Bos Brengsek

Bos Brengsek
chapter 28


__ADS_3

2 minggu kemudian


chris cukup yakin bahwa ia sudah melewati masanya. Meskipun cukup sulit membuat seorang wanita hamil dalam sekali percobaan, setidaknya ia berharap banyak karena ia melakukannya bersama hery.


hery, ia tahu seberapa bagus pria-pria dari keluarga tersebut. ana bahkan dengan gilanya menyebut mereka sebagai dewa, lebih tepatnya dewa ****, melihat seperti apa rupa seseorang yang menyandang nama wijaya di depannya.


Saat ini chris berada di toilet kantornya, dan mungkin sebentar lagi ia akan menjadi penghuni tetap toilet karena dalam dua minggu ini sering datang ke tempat itu. Ia berulang kali memastikan bahwa ia tak mengalami menstruasi.


Hari ini adalah kedua kalinya ia datang ke toilet, hanya saja kali ini ia datang memang membutuhkannya. Ia sudah menahannya selama lima menit dan pergi ke toilet untuk buang air kecil.


Dan saat itu juga, betapa terkejutnya saat ia melihat darah di celana dalamnya.


Menstruasi.


Ini pertama kalinya ia memandangi pakaian dalamnya sendiri. Wajahnya memanas, dan ia merasa mungkin seseorang di luar sana akan merasa heran jika melihatnya menangis hanya karena menstruasi.


chris segera meninggalkan toilet dan menyisiri kantor dengan pikiran kacau. Ia masuk ke dalam ruangan hery, mengabaikan teriakan Karin yang melarangnya untuk masuk, dan menghampiri hery yang sedang mengobrol dengan rekan kerjanya.


hery cukup terkejut dengan kedatangan chris, ia pun meminta untuk menunda pertemuan dengan rekannya tadi dan membiarkan chris mengambil waktunya. Ia kembali terkejut saat chris baru saja menutup pintunya dengan sedikit keras.


hery tak cukup siap saat chris yang tiba-tiba memeluknya. Bahu wanita itu bergetar, dan rasanya hery sedikit canggung untuk balas memeluk chris, meskipun ia ingin membuatnya tenang. Saat ini chris terlihat begitu kacau.


Namun dengan instingnya, perlahan kedua tangannya terangkat dan menyentuh punggung chris. Sebelumnya ia tak pernah berpelukan seperti ini dengan seorang wanita, mengusap punggungnya, tapi saat ini ia benar-benar melakukannya!


"chris?" hery tak tahu apa yang harus ia ucapkan.


chris mengendurkan pelukannya hingga benar-benar terlepas. Ia baru menyadari bahwa saat ini bertingkah bodoh di depan hery, mengganggu pekerjaannya dan bahkan dengan tanpa malu memeluknya seperti tadi.


"Maafkan aku," ucapnya dengan suara yang terdengar serak.


"Tak apa," jawab hery kemudian membawa chris untuk duduk di sofa.


Sesaat hery memandangi chris, membiarkan wanita untuk mengambil nafas dan mencoba menetralkannya.


"hery, aku ... aku menstruasi." dan rasanya chris ingin menangis lagi saat mengatakannya.

__ADS_1


hery diam sesaat, kemudian berkata, "Apa terasa sakit? Aku akan menyuruh seseorang di ruang kesehatan untuk membawakanmu obat," ucapnya.


"Kau tak mengerti maksudnya?" chris menatap hery tak percaya, sedangkan pria itu kembali diam. "Itu artinya aku tak hamil!" dan saat itu juga chris kembali menangis.


"Oh ... ya." dan hery merasa seperti seorang anak laki-laki yang bodoh. "Tak apa, kita akan mencobanya lagi," katanya, kemudian menarik chris dan memeluknya.


*


*


Sudah hampir setengah jam dan chris masih menangis karena menstruasi yang dialaminya. hery sebenarnya tak begitu mengerti mengapa chris harus menangis hanya karena menstruasi, meskipun ia tahu chris menangis karena hal tersebut membuatnya tak hamil.


Hanya saja ia berpikir, setidaknya mereka masih bisa melakukannya lagi dan bahkan ia berjanji akan membuat chris hamil di percobaan kedua, namun hal tersebut tak lantas membuat chris berhenti menangis.


Apapun yang hery ucapkan tak bisa membuat chris seperti bocah berusia lima tahun yang akan berhenti menangis setelah dibelikan permen kapas. Tentu saja, chris bukan anak berusia lima tahun. Lagipula chris menginginkan seorang bayi, bukan sebuah permen kapas.


"Bagaimana jika aku memang tak bisa hamil? Bagaimana jika aku mengidap sebuah penyakit kronis yang membuatku tak bisa hamil?"


Dan chris kembali menangis.


chris tak tahu bahwa hery juga rasanya ingin menangis— menangis dengan kedua tangannya yang menjambak rambut dan tubuhnya yang berguling di lantai seperti seorang pria mabuk; tepatnya seperti pria gila karena kehilangan akal. hery tak tahan menghabiskan setengah jam di dalam ruangannya hanya untuk melihat chris menangis.


