
"Cepat katakan apa keperluanmu. Waktuku tak banyak."
felix mendengus geli saat melihat kelvin yang melirik jam tangannya. Pria itu bersikap seperti seorang direktur di sebuah perusahaan besar, seseorang yang segala jadwalnya telah diatur, dan tentu saja kelvin bukan orang yang seperti itu. Deidara hanya akan sibuk di malam hari, mengurus nettsuki; klub malam yang mereka dirikan tiga tahun yang lalu.
nettsuki adalah klub malam yang mereka kelola sejak awal hubungan keduanya dimulai. Sebuah klub malam besar yang diperuntukan untuk para gay seperti mereka— oh, atau mungkin hanya dirinya?
"Aku keluar dari nettsuki."
Namun sepertinya keterlibatan felix selama tiga tahun di dalam nettsuki berakhir cukup sampai disini.
kelvin bungkam, wajahnya dengan jelas terlihat terkejut dan ia berpikir mungkin felix sudah gila. Pria itu benar-benar gila.
"Oh, Astaga." kelvin tertawa hambar seraya mengambil cangkir teh yang dipesannya beberapa menit lalu di kedai ini. Ia meminumnya dengan cepat. Rasanya ia tak tahu lagi harus bersikap seperti apa untuk menanggapi keputusan felix yang satu ini.
felix menarik nafas, ia tahu bahwa membicarakan hal ini sedikit lebih sulit dibanding saat ia mengakhiri hubungan mereka.
"Karena kupikir rasanya akan sedikit aneh saat harus bekerja bersama dengan mantan kekasihmu, kel." felix mencoba berbicara pelan, berharap kelvin dapat menerima dengan baik apa yang ia ucapkan saat ini.
kelvin tersenyum pahit, ia cukup mengerti alasan mengapa felix memilih untuk lepas tangan. Memang, semenjak keduanya memutuskan untuk berpisah, felix sudah tak lagi menampakkan dirinya di nettsuki. Selama felix tak menampakkan diri, kelvin banyak mendapat bantuan dari Kakuzu— salah seorang pegawai baru di nettsuki, orang yang dipekerjakan khusus oleh felix untuk membantu Deidara mengatur segalanya, terutama pada bagian keuangan. Setidaknya, felix masih bertanggung jawab dengan membawa orang yang menggantikannya dan tak pergi begitu saja.
"Kau ... apa kau masih ingat kenapa kita mendirikan nettsuki?" tanya kelvin pelan.
Kali ini felix diam, ucapan kelvin membuatnya teringat memori beberapa tahun yang lalu. felix tentu saja ingat mengapa ia dan kelvin yang notabene mahasiswa di jurusan seni justru akhirnya mendirikan sebuah industri malam dibanding menjadi seorang seniman.
Saat itu kelvin berkata, dibanding sebuah pekerjaan yang sesuai dengan gelar, mungkin akan lebih baik menjalani profesi yang sesuai dengan keadaannya. Dan felix tampaknya setuju dengan hal tersebut. Dengan mendirikan nettsuki, ia akan bertemu dan berkenalan dengan banyak orang yang samaseperti dirinya.
Namun kini felix justru memutuskan untuk keluar dan menyerahkan nettsuki sepenuhnya ke tangan kelvin.
"Sialan, bahkan si pinky itu sudah berhasil membuatmu menjadi pengangguran," cibir kelvin.
Entah mmengapa kelvin berpikir mungkin felix akan menjadi seorang pria sejati dan segera menikahi chris. Sial, membayangkannya saja cukup membuat kelvin serasa sulit bahkan hanya untuk menelan ludahnya sendiri.
felix sama sekali tak menanggapi apa yang baru saja diucapkan kelvin, karena sesungguhnya apa yang diucapkan kelvin adalah benar.
__ADS_1
Saat kemarin berkumpul di apartemen chris bersama ana dan vero, ia menceritakan semua apa yang akhir-akhir ini dipikirkannya, tentang keinginannya untuk menjadi seorang pria normal.
chris adalah orang yang menyarankan felix untuk berhenti dari pekerjaannya, dan vero berkata bahwa felix lebih baik melakukan hal-hal yang sesuai dengan kemampuannya dibanding mengurus nettsuki.
Karena itu, felix mulai berpikir untuk melakukan apa yang seharusnya memang ia lakukan. Ia akan mewujudkan rumah seni impiannya, yang sebenarnya sudah terpikirkan sejak dulu namun tertunda karena nettsuki.
Setelah ini mungkin ia akan pergi ke xxx untuk bertemu Karo, salah satu teman lamanya yang sudah lebih dulu memiliki sebuah rumah seni dan beberapa kali melakukan pameran hasil karyanya. Ia akan memulainya dari awal dan belajar banyak hal dari pria itu.
"Semudah itu, felix?" ini adalah pertanyaan yang pernah Deidara ucapkan sebelumnya, saat felix berkata bahwa hubungan mereka berakhir, saat felix dengan mudahnya memutuskan untuk berpisah darinya.
felix memandang cangkir tehnya, diam dengan berbagai pemikiran yang terlintas di benaknya. Ia tahu bahwa Deidara saat ini menganggapnya dapat dengan mudah melupakan semuanya, melupakan pria berambut pirang itu beserta semua kenangan mereka selama tiga tahun.
