Bos Brengsek

Bos Brengsek
chapter 41


__ADS_3

Pukul 9 malam dan chris duduk di kursinya sendirian. Satu tangannya meremas kaleng beer kosong, kemudian melemparnya asal dan ia tertawa getir seperti wanita yang tiba-tiba kehilangan akalnya ketika lemparannya melenceng dari tempat sampah.


chris memperhatikan luar melalui jendela apartemennya, ternyata sedang turun hujan. Ia menekuk kedua kakinya yang beringsut naik ke atas kursi, memeluknya dan sebelah pipinya menempel di atas lutut. Angin malam yang dingin mulai terasa melalui jendela di sampingya yang sedikit terbuka.


Pikiran chris mulai menjauh, terasa begitu kosong dan tubuhnya seperti sedang melayang ke atas awan.


chris merasa kesepian.


Kali ini chris menatap meja makan di depannya. Ia belum sempat membereskan bekas makannya. Masih ada beberapa potong ayam yang tersisa. chris bahkan sudah kehilangan mood untuk sekadar menghabiskannya.


chris meraih handphone-nya, mencari kontak seseorang dan menghubunginya dengan cepat. hery, nama tersebut kini tertera pada layarnya.


Butuh beberapa detik hingga suara operator menjawab panggilan chris, memberitahu bahwa saat ini ia tidak dapat melakukan panggilan. hery mengikuti intruksi dan menekan tombol dial untuk melakukan layanan pesan suara.


"hery," chris diam sejenak, memainkan kuku-kuku jarinya yang saling terpaut. "Tolong pikirkan aku dan jangan pergi begitu saja."


Tatapannya menerawang, membayangkan hery saat ini memang mengangkat teleponnya, berbicara dengannya.


"Aku tidak memintamu untuk jatuh cinta padaku, aku hanya merasa sangat kesepian."


hery mulai terisak, hidungnya memerah dengan air mata yang mulai menggenang di ujung pelupuk kedua matanya. Entah mengapa, malam ini ia merasa begitu sedih. Rasanya semakin menyedihkan ketika chris dalam keadaan sadar masih menunggu hery.


"Tanpamu, apa yang harus kulakukan?"


Punggung tangan chris mengusap kasar kedua matanya. Berharap tidak ada air mata yang membasahi pipinya malam ini. chris menyudahi panggilan suaranya dan menaruh handphone-nya di samping.


Hari ini terasa begitu melelahkan bagi chris . Bahkan mungkin sejak kemarin. Dimulai dari kesialan yang membawa chris menghadiri pernikahan hiko, lalu kekacauan yang hery buat, dan keesokan harinya ia memutuskan bertemu hiko.


Dan malam ini, ditutup dengan fakta bahwa hery mencintai wanita lain.


Tiba-tiba seseorang di luar sana menekan bel pintu. Membuat chris sedikit terkejut dan hanya diam menatap ke arah pintu untuk sekian detik. Butuh hingga tiga kali bunyi bel untuk membuat chris bangkit dan menghampiri pintu dengan sedikit berdebar.


chris membuka pintu dan ia langsung membeku ketika mendapati ternyata felix yang berada di hadapannya dengan cengiran lebar. Pria itu bahkan merentangkan kedua tangannya, berkata bahwa ia memberi kejutan karena pulang lebih awal tanpa memberi tahu chris.

__ADS_1


felix terkejut ketika bukannya memberi pelukan seperti biasanya, tetapi chris yang tiba-tiba berjongkok di hadapannya, menutup wajahnya dengan kedua tangannya dan mulai menangis.


"Ah, sial." chris masih dengan wajahnya yang ia tutupi dengan kedua tangannya, menangis terisak-isak.


felix dibuat panik. Ia yang tidak mengerti apapun hanya bisa ikut berjongkok di hadapan chris, memeluknya erat, kemudian perlahan membantunya berdiri dan membawanya ke dalam.


felix sudah tidak bertemu chris hampir selama satu bulan. Ia sibuk bekerja di xxx, bersama rekannya yang bernama Kankurou. Setelah putus dengan kelvin dan keluar dari management klub malam yang sebelumnya ia kelola, felix berniat serius untuk menekuni kegemarannya di bidang seni dan menjadikannya peluang usaha yang baru.


felix akan memulainya kembali dari awal. Bekerja di bawah ken mengelola bisnis kerajin boneka kayu sebelum nanti membuka usahanya sendiri di xxx ketika ia sudah merasa mampu dan memiliki banyak ilmu maupun pengalaman.