'Jadi sebenarnya kau berniat membuatnya hamil atau menangis, adikku tersayang?"


hery bahkan rasanya dapat mendengar suara herno di telinganya, mengejeknya karena gagal— tidak, menyebut hal ini sebagai kegagalan sama saja mencoreng harga dirinya sebagai seorang wijaya. Ia tidak gagal, ini hanya karena chris yang memang belum waktunya untuk hamil. Ya, hery yakin karena itu.


"chris," panggil hery seraya mengusap wajahnya kasar. chris mengadah saat hery menyebut namanya, menatapnya dengan kedua mata yang basah dan memerah. hery menghela nafas dan berkata, "Bisakah kau berhenti menangis?"


Kedua mata chris membulat mendengar pertanyaan hery. Pria itu mungkin merasa terganggu dan muak dengan melodrama dadakan yang baru saja ia tampilkan. Tentu saja, ia mengambil waktu hery dan dengan seenaknya memakai pundak pria itu untuk tempat menangis. Wanita sialan mana yang berani melakukannya?


chris segera melepaskan pelukannya, dan untuk beberapa saat keduanya sama-sama terdiam. Saling menatap dan tak berbicara sedikitpun.


Ketika chris akan membuka mulut untuk lebih dulu berbicara, tiba-tiba hery membuatnya harus menggeser duduknya karena pria itu yang mendekatkan wajahnya. Dan saat hery melingkarkan tangan di pinggangnya dengan badan yang membungkuk dan wajahnya tepat berada di depan perutnya, chris merasa rona merah menjalar di sekitar wajahnya.


"chris," gumam hery, ia memegang perut chris dan mengusapnya pelan. "aku bisa mendengarnya, ini terdengar seperti tendangan kuat seorang pemain sepak bola. Apa ia akan menjadi pemain sepak bola?" sesaat hery mengadah menatap chris, wajahnya terlihat serius dengan satu alisnya yang terangkat.

__ADS_1


Sontak ucapan hery membuat rona merah di wajah chris semakin menjadi. hery bertingkah seolah sedang mencoba merasakan kehadiran bayinya dengan menempelkan telinganya pada perut chris. Hal tersebut membuat chris merasakan sensasi menggelitik di dalam perutnya.


Tubuh chris entah mengapa seperti berhenti bergerak, seakan merespon apa yang dilakukan hery dengan diam seperti anak manis. Lebih tepatnya seperti seorang wanita hamil yang membiarkan prianya mendengar keberadaan calon anaknya.


Oh, ini gila.


"Mungkin tendangan ini adalah bentuk protes karena calon ibunya yang menangis seperti big baby.Ia lebih suka calon ibunya yang garang seperti biasa, seperti seorang monster. Oh, kupikir aku setuju." hery menganggukan kepalanya, mengiyakan ucapannya sendiri.


chris yang sedari tadi menggigit bibirnya tak bisa lagi menahan tawanya. "Oh, astaga." chris mengibaskan kedua tangannya di depan wajahnya yang memerah. Ia tiba-tiba merasa kepanasan.


hery yang melihat hal tersebut pun menyeringai. Meskipun kedua mata chris kini terlihat sembab dengan wajah yang memerah padam, setidaknya hery merasa lega karena chris masih bisa kembali tertawa.


Jika sebelumnya ia merasa jengah setiap kali melihat herno yang berkata 'Oh, anak ayah yang tampan baru saja menendang!' di depan perut Hana, kali ini ia ingin berterima kasih pada kebiasaan kakaknya tersebut. Setidaknya ia tahu bagaimana cara membuat chris berhenti menangis.


"Lihat, siapa yang baru saja tertawa?" hery bersandar dengan kedua tangan yang terlipat di dada, menatap chris dengan seringai khasnya.


"Kau ... menjengkelkan," cibir chris, kemudian tersenyum geli.


"Mungkin itu salah satu kekuranganku," ujar hery yang justru terdengar sombong. "karena kupikir menjadi pria yang terlalu sempurna itu tak terlalu baik untuk wanita."


"Terserah apa katamu, tuan hampir sempurna." chris memutar kedua matanya, tak habis pikir dengan apa yang baru saja diucapkan hery.


"Tidak ada ucapan terima kasih karena sudah menghiburmu?" hery mengambil selembar tissue di hadapannya dan memberikannya pada chris.


chris memakai tissue yang diberikan hery untuk mengelap air yang menggenang di pelupuk matanya. Ia mengulum senyumnya dan berkata, "Tidak ada, kau justru membuatku semakin ingin menangis," ujarnya berbohong.


"Menangis tak akan membuatmu hamil. Hanya aku yang bisa membuatmu hamil."


"Nyatanya kau belum berhasil membuatku hamil." chris menatap sinis seperti biasa.


"Sialan, chris, aku tersinggung," ujar hery yang kembali memancing tawa chris.


*


*

__ADS_1


*


bersambung


__ADS_2