Bos Brengsek

Bos Brengsek
chapter 32


__ADS_3

Baik hery maupun chris secara bersamaan menoleh, mencari sumber suara dan menemukan seorang pria berambut merah yang berjalan mendekat dari arah melakang.


Dan saat itu juga kedua mata chris membulat menyadari siapa pria yang baru saja menyebut namanya.


Ia bahkan kini bisa merasakannya, jantung sialannya berdetak dua kali lebih cepat dari biasanya. Dan ia merasa tiba-tiba menjadi seorang idiot yang bahkan untuk menjawab pertanyaan yang lebih berupa saapaan saja rasanya tak bisa. Mulutnya terasa kaku.


"Ya, chris" pria itu kembali mengulang ucapannya, hanya saja kali ini dengan sebuah senyuman di bibirnya.


hery tak tahu siapa pria di hadapannya saat ini. Yang ia tahu, pertemuan chris dengan pria itu sepertinya bukanlah pertanda bagus.


Pria itu mungkin saja bukan salah satu teman atau sekedar kenalan yang baik. Terlihat dari bagaimana cara pria itu tersenyum, hery tahu bahwa ada sesuatu yang tak baik terjadi di antara keduanya.


Saat chris melihat siapa pria yang berdiri di hadapannya saat ini, ia merasa begitu bodoh karena tak bertanya sebelumnya pada hery.


Bertanya tentang pernikahan yang akan mereka datangi. Karena sebelumnya chris merasa itu tak terlalu penting. Namun saat ini mungkin berbeda.


"Katakan …," chris berbicara dengan mata yang masih menatap lekat pria berambut merah di hadapannya tersebut. "siapa … pernikahan siapa yang saat ini aku datangi?"


"Pernikahan hiko dan Kinan," jawab hery.


Dan ucapan hery sukses membuat chris seakan merasa jantungnya berhenti berdetak. Ia bahkan berpikir mungkin hery akan pulang dengan seorang wanita yang sudah tak bernyawa. chris saat ini benar-benar berharap seseorang akan dengan senang hati membunuhnya.


"Cukup mengejutkan bisa bertemu denganmu disini. Maksudku, rasanya pasti akan sedikit sulit."


chris masih mematung di tempatnya. Menatap pria berambut merah itu dengan tatapan tak percaya.


"Oh, ya." Dan hanya itulah yang terdengar dari mulut chris.


hery menunduk saat tangannya yang tiba-tiba digenggam erat oleh chris. herry dapat merasakannya, chris menggenggm tangannya dengan sedikit bergetar.


"Maaf, bung, tapi kupikir kau menakutinya."


Tatapan pria itu sontak teralih pada herry. "Oh, apa kau kekasihnya?"


"Ya!" justru chris lah yang menjawabnya, membuat hery terkejut dan menoleh ke arah chris dan meminta penjelasan atas ucapannya barusan. Namun saat hery merasa chris semakin mengenggeamnya erat, ia pun memilih diam.

__ADS_1


"Astaga, chris," pria itu tampak terkejut, hanya saja raut wajahnya sarat akan kebahagiaan.


"hery wijaya, kekasihku," chris mmengisyaratkan hery untuk menjulurkan tangannya, dan tanpa terduga hery melakukannya. Pria itu ikut dalam permainannya. "hery, ini Uzumai Naho … temanku."


Pria bernama naho itu dapat melihat senyum chris yang dipaksakan saat menyebut namanya. Bagaimanapun ia tahu, kehadirannya akan memberi dampak buruk terhadap chris. Kehadirannya akan membuat wanita itu kembali menggali luka lamanya. Sejujurnya ia sangat merindukan chris.


naho menjabat tangan hery sebagai perkenalan singkat mereka.


"chris, kau menjalani hidupmu dengan baik." naho menatap chris, tersenyum melihat betapa cantiknya wanita itu malam ini.


"Oh, tentu saja," jawab chris cepat.


"Aku menjalani hidupku dengan baik. Aku hidup dengan bahagia. Tidak, maksudku aku hidup dengan sangat bahagia." dan chris tersenyum selebar mungkin. Bersusah payah menampilkan wajahnya yang terlihat sebahagia mungkin.


chris yang melihat hal tersebut hanya mendengus. Wanita itu benar-benar berbakat sebagai aktris yang memainkan peran di sebuah film dengan genre drama menyedihkan.


chris mampu mengendalikan emosinya dengan cepat, padahal ia tahu bbagaimana chris yang sebelumnya sangat terkejut dan mungkin akan pingsan di tempat hanya karena bertemu dengan pria bernama naho itu.


chris dan Naho terjebak dalam percakapan yang sedikit terasa canggung. Sekedar menanyakan kabar karena keduanya yang sudah lama tak bertemu— sekitar hampir dua tahun.


