
"Apa sih??? suamiku suamiku?!!bagi dua boleh kali suaminya"gerutu Devla kesal setelah Rayya menyusul Zayyan masuk ke dalam rumah
Rayya melangkah dengan ragu,ia gugup masuk ke dalam rumah orang tua Zayyan sendiri tanpa ditemani suaminya, karena Zayyan sudah lebih dulu masuk meninggalkan dirinya,dan ini pertama kali ia bertemu langsung dengan sang mertua
Bangunan megah nan kokoh menyambut kedatangan Rayya saat melangkah masuk ke dalam rumah, didominasi dengan cat putih perpaduan marmer menambah kesan mewah di dalamnya mungkin sebutan Mansion cocok untuk tempat tinggal ini Namun, sayang rumah besar dan megah itu nampak kosong,kerena kedua putra pemilik mansion ini tak tinggal didalam nya
Rayya terus menulusuri mansion itu untuk menemukan suaminya, perasaannya semakin bertambah gugup karena ia takut disalahkan oleh ibu Zayyan Atas ketidakhadiran putranya selama ini, padahal bukan ia yang menahan Zayyan untuk tidak menemui mereka, tapi perkataan serangga itu sungguh menghantuinya sekarang, bagaimana jika ibu Zayyan tak suka padanya?
Terdengar suara canda tawa berasal dari ruang tengah,Rayya mengikuti arah suara itu sepertinya ia mengenal salah satu suara tersebut
"Sepertinya sekarang badanmu tambah berisi nak?" suara anggun wanita muncul dari sana
Saat itu keberadaan Rayya terlihat oleh Zayyan yg sedang bercengkrama bersama ibunya
" Ya..Salahkan saja menantu ibu, karena ia sering membuatkan ku makanan enak,aku tak sampai memperhatikan lemak ditubuh ku yg bertambah" jawab Zayyan sambil mengarah pandangan ke Rayya
Rayya yg baru saja menampakkan diri terlihat bingung namanya disebut dalam obrolan akrab mereka
"ahh..menantuku datang?,mari duduk sini nak"ajak sang ibu ramah ketika melihat Rayya
Rayya tersenyum kikuk, sepertinya ibu Zayyan sangat ramah
"selamat malam om Tante" ucap Rayya sambil mencium takdzim tangan mertua nya
"kok Tante?? panggil ibu,kamu sekarang anak ibu juga"
"eh...iya ibu"panggil Rayya canggung ia duduk di sebelah Zayyan yg masih terus memandanginya.
"Bagaimana kabar ibu?, maaf kami belum sempat menemui ibu"tanya Rayya sopan namun pertanyaannya terpotong
""hello Bibi.... bagaimana aku hebat kan? sudah berhasil membawa kak Zayyan kesini,, sepertinya aku lebih cocok menjadi istri kakak, dari pada dia yg memisahkan bibi dengan kak Zayyan"ucap Devla tiba-tiba datang sambil melirik sinis ke arah Rayya
Ayah dan ibu Zayyan tertawa bersamaan mereka sudah terbiasa menghadapi sikap angkuh ponakannya
"Dasar anak kecil!!!" Zayyan menoyor kepala Devla ketika gadis itu ikut duduk disebelahnya yang menyempil paksa antara ibu dan Zayyan
Apa itu tadi mengapa mereka terlihat sangat akrab?? apa Devla ini adik Zayyan tapi mengapa sikap gadis itu aneh?
batin Rayya
"jangan hiraukan dia,Devla ini sepupuku, waktu kecil dia pernah terbentur keras,makanya jadi aneh begini"ucap Zayyan pada Rayya
"iiihh..apa sih kak?siapa juga yang aneh,aku itu beneran suka,kakaknya aja yg GK pernah peka" rengek Devla manja
"wahh ..gak bisa,gak bisa ini namanya pelakor berselimut saudara" batin Rayya kesal melihat keakraban Mereka
Mengapa ditengah keluarganya Zayyan bersikap hangat seperti ini?,sosoknya seperti bukan Zayyan yg dingin ketika bersamaku, atau ini memang sifat asli Zayyan??
