Bos Brengsek

Bos Brengsek
chapter 17


__ADS_3

"Apa akhir-akhir ini hery sedang dekat dengan seorang wanita?"


"Dia selalu dekat dengan banyak wanita, kau tahu itu." herno mencibir.


"Maksudku, wanita yang benar-benar serius untuk didekati." felix melanjutkan.


herno tampak berpikir, mengingat-ngingat tentang percintaan adiknya setahun terakhir ini, "Kupikir tidak, sejauh ini hery belum pernah membawa wanita istimewanya ke hadapan ayah dan ibu, ataupun ke hadapanku."


felix memijat keningnya, wajahnya terlihat serius.


"Kalau begitu aku tak akan membiarkan dia menjadikan wanitaku masuk ke dalam daftar salah satu wanita ranjangnya."


Ucapan felix membuat herno terkejut, "Kau sedang terlibat persaingan cinta dengan adikku?" tanyanya penasaran, "Aku senang jika kau sedang belajar untuk mencintai wanita lagi, bung, tapi kupikir kau harus mengalah. Aku sudah lama menunggu hery jatuh cinta lagi."


herno bicara dengan serius, namun sepertinya felix tak terlalu menanggapi.


"Kita bicarakan ini nanti, aku harus segera pergi. Terimakasih untuk waktu dan kopinya!"


felix tersenyum ke arah herno sebelum berjalan cepat meninggalkan kantornya, bergegas masuk ke dalam mobilnya dan melaju menuju tempat yang harus ia datangi. Ia akan menemui chris.


Meskipun hery adalah teman dekatnya, sekaligus adik dari sahabatnya, namun chris baginya adalah seorang adik perempuan yang harus dijaganya. Ia bersumpah akan membunuh hery jika pria itu memintanya untuk kembali bersama kelvin hanya karena khawatir ia gagal membawa chris ke atas ranjangnya.


Sekarang ia mengerti maksud ucapan hery sebelumnya, tentang permintaannya untuk kembali bersama kelvin.


Butuh waktu hampir satu jam untuk datang ke tempat chris bekerja. felix mematikan mesin mobilnya, mengeluarkan ponselnya dan mengirim pesan berisi permintaannya pada chris untuk segera menemuinya di area parkir.


felix nyaris membuka pintu mobilnya saat kedua matanya tak sengaja melihat seseorang yang begitu dikenalnya. Keduanya tampak begitu terkejut, tak mengira mereka akan bertemu.


"kelvin?"


*


*


*

__ADS_1


"kelvin datang menemuiku di lobby bawah,"


chris menghentikan aktifitasnya, ia menoleh ke arah ana kemudian berkata, "Dan kau baru memberitahuku. Kau tahu, aku harus membuatnya pulang dengan bertelanjang kaki."


"Kurasa ia akan seratus kali lebih agresif setelah putus dari felix." ana duduk di hadapan chris.


"Ah, kau benar," chris mengetuk-ngetuk pipinya dengan pena, "apa saja yang kalian bicarakan?"


"Aku ingin felixku kembali', dia terus saja mengatakan hal seperti itu."


"Jadi sekarang kau tahu soal putusnya felix dan kelvin?"


"Tentu saja, honey. Aku cukup terkejut saat kelvin bilang felix memutuskan hubungannya demi persahabatannya denganmu. Sialan, aku mungkin harus berpikir ribuan kali untuk memutuskan vero demi wanita gila sepertimu."


chris menahan tawanya, "Mungkin kau akan membuang vero dalam hitungan detik saat aku memintamu untuk menikahiku."


"Sialan, kau benar." ana membuat chris tertawa.


"Tapi, ana, kenapa dia menemuimu?"


"kelvin berniat mendekatiku karena ia tahu aku cukup dekat dengan felix, dia tak mungkin lupa jika kita bertiga sering menghabiskan waktu bersama. Si gila itu memintaku membantunya untuk mendapatkan felix lagi."


"Tentu saja, ia tak mungkin meminta bantuanmu, bodoh. Sekarang kau masuk ke dalam daftar musuh abadinya."


