke kantor, sebelum berangkat aku video call ayah.


Ayah mengangkatnya terlihat seperti baru bangun tidur, di kursi kerjanya. Menggunakan bahasa isyarat aku berkata, "Hari ini Ayah istirahat saja biar aku yang mengurus semua masalah yang ada di kantor."


"Oke siap Bos, ayah tunggu di kantor," ucap Ayah tangannya hormat denganku.


Setelah itu aku memanggil penerjemah bahasa yang sudah disediakan oleh ayah. Kemudian sopir yang menggantikan kak Dini. "Semangat!" ucap Nenek.


Aku mengangguk, kemudian kami berangkat ke kantor. Sesampainya di kantor, aku dicegat security, "Anak Bos!" ucap Kak Ica.


Oiya nama penerjemah bahasa yang baru adalah Kak Ica. Umurnya masih muda tapi sedikit lebih tua dari pada aku. Umurnya lebih tua 3 tahun jika dibandingkan dengan ku.


Security itu langsung meminta maaf, dan mengantarkan aku ke ruangan ayah. Semua karyawan melihatku sangat sinis, mereka tidak tau siapa aku sebenarnya. Wajar mereka melihatku seperti itu, karena aku berjalan penuh wibawa.


Mungkin dalam hati mereka berkata"Siapa orang sombong ini."

__ADS_1


Lihat saja, semua orang yang bekerja disini akan tunduk dengan peraturan yang ku buat. Sesampainya di ruangan ayah, Ayah langsung menggandengku dan berjalan keluar ruangan.


Menyuruh sekertaris sementaranya mengumpulkan semua karyawan ke ruang aula. Aku dan Ayah menuju ruangan itu juga. Di depan panggung Ayah memperkenalkan aku dengan yang lain. "Ini anak saya, namanya Hani, mulai hari ini Hani akan menjadi wakil saya dalam mengelola perusahaan pusat. Semua harus mengikuti aturan dan kebijakan yang Hani buat!"


Aku berkata dengan isyarat, "Salam kenal, dan mohon kerjasamanya."


Kak Ica langsung mengartikan isyarat itu dan mengatakannya. Terlihat banyak karyawan yang menahan tawa setelah sadar aku ini bisu. Bahkan ada yang tak tertahan, tertawa di dalam aula. Aku tunjuk karyawan itu, dan menyuruhnya keluar dari aula.


Ayah tidak marah, malah tersenyum melihat tegasnya aku dalam mengatur karyawan-karyawan. Aku paham Ayah sedang mengujiku. Tak lama semua karyawan aku bubarkan, dan menyuruh semua bekerja lagi.


Aku dan Ayah kembali keruangan. Ayah yang lelah menyuruhku memegang kendali sepenuhnya hari ini. Ayah pamit pulang ingin beristirahat. Aku mengangguk dan mengacungkan jempol.


Ayah menyetir sendiri karena Kak Andri sedang cuti. Saat ayah sudah pergi, aku mulai memeriksa semua dokumen perusahaan. Ternyata banyak sekali karyawan ayah yang bekerja tidak beres. Ku panggil semua karyawan itu dan memarahinya, seperti biasa aku menggunakan isyarat dan Kak Ica yang menerjemahkannya. Akhir kalimat agar mereka takut aku mengancam akan memecat jika masih bekerja dengan tidak baik.


Belum keluar karyawan yang ku panggil, sekertaris ayah masuk tergesa-gesa nafasnya tidak beraturan berkata, "Pak... Pak... Pa--"


"Bapak kenapa?" bentak Kak Ica.


"Pak Hendri kecelakaan," ucap Sekertaris ayah.


Aku langsung berdiri, langsung menyuruh Kak ica menyiapkan mobil dan bergegas menjemput ayah.


"Dimana lokasinya?" tanya Kak Dini.


"Di depan kantor cabang 1."


Aku langsung berlari menuju mobil, rasa panik, takut dan sedih bercampur aduk. Air mataku terus menetes, sopir ku suruh melaju sekencang-kencangnya. Sesampainya di lokasi terlihat mobil ayah terguling di pinggir jalan, tetapi saat kak Ica bertanya dengan orang yang berkumpul keberadaan ayah, semua orang tidak tau dan ada yang mengatakan, "Tadi tak lama ada seseorang yang mengaku sebagai anaknya yang membawa korban ke rumah sakit."


Aku hanya duduk, kakiku terasa sangat lemas. "Kira-kira orangnya seperti apa?"


Orang itu menjelaskan ciri-ciri orang yang membawa ayah, tapi aku tidak mengenalnya, begitu pula Kak Ica. Akhirnya kami memutuskan mencari kesemua rumah sakit terdekat.


...********...


Terimakasih telah membaca karya saya. Jangan lupa, Like, Komen, dan Follow akun saya ya 🙏

__ADS_1


Jangan lupa, baca novel saya yang berjudul, CINTA INI TERCIPTA DARI KATA SEANDAINYA. Jika ada kesalahan atau kekurangan saya meminta maaf yang sebesar-besarnya 👍 🙏


__ADS_2