Bos Brengsek

Bos Brengsek
chapter 16


__ADS_3

"Saudara kembar! Aku disini!"


ana mengernyit ngeri mendengar sapaan kelvin, "Saudara kembar katamu?" ana duduk di hadapan kelvin.


Saat salah satu rekannya berkata bahwa ada yang menunggunya di lobby bawah, ana sama sekali tak berpikir bahwa orang itu adalah kelvin.


ana tentu mengenal siapa kelvin. Baginya, kelvin adalah pria yang sangat menyebalkan. Meskipun ia cukup dekat dengan felix, namun hal tersebut tak berlaku dengan kelvin. Sama halnya dengan hubungan antara chris dan kelvin.


"Hei, kita ini 'kan memang saudara kembar! Lihat, rambut dan warna kulit kita sama!" kelvin menarik-narik helaian rambut pirang ana, dan saat itu juga ana nyaris menjambak kelvin sebagai balasan.


ana masih ingat, ia lah yang pertama kali menyebut kelvin sebagai saudara kembarnya. Saat itu mereka baru pertama kali bertemu dan ana mencoba mencairkan suasana dengan leluconnya. Namun hal tersebut jutsru menyulut kemarahan ana karena kelvin berkata 'Kau lebih mirip dengan pig dibanding denganku, ana'.


Dan saat ini, justru pria itu memanggilnya saudara kembar.


"Aku merindukanmu! Bagaimana kabarmu,ana?"


ana mendesis sebal, "Menjengkelkan, aku ingin menarik mulutmu!" ana mengambil vas bunga yang terdapat di atas meja dan bersiap untuk melemparnya ke arah kelvin, "Apa maumu, bodoh?"


*


*


*


"Halo, herry,"

__ADS_1


herry menatap jalanan luas dari jendela besar di ruangannya, tatapannya tiba-tiba tak terfokus saat felix mengangkat telponnya.


"Ada handuk di leherku, aku hampir masuk ke kamar mandi saat kau menghubungiku, jadi cepat katakan apa yang ingin kau bicarakan sebelum ponselku ikut masuk ke dalam bathtub."


Satu tangannya masuk ke dalam saku celananya. Beberapa detik herry diam, ia sedang memikirkan kata yang pas untuk memulai percakapannya dengan felix


"Sejak kapan kau putus dengan kelvin?" Oke, herry bukan tipe orang yang suka berbasa-basi. Untuk apa juga ia berpikir lama jika mulutnya yang terkadang semaunya sendiri sudah lebih dulu mengambil tindakan.


Seketika suara felix menghilang, herry berpikir mungkin pria itu sedang merenung atau ucapannya membuat felix seketika merindukan kelvin.


"Jadi kau menghubungiku hanya untuk menanyakan kelvin?"


herry mendecih, "Hey, gila, aku menanyakan hubungan kalian berdua, bukan kelvin." mulut sialan, herry menggerutu dalam hati.


herry sudah bertekad untuk berbicara baik-baik dengan felix. Ia melakukan ini semata-mata untuk menyelamatkan kontraknya bersama chris. Dan mulut sialannya lagi-lagi berbiacara tanpa kendali.


Jika hery sedang tak berada di kantor, mungkin saat ini juga beberapa barang sudah terlempar ke dinding sebagai pelampiasan rasa kesalnya. Kalian begitu manis saat bersama, hery tak percaya sudah mengatakan hal tersebut untuk menggambarkan hubungan tabu felix dan kelvin. hery bahkan dengan jelas mendengar felix tertawa.


"Aku butuh kehidupan yang tenang, felix."


Satu alis felix terangkat, "Maka hiduplah dengan orang yang kau cintai," ujarnya asal.


"Kau tau apa soal cinta, heh?"


Ucapan felix sukses membuat hery memaki.

__ADS_1


"felix," hery duduk di sofa ruangannya, "kembalilah pada kelvin."


"Sebelumnya kau menyebut kami pasangan gila."


hery melonggarkan dasinya, ia hanya mengobrol dengan felix melalui ponselnya namun hal tersebut membuatnya kegerahan. hery juga merasa bahwa felix sudah membuat otaknya berpikir terlalu keras, ia terus memikirkan kalimat apa yang pantas untuk diucapkan pada pria itu.


"Sebenarnya ini tentang herno, dia berkata bahwa dia sangat sedih melihat kedua sahabatnya berpisah."


*


*


*


"Aku tak pernah berkata seperti itu, aku bersumpah."


herno menaruh cangkir kopinya di meja. Saat ini felix berada di hadapannya, duduk di depan meja yang sama.


"Ah, begitu?" felix menggaruk tengkuknya.


"Aku hanya pernah berkata bahwa aku mendukung apapun keputusan kalian, kau lupa?"


Ucapan herno membuat felix tersenyum, "Tidak, aku tidak lupa."felix ikut menyesap kopinya, diam-diam ia memikirkan sesuatu. Sesuatu yang mungkin akan menjadi kabar baik ataupun kabar yang sangat buruk.


Siang ini herno menyempatkan waktunya di kantor untuk bertemu felix. Dia selalu menyempatkan waktu berharganya untuk orang-orang terdekatnya, sesibuk apapun keadaannya.

__ADS_1


bersambung


__ADS_2