Berbagai macam pertanyaan terus bergejolak di benak Rayya
"sekarang aku sudah menikah dan aku bahagia dengan istri ku ini"ucap Zayyan ketika Rayya masih termenung dengan pikirannya
Cup
Sebuah ciuman mendarat halus di pipi Rayya, Zayyan mencium nya setelah mengatakan itu,
Rayya menoleh dan memegangi pipinya ia merasa malu
'"terimakasih ya sudah merawat Zayyan dengan baik,ibu senang kalian terlihat bahagia"ucap sang ibu tulus
Hilang sudah rasa khawatirnya selama ini terhadap kehidupan mereka,sang ibu selalu mendoakan agar kebahagiaan selalu menyertai keduanya
"jadi apa saja makanan yang kamu buatkan untuknya nak? hingga suamimu agak melebar seperti sekarang?!"tanya sang ibu pada Rayya
__ADS_1
"Apa saja yang aku masak, Zayyan memakannya dengan lahap, sepertinya Zayyan bukan pemilih makanan"jelas Rayya
"ya tentu saja apapun itu asal buatanmu aku akan memakannya"ucap Zayyan santai
"pantas saja kau memang lebih terlihat berkembang Zayyan"sang ayah yg sedari tadi lebih banyak diam kini ikut berbicara
"aku juga bisa masak"Devla tak mau kalah dengan Rayya
"Ibu tahu??!! Sedari pagi Rayya sudah sibuk menyiapkan sarapan untukku, terkadang aku juga minta dibuatkan bekal untuk aku bawa ke kantor" Zayyan menceritakan tentang Rayya pada orang tuanya
"Zayyan kamu bagaimana sih, memang kamu anak kecil? sampai minta dibuatkan bekal segala, maaf ya Rayya pasti Zayyan sangat merepotkanmu'"
"gak repot kok Bu,malah aku senang bisa menyiapkan makanan untuk Zayyan"
"tapi kan kamu nanti kecapean, Zayyan kamu tuh kenapa tidak pakai asisten aja agar Rayya tidak perlu repot-repot begitu"omel sang ibu
"aku yang memintanya Bu"jelas Zayyan
Obrolan mereka terus berlanjut hingga tengah malam, Zayyan lah yg banyak bercerita lebih tepatnya ia memuji Rayya, sedangkan yg lain hanya bertanya dan mendengar jawaban panjang Zayyan
Rayya senang melihat Zayyan yg seperti ini sangat hangat ceria berbeda ketika bersamanya dingin dan kaku
Hanya satu orang yang merasa panas atas obrolan akrab ini, siapa lagi kalau bukan Devla,ia tak terima Zayyan terus memuji Rayya,dan lebih buruknya lagi sepertinya Rayya sangat disukai oleh ibu Zayyan
Zayyan menyudahi perbincangan mereka,dan meminta ibunya untuk beristirahat,ia juga memberi tahu kalau dia dan istrinya akan menginap disini, Zayyan mengantar sang ibu ke kamar diikuti oleh Harun ayahnya
"Terima kasih nak sudah membuat tawa ibumu kembali"ucap Harun pada putranya ketika istrinya sudah masuk ke kamar
"Maaf ayah sudah membuat kalian khawatir"
Zayyan memeluk ayahnya sejenak, kemudian sang ayah masuk menyusul istrinya
"kakak,aku nginap di sini ya, lagipula ini sudah tengah malam, bagaimana jika ada yang menculikku?!"pinta Devla pada Zayyan
"kakak temani aku pulang ya,aku takut"
"Zayyan..."
Rayya memanggil nama Zayyan begitu lembut
"bisa temani aku ke kamar mu?aku tidak tau kamarmu berada di mana"pintanya dengan suara yang dibuat begitu manja
Zayyan seperti tersihir oleh panggilan manja Rayya,ia menghampiri Rayya menggenggam tangan gadis itu erat "ayo ikuti aku" Zayyan menuntun lembut tangan Rayya menuju tangga,satu persatu anak tangga mereka naiki bersama tanpa melepaskan genggaman tangan yang masih terpaut erat, meninggalkan Devla yang kini merasa sangat kesal dengan Rayya, karena Zayyan sungguh tak menghiraukannya,lalu ia segera berlalu dari sana
Setelah memastikan akan kepergian Devla, Rayya melepaskan genggaman tangan mereka
"Ada apa?!" tanya Zayyan bingung
"Tidak ada"jawabnya singkat
Zayyan membuka pintu kamarnya"ini kamar ku masuklah!!"ia mempersilahkan Rayya
"mm... Zayyan apa aku juga tidur disini?"tanya Rayya bingung
"Ya"
"kau pernah bilang tidak suka diganggu saat waktu istirahat,aku takut mengganggu mu"
"sekarang ini kita berada di rumah orang tua ku,apa kata mereka jika tau kita pisah kamar?"