Selama di xxx, felix masih rajin mengabari chris melalui pesan singkat ataupun meneleponnya. Bertanya mengenai kabar chris, kesibukan apa yang ia lakukan akhir-akhir ini, hingga bertanya apakah felix bertingkah kurang ajar padanya atau tidak, karena ia siap membunuh pria itu untuk chris.


chris selalu berkata tidak ada masalah, semua terdengar baik-baik saja bagi felix hingga kemudian ia datang ke apartemen chris dan yang ia dapati justru kini chris menangis terisak di hadapannya.


chris adalah wanita yang kuat, felix tahu hal itu. Bahkan ketika hiko meninggalkannya, chris lebih memilih menangis sendiri dan tidak mau membagi rasa sakitnya. Karena wanita itu berpikir ia bisa menghadapinya sendiri. Setidaknya, chris selalu berusaha untuk terlihat kuat meskipun sebenarnya ia tidak mampu.


Namun ketika felix mendapati chrus secara terang-terangan menangis di hadapannya, ia tahu bahwa seseorang telah benar-benar melukai hatinya. felix membuang napas berat ketika menyadari apa yang sedang terjadi bahkan ketika chris tidak berkata apapun padanya.


"Tidak, felix, ini bukan salahnya." chris menggelengkan kepala dengan kedua tangannya syang semakin mencengkram felix erat. "Aku dalam keadaan mabuk. Ya, aku mabuk!"


chris tertawa hambar. Ia kemudian bergegas menuju dapur dan mengambil sebotol minuman berakohol di dalam kulkas. felix langsung setengah berlari mmenghampiri chris ketika melihatnya meneguk langsung dari botol dengan cepat.


"chris! Sadarkan dirimu!" felix memegang kuat kedua bahu chris, di hadapannya chris terlihat lepas kendali meskipun ia tahu bahwa chris sama sekali tidak dalam keadaan mabuk.


chris menuruti perkataan felix. Menghentikan aksi gilanya dan menaruh botol minumannya di counter kitchen. Ia diam ketika felix mulai menatapnya tajam, raut wajahnya terlihat begitu serius.


"chris, setidaknya katakan padaku bahwa kau tidak jatuh cinta padanya."


chris tidak menjawab, ia hanya diam dengan tatapan matanya yang kosong.


Ia menyadari kesalahannya. Ia jatuh cinta pada hery wijaya .


Bersamaan dengan cengkraman tangannya yang melonggar, felix menatap chris dengan raut tak percaya. Apa yang selama ini ia takuti akhirnya benar-benar terjadi. Di depan matanya, chris secara tidak langsung mengakui bahwa ia memang sudah membuka hatinya untuk hery.

__ADS_1


Diamnya chris sukses membuat felix memijat pelipisnya. felix sesaat teringat kembali, bagaimana chris yang dengan susah payah bangkit dari hidupnya yang terpuruk.


Bagi felix, chris pernah jatuh cinta pada hiko adalah sebuah kesalahan. Namun, membuka hati untuk hery adalah kesalah besar lainnya yang seharusnya tidak chris lakukan.


felix tentu sangat mengenal hery. Pria itu adalah seorang berandal gila yang gemar mempermainkan hati wanita dan tidak pernah sekalipun memiliki niat untuk menjalin hubungan yang serius. Karena felix juga tahu, hery bukanlah tipe menikah.


"Aku sudah memperingatkanmu."


"Aku tahu." chris menjawab seadanya, masih dengan raut wajahnya yang terlihat datar tanpa ekspresi. Ia membalikkan badan memunggungi felix dan berniat masuk ke dalam kamar tidurnya.


"Aku belum selesai, chris." Kali ini felix yang balik mencengkram pergelangan tangan chris, memintanya untuk tetap diam.


"Lepaskan aku, felix. Aku lelah." chris memohon, membuat felix luluh dan perlahan melepaskan cengkramannya.


"Berhenti bertemu dengan hery." Ucap felix ketika chris berada di ambang pintu kamarnya.


"Tidak bisa, bodoh. Kami satu kantor, dia bahkan boss-ku."


"Kalau begitu berhenti dari pekerjaanmu."


"Ya, lalu aku akan menjadi seorang gelandangan, brengsek." chris menimpali dengan sedikit gurauan, yang terdengar begitu hampa.


Setelahnya, chris tidak berkata apapun lagi dan tetap memilih untuk masuk ke dalam kamarnya. felix tidak tahu lagi apa yang ia harus perbuat. Ia memilih untuk duduk di sofa, menghela napas dan mmembiarkan chris beristirahat di kamanya.


Yang sebenarnya felix tahu, chris saat ini sedang menangis sendirian di kamarnya.


*


*


*


bersambung

__ADS_1


__ADS_2