"Dia tak akan mudah mengalahkanku, aku akan melakukan genjatan senjata."


"Bagus, aku akan membantumu membuat sebuah bom untuk meledakannya." ana mendengus.


"Lupakan soal kelvin, ada sesuatu yang lupa kutunjukan padamu," chris meraih tas pundaknya di atas meja, "hery memberikannya padaku." chris menunjukan kunci kamar hotel pada ana.


"Wow, Presdir kita tidak main-main," ana memegang kunci yang diperlihatkan chris, "kalau begitu ajak saja felix, akan menyenangkan bermain dengan dua orang pria sekaligus. Aku siap menjadi bagian dokumentasi."


"Sialan, aku akan menjadi bintang porno dalam sekejap."


ana tertawa dan memberikan kuncinya pada chris, "Jadi kau belum memutuskan pilihan? Aku tak pernah membayangkan harus ada sebuah pilihan hanya untuk membuat seorang bayi."

__ADS_1


"Sialan, kau pikir membuat bayi semudah membuat adonan kue?"


chris meraih tasnya dan kembali memasukan kunci yang diberikan hery ke dalamnya, dan saat itu juga ia melihat layar ponselnya menyala. Satu pesan singkat diterimanya.


chris tersenyum saat membaca pesan tersebut, "Aku harus segera pergi," chris bangkit dari kursinya dan mencium pipi ana singkat. Ia terlalu senang.


"Hei, setidaknya biarkan aku balas menciummu sebelum kau pergi menemui kesenanganmu itu, bodah!"


*


*


*


chris menyusuri parkiran untuk menemukan felix. Pria itu cukup membuatnya repot karena harus memperhatikan satu persatu mobil yang jumlahnya begitu banyak hanya untuk mencari keberadaan mobil sport merah beserta pemiliknya itu.


chris membuang nafas. Bagaimanapun, balasan yang akan diterimanya nanti akan membayar apa yang ia lakukan sekarang dengan berlipat ganda. Mencari felix ditengah jajaran mobil tak sebanding dengan felix yang akan memberinya seorang bayi.


"Sial, kenapa aku begitu bersemangat?" chris masih mempertahankan senyumnya.


chris mengecek ponselnya, ia sudah membalas pesan felix tapi pria itu tak juga mengirim satu pesan balasan lagi.


chris merasa begitu bodoh karena baru terpikir untuk langsung menghubungi felix. Tak perlu menunggu lama hingga ringtone yang begitu dikenalnya terdengar mengisi parking area yang memang berkonsep indoor. Kedua kakinya melangkah cepat untuk segera menemukan felix.


"Kenapa dia tak mengangkat telponnya?" chris diam-diam menggerutu.


Suara ponsel felix masih terdengar dan chris merasa semakin dekat. Dan saat chris berhasil menemukan sumber suara, ia justru menghentikan langkahnya. Kedua kakinya terasa berat, dan kedua pandangannya seakan kosong.


Tangannya masih berada di ponselnya yang menempel di telinga. chris diam memperhatikan felix yang tepat berada di hadapannya. Sama seperti saat felix menunggunya di parkiran apartemennya, pria itu duduk di dalam mobilnya— hanya saja saat ini ia tak sendiri, ada kelvin yang duduk di sampingnya; dan mereka berdua berciuman.


"Oh,"


Dan saat tersadar chris justru menertawai dirinya sendiri seperti wanita gila. chris memutus telponnya, ia bahkan berpikir felix mungkin terlalu menikmati kebersamaannya dengan kelvin hingga menghiraukan panggilannya.


chris merasa seperti baru saja menangkap kekasihnya yang berselingkuh dengan wanita lain. Kedua matanya memerah dan ia merasa kecewa. felix lagi-lagi mengkhianati ucapannya sendiri. Jika felix memang serius berpisah dengan kelvin, pria itu tak mungkin mencium kelvin.

__ADS_1


Apa yang baru saja dilihatnya sudah cukup untuk menjelaskan semuanya, chris tahu bahwa felix tak serius dengan ucapannya.


bersambung


__ADS_2