Bos Brengsek

Bos Brengsek
chapter 31


__ADS_3

Malam ini herno bertekad akan membocorkan semuanya. Ia akan memberi tahu ayah dan ibunya tentang hal gila apa yang saat ini sedang dilakukany herry.


Ia sudah dapat menebak apa yang akan dilakukan kedua orang tuanya jika mereka tahu herry akan melakukannya. Kedua orang tuanya pasti akan langsung meminta herry untuk menikahi wanita itu!


herno bukanlah seseorang yang akan melakukan sesuatu tanpa ada alasan, ataupun hanya untuk sekedar kesenangan pribadinya. herno seorang kakak dan tentu saja ia menginginkan yang terbaik untuk adiknya. Ia akan menjadi orang pertama yang mencarikan wanita jika herry berminat untuk segera menikah.


Setidaknya biarkan hery jatuh cinta lagi.


Hanya saja herno berharap kedua orang tuanya tidak terkena sesak nafas ataupun serangan jantung mendadak saat ia membocorkan tentang rencana hery yang akan menghamili seorang wanita.


"Ayah, Ibu," panggil herno saat ia menghampiri ruang tengah. Sebelumnya ia baru saja mengganti pakaian kerjanya dan membersihkan diri.


"Ya, ada apa,kak herno?" Mika menjawab dengan suaranya yang lembut seperti biasa.


herno duduk di hadapan ayah dan ibunya. "Begini," dan sejujurnya herno tak tahu harus memulai dari mana.


Beberapa detik herno memilih diam, sedangkan kedua orang tuanya dengan jelas menunggu apa yang akan diucapkan putra sulung mereka tersebut.


"herno!"


Dan baru saja herno membuka mulutnya berniat mengatakan sesuatu, suara Hana yang menjerit dari dalam kamar terdengar. herno tentu saja orang pertama yang bangkit dari duduknya dan berlari ke dalam kamarnya. Ia adalah suami yang siap siaga!


Kedua mata membelalak kaget melihat Hana yang kini duduk di lantai dengan memegangi perutnya. Wanita itu terlihat kesakitan dengan memegangi perutnya.


"Astaga! Cepat bawa Hana ke rumah sakit!" pekik Mika saat melihat cairan yang menggenang di lantai. herno dibantu gaku dengan sigap membawa Hana ke dalam mobil dan mengemudikannya dengan cepat menuju rumah sakit.

__ADS_1


Sudah dapat dipastikan Hana akan segera melahirkan.


Dan mungkin herry harus berterima kasih pada keponakannya nanti karena sudah menyelamatkannya.


*


*


*


hery menepati ucapannya kemarin, ia berhasil membuat chris berada di dalam mobilnya tepat pukul tujuh malam. Sebelumnya hery menjemput chris di apartemennya, dan ia harus menunggu hampir dua jam karena wanita itu harus berdandan terlebih dahulu. hery berpikir mungkin chris sedang membalaskan dendamnya.


"Kau tahu, hery, aku sedikit mual."


hery mendengus geli mendengar ucapan chris. Ia mengerti apa maksudnya, itu hanya bualan chris itu karena malam ini wanita merah jambu itu harus menemaninya ke sebuah acara pernikahan. Dan dari yang hery masih ingat, chris benci pernikahan.


chris menoleh cepat. "Kau membencinya juga?" chris tak pernah tahu tentang yang satu itu, atau mungkin ia memang tak tahu banyak tentang herry. Lagipula chris merasa ia memang tak perlu tahu apapun tentang herry.


herry mengangguk dengan mata yang terfokus pada jalanan. "Ya, hanya saja ini adalah pernikahan penting. Maksudku, kehadiranku sebagai salah satu bentuk persetujuan kerja sama."


chris mengangguk. "Oh, berhubungan dengan kontrak kerja? Kalau begitu lakukan dengan cepat sebelum aku muntah seperti orang mabuk di pernikahan orang lain." gurau chris.


Hampir satu jam dalam perjalanan dan mereka pun sampai di tempat tujuan. hery malam ini bersikap gentleman dengan turun lebih dulu dari mobil dan membukakan pintu untuk chris. Namun chris sama sekali tak tersentuh dengan perlakuan hery, ia tahu pria itu sedang mencari perhatian agar telihat keren.


"Oh, apa lagi?" Tanya chris saat hery hanya diam di sampingnya.

__ADS_1


hery melirik lengannya sendiri dan berkata, "Aku tak terbiasa datang ke sebuah acara dengan lengan yang terasa kosong."


chris memutar matanya malas. "Dan aku bukan salah satu wanitamu, hery," chris menekankan. "tapi ini demi janji kehamilan di percobaan kedua," sambung chris dengan pipi yang sedikit bersemu.


hery menyeringai, kemudian berbisik, "Dengan senang hati akan kutepati, chris."


Saat keduanya melangkah memasuki aula, mereka berhasil mencuri banyak perhatian para tamu undangan.


hery terlihat tampan dan gagah dalam balutan jas hitam semi formal yang menyempurnakan penampilannya malam ini. Sedangkan chris berjalan di samping hery dalam balutan gaun merah, membungkus ketat hingga menampilkan lekukan tubuh rampingnya yang indah. Rambutnya tergulung rapi.


"Ada apa?" Tanya hery saat merasa chris yang memperlambat langkahnya. hery bahkan dapat melihat raut wajah chris yang tiba-tiba berubah. Ini berbeda dengan chris si wanita keras kepala dengan sejuta ekspresi menyebalkannya beberapa menit yang lalu.


"Tidak, hanya saja … maksudku …." chris bergumam tak jelas.


chris menatap sekeliling, dan entah mengapa ia merasa tak asing dengan beberapa tamu yang kini juga menatapnya. Ia tahu bahwa itu bukanlah lagi tatapan mata yang memuja seperti sebelumnya, melainkan mirip seperti tatapan penuh rasa terkejut karena menyadari bahwa wanita dalam balutan gaun merah yang baru saja mereka pandangi adalah chris.


"Kau … apa kau benar-benar akan muntah?" hery sedikit khawatir jika lelucon chris tentang rasa mualnya karena harus datang ke pesta pernikahan akan menjadi nyata. Terlebih wajah wanita itu berubah pucat pasi.


"chris?"


*


*


*

__ADS_1


bersambung


__ADS_2