
chris duduk di sofa dengan kepala menunduk. Penampilannya begitu mengerikan. Berantakan dan tak tertata. Sama sekali bukan haruno chris lagi.
"Apa kau baru saja memperkosa gadisku, bos?"
ana berjalan menghampiri chris, meringis melihat penampilan sahabatnya tersebut. Ia baru saja dihubungi Karin untuk datang ke ruangan herry dan mendapati penampilan chris yang begitu menyedihkan. ana bersumpah chris saat ini sedang kesal setengah mati, mengingat wanita itu selalu menghabiskan kurang lebih satu jam hanya untuk berdandan sebelum berangkat ke kantor.
"Bawa temanmu ke ruang kesehatan."
herry kembali duduk ke kursi kebesarannya. Ia masih memperhatikan chris yang sejak tadi hanya diam.
ana membantu chris untuk berdiri, "Astaga," ujar ana saat menyadari chris mematahkan hak sepatunya. chris berhutang penjelasan atas apa yang baru saja dialaminya.
chris terpaksa berjalan dengan bertelanjang kaki. Ia bersumpah akan memulai perang kembali dengan kelvin jika ada kesempatan. Ia hanya berhasil menjambak dan mencakar wajah kelvin, sedangkan pria itu berhasil membuatnya berjalan tanpa alas kaki seperti ini. Seharusnya kelvin juga melakukan hal yang sama, sayangnya chris lupa jika kelvin tak memakai high heels.
"Sebenarnya apa yang terjadi, chris?" Tanya ada setelah chris mendapat pengobatan ringan karena luka cakar yang terdapat di tangannya. Ingatkan chris untuk membawa penggunting kuku jika bertemu kelvin nanti.
chris duduk di atas ranjang yang terdapat di ruang kesehatan. ana berdiri di belakangnya dan menyisiri rambut merah jambunya. Membantu mengembalikan nona chris yang selalu tampil rapih di tempat bekerja.
"Entah bagaimana felix dan kelvin datang kesini. Saat bertemu kelvin langsung menyerangku."
ana menghela nafas. Ia tak pernah tahu bahwa kelvin seagresif itu.
"ana, "
"Hm?" ana terlalu sibuk merapikan rambut chris.
"Si brengsek itu menawarkan diri untuk menjadi calon ayah anakku."
Kedua mata ana melebar, "Bagaimana ia tahu rencanamu itu?!"
chris menghela nafas untuk kesekian kalinya. Ia masih mengingat apa yang dibicarakan herry dengannya beberapa menit sebelum kedatangan ana yang menjemputnya. Wajah pria itu tampak serius saat mengucapkan keinginannya untuk menjadi pendonor.
__ADS_1
"Lalu apa yang kau katakan padanya?"
Belum sempat menjawab, tiba-tiba ponsel chris bergetar.
'Simpan nomor calon pendonormu, pinky.'
Pesan singkat tanpa menyertakan nama pengirimnya.
chris mendengus, calon ayah dari anaknya yang brengsek itu baru saja mengirim pesan.
"Bayi tabung?" herry menatap chris tak percaya. "Kau pikir aku seorang malaikat yang dengan senang hati membantumu tanpa pamrih?"
chris mendengus mendengar ucapan herry. Tentu saja ia tahu tipikal seorang wijaya, apalagi wijaya seperti herry ini. Mereka tak akan melakukan sesuatu tanpa ada keuntungan tersendiri di dalamnya.
"Sekalipun bayi tabung, kau pikir aku berminat denganmu?" chris mendelik tajam.
"Bersikaplah lebih sopan di hadapan atasanmu," Oh, chris lupa yang satu itu, "Aku atasanmu, yang sebentar lagi akan benar-benar berada di atasmu."
"Aku bersumpah kau membutuhkanku, chris."
chris tak tahu kenapa herry begitu tertarik untuk menjadi pendonornya. Pria ini sedang menggodanya. herry dengan jelas memperlihatkan ketertarikannya.
