
chris sudah memikirkan ini baik-baik, tentang pilihannya untuk menerima herry dan membiarkan felix kembali pada kelvin. Ia berpikir bahwa ini adalah pilihan yang tepat, namun mengingat wajah khawatir dan kecewa felix membuatnya terasa sakit.
Ia masih duduk di sofa sedangkan kelvin sudah pergi, menyisakkannya bersama herry disini. chris menunduk, ini adalah cara terbaik untuk menyembunyikan wajanya yang terlihat kusut, atau mungkin menyedihkan. Terlihat lemah di hadapan seorang herry wijaya adalah hal terakhir yang akan ia lakukan di dalam hidupnya.
chris berpikir hery tak ambil pusing soal keadaannya saat ini. Nyatanya kondisi pria itu terlihat baik, tentu saja karena ia mendapatkan apa yang ia mau. Ia menang telak dari felix.
Ia bisa mendengar hery menghela nafas dan pria itu berjalan menjauhinya. Ia berpikir hery akan membiarkannya sendirian dan kembali pada pekerjaannya— namun nyatanya salah, hery kembali mendekatinya dan berdiri di hadapannya, ia bisa melihat kedua ujung sepatu hery. chris mengadah saat satu kotak tissue berada di hadapannya.
"chris, aku benci melihat seorang wanita menangis— meskipun membuat wanita menangis adalah kebiasaanku. Maksudku, aku tak pernah benar-benar melakukannya, mungkin wanita-wanita itu saja yang terlalu sensitif padaku."
chris tersenyum kecil dengan kebaikan hery. Mungkin hery tak sepenuhnya menyebalkan.
"Terima kasih." chris mengambil satu lembar tissue.
hery mengangguk singkat dan kembali duduk di hadapan chris, ia menaruh kotak tissue di atas meja untuk berjaga-jaga, mungkin saja chris akan kembali membutuhkannya.
"Kupikir membuat bayi hanya tentang seorang pria yang meniduri wanita."
chris hanya menggeleng mendengar ucapan hery.
.......
.......
.......
.......
Setelah apa yang terjadi di ruangan herry, kali ini pria itu membawanya pergi tanpa memberi tahu detail jelasnya.
"Kenapa kau membawaku kesini?" chris bertanya saat hery mengemudikan mobilnya memasuki basement salah satu pusat perbelanjaan di mini Market .
"Untuk menghiburmu." hery keluar dari mobilnya dan membukakan pintu untuk chris. "Cepat, chris."
chris keluar dengan berat hati. Ia bahkan tak sempat membawa tas punggungnya untuk berjaga-jaga. hery benar-benar menculiknya tanpa persiapan.
"Aku beruntung karena kau adalah bosku. Jadi aku tak punya alasan untuk mengarang karena sudah menunda banyak pekerjaanku."
hery mengangkat satu alis matanya. "Ya, aku memang membawa keberuntungan untukmu."
chris sedikit canggung saat hery tiba-tiba menggenggam satu tangannya, membawanya untuk berjalan lebih cepat. Jika berkencan adalah hiburan yang hery maksud, chris bersumpah akan memilih untuk kembali ke kantor dengan menggunakan taksi. Namun ternyata salah, hiburan yang hery maksud adalah dengan membawanya untuk berbelanja pakaian dalam. Sebuah hiburan yang tak akan terpikirkan oleh pria manapun untuk dijadikan pilihan.
"Aku tak menyangka kau tahu tempat seperti ini. Aku pernah berencana datang ke sini bersama ana, tapi sekarang aku justru datang lebih awal bersamamu." chris menyeringai geli.
"Aku beberapa kali pernah datang ke sini, wanita-wanita itu berpikir mereka akan terlihat seksi jika memakai lingerie, aku hargai usaha mereka untuk menggodaku dengan membuat mereka puas."
__ADS_1
"Sialan, untuk apa kau menceritakannya padaku?" chris mendenguskan tawanya.
"Hanya untuk pamer." hery memamerkan senyum angkuhnya seperti biasa.
hery masuk ke dalam toko yang menjual beberapa pakaian dalam, chris berjalan di sampingnya dan wanita itu terlihat cukup antusias. Ia membiarkan chris memilih beberapa pakaian dalam yang dirasa cocok untuknya.
"Bagaimana dengan yang ini?" hery tanpa malu mengambil salah satu pakaian dalam dan menunjukannya pada chris.
chris menghela nafas. "Kita tak sedang mempersiapkan liburan ke hawai, hery." ujarnya menolak satu set pakaian dalam dengan renda pilihan hery. Ternyata pria itu cukup pintar untuk memilih tipe yang akan membuatnya terlihat seksi, namun chris berpikir model yang seperti itu terlalu berlebihan hanya untuk dipakai saat mereka membuat bayi nanti.
"Aku akan mencoba ini, bagaimana?"
chris memperlihatkan pilihannya, hery mengangguk pelan menyetujui pakaian dalam tanpa motif berwarna hitam pilihan chris. hery dapat membayangkan perpaduan antara warna kulit chris yang putih dan pakaian dalam berwarna gelap. chris si sialan seksi.
hery menghampiri salah satu bangku panjang dan duduk di sana menunggu chris yang masuk ke dalam fitting room. chris hanya mencoba pakaian dalam namun rasanya hery sedang menunggu seorang wanita yang sedang mencoba gaun pengantin. chris membuatnya menunggu lama.
