
chris membawa makanan mereka ke ruang tengah dan menaruhnya di atas meja berkaki pendek yang terdapat disana. Ia lebih suka makan sambil menonton acara di televisi dibanding harus duduk dengan tenang di ruang makan bersama herry.
"Ngomong-ngomong, terimakasih atas makanan dan kopinya. Aku sedikit tersanjung."
herry membawa beberapa olahan ayam, namun mata chris tertuju pada salad sayur yang cocok untuk menjadi menu dietnya.
"Setidaknya aku akan membantumu sehat sehingga kau dapat mengandung dengan baik, chris."
Dan ucapan herry membuat chris tersadar akan satu hal; untuk apa ia diet jika pada akhirnya ia akan menjadi wanita yang sedang mengandung?
"Ah ya, soal itu," chris menggantungkan ucapannya.
"Apa?" herry tentu saja mengerti maksud ucapan chris. Ia menyinggung soal proposi (rencana) mereka soal membuat bayi.
"Maksudku, hanya aku saja yang makan?" Uh, kau terdengar payah sekali, chris.
"Aku sudah makan," herry yang duduk di samping chris meluruskan kedua kaki panjangnya, satu tangannya membuka kancing teratas kemejanya dan satu tangannya lagi bertumpu pada sofa putih di belakangnya. chris yang melihatnya bahkan tanpa sadar menelan ludahnya gugup. herry si sialan seksi.
chris hanya mengangguk, sengaja untuk menutupi mata nakalnya yang diam diam mencuri pandang ke arah herry.
"Aku lebih tertarik untuk memakanmu, chris." Saat itu juga chris menjatuhkan garpunya, ia bahkan tersedak. herry menatap geli chris yang saat ini memukuli dadanya dengan brutal dan memintanya untuk mengambilkan segelas air dengan tatapan matanya yang memohon.
__ADS_1
"Kau terdengar seperti pria yang haus akan wanita." chrs menaruh gelas dengan sedikit tak sabaran.
"Bukankah memang aku akan memakanmu?" herry terlihat cuek.
"Setidaknya gunakan kata yang lebih baik, jangan samakan aku dengan sekumpulan tomat dan sayuran hijau ini." chris menunjuk-nunjuk saladnya dengan garpu.
"Meniduri? Mengangkangi? Menunggangi?"
"Mulutmu kotor sekali, apa aku harus menyikatnya dengan garpu?" herry mendenguskan tawanya menanggapi ucapan chris.
"Aku masih ingat saat kau berkata ingin menunggangiku, bahkan di pertemuan awal kita. Aku membencimu, herry. "
"Jangan membenciku, rasa benci yang kuterima akan membuat kualitas spermaku menurun."
"Aku lupa mengatakan sesuatu," chris kali ini mulai memakan ayam yang terlupakan. Persetan dengan diet. "kita melakukannya saat dua hari setelah masa suburku, dan jangan berpikir untuk melakukannya setiap hari! Itu hanya akan membuat kualitas spermamu menurun."
"Jangan pernah remehkan kualitas wijaya, chris."
"Aku serius, tuan wijaya." chris tersenyum dipaksakan, terlihat menyeramkan di mata herry.
"Hn, baiklah." Akhirnya herry megiyakan.
__ADS_1
herry bangkit dari tempatnya dan berjalan ke arah dapur, menuangkan kopi yang sebelumnya sudah dipanaskan ke dalam dua cangkir. Ini pertama kalinya herry datang ke apartement chris, namun ia seakan sudah datang ke tempat ini berulang kali. chris sendiri merasa tak masalah dan bahkan membiarkan orang asing yang baru dikenalnya beberapa hari berjalan sesuka hati di dalam rumahnya.
"Kau tidak bertanya kenapa aku datang kemari?"
chris terdiam beberapa detik, ia tampak berpikir. "Awalnya aku mengira kau akan langsung meniduriku. Tapi ternyata tidak." chris meminum air di gelas yang dibawa herry sebelumnya, ia mengakhiri makan malamnya.
herry mengetuk-ngetuk meja dengan jarinya. "Ya, aku mengurungkan niatku untuk menidurimu malam ini," herry tiba-tiba mendekat, menggeser duduknya dan tangannya dengan bebas meraih wajah chris. Tangan itu sudah mulai terlatih untuk bersentuhan dengan chris. "tapi sepertinya aku berubah pikiran."
Kedua mata chris membulat. "herr—" entah mengapa namun chris sedikit bersyukur saat ponselnya berbunyi, seseorang menghubunginya. Dengan kecepatan kilat ia meraih ponselnya yang berada di atas meja.
Itu telpon dari felix, dan ia sedikit ragu untuk menjawabnya.
"chris," namun pada akhirnya chris menerima panggilan felix. Beberapa detik chris maupun felix sama sekali tak berbicara. Mereka sama-sama diam, menunggu masing-masing memulai percakapan.
chris sempat melirik herry yang duduk di sampingnya, dan pria itu jelas terlihat tak suka. Tatapannya seakan meminta chris untuk memberikan ponselnya dan herry akan berkata pada felix untuk pergi ke neraka sekarang juga karena sudah mengganggu momentnya bersama chris.
"Aku.." suara felix kembali terdengar, "Aku tak tahu ini terlambat atau tidak, tapi chris.. ayo kita membuat bayi."
chris mematung, bahkan herry yang sedang kesal pun dapat menangkap raut wajah chris yang berubah cepat.
"Aku sudah putus dengan kelvin. Aku lebih memilih persahabatan kita. Karena itu, ayo kita membuat bayi dan kembali akur seperti dulu."
__ADS_1
bersambung.