Bos Brengsek

Bos Brengsek
chapter 26


__ADS_3

Sekali lagi chris beruntung karena hery masih berbaik hati membelikannya pakaian dalam. Ia masih bisa pulang dengan keadaan nyaman meskipun tetap dalam setelan pakaian kerjanya, yang sejujurnya memang sedikit menyusahkan. Terlebih ini adalah hari minggu. Memangnya berapa banyak orang yang memakai pakaian kerja di hari minggu sepertinya?


chris berniat pulang dengan taksi namun felix tiba-tiba mengirimnya pesan dan mengatakan akan menjemputnya sekarang juga. Ini yang selalu mereka sebut insting persahabatan, selalu ada di saat membutuhkan.


chris menunggu di lobby hotel selama kurang lebih 15 menit hingga felix datang menjemputnya menggunakan mobil miliknya sendiri.


"Mobilmu terparkir rapih di parkiran apartemenmu," ujar felix saat chris bertanya dimana keberadaan mobilnya.


Setidaknya chris harus memastikan benda termahal yang dimilikinya itu baik-baik saja. Meski tak semewah mobil milik felix atau hery sekalipun, mobil itu sangat berharga baginya. Mobil yang menjadi bukti kerja kerasnya sebagai pegawai kantoran— yang meskipun hanya seorang pegawai biasa.


"Kau baik-baik saja?" tanya felix membuka pembicaraan.


chris yang duduk di sampingnya menoleh. "felix, kau kembali bersikap berlebihan." ia tersenyum.


"chris, aku tahu kau tak siap untuk semua itu."


"Tapi aku bisa melakukannya dan aku baik-baik saja," timpal chris cepat. Memperlihatkan senyum lebarnya, meyakinkan pada felix bahwa ia baik-baik saja. Sebuah **** malam yang hebat akan membuat pagi yang hebat juga untuk chris.


"Apa hery kasar padamu? Maksudku, apa dia memperlakukanmu dengan baik?"


chris terkekeh mendengar pertanyaan polos felix. Pria itu masih saja memperlihatkan rasa khawatirnya.


"Apa kau pernah melakukan **** dengan seorang wanita?"


Pertanyaan chria sontak membuat felix terkejut, kedua matanya terbuka lebar. "Demi Tuhan, chris, tentu saja aku pernah melakukannya. Aku bahkan pertama kali melakukannya saat baru memasuki sekolah menengah pertama."


chris menatap jengah felix yang membanggakan dirinya sendiri. "Apa yang kau lakukan saat itu?" tanya chris kemudian.


"Karena wanita itu adalah kekasih pertamaku, jadi aku menyebutnya bercinta. Singkatnya, aku memasukan milikku ke dalamnya."


chris mengulum senyumnya. "Kalau begitu kau sudah mendapat jawaban atas pertanyaanmu tadi. hery juga melakukan hal yang sama padaku, jadi kau tak perlu khawatir lagi." sebelah tangannya terulur dan mengusap pundak felix.


"Tapi kau bukan bercinta, kau melakukan ****."


Ucapan felix membuat chris sesaat membungkam mulutnya. Memikirkan jawaban apa yang akan ia berikan pada felix. Ini bukan berarti ia mengharapkan apa yang hery lakukan tadi malam bersamanya bisa disebut bercinta, ia hanya sedang berpikir bagaimana caranya meyakinkan felix bahwa ia baik-baik saja. Entah itu ia bercinta atau sekedar melakukan **** sekalipun.


"Kami melakukan ****, tapi ia memperlakukanku seperti kami sedang bercinta," ujar chris pada akhirnya, dan ia memang berkata jujur.


Kedua mata felix kembali membulat. "Oh, benarkah?"

__ADS_1


chris mengangguk. "Ya, kak felix." kemudian tersenyum manis.


felix menoleh. "Wow, sudah berapa lama kau tak memanggilku dengan sebutan seperti itu?"


"Aku hanya akan memanggilmu seperti itu saat keadaan hatiku sedang baik," jawab chris asal. Sebenarnya ia hanya ingin mengalihkan pembicaraan tentang bagaimana ia menghabiskan malamnya bersama hery.


"Jadi saat ini hatimu dalam keadaan baik?"


chris kembali mengangguk antusias. "Ya, hanya saja perutku sangat lapar."


"Jadi hery tak memberimu sarapan?"


"felix, jangan memulainya lagi." chris menghela nafas.


"Baiklah," ujar felix, ia kembali mengalah. "apa yang ingin kau makan pagi ini?"


"Apapun, asalkan dapat membuat perutku tak merasa lapar lagi."


felix tersenyum geli. "Oke."


*


*


*


"hery tak punya alasan untuk menghubungiku lagi, felix."


chris yang baru mengganti pakaiannya kerjanya menghampiri felix, mengikat rambutnya dengan gaya ponytail dan merebahkan tubuhnya, menjadikan kedua paha pria itu sebagai bantalan kepalanya.