"Permisi," ujar chris saat keluar dari fitting room pada salah satu pegawai di toko tersebut, "aku pikir cup ini terlalu kecil." suara chris terdengar mencicit.
"Terlalu kecil? Seharusnya cup B cukup," ujar pegawai toko tersebut seraya memperhatikan bra pilihan chris, "haruskah saya memberi anda cup C?"
chris menggeleng cepat, ia melirik hery dan khawatir pria itu akan mendengarnya. Menyadari fakta bahwa mereka sedang membicarakan soal ukuran payudaranya, terlebih pegawai wanita itu menyebutnya menakjubkan dan bertanya apa yang ia lakukan hingga memiliki payudara yang cukup besar.
"Anda cukup kurus, bagaimana bisa— Woah!" dan wajah chris memerah saat pegawai tersebut memperagakan kedua tangannya seolah ia sedang memegang payudara yang besar.
chris tertawa canggung. "Tidak, aku pikir merek ini yang membuatnya kecil. Beri aku merek lain dengan cup B," jawab chris cepat.
hery berdiri dan menghampiri chris. "Sudah selesai?"
"Kurasa belum." chris mengusap lengannya. "Tolong, ya?" ujar chris mengingatkan pada pegawai tadi soal permintaannya.
"Aku cukup terkejut." hery menyeringai, bahkan dengan berani memperlihatkan tatapannya yang tertuju pada payudara chris. "Baiklah, nanti aku sendiri yang akan memeriksanya."
Mengerti ucapan hery, chris melayangkan tinjunya di lengan pria itu.
"Sialan kau!"
*
*
*
chris berlajan sendirian di area parkir kantornya, ia segera menghampiri mobilnya dan masuk ke dalam. Ia tak menyangka hery benar-benar mengijinkannya untuk pulang tepat waktu.
"Tentu saja, karena ia tak ingin terlalu lama untuk menunggu kesenangannya." akhir-akhir ini chris baru menyadari bahwa ia sering berbicara sendiri.
__ADS_1
Seseorang mengetuk kaca pintunya saat ia baru saja menyalakan mesin mobilnya. chris membuang nafas saat melihat felix yang berdiri di samping mobilnya.
"Astaga, felix, kau pikir apa yang akan kau lakukan?" pekik chris saat felix yang memaksa masuk ke dalam mobilnya dan mendorongnya ke bangku di samping tempatnya mengemudi.
"Aku akan memastikanmu pergi dengan selamat."
"Aku bukan anak berusia lima tahun yang harus diantar kemanapun aku pergi!" chris memukul felix dengan tas pundaknya.
felix berjengit mencoba menghindari pukulan chris yang sebenarnya sia-sia. Mereka bahkan belum setengah jalan namun chris membuat felix menepi secara paksa. chris beruntung ia sempat memakai belt karena ia berpikir mungkin felix akan membuatnya menabrak dashboard dengan tindakannya mengerem secara mendadak seperti tadi.
"chris, maafkan aku." felix tampak begitu menyesal. "Setidaknya biarkan aku berbuat baik padamu, akhir-akhir ini aku bertingkah seperti pengecut. Biarkan aku mengantarmu ... pada hery."
chris diam dengan raut wajah sedikit terkejut. felix baru saja berkata bahwa ia akan mengantarnya bertemu hery, dan itu tandanya pria itu mendukung pilihannya untuk bersama hery— memiliki seorang bayi dari hery.
"Aku tahu kau sedikit gugup, aku akan membantumu."
chris menyandarkan punggungnya saat melihat felix tersenyum, dan ia tak pernah tahu bagaimana pria itu masih bisa tersenyum setelah apa yang terjadi saat ini. Beberapa jam yang lalu ia melihat felix yang bersungguh-sungguh untuk menjadi pendonornya, dan sekarang pria itu dengan cepat berubah pikiran. felix mendukungnya untuk menemui Sasuke.
"felix, kau gila."
"Aku tahu hanya orang gila yang tahan untuk berdekatan denganmu." felix kembali melajukan kemudinya.
Raut keras chris perlahan memudar, ia tersenyum geli. "Sialan, aku sangat tersinggung," guraunya.
"Kau tahu, chris, mungkin aku kecewa dengan pilihanmu, tapi akan kupastikan kau melakukannya dengan cepat. ana berkata bahwa hery hanya berniat membantu, meski aku meragukannya. Maksudku, aku tahu seperti apa hery wijaya."
chris memperhatikan felix yang terus berbicara panjang lebar, pria itu terlihat jelas menaruh perhatian yang besar padanya. Setiap ucapannya, bahkan semua tindakannya selalu diluar perkiraan. Mulai dari keputusan gilanya untuk mengakhiri hubungannya dengan kelvin hingga menculiknya hanya untuk berbicara empat mata seperti ini.
Bagus, hari ini chris mengalami penculikan sebanyak dua kali.
"Aku tahu, kami hanya berhubungan **** dan semua selesai dalam satu malam."
"Aku dapat mendengar suaramu sedikit bergetar saat mengucapkan kata ****," goda felix selagi fokus pada kemudi mobil chris.
chris berdeham pelan. "Aku bukan seorang gadis, brengsek. Itu bukan hal yang baru untukku."
"Setelah dua tahun lamanya?"
"chris, kau membuatku ingin mengambil alih kemudi dan membawa mobil ini ke dasar jurang. Kita akan mati bersama saat itu juga."
felix tertawa. "Oke, maaf."
*
*
__ADS_1
bersambung