
20 tahun yang lalu, pesta ulang tahun Habi.
Dibanding dengan Naru, sebenarnya hery lebih dulu mengenal Hita. Relasi khusus antara keluarga hery dan keluarga hita mempertemukan keduanya di umur 10 tahun. Di pesta perayaan ulang tahun Habi, adik Hita yang saat itu menginjak umur 5 tahun.
hery yang berbalut jas rapih datang bersama kedua orang tuanya dengan wajah yang ditekuk sebal dan mata yang memerah sembap, hasil dari menangis keras karena menolak untuk ikut. Ia tidak mau datang.
hery berkata, tidak ada alasan untuk anak berumur 10 tahun datang ke acara perayaan ulang tahun anak yang bahkan untuk membaca dan berhitung saja masih memerlukan bantuan kedua orang tuanya.
hery masih dengan mulutnya yang terkunci rapat ketika ia sampai di pesta ulang tahun dengan tema garden party tersebut. Ia memilih diam dibanding melihat gaku yang marah besar jika hery kembali merengek meminta pulang.
Bahkan sekalipun jika ia kembali menangis, gaku akan tetap menahannya di pesta dan Mika yang tidak mampu berbuat apapun hanya ikut membujuk hery untuk tetap tenang dan berjanji akan pulang dengan cepat.
hery yang mulai bosan memilih melangkah pergi dengan decakan sebal di bibirnya. Membiarkan orang tuanya larut dalam perbincangan ringan dengan keluarga hita dan hery sama sekali tidak mau tahu. hery ingin pulang!
Di saat itulah hery bertemu Hita. Gadis kecil berambut pendek yang duduk kesepian di bangku pojok taman. Diam memperhatikan keramaian pesta dari kejauhan sambil berayun-ayun kaki.
__ADS_1
hery tanpa berkata apapun ikut duduk di sana, di samping Hita. Kehadirannya tentu membuat Hita yang sebelumnya setengah melamun terkejut, ia menundukkan kepala dan langsung menggeser duduknya memberi jarak dengan hery.
"Anggap aku tidak ada. Hanya ada satu bangku taman dan aku tidak mau berdiri." Itu adalah kalimat pertama yang hery ucapkan pada Hita.
Hita yang pertama kali duduk di bangku itu namun kini ia merasa justru kehadirannya mengganggu hery . Sontak ia langsung turun dari bangku tersebut.
"A-anou— maafkan aku!"
hery yang heran memalingkan kepala, mendapati Hita yang kini justru membungkukkan badan dengan kedua tangan yang saling meremas gaun pestanya. Hal tersebut tanpa sadar justru membuat hery mendengus geli.
Entah Hita yang terlalu bodoh atau ia memang gadis yang polos, mendengar hery berkata seperti itu justru membuat wajahnya terlihat senang dan langsung mengangguk cepat. Gadis itu bahkan mengucapkan terima kasih, hal tersebut langsung membuat hery tertawa lebar. Sedangkan Hita hanya diam dan menatapnya bingung.
"Hei," ucap hery setelah menghentikan tawanya. "Namaku hery." Tangan kecilnya terulur pada Hita.
Kedua mata Hita membulat dengan pipi yang bersemu merah. Sebelumnya tidak pernah ada yang sedekat ini dengannya, tertawa bebas di sampingnya, atau berbicara tanpa beban kepadanya. Dan kini, bahkan seseorang mengajaknya berkenalan.
__ADS_1
Dengan malu-malu Hita akhirnya ikut mengulurkan tangan, menggenggam tangan hery yang terasa besar untuk kepalan tangannya.
"H-Hita." Balas Hita masih dengan pengucapannya yang terbata dan semburat merah muda kembali menghiasi pipinya.
Pada awalnya, hery hanya sekadar main-main. Reaksi tak terduga Hinata menjadi hiburan tersendiri baginya.
Namun ketika hita balas menjabat tangannya, dengan wajah bersemu lugu dan pipi merona karena malu, tanpa sadar sempat membuat hery sempat tertegun karena terpesona.
Terutama saat hery melihat senyuman itu, dengan mudahnya dapat membuatnya merasa senang tanpa alasan.
*
*
*
__ADS_1
bersambung