"oh iy kamu benar"
"masuklah"
__ADS_1
Benar kata Zayyan,jika ibunya tau kehidupan mereka yang sebenarnya, pasti ia akan sedih, akhirnya Rayya memutuskan untuk mengikuti kata Zayyan
Kamar Zayyan sangat besar dan elegan, bernuansa classic modern sangat pas dengan kepribadian Zayyan, terdapat kasur king size yang terlihat begitu nyaman
gawat!!!gak ada Sova atau apapun yg bisa dipakai untuk tdur selain kasur ini"
ucap Rayya dalam hati
"istirahatlah!!!aku ingin membersihkan tubuh dlu" Zayyan tersenyum kemudian berjalan menuju kamar mandi
Rayya tak bisa mengontrol degupan jantungnya, jujur ia lebih gugup dari sebelumnya,Rayya duduk di tepi kasur benar seperti dugaannya kasur Zayyan sangat empuk dan nyaman,ia melihat beberapa pajangan foto diatas nakas yang berbeda di samping tempat tidur, terdapat foto Zayyan bersama seorang pria berwajah bule namun, mirip seperti ibu Zayyan
Laura ibu Zayyan memang berasal dari London, kedua orang tuanya memiliki beberapa saham diperusahan Indonesia, akhirnya mereka memutuskan untuk menetap di Indonesia,sedari kecil Laura sudah tertarik dengan dunia bisnis sampai akhirnya ia bertemu dengan anak pengusaha asli Indonesia yg bekerjasama dengan perusahaan milik ayahnya, kemudian mereka jatuh cinta dan memutuskan untuk menikah,tak ada sangkut paut bisnis dalam pernikahan mereka,murni karena tertarik satu sama lain tanpa adanya tekanan,maka dari itu Laura berniat tak akan memaksakan kedua putra nya mengenai pendamping hidup dengan embel-embel bisnis ataupun lainnya, walau Devla yg posisinya adalah ponakan sendiri putri dari kakaknya yg juga memiliki wajah bule seperti dirinya,Laura tak pernah menghiraukan ketika ponakannya secara terang-terangan mengatakan bahwa ia menyukai Zayyan,Laura tak akan pernah memaksa kedua putranya atas pilihan hidup mereka
Arkana putra pertama mereka lebih dominan wajah sang ibu, rambutnya yang pirang bola mata yang lebih mencolok dari pria biasanya, kulit nya yg putih kemerahan khas orang barat, berbeda dengan Zayyan wajah nya lebih dominan sang ayah, berwajah lokal yang mempunyai karisma tersendiri, rambutnya yg hitam legam,rahang wajahnya tegas, kulit nya yg tidak seputih sang kakak, mungkin hanya postur tubuh tingginya saja yang melebihi rata-rata diambil dari gen sang ibu
Rayya terus memperhatikan satu persatu foto yg terdapat disana, sampai akhirnya foto Zayyan bersama Eliza yang begitu terlihat bahagia, Rayya tak pernah melihat Zayyan tersenyum secerah di foto, pasti Zayyan saat bersama Eliza sangat bahagia
Eliza kamu dimana,??? cepat lah pulang, Zayyan membutuhkan mu, senyumnya tak secerah dulu. Batinnya
Kerongkongan Rayya terasa haus,ia melihat sekeliling terdapat sebuah dispenser air dipojok ruangan kamar ini, Rayya segera mengambil gelas yang sudah tersedia disana,lalu menekan tombol air dingin dari dispenser
Pintu kamar mandi terbuka, menampakkan Zayyan yg kini hanya melilitkan handuk di pinggang sebagai penutup tubuhnya,Bagian atasnya terbuka lebar menampakkan ABS yang menggoda mata, Rayya menelan air liurnya, tanpa sengaja ia menumpahkan air dingin dalam genggamannya mengenai dress-nya
Zayyan yg melihat Rayya salah tingkah dan malah menumpahkan air di tubuh,ia segera menghampiri Rayya yg kini tengah sibuk berusaha membersihkan pakaiannya
"ganti pakaian mu sekarang, nanti kau bisa sakit"
"Aku tidak membawa pakaian ganti Zayyan, kau tau kan kita mendadak menginap di sini"
Zayyan berjalan menuju walk in closet dan mengambil pakaian yang pas untuk dikenakan Rayya
"pakai ini!"
Zayyan menyerahkan sebuah kemeja putih miliknya
"tidak terima kasih Zayyan, nanti ini juga kering sendiri"tolak Rayya halus
"kau ganti atau aku yang melakukannya?"
Mata gadis itu melotot mendengar ancaman Zayyan,dan seperti sebelum ancaman Zayyan tak pernah main-main ia selalu serius dengan ucapannya
"aku ganti pakaian dlu" Rayya mengambil kemeja itu dan berlari ke arah kamar mandi
Kini Rayya memandang dirinya di cermin yg terletak didalam kamar mandi,ia merinding melihat dirinya sendiri dengan pakaian Zayyan yg kini menutupi tubuhnya, parahnya lagi pakaian dalamnya juga basah kerena tersiram air tadi,dan akhirnya sekarang ia hanya memakai kemeja putih tanpa dalaman
"Rayya apa kau baik-baik saja?"terdengar suara Zayyan dari luar sambil mengetuk pintu
Rayya terkejut mendengar suara Zayyan
"ya aku baik-baik saja" teriaknya dari dalam
"Kau sudah terlalu lama didalam sana"
"Sebentar lagi aku keluar"
Ya Rayya memang sudah lama berada di dalam kamar mandi, karena gadis itu bingung dengan pakaian yang dikenakannya, rasanya ia ingin tidur disini saja, kamar mandi Zayyan sangat bersih juga besar ia tak keberatan untuk tidur disini
"Rayya" panggil Zayyan lagi
Akhirnya Rayya memutuskan untuk keluar,ia terkejut melihat Zayyan masih menunggunya di depan pintu
Keadaan berbalik sekarang Zayyan yang salah tingkah begitu melihat Rayya muncul dari sana,mengapa kemeja nya jadi terlihat begitu menggoda saat dikenakan Rayya, hasrat nya pun bangkit tanpa diundang, dan ia yakin malam ini akan menjadi malam yang panjang
__ADS_1