Bridesmaids Jadi Bride

Bridesmaids Jadi Bride
maafkan aku


__ADS_3

Zayyan menoleh ke arah Bram"apa dia sengaja menggodaku? lihatlah pakaiannya tdi" Zayyan bingung dengan perilaku gadis tdi, menurut nya sangat aneh,dan apa yg dia pakai,gadis itu hanya mengenakan bathrobe yg talinya sedikit longgar, memperlihatkan yg eharusnya tak boleh terlihat,wajar jika Zayyan berasumsi gadis itu sengaja menggodanya.


Bram sudah TDK dapat menahan tawanya


"Bwahahahahahaha"tawa Bram semakin kencang setelah melihat kelakuan gadis itu,dan sekarang melihat wajah Zayyan apalagi pertanyaan konyolnya.


"BRAM,kenapa kau tertawa?"


setelah tertawa puas,Bram pun menjawab pertanyaan konyol Zayyan,"apakah kau ingat,kau menikahi gadis itu secara mendadak,pasti gadis itu tak membawa persiapan apapun, mungkin semalam ia tak nyaman tidur dengan gaun pengantin,ia ingin mengganti pakaian namun yg tersedia dikamar ini hanya bathrobe itu,mengapa kau punya pikiran kotor seperti itu, apa kau tergoda dengannya?"tanya Bram sambil tertawa puas.


"Apa-apaan kau Bram??,,apa kau beralih profesi menjadi paranormal sehingga tau yg dilakukan gadis itu semalam?"


"berhentilah bersikap bodoh Zayyan,siapa yg menemani kegilaan mu semalam suntuk di bar tdi?aku hanya berfikir rasional"


sedangkan Rayya yg berada didalam kamar, sedang kebingungan,ia tak tau harus berbuat apa"bodoh.. bodoh..apa yg kulakukan tdi,dan baju ini...arrggggghhh"Rayya merutuki kebodohan nya sendiri


sekali lagi pintu itu diketuk.."bukalah,aku hanya ingin bicara denganmu sebentar"


dengan berat hati Rayya membuka pintu sambil menundukkan wajahnya.

__ADS_1


Hanya Zayyan yg masuk ke dalam,Bram menunggu di luar, Zayyan menutup pintunya, kemudian ia duduk di sofa yg terdapat di kamar itu.


Rayya masih berdiri di belakang pintu,ia tak berani bersuara ataupun melangkah mengikuti Zayyan.


"kemari lah,aku hanya ingin bicara denganmu"


Rayya menuruti perkataan Zayyan,dari perkataannya seperti nya ia tak menyeramkan seperti kemarin, suaranya sudah lebih tenang.


Rayya dengan ragu melangkah mendekat ke arah Zayyan,Rayya duduk di sofa yg sama dengan Zayyan,ia mengambil jarak yg cukup jauh dengan Zayyan.


Diam, keduanya masih terdiam, belum ada yg memulai bicara, Zayyan mengulurkan tangannya "Zayyan,namaku Zayyan" masih belum ada respon dari gadis yg ada disampingnya..


"Zayyan.." pria ini mengulangi perkataannya sekali lagi


"Rayya... sebelumnya aku minta maaf..maaf sudah membawamu ke dalam masalah ku,fikiranku buntu saat itu,aku gegabah dalam mengambil keputusan..maaf kan aku"Zayyan menghela nafasnya,lega rasanya sudah meminta maaf pada gadis tak bersalah ini.


"apa benar kau tidak membawa pakaian ganti, sehingga terpaksa memakai bathrobe ini?"


Rayya malu bukan main dengan pertanyaan Zayyan,ia berusaha menutupi nya dengan bantal sofa."ya benar,maaf aku terpaksa memakai ini" ucap Rayya malu

__ADS_1


"Baik, masalah pakaian kita urus nanti,ada masalah yg lebih penting yg harus aku bicarakan kepadamu"ia mengambil nafas panjang"tentang pernikahan ini" Zayyan melanjutkan ucapannya"aku tau seharusnya pernikahan ini tidak terjadi,TDK seharusnya aku memaksamu untuk menikah denganku,tpi Rayya asal kau tau,aku bukan pria yg asal mengambil keputusan lalu tidak bertanggung jawab atas keputusan yang kuambil,aku sudah memutuskan untuk menikahimu,maka aku akan bertanggung jawab sepenuhnya atas pernikahan ini,aku akan bertanggung jawab atas dirimu kedepannya,kau jangan khawatir aku tak akan mendekatimu,tapi hidupmu mulai sekarang menjadi tanggung jawabku".


Zayyan menoleh ke arah Rayya,ia menunggu respon dari gadis pendiam ini.


"sampai kapan pernikahan ini berlangsung,apa kau akan menceraikan ku suatu saat?"


Zayyan mendengar pertanyaan tersebut sedikit terkejut,karena belum apa-apa,gadis didepannya ini sepertinya sudah mengharapkan perpisahan atas pernikahan ini


"Sudah kukatakan sebelumnya,aku tidak suka bermain-main dalam mengambil keputusan,ini sudah keputusanku,mari kita jalani saja dlu, aku akan berusaha untuk bersikap baik kepadamu,tapi tolong jangan jatuh cinta pada ku, jangan membawa perasaan pada hubungan ini,aku tak yakin masih memiliki perasaan itu"


Rayya berfikir sejenak, sepertinya tidak terlalu buruk,ia juga bisa terlepas dari keluarganya yg sudah TDK menganggapnya itu , ayahnya yg terlalu mencintai istrinya itu, sehingga TDK lagi memerhatikan dirinya, istri ayahnya itu selalu bersikap seenaknya kepada rayya.


Dan sekarang ada pria tampan menawan juga mapan menawarkan untuk hidup bersamanya walau tanpa cinta,tanpa perasaan,rayya rasa ia sanggup menjalani rumah tangga ini,karena ia yakin terhadap dirinya sendiri tak akan mudah jatuh dalam pesona pria yg ada di hadapannya ini, walau rayya mengakui pria ini sangat tampan,baru pertama kali rayya melihat pria tampan seakan ia yg menggambar sendiri wajah seperti apa dengan kemauannya sendiri,tapi sekali lagi rayya yakin tak akan jatuh dalam pesonanya


"Baik aku mengerti" rayya mantap menyetujui nya.


Zayyan tersenyum tipis,ia mengeluarkan blackcard dalam dompetnya,lalu menyerahkannya kepada rayya "pakailah ini untuk membeli keperluan mu,ku rasa kau membutuhkan pakaian layak"


"tidak perlu,aku bisa mengambilnya ke rumah orangtua ku"tolak rayya halus

__ADS_1


"Rayya,aku TDK suka mengulangi perkataanku, sekarang kau adalah tanggung jawabku, ambilah ini, jangan permalukan aku, pergilah belilah pakaian baru dengan ini,aku mau istirahat,nanti malam kau akan diantar asisten ku,kita akan tinggal dipenthouse ku"


"terima kasih"rayya keluar dari kamar dengan membawa kartu yg diberikan Zayyan.


__ADS_2