
hery ikut duduk di samping chris. Ia tahu bahwa wanita itu sedang menahan diri, ia tahu bahwa chris sedang gugup.
"Mau makan sesuatu?" hery mencoba mencairkan suasana.
chris mengangguk pelan. "Ya, hery, aku lapar sekali." dan sejujurnya ia baru saja berbohong. Bahkan rasanya chris ingin muntah hanya dengan memikirkan makanan. Ketegangan di dalam dirinya benar-benar menguasai.
hery tersenyum tipis. "Baiklah, aku akan memesan dan kau menunggu selagi aku mandi." hery berdiri dan meraih gagang telpon di atas meja. Memesan sesuatu untuk makan malam.
"hery," ucapannya membuat pria itu menoleh. "terima kasih untuk semuanya. Aku tersanjung, kau begitu manis."chris tersenyum tulus.
hery yang sedang berbicara dengan pelayan hotel di sambungan telepon pun mengangguk.
"Dengan senang hati, chris. Apapun untukmu," jawab hery.
Setelah memesan makan malam, hery segera memutuskan untuk membersihkan diri selagi chris menunggu di atas ranjang. Tidak, chris bukan tak sabar untuk berada di atas ranjang bersama hery, wanita itu terlalu gugup bahkan hanya untuk berpindah tempat.
Suara air dari dalam kamar mandi menambah rasa tegangnya. hery akan segera menyelesaikan mandinya dan setelah menyantap makan malam bersama, pria itu akan segera menyantapnya. Sialan, ia baru saja menyamakan dirinya sendiri dengan makan malam di hotel ini.
Seorang pelayan datang membawakan makanan, dan chris sedikit malu saat menyadari dirinya dalam balutan jubah mandi meskipun pelayan yang mengantar makan malam ini adalah seorang wanita.
__ADS_1
"Terima kasih," ucap chris seraya tersenyum pada pelayan tadi.
chris berhasil berpindah tempat dengan duduk di depan meja yang akan menjadi tempatnya menghabiskan makan malam bersama hery.
Tak lama hery menyelesaikan mandinya dan hery ikut bergabung bersama chris. Pria itu seperti sedang menggodanya, duduk di hadapannya dengan bertelanjang dada dan handuk yang berada di sekitar pundaknya. Sekali lagi chris menjaga matanya dari hery dan lebih memilih memperhatikan makanan.
Perut kokoh hery seakan lebih menggoda matanya di banding hidangan mewah di atas meja.
"chris, kau membuatku terangsang hanya dengan duduk di hadapanku seperti ini."
Pipi chris memerah mendengar kalimat itu. Dan hery tak tahu bahwa ia ingin sekali mengatakan hal yang sama.
"Aku serius, kau membuatku harus menyantap makan malam dalam keadaan keras. Kau menyiksaku."
chris memilih bungkam dan ikut menyantap makan malamnya seperti hery. chris tergoda untuk meminum wine namun hery tak mengijinkannya.
"Aku tak akan membiarkanmu mabuk dan tak mengingat apa yang akan kita lakukan nanti." hery menekankan ucapannya.
"Baiklah." chris membuang nafas.
__ADS_1
Mereka menghabiskan makan malam dalam diam. Untuk pertama kalinya chris lebih banyak diam di banding hery, dan sebaliknya.
"Benda itu, apa kau menyukainya?" hery menunjuk lingerie yang berada di atas meja nakas.
chris kembali tersipu. "Sangat, terima kasih." chris berdiri dan mengambil lingerie yang berada di dalam kotak tadi.
hery menghampirinya dan berdiri di belakangnya, memeluk pinggang chris dan menaruh wajahnya di antara perpotongan leher wanita di hadapannya tersebut.
"Kau tahu Sakura, aku sudah membayangkan betapa seksinya kamu dalam balutan lingerie hijau. Warna hijau sangat cocok untukmu ." hery menggeram rendah dan mengecup leher chris.
"Kau memilih yang terbaik," puji chris. Ia merasa terbuai dengan apa yang hery lakukan saat ini.
"Hn, sekarang persiapkan dirimu." hery melepas pelukannya dan membiarkan chris untuk mengganti jubah mandinya dengan lingerie.
chris melesat masuk ke dalam kamar mandi. Setelah menggantung jubah mandinya, ia mengganti celana dalamnya dengan thong, ia melepas branya dan memakai lingerie. Tak ada kancing ataupun resleting, hanya pita satin di bagian tengah yang mengikat tubuhnya. Sekilas chris menatap bayangan dirinya sendiri di cermin, dan ini adalah pertama kalinya ia merasa begitu seksi.
*
*
__ADS_1
bersambung