Bridesmaids Jadi Bride

Bridesmaids Jadi Bride
Makan malam bersama


__ADS_3

"tidak salah kan tadi suara Zayyan?,apa Bram mengaktifkan speaker hingga suaraku terdengar olehnya?!"pikir Rayya terkejut tiba-tiba mendengar suara Zayyan


"terserah lah, yg penting sekarang aku harus belanja" ia segera bersiap


  Farmers market yang menyediakan berbagai macam bahan makanan terlengkap menjadi pilihan Rayya untuk membeli kebutuhan dapur, walau sebenarnya Rayya terbiasa membeli nya di pasar tradisional, tapi kali ini ia berada di tempat berbeda juga dengan status berada,ia tak tau letak pasar tradisional yg ada di sekitar tempat tinggalnya,ia memilih Farmers market karena letaknya yang sangat dekat dengan tempat tinggalnya


  Rayya mengambil troli lalu memulai memilih jenis bahan makanan yang akan dimasaknya,ia bingung harus membuat apa karena Zayyan tadi memberitahu akan makan malam bersamanya,ia tak tau makanan kesukaannya atau apakah Zayyan mempunyai alergi terhadap makanan tertentu, entahlah masa bodoh pria itu mau makan masakannya atau tidak yang penting ia tetap harus menyediakannya


Setelah Rayya selesai dengan urusan belanjanya, pandangannya tertuju pada sebuah cafe bertema minimalis modern sepertinya cafe itu baru, Rayya melangkahkan kakinya menuju cafe, didalamnya masih belum banyak pelanggan, Rayya berdecak kagum dengan interior design cafe ini, untung saja posisi cafe tidak bersebelahan dengan cafe Dinda sahabatnya,jika itu terjadi cafe Dinda sudah pasti kalah saing dengan cafe yang sekarang dikunjunginya, tiba-tiba ia merindukan Dinda


    Rayya memesan menu breakfast yang tersedia disana, setelah dihidangkan di depannya Rayya menatapnya dengan antusias makanan itu terlihat sangat enak dan menggugah seleranya, benar saja rasa ini sangat memanjakan indra pengecapnya, Rayya sangat menikmati makanannya, padahal tdi ia sudah menghabiskan dua potong sandwich, tapi sekarang ia malah menyantap makanan lain dengan nikmatnya


    Gadis itu menghampiri pelayan disana yang terlihat senggang karena tak banyak pengunjung yang datang, pelayan yang melihat seorang wanita menghampirinya terlihat kaku ia hawatir ada yg salah dengan makanannya, terlebih gadis itu mengenakan pakaian branded walau hanya sebuah t-shirt dan celana jeans tapi begitu elegan membalut tubuhnya


  Rayya menyapa pelayan itu ramah,rasa penasarannya akