Bos Brengsek

Bos Brengsek
chapter 8


__ADS_3

chris pov


"Lupakan soal permintaan maafku. Dia wijaya yang brengsek." Aku berjalan cepat, ana menyusul di belakangku.


"Ada yang salah?"


"Dia memintaku untuk berbaring di ranjangnya." Dan dia ingin menunggangiku seperti kuda, kira-kira begitu yang ingin kukatakan pada ana.


"Kenapa kau menolaknya? Kau melewatkan kesempatanmu untuk tahu seperti apa gilanya para wijaya itu di ranjang!" si gila ini memulai mulut kotornya.


"Tanpa perlu di atas ranjang,wijaya yang satu itu memang sudah gila, ana. "


"Mungkin saja dia bisa menghamilimu?"


Aku menghentikan langkahku, "Aku tak ingin anakku sebrengsek dia."


"Si brengsek yang tampan dan seksi." ana mengulang ucapannya lagi.


Kami masuk ke dalam mobil milliku dan sampai di depan rumah ana satu jam kemudian. ana turun dari mobil dan aku pun begitu.


ana mencium pipiku seperti biasa, "Selamat malam, sayang." Jika tak mengenal kami, mungkin orang yang melihat akan mengira bahwa ia baru saja melihat pasangan lesbian bermesraan dipinggir jalan.


Aku masuk ke dalam mobil dan melambaikan tangan. Aku baru menyadari bahwa vero menunggu ana di depan pintu dan si gila itu tersenyum padaku. ana tak pernah cerita jika mereka kini tinggal serumah.


.......


.......


.......


.......


herry baru saja menghadiri rapat dewan direksi. Sebuah pertemuan singkat dengan ia sebagai pemimpin wijaya group yang baru.


Ia masuk ke dalam ruangannya.

__ADS_1


"herry!"


Seseorang mendobrak pintunya saat herry baru saja menghampiri kursinya. kelvin dan felix berada disana.


"Cepat hubungi pegawaimu yang bernama chris itu!"


"kel," felix mencoba menenangkan kelvin. Ia menarik tangannya namun kelvin langsung menepisnya.


"Ada apa ini?" herry tak mengerti dengan keributan bodoh yang ditimbulkan kelvin pagi ini.


"Aku akan segera membereskannya," felix terlihat frustasi. Ia kembali menarik kelvin keluar, namun kelvin mendorongnya. Ia memberontak dan bersikeras tak akan meninggalkan kantor sebelum bertemu dengan chris.


herry tak kalah frustasi melihat kelvin yang membuat kekacauan di ruangannya. Ia tahu watak dari sahabat kakaknya ini. Keras kepala dan sulit di atur.


"Duduk terlebih dahulu, selagi aku masih bisa bersabar." Ujarnya penuh penekanan.


kelvin sendiri tahu seperti apa watak dari adik herno ini. herry akan lebih menyeramkan dibanding dirinya saat marah.


"Pertemukan aku dengan chris !" kelvin duduk di hadapan herry. "Aku tahu ia bekerja disini, aku tak bisa menunggu lebih lama lagi untuk bertemu dengannya."


"felix terus saja menghubungi gadis gila itu dan melupakanku!" kelvin menggebrak meja, kesal mengingat tingkah felix kemarin. Melupakannya hanya karena chris tak mau menghubungi atau mengangkat teleponnya.


"Aku bahkan tak tahu siapa chris itu."


"Kau kan atasannya,bodoh!"


"Aku tak bisa memanggil pegawaiku begitu saja, terlebih untuk urusan pribadi kalian yang sama sekali tak penting."


Wajah kelvin berubah, terlihat lebih menyeramkan dari sebelumnya. Seakan siap untuk menelan herry jika tak mau membawa chris ke hadapannya sekarang juga.


chris yang duduk di sofa mengisyaratkan herry untuk mengikuti kemauan kelvin. herry mendengus dan akhirnya menelepon Karin, sekretarisnya. Meminta pegawai bernama chris itu untuk datang ke ruangannya. Sejujurnya, herry merasa tak asing dengan nama chris itu, namun ia tak ingat sepenuhnya apakah ia mengenal orang bernama chris atau tidak.


kelvin tersenyum senang, ia tak sabar untuk menjambak chris.


herry tak pernah tahu bahwa seorang pria bisa lebih merepotkan ketika marah dibanding wanita. Mungkin pengecualian untuk pria semacam kelvin ini.

__ADS_1


"Kalian pasangan bodoh." Ujar herry acuh.


kelvin sudah terbiasa dengan mulut tajam herry. "kau lebih bodoh, di usiamu yang menginjak 28 tahun masih betah untuk tak memiliki pasangan." Dan kelvin membalasnya dengan tak kalah tajam.


"Aku harap kau tak menimbulkan kekacauan lagi, kel. " felix mengingatkan. Sudah cukup kelvin membuat keributan saat di lobby bawah dan di depan ruangan herry karena memaksa bertemu dengan pemimpin perusahaan ini tanpa membuat janji terlebih dahulu.


Suara ketukan pintu terdengar dan saat itu juga kelvin bangkit dari tempatnya. herry menyuruhnya masuk dan pintu terbuka, menampilkan chris dengan wajah yang terkejut mendapati kelvin dan felix dalamnya.


"Si bodoh itu," chris menggeram tanpa sadar.


Begitupun kelvin, ia menarik tangan chris untuk mendekat.


felix menepuk jidatnya membayangkan perang dunia yang kesekian kalinya akan segera terjadi. Sedangkan herry masih bersikap tenang dengan semua kegaduhan yang sama sekali tak ia mengerti.


kelvin dan chris mulai beradu mulut. Ini persis seperti pertengkaran antara dua gadis yang sedang memperebutkan seorang lelaki.


"Berhenti membuat felix ku menjadi gila, sialan!"


"Itu semua karena ia memiliki kekasih yang gila sepertimu! sialan!"


felix dan herry segera ambil tindakan saat melihat kelvin dan chris menggerakan kedua tangan mereka untuk saling menjambak. Pertempuran antara pirang dan merah jambu yang menimbulkan kekacauan yang lebih dahsyat dari sebelumnya. Jeritan di antara keduanya bahkan memenuhi ruangan herry.


"Sial—hmpp!" kelvin memberontak saat felix membekap mulutnya dan memegangi tubuhnya dengan melingkarkan tangannya di pinggang. Ia mencoba memisahkan kelvin dari chris.


Begitupun herry, ia yang tak tahu apa-apa akhirnya turun tangan juga. Menarik chris yang kedua tangannya masih menarik rambut kelvin. hery justru membuat kelvi semakin sulit untuk dijauhkan dari chris. felix berteriak seperti seorang gadis saat kelvin baru saja menggigit tangannya.


"Seharusnya kau tak perlu marah jika felix tak mau memberikan spermanya untukmu! Cari saja pria lain yang dengan sukarela mengangkangimu! Jangan gunakan felix ku untuk menjadi calon ayah anakmu!"


Kali ini ucapan kelvin sukses membuat chris bungkam. Wajahnya memerah padam. Ucapan kelvin seakan membuatnya terlihat seperti wanita murahan yang mengemis untuk dihamili! Terlebih ia baru sadar bahwa di ruangan ini ada si brengsek herry!


"Sialan kau!"


Dan chris kembali menjambak kelvin.


bersambung

__ADS_1


__ADS_2