"Aku tak berminat denganmu."
herry menyandarkan punggungnya di kursi. Ia tak mengira bahwa chris masih bisa bersikap jual mahal seperti ini. Namun justru itulah yang menjadi sisi menarik bagi herry. Ia benar-benar dibuat penasaran oleh wanita yang satu ini.
"Aku bahkan lebih memilih kelvin untuk menghamiliku."
Rasanya herry ingin tertawa, tentu saja ia masih mengingat jelas bagaimana pertengkaran bodoh antara kelvin dan chris di dalam kantornya. Yang berakhir dengan kelvin maupun chris sama-sama dalam keadaan berantakan. felix harus dengan susah payah menyeret keluar kelvin sedangkan chris berhasil diam setelah mulutnya dibekap oleh herry.
"chris, kupikir kita memang ditakdirkan untuk bersama,"
__ADS_1
chris rasanya ingin muntah bahkan sebelum ia dihamili. herry seorang pembual yang handal. Ia tak heran mengapa ana pernah berkata bahwa anak bungsu dari gaku ini adalah seorang playboy. ana dapat menilai kepribadian seseorang hanya dari penampilan tanpa mengenalnya terlebih dahulu, yang sialnya perkiraan sahabat pirangnya itu selalu tepat sasaran.
"Kau membutuhkanku, dan sepertinya aku juga membutuhkanmu."
chris kembali mendengus, wijaya selalu berbicara dengan kata-kata yang mampu membuat mereka tetap berada di atas.
"Dengar," herry berjalan mendekati chris, ia duduk di sampingnya. "aku bisa menjadi pendonor yang baik untukmu. Aku sehat, aku terjamin sehat."
Tepat sasaran. herry seolah tahu bahwa kriteria utama pendonornya adalah seorang pria yang terjamin sehat. chris hanya tak ingin memilik bayi setan karena mendapat pria yang salah sebagai pendonornya.
Jelas saja herry selalu melakukan pengecekan pada kesehatannya secara rutin. Satu ranjang dengan wanita yang berbeda bukanlah yang hal yang baik, sekalipun itu menyenangkan.
"Kau akan memiliki keturunan yang bagus. Seorang wijaya." herry tersenyum penuh kemenangan melihat chris yang tampaknya mendengarkan setiap ucapannya dengan baik. "Setelah anak itu lahir, aku dengan senang hati tak akan mencampuri hidup kalian berdua. Tapi aku tak keberatan untuk membiayai kebutuhannya, itupun jika kau mau."
"Kau pikir aku tak mampu membiayainya?"
"Kukira begitu."
Rasanya chris ingin membakar habis kantor herry. Tidak, jika ia membakarnya ia akan kehilangan pekerjaannya dan menjadi pengangguran. Okay, chris berubah pikiran.
"Sebenarnya apa alasanmu begitu tertarik untuk menjadi calon ayah dari anakku?" itulah yang sejak awal ingin chris tanyakan. "Kita baru mengenal, bahkan pertemuan awal kita kurang menyenangkan."
"Sederhana saja, aku berpikir dibanding selalu berganti-ganti wanita, lebih baik aku melakukannya dengan satu wanita yang memang sedang membutuhkan. Bukankah itu sama-sama menguntungkan kita?" herry menatap chris dengan intens. "Lagipula, kita tak harus saling mengenal dalam waktu yang lama haya untuk melakukan ****. Aku hanya perlu memasukimu, dan pada akhirnya kau akan hamil. Semudah itu."
chris mendecih mendengar ucapan terakhir herry,Dasar brengsek.
"Kau pikir aku mau berbaring di ranjang yang sama denganmu?" chris sedikit kesal.
"Itu satu syarat yang kuajukan."
"Aku ingin bayi tabung, aku hanya butuh ****** seorang pria." Dan chris tahu bahwa disampingnya ada pria yang dengan senang hati akan memberikan spermanya.
__ADS_1
bersambung