Tentu saja, saat ia tak lagi menjadi tunangan hiko, ia pun memutuskan untuk tak bertemu dengan orang-orang yang akan mengingatkannya pada mantan tunangan brengseknya itu, yang sialnya hari ini menikah dan chris dengan segala keberuntungannya kini datang menghadirinya bersama hery.


Naho adalah orang yang berperan penting dalam hubungannya bersama hiko dulu. Pria itu adalah sahabat dekat hiko, termasuk Kinan. Naho adalah orang yang memiliki ide untuk menjodohkannya dengan hiko, dan ia berhasil.


Semua berjalan mulus sebelum hiko dan chris yang semasa kuliah jarang bertemu karena kesibukan masing-masing. Ataupun saat keduanya lulus, chris pindah dari xxx dan menetap di xxx (yang ditemani felix dan tanpa sengaja bertemu ana yaitu teman semasa sekolahnya) karena ia bekerja disana, sedangkan hiko kembali ke tanah kelahirannya di xxx untuk meneruskan perusahaan keluarganya bersama Naho dan Kinan yang membantunya.


Dan entah sejak kapan, hiko diam-diam menjalin hubungan dengan Kinan, dan Naho yang mengetahui hal itu pun tak memberi tahu chris karena posisinya sebagai sahabat hiko, Kinan, maupun chris. Karena itu, Naho berpikir mungkin chris akan membencinya. Namun saat ini ia bersyukur karena wanita itu masih mau bertatap muka dengannya.


"hery, kupikir kita harus pergi." chris tersenyum manis ke arah hery.


"Kau tak ingin melihatku muntah di pesta mantan tunanganku sendiri, kan?" bisik chris tepat di telinga herry.


"chris," herry mencoba menyela, namun saat melihat chris yang memberinya tatapan memohon, akhirnya ia pun hanya menurutinya. "Ya, terserah katamu," ucap herry yang menghasilkan delikan tajam chris.


Sekali lagi chris tersenyum manis, kali ini ke arah naho. Meskipun pria itu tahu bahwa itu hanya senyum palsu, namun ia tetap membalasnya.

__ADS_1


"naho."


Dan baru saja chris akan membalikkan badan, tubuhnya kembali menegang saat mendengar suara yang begitu dikenalnya. Suara … yang sebenarnya begitu dirindukannya, dan juga suara dari seorang pria yang ingin ia bunuh secara bersamaan.


"Kinan mencarimu. Istriku terus menanyakanmu, bahkan disaat kami sibuk bertemu dengan para tamu. Kupikir ia ingin memastikan pria kesepian ini tak tertelan di antara banyaknya manusia."


naho diam saat hiko yang kini berdiri di belakang chris belum menyadari kehadiran chris.


"Nanti aku akan menemuinya," ujar Naho pelan seraya memperhatikan chris. Naho tak bisa menangkap dengan jelas bagaimana ekspresi chris saat ini karena wanita itu memalingkan wajahnya.


hery menoleh ke belakang, tersenyum melihat hiko yang kedua matanya membulat melihat kehadirannya.


"hery wijaya," ujar hiko. "nikmati pestanya, bung, kau adalah tamu kehormatanku." Sambungnya dengan seringai tipis di bibirnya.


"Tentu, tentu saja aku akan menikmatinya."


herry berjalan mendekat. Ia menyeringai, membuka jasnya kemudian melipat lengan kemejanya dan—


Brak!


—hiko terlempar ke belakang dan menabrak sebuah meja karena hery baru saja memukulnya, tepat di wajahnya.


"Aku sangat menikmatinya saat aku memukul wajahmu, brengsek."


Para tamu menjerit mendengar kegaduhan yang berasal dari sang pengantin pria yang baru saja dihajar oleh tamu kehormatannya. hery menarik kerah nya hiko dan kembali memberinya satu pukulan di rahangnya.


chris yang sangat terkejut dengan apa yang dilakukan hery pun segera menarik hery untuk menjauh, sedangkan Naho segera membantu hiko untuk berdiri dan tak lama Kinan pun datang menghampiri suaminya yang wajahnya kini mendapat hiasan luka memar dan darah di sudut bibirnya. Dan saat itulah hiko baru bertatap muka dengan chris, dan Konan terkejut jika hiko ternyata benar-benar mengundang chris dan wanita itu pun datang.


"chris," gumam hiko seraya mengusap darah di sudut bibirnya.


chris tak sempat berkata apapun karena herry yang langsung menarik tangannya untuk keluar.


*


*

__ADS_1


*


bersambung


__ADS_2