"Sebenarnya tidak," jawab felix seraya menegakkan wajahnya, menatap kelvin dengan tatapan teduhnya. Ia tersenyum tipis dan kembali berkata, "setidaknya aku akan berusaha, kel. Aku sudah memiliki tekad yang kuat."
felix bangkit dari tempatnya, menepuk pelan pundak Deidara sebelum ia memilih untuk pergi lebih dulu. Meninggalkan kelvin yang masih mematung di tempatnya.
*
*
*
Saat ini chris merasa lebih baik. Cukup mengejutkan karena herry dapat membuatnya mendapatkan kembali mood baiknya. Ini bukan berarti bahwa chris baru saja memuji pria tersebut. Lagipula ia berpikir jika hery memang harus melakukannya. Menghiburnya adalah bentuk dari pertanggungjawaban hery karena gagal membuatnya hamil dalam sekali percobaan.
Pria itu memang pantas melakukannya!
"Aku berharap terlalu cepat." chris mendesah pelan, satu tangannya melingkar di pinggang ana dengan kepala yang menyandar di pundaknya.
Sekitar beberapa menit keduanya sama-sama terdiam. ana sendiri untuk saat ini tak bisa terlalu banyak berkomentar, bahkan hanya untuk menghibur chris dengan kata-kata gilanya pun rasanya akan sedikit sulit. Ia mengerti mengapa chris begitu terpukul saat mengetahui bahwa dirinya tak hamil.
Sebentar lagi pernikahan hiko, dan ana tahu bahwa chris sangat berharap jika ia bisa datang ke pernikahan mantan tunangannya itu dengan berbangga hati karena dalam keadaan hamil. Meskipun kandungannya tak akan terlihat, setidaknya berjalan di hadapan hiko dengan status baru sebagai calon ibu akan membuat kepercayaan dirinya semakin meningkat.
Dan sayangnya chris tak bisa melakukan hal tersebut.
__ADS_1
Karena itu, untuk yang satu ini, ana akan berbicara dengan lebih berhati-hati. chris akan berjuta kali lebih sensitif saat disinggung soal kehamilan atau bahkan tentang hiko. Meskipun wanita itu selalu berkata bahwa ia baik-baik saja, nyatanya chris tak akan pernah berhasil menipu kepekaan seorang ana.
ana tampaknya sedikit bernafas lega saat melihat felix yang berjalan masuk dari pintu depan kedai makan siang yang saat ini mereka kunjungi. Ia melambaikan tangannya dan felix bergegas menghampiri.
"Lama menunggu?" tanya felix lalu duduk di hadapan kedua wanita tersebut.
Ini adalah salah satu ide ana, meminta felix untuk bertemu di jam makan siang. Ia sudah memberi tahu felix soal chris yang hari ini menstruasi, dan ia berharap felix dapat sedikit memberi chris semangat.
Jika chris tahu, mungkin wanita itu akan tertawa keras karena untuk pertama kalinya ia dapat membuat kedua sahabatnya itu khawatir hanya karena ia yang sedang datang bulan. Atau mungkin lebih tepatnya tertawa keras selama lima detik, karena setelahnya wanita merah jambu itu akan kembali menampilkan melodrama-nya. Menangisi mentruasinya.
"Kau nyaris membuatku kelaparan," gurau ana dengan cibiran khasnya.
"Maaf, aku harus bertemu krlvin terlebih dahulu," ujar felix menjelaskan.
chris yang mendengar nama kelvin disebut pun segera menegakkan tubuhnya. "Kau bertemu dengannya?"
felix mengangguk. "Ya, aku sudah mengatakan semua yang kita bicarakan kemarin padanya."
"Bagus, dengan begitu ia tak akan datang lagi ke kantor untuk bertemu denganku dan mengaku sebagai kembaranku," timpal ana dengan menggebu.
chris terkekeh geli mendengar ocehan ana. Ia menyikut pinggangnya dan tersenyum jahil. "Kau juga pirang, dan kau juga sama gilanya, ana."
felix yang mendengar hal tersebut pun ikut tertawa. "Sudah kukatakan bahwa mereka berdua itu jodoh."
ana mengerang tak jelas karena felix dan chris yang hari ini bekerja sama untuk menyerangnya. Ia berharap jika vero tiba-tiba muncul di hadapannya, menjadi seorang pahlawan untuknya, dan dapat membantunya untuk membekap mulut kedua sahabatnya tersebut.
Sesaat ia melirik chris, dan wanita itu baru saja tertawa lepas karena lelucon konyol yang diceritakan felix tentang ia dan kelvin yang mungkin saja berjodoh. Masih tentang pembahasan yang sama. Namun akhirnya hal tersebut justru dapat membuat ana diam-diam tersenyum. Setidaknya, ia dapat melihat kembali chris dengan tawa kerasnya.
*
*
*
__ADS_1
bersambung