Bos Brengsek

Bos Brengsek
chapter 24


__ADS_3

kelvin bersumpah bahwa ia bukan tipikal orang yang pendendam, namun apa yang dilakukan felix padanya benar-benar membuatnya merasa hidup berjalan secara tak adil.


Setiap perbuatan pasti ada balasan, mulai saat ini kelvin akan memegang erat prinsip tersebut.


Hari ini kelvin berniat melancarkan aksi keduanya, setelah aksi pertama betingkah manis di depan ana agar dapat membujuknya untuk mendapatkan felix kembali, yang sebenarnya hanya sia-sia.


Saat ini kelvin berada di kediaman wijaya, ia berniat membocorkan rencana bodoh antara chris dan felix yang kini melibatkan hery.


Jika ia tak bisa mendapatkan felix, ia kembali bersumpah bahwa chris juga tak akan pernah mendapatkan felic atau bahkan hery!


kelvin duduk sendirian di ruang tamu, menunggu herno yang ia dengar dari mulut Hana sedang berada di kamar mandi. Sebelumnya ada wijaya gaku disini, mengobrol ringan bersamanya dan tak lama wijaya mita pun ikut bergabung. kelvin selalu merasa heran dengan wijaya, mereka terlihat dingin namun sebenarnya keluarga sahabatnya ini memiliki pribadi yang hangat. Cukup hangat hingga membuatnya lupa apa tujuan utama ia datang kemari.


"Lama menunggu?"


Setidaknya masih ada herno, ia akan membocorkan rencana hery pada pria itu!


herno datang dari arah depan, dengan wajah yang segar dan senyum di wajahnya seperti biasa.


kelvin mencibir. "Kau beruntung, aku bukan felix yang benci menunggu dan membuat orang menunggu." dan sesuatu di dalam sana terasa sakit seperti dicubit saat ia menyebut nama felix, mengingat pria yang baru ditemuinya kemarin itu rela menunggu hanya untuk chris.


herno hanya balas tersenyum kemudian menyesap kopinya yang masih hangat. Ia tak ingin merusak suasana hati kelvin dengan membicarakan felix meskipun pria itu yang lebih dulu memulai.


"Kau tak bertanya kenapa aku datang kemari?" tanya kelvin sedikit kesal.


"Sebenarnya aku sedang menunggu kau mengatakannya, aku tak perlu bertanya karena aku tahu kau datang kemari dengan suatu alasan yang cepat atau lambat akan kau katakan sendiri."


kelvin menatap jengah herno, ia tahu pria itu seorang jenius dan selalu mudah membaca situasi tanpa harus bertanya lebih lanjut.


"Ini tentang hery, adik sialanmu itu."


herno menaruh cangkir kopinya dan menatap serius kelvin. "herry?" tanyanya penasaran.


"Ya!" kelvin mengangguk cepat. "Kau tahu, adikmu sedang mendekati seorang wanita!" ujar kelvin bersungguh-sungguh. Ia terlihat semangat saat mengatakannya.

__ADS_1


Kedua alis herno terangkat, cukup terkejut mendengar ucapan kelvin. Ia jadi teringat tentang percakapannya dengan felix beberapa hari yang lalu, pria itu bertanya apakah herry sedang dekat dengan seorang wanita atau tidak, dan pernyataan kelvin barusan seakan menjadi jawaban.


"Ini berita bagus! Ayah dan ibu akan sangat senang mendengarnya. Kau tahu, aku khawatir dengan herry saat ia tak tertarik untuk menjalin hubungan yang serius dengan wanita. Ia sama sekali tak memiliki niat untuk menikah."


herno memijat pangkal hidungnya saat tiba-tiba ia merasa pening. Teringat ucapan herry saat ibunya menyuruh adiknya tersebut untuk cepat menikah.


