
chris baru saja memasang belt saat seseorang mengetuk kaca pintu mobilnya. chris menoleh dan menekan tombol hingga kaca pintunya perlahan turun.
"Halo, bos, sudah mau pulang?" chris melirik jam di pergelangan tangannya. Masih terlalu sore bagi seorang atasan seperti herry untuk pulang ke rumahnya.
herry yang jengah dengan tingkah laku chris segera membuka pintu mobilnya.
"Berhenti bertingkah menjengkelkan, cepat keluar dari mobilmu!"Ucapan herry membuat chris mencibir, di jam pulang pun herry masih bisa memerintahnya seperti ini.
"Dasar bos gila!" tapi chris masih menurut untuk keluar dari mobilnya, "Aku terlalu lelah untuk bertengkar denganmu, bos."
chris bersandar pada pintu mobilnya. Ia berhadapan langsung dengan herry dan melempar tatapan garangnya seperti biasa. Hal tersebut justru membuat herry diam-diam tersenyum.
"Sialan,"
herry segera menarik chris mendekat dan membungkamnya dengan ******* di bibirnya. chris yang cukup terkejut sedikit mendorong dada herry yang menghimpitnya ke sisi mobil. chris menolak namun apa yang herry lakukan pada bibirnya membuatnya lemas dan panas. chris merasa terbakar, lututnya terasa lemas dan mungkin ia akan roboh hanya karena ciuman dari bos playboynya yang sialan seksi ini.
herry begitu handal, lidahnya membuka bibir chris dan membuat kedua tangan wanita itu mencengkram bagian belakang jasnya. herry membungkuk hingga chris tak perlu untuk menjinjit saat ciuman panas mereka semakin liar. Bahkan chris berpikir jika herry akan menelanjanginya sekarang juga. Dengan kedua tangannya herry menyelip ke pinggang hingga punggung chris. Mengusapnya dengan gerakan tangan seakan ingin merobek kain yang melekat di tubuh ramping chris.
chris bahkan rasanya nyaris mati karena gairahnya yang menggila. Dan disaat ia hampir kehabisan nafas, herry melepas bibirnya. herry menatap chris dengan mata yang berkabut, kuat akan akan gairahnya yang tertahan.
Dengan pelan ia mengusap bibir chris yang basah dan memerah, "Pulanglah." herry tersenyum tipis.
herry membantu chris untuk berdiri dengan normal seperti sebelumnya. Ia membuka pintu mobil dan membantu chris masuk ke dalamnya.
__ADS_1
"Aku akan datang ke apartementmu, malam ini."
chris yang kacau membiarkan herry menutup pintu mobilnya dan berjalan meninggalkan parkiran menuju pintu belakang kantor. Pergi begitu saja setelah apa yang ia lakukan.
chris berpikir, setelah pertemuan pertama mereka yang kurang menyenangkan terjadi di parkiran, kali ini mereka melakukan ciuman pertama mereka yang begitu panas di tempat yang sama.
.......
.......
.......
.......
chris tak pernah tahu apa yang membuat jantungnya berdetak cepat hanya karena sebuah suara yang terdengar dari pintu apartementnya. Di luar sana seseorang menekan bel di pintunya.
chris melihat layar yang terpasang di pintunya, menampilkan seorang pria yang berdiri di depan pintunya.
"chris,aku tahu kau sedang memandangku dengan sebal dari layar monitor apartementmu itu."
chris mendengus, felix dapat menebaknya dengan mudah.
"Jangan berharap aku akan membukakan pintu!" chris berteriak dari dalam, entah felix akan mendengarnya atau tidak. Ia masih kesal dengan felix, ingat? Bahkan ia sudah berjanji untuk tak mengenal felix selama satu minggu.
__ADS_1
chris berjalan masuk ke dalam kamarnya dan mengambil ponselnya. Ia mengetik pesan singkat yang berisi tentang permintaannya yang lebih mengarah perintah kepada felix untuk segera meninggalkan daerahnya.
felix kali ini menghubunginya, dan dengan senang hati chris menolaklah panggilannya. Bahkan chris kini mematikan ponselnya. Ia mencoba mengabaikan bunyi bel di pintunya dengan mengurung diri di kamar. Ia berharap akan ada tetangganya yang mengusir felix.
chris tak tahu sudah berapa lama felix di luar menunggunya. Ia kini berpikir mungkin sudah bersikap terlalu keras kepada felix, namun egonya yang besar berhasil menahannya untuk tak menemui felix. chris baru saja merasa senang saat bunyi bel tak terdengar, hanya beberapa menit hingga bunyi bel kembali terdengar.
felix yang tak pantang menyerah membuat chris menyerah. Dengan langkah menghentak chris membuka pintu dan siap untuk membentak felix.
"Sudah kubilang untuk pergi dari sini, fel—"
"he... rry?" Oh, chris sudah salah membentak orang. "Kau menyuruhku pergi? Kali ini apalagi?"
chris seakan membeku melihat herry yang kini berdiri di hadapannya. Ia tertawa sedikit gugup.
"Kupikir orang lain." chris mengusap lengannya.
herry tampaknya tak terlalu mempedulikan hal tadi, "Kuharap kau belum makan, aku membawakanmu makanan dan kopi." herry mengangkat dua kantong kertas di tangannya.
chris menyunggingkan senyumnya, "Oh, baik sekali," kemudian ia membiarkan herry masuk ke dalam apartementnya.
chris membawa makanan dan memindahkannya ke piring. herry berinisiatif memanaskan kopi yang sedikit mendingin karena jarak ke apartement chris cukup jauh.
"Kau dapat dengan mudah menemukan tempat tinggalku."
__ADS_1
"Kau pikir apa gunanya aku menjadi bosmu?" herry tersenyum, senyum yang ia pelajari dari chris saat mereka bertemu di lift pagi tadi. Kali ini ia yang terlihat sombong.
bersambung