"Sialan, bahkan ia tak tahu bagaimana kau pulang."


chris segera mencubit paha felix, cukup keras hingga membuat pria itu meringis. "Kau mulai lagi!"


"Dan tidak ada ucapan terima kasih karena aku sudah mengantarmu pulang? Tidak sopan," ucap felix dengan wajah masam yang dibuat-buat.


"Masa bodoh, aku memang tidak sopan. Kau tahu itu." chris menjulurkan lidahnya kemudian tertawa saat felix menghadiahi sebuah tarikan keras di hidungnya.


Sebagai seorang sahabat, chris tahu bahwa felic begitu memperhatikannya. Tak hanya felix, ana pun melakukan hal yang sama. Wanita itu terus mengirimnya pesan singkat dan menghubunginya saat di perjalanan tadi.

__ADS_1


chris beruntung memiliki sahabat seperti mereka. ana lebih menunjukkan rasa sayangnya dengan segala bentuk dukungan dan beberapa masukkannya yang terkadang gila namun sedikit masuk akal. Sedangkan felix berbeda, pria itu lebih menunjukkan rasa sayangnya sebagai seorang sahabat dengan bersikap protective. Ini mirip seperti brother complex.


Dan entah mengapa felix semakin hari semakin over protecive. Terlebih semenjak datangnya hery dan sejak putus hubungan dengan kelvin.


"Apa yang kau lakukan dengan payudaramu? Terakhir kuingat masih sebesar kiwi, itupun dibelah dua," ucap felix tiba-tiba, memandangi payudara chris yang memang terpampang jelas di hadapannya, mengingat chris yang saat ini hanya memakai tank top merah muda dengan bagian dada yang rendah.


"Sialan, sejak kapan kau tertarik dengan milik wanita?" chris merubah posisinya menjadi duduk seperti apa yang dilakukan felix saat ini. Kedua matanya membulat, yang anehnya justru terlihat begitu antusias.


felix mengulum senyumnya. "Tidak, chris, aku seorang gay," ucapnya pelan. "tapi terkadang aku merasa ... aku merindukan jati diriku sebagai seorang pria sejati."


Tatapan chris berubah, menatap felix dengan pandangan simpati. Satu tangannya tergerak, meraih tangan felix yang berada di sampingnya dan menggenggamnya.


"Tak ada salahnya untuk mencoba," ucap chris meyakinkan.


Akhir-akhir ini chris selalu merasa bahwa ia adalah satu-satunya orang yang memiliki kehidupan paling menyedihkan. Namun melihat felix yang seperti saat ini, ia sadar bahwa diselingkuhi oleh tunangan yang hampir menikahinya tak lebih menyedihkan dari seseorang yang tak mau mengakui dirinya sendiri sebagai seorang gay.


chris masih mengingat seperti apa felix saat mereka masih remaja, semua wanita di sekolah menyebutnya seorang playboy kelas kakap! felix sering berkencan dengan wanita yang berbeda, memiliki banyak kekasih, itupun belum termasuk beberapa wanita nakal yang berada di belakangnya.


chris cukup yakin bahwa felix adalah seorang playboy sejati, hingga ia tahu apa alasan utama felix memiliki banyak wanita; pria itu tak mau mengakui dirinya yang menyukai sesama jenis. Ia ingin menyakinkan dirinya sendiri bahwa ia sama seperti teman-temannya yang lain, yaitu dapat mencintai wanita.


chris adalah orang pertama yang tahu tentang hal tersebut, bahkan hingga sekarang tak satupun dari keluarganya yang mengetahui hal tersebut.


Dan saat menginjak bangku kuliah, felix bertemu dengan kelvin. Pria itu yang membuatnya menjadi dirinya sendiri. kelvin adalah orang pertama yang membuatnya berani mengakui dirinya sendiri bahwa ia adalah seorang gay. Dan dengan kelvin juga ia pertama kali benar-benar menjalin hubungan dengan seorang pria.


Namun saat ini, setelah ia putus dengan kelvin, ia justru merindukan jati dirinya sebagai seorang pria. Jauh di dalam dirinya, ia ingin mencintai seorang wanita.


"Jika kau pernah berkata bahwa ingin membantuku dengan mencarikan seorang pria yang rela mendonorkan spermanya, maka saat ini juga aku akan membantumu mencarikan seorang wanita yang rela membuka kedua pahanya di hadapanmu. Membantumu untuk menjadi seorang pria sejati!"


felix menahan tawanya melihat wajah chris yang bersungguh-sungguh.


"Tidak, chris, lupakan saja." felix mengibaskan sebelah tangannya tanda menolak, masih dengan raut geli menahan tawa.


"Lihat, sekarang siapa yang tak tahu terima kasih?" kedua mata chris menatap sinis.


"Oke, terima kasih, chris," ujar felix seraya tersenyum, kemudian mengacak rambut chris seperti biasa.


*


*

__ADS_1


*


bersambung


__ADS_2