"Ibu sudah memiliki anak yang melakukan pernikahan, jadi aku tak perlu melakukan hal yang sama. Aku tidak berniat." dan jawaban herry saat itu sukses membuat ibunya sesak nafas mendadak!


herno bahkan sempat berpikir bahwa hery adalah seorang gay. Meskipun ia sama sekali tak keberatan dengan hubungan sesama jenis yang sebelumnya dilakukan oleh kedua sahabatnya, tapi ia akan merasa sangat sedih jika herry memang seperti perkiraannya. Ia bisa memastikan kedua orang tuanya akan terkena serangan jantung.


Karena itu, setidaknya ia bersyukur dengan kebiasaan buruk herry yang sering membawa wanita berbeda ke dalam apartemennya. Ia menjamin adiknya bukan seorang gay.


"Jangan senang dulu, bodoh, ada hal lebih penting yang harus kau tahu." suara kelvin terdengar seperti berbisik, mirip seperti ibu-ibu yang sedang bergosip.


"Apa?" herno mencoba meredam rasa tegangnya dengan meraih cangkir kopinya. kelvin berbicara dengan nada yang super misterius, menambah suasana ketegangan di antara mereka.


"Adikmu akan menghamili seorang wanita."


"Adikmu akan membuatmu menjadi seorang paman!"


Dan ucapan kedua kelvin membuat Itachi sukses terkejut—


"M-maafkan aku, kel."


—dan menyemburkan kopi di mulutnya, tepat di hadapan kelvin.


*


*


chris bangun dengan ruang kosong di sampingnya. herry tak berada di tempatnya. chris tak perlu merasa kecewa karena ini hanya tentang membuat bayi, tentu saja ia tak mengharapkan hery yang masih berada di sampingnya, menunggunya bangun dan memberinya sebuah kecupan selamat pagi yang manis.


Sungguh mustahil.

__ADS_1


chris menatap langit-langit kamar hotel, bayangan kegiatan panasnya bersama herry semalam tiba-tiba muncul di pikirannya. Wajahnya memanas, ia tak menyangka bisa melakukan hal segila itu bersama herry— yang sejujurnya terasa luar biasa.


Sebuah pengalaman **** yang hebat bersama herry, setelah dua tahun lamanya ia tak melakukan hal tersebut bersama seorang pria. herry berhasil meyakinkannya bahwa melakukan **** setelah sekian lama melajang karena pengalaman pahitnya bukanlah hal yang buruk.


chris merubah posisinya dengan duduk di atas ranjang, kemudian pandangannya teralih pada secangkir espresso yang mulai mendingin di atas meja nakas. herry mungkin menyiapkan ini dan entah ia tertidur berapa lama hingga membuatnya tak lagi hangat.


Ponselnya berdering saat chris turun dari atas ranjangnya, dengan selimut putih yang menutupi tubuh telanjangnya hingga dada.


"Bisa kutebak kau baru saja bangun, Sleeping Princess."


chris merasa geli mendengar sebutan baru dari herry. Ia jadi teringat sebutan pinky yang sering herry ucapkan saat pria itu belum mengetahui namanya.


" chris, maaf aku pergi begitu saja." ucap herry kemudian.


Kali ini suara hery terdengar serak, pria itu mungkin saja khawatir dengan keadaannya yang ditinggal sendiri.


"Bukan masalah." chris menahan senyumnya meskipun ia tahu hery tak akan melihatnya sekalipun ia tersenyum lebar.


"Kupikir kau butuh waktu lebih lama untuk tidur, jadi aku tak bisa mengganggumu."


"herry," chris berjalan menghampiri jendela, membuka tirainya dan menatap halaman luas dari balik kaca. "aku tak tahu kau bisa menjadi seperhatian ini hanya dalam satu malam." chris mengejek di telponnya. Ia tahu bahwa ia berhasil membuat herry mendengus, dan ia senang melakukannya.


"Sialan, aku hanya mencoba bersikap baik pada seorang calon ibu."


chris kali ini tak dapat menahan senyumnya. Ucapan herry tadi seakan sebuah magnet untuknya, tangannya bergerak dengan sendirinya dan mengusap perut ratanya.


Seorang calon ibu, chris tak sabar menantikan hal itu terjadi.


*


*


bersambung

__ADS_1


__ADS_2