
Tiba-tiba ponsel chris berdering saat felix baru saja menyalip satu mobil di depannya. chris segera merogoh tas pundaknya dan mendapati hery yang mengirim pesan singkat.
"Langsung datang ke hotel, tak perlu pulang ke apartemen hanya untuk mandi karena kau akan melakukannya denganku nanti."
Pesan singkat hery tiba-tiba saja membuat ketegangan chris serasa tak terkendali. Hanya dengan membaca kata hotel membuat pikirannya tak terfokus.
"Mandi bersama ... astaga, hery." bahkan Sakura rasanya tak sanggup untuk membayangkan lebih lanjut.
felix melirik ke arah chris. "Oh, anak sialan," ujar felix yang mendengar gumaman chris tadi.
"felix, kita putar arah, hery memintaku untuk langsung datang ke hotel."
felix tak banyak berbicara dan segera memutar arah, menuruti ucapan chris.
"chris, aku hanya ingin mengingatkan sesuatu." felix menoleh ke arah chris, kemudian ia kembali menatap lurus ke depan.
"Apa?"
"Jangan libatkan perasaanmu dengan pria seperti hery."
Suara felix terdengar serius namun hal tersebut justru memancing tawa chris.
"felix, kau terlalu mengkhawatirkanku!" chris menepuk pundak felix, kemudian menyandarkan kepalanya di sana. "Terima kasih, tapi kau juga tahu bahwa aku bukan tipe menikah. Aku bukan lagi seorang wanita yang akan menghabiskan waktuku untuk berkomitmen dengan pria, itulah alasanku ingin memiliki seorang bayi."
felix tersenyum, kemudian mengacak rambut chris. "Senang mendengarnya."
*
*
*
__ADS_1
chris berhasil datang ke hotel sendirian. Sebelumnya felix bersikeras untuk menemaninya, selain hanya mengantarnya sampai di luar hotel. Pria itu ingin bertemu hery terlebih dahulu dan bahkan berniat mengantarnya hingga masuk ke dalam kamar.
chris butuh waktu untuk meyakinkan felix dan berkata padanya bahwa hery tak ada di dalam, pria itu akan datang sedikit terlambat. Dan segala bujuk rayunya membuahkan hasil dengan felix yang mengurungkan niat untuk ikut ke dalam hotel.
chris saat ini berada di depan pintu utama, bertemu dengan seorang pelayan yang membimbingnya dengan menyerahkan kunci hotel.
Pandangannya menyapu orang-orang yang berada di lobby bawah, chris berpikir bahwa felix terlalu berlebihan dengan membawanya ke hotel kelas atas seperti ini hanya untuk melakukan **** satu malam.
chris pernah mendebatkan hal ini dengan hery, dan pria itu beralasan ia yang akan menanggung biayanya karena ia memang menghasilkan uang lebih banyak dari chris.
Lagipula chris harus menabung untuk keperluan anaknya nanti, dan itu memang masuk akal meskipun awalnya ia keberatan.
Dan saat ini chris merasa bahwa dirinya terlihat konyol, hery membuatnya datang ke hotel dengan tujuan yang lebih mirip untuk berbisnis.
Pria itu tak mengijinkannya untuk pulang ke apartemennya terlebih dahulu hanya untuk mandi dan berganti pakaian yang layak.
Tanpa terasa chris sudah berada di lorong lantai satu yang akan membawanya menuju kamar. chris membuka pintunya dan berjalan masuk ke dalam.
chris duduk di atas ranjang dan menikmati aroma bunga lily yang mampu meredam kegugupannya. hery tak berada disini namun pria itu mampu membuat chris tersentuh dengan segala usahanya.
"Oh, apa ini untukku?"
Kedua tangannya terulur mengambil sebuah kotak berukuran sedang di atas meja nakas. Kotak berbalut sampul merah dengan sebuah pita cantik yang berada di atasnya.
chris tak perlu bertanya pada hery terlebih dahulu, bahkan pria itu dengan berbaik hati menulis namanya di sebuah kertas kecil yang terdapat di atas kotak tersebut untuk mengurangi kebingungannya.
Wajah chris merona saat melihat sebuah lingerie terdapat di dalam kotak tersebut. Setelah membelikannya satu set bra dan celana dalam, hery masih memberinya lingerie cantik berwarna hijau emerald.
"Sangat indah...," ujar chris tanpa sadar.
Kedua matanya terfokus pada lingerie tipis yang sebentar lagi akan membalut tubuhnya. Entah mengapa namun ia tak sabar untuk memakai ini di depan hery dan melihat reaksinya. Setidaknya ia akan membuat hery senang sebagai balasan atas segala hal baik yang telah pria itu lakukan.
__ADS_1
chris kembali menaruh lingerie itu ke tempat semula. Setelah dibuat terpana dengan semua keindahan yang disiapkan hery, chris berjalan masuk ke dalam kamar mandi. Bahkan ruangan di pojok kamar ini pun tak luput dari perhatian hery, pria itu mungkin menyuruh seseorang untuk membuat lebih nyaman dengan menambahkan aroma terapi yang menenangkan di dalamnya.
chris memutuskan untuk mandi lebih awal, mungkin hery tak menyukainya namun membersihkan seluruh tubuhnya adalah hal yang benar-benar chris butuhkan saat ini.
chris mandi dengan cepat namun ia memastikan tubuhnya bersih. chris memakai jubah mandi karena ia tak membawa pakaian ganti. Sekarang ia tahu kenapa hery membelikannya pakaian dalam, chris berterima kasih karena setidaknya ia masih bisa memakai pakaian dalam baru saat pulang nanti.
Ponselnya berdering saat chris baru saja menalikan tali jubahnya. hery menghubunginya.
"Buka pintunya."
chris segera menghampiri pintu, masih dengan ponselnya yang menempel di telinga. Ia membuka pintu dan hery berdiri di hadapannya saat ini. Wajah pria itu terlihat lelah, namun ia masih bisa menampilkan seringainya seperti biasa.
"Apa kau menunggu terlalu lama?" hery masuk begitu saja.
chris menutup pintu dan mematikan sambungan telponnya. Ia menggeleng cepat.
"Tidak juga."
hery mengangguk dan membuka jasnya, chris mencoba menjaga matanya dari tubuh bagian atas hery yang hanya berbalut kemeja putih.
"Hei, kau curang." hery menatapnya tajam. chris memperhatikan tubuhnya dan mengerti maksud hery.
"Maaf, tapi aku tak bisa menahannya lagi." chris tersenyum canggung kemudian duduk di atas ranjang.
"Kalau begitu kita akan tetap mandi bersama setelah melakukannya."
*
*
bersambung
__ADS_1