Bridesmaids Jadi Bride

Bridesmaids Jadi Bride
Hari pernikahan


__ADS_3

Tok..tok..tok ...


"sayang aku masuk ya..",tanpa menunggu jawaban dari dalam, Zayyan masuk begitu saja ke ruang hias pengantin wanita.Matanya pun terbelalak jantungnya berdegup kencang,ia jatuh cinta setiap kali melihat Eliza yang sebentar lagi akan menjadi istrinya."cantik.."Zayyan berujar tanpa mengedipkan mata."Zayyan kamu kenapa masuk sini?"ucap Eliza terkejut melihat Zayyan masuk.Zayyan mendekat ke arahnya tatapannya tak teralihkan sedikitpun.


perias pengantin yg sedang merias Eliza mundur padahal pekerjaan nya sedikit lagi selesai, tapi sepertinya pengantin pria sudah mencuri start melihat pengantin wanitanya.

__ADS_1


"Zayyan keluarlah,nanti yg lain mencari mu"usir Eliza halus,namun Zayyan malah semakin mendekat"Cantik" ujar Zayyan sekali lagi, ditatapnya wajah Eliza begitu mendamba


Eliza pun terdiam, dia pun menatap balik Zayyan, perasaan berkecamuk dalam hatinya,tanpa aba-aba, Eliza menarik leher Zayyan lalu menciumnya lembut, air matanya menetes tanpa diduga, Zayyan membalas ciuman Eliza sama lembutnya,mereka melepas ciuman hangat itu,nafas masih memburu keduanya"Maaf.."Eliza berkata sambil menundukkan kepalanya,"hei sayang, rupanya kamu tidak sabaran juga sama sepertiku, kenapa harus minta maaf?aku senang Eli,ku tunggu serangan selanjutnya nanti malam"Zayyan berucap sambil mengedipkan mata,senyum indah terukir diwajahnya..


"ehm..ehm.."sang perias yg entah dianggap apa oleh kedua pengantin itu pun akhirnya bersuara, keduanya menoleh,Eliza malu dan memalingkan wajahnya, sementara Zayyan tersenyum kikuk, kemudian keluar dari ruangan itu.

__ADS_1


Prosesi pernikahan akan segera dilaksanakan.Zayyan menunggu Eliza dengan hati berbunga-bunga.rencana impian rumah tangganya dengan Eliza sudah didepan matanya,senyum tak habis menghiasi wajah tampannya.


30 menit sudah Eliza tidak keluar dari ruangan nya.. semua tamu undangan menunggu, salah satu sahabat yang menjadi bridemaid nya pun menyusul ke ruangan Eliza.setelah pintu ia buka ruangan itu sudah kosong, rayya ya bridemaid itu adalah rayya,rayya memanggil nama Eliza berulang kali namun tidak ada jawaban,ia mulai panik setelah menemukan secarik kertas dimeja rias sahabat nya,rayya membaca nya kemudian ia terduduk lemas bersandar dengan meja rias tersebut,ditengah kepanikannya pintu terbuka, Zayyan dan kedua orangtuanya masuk,"Eliza.. Eliza kamu dimana sayang? ayolah ini tidak lucu,kau begitu tidak sabaran tdi..apa kau malu?,baik nanti aku yg memulai nya dlu..elii sayang keluarlah"Zayyan mengucapkan tanpa memandang rayya yg masih terduduk lemas.ibu Zayyan mendekati rayya,"kamu temannya Eliza?,ada apa ini sebenarnya?"


Rayya menangis dalam diam,ia tak mampu menjawab pertanyaan itu, diserahkan secarik kertas kepada wanita anggun yg bertanya padanya,

__ADS_1


Ibu Zayyan langsung menerima dan membacanya,air mata menetes dari wajah teduh sang ibu, tangannya gemetar"ini tidak mungkin,Zayyan.."ibu Zayyan memberi surat yg tdi dibacanya,sang ayah yg berada disamping ibu Zayyan menenangkan nya.


Zayyan membaca surat tersebut kemudian tertawa"hahaha..ibu percaya dengan surat ini?,pasti Eli sedang mengerjai ku,Bu aku tdi diam-diam kesini,Eli masih disini Bu, pengantin Ku yg cantik sedang dihias,Elli sangat cantik Buu dengan gaun pengantin pilihan nya" Zayyan masih tersenyum,sang ayah yg sedang menenangkan istrinya itu bangkit"Zayyan, lihatlah ekspresi sahabat Eliza,ia masih terlihat begitu shock,dia yg pertama menemukan surat itu"rupanya sang ayah sedang menyadarkan anaknya yg Dri tdi tidak menyadari rayya sedang terduduk lemas sambil menangi tanpa suara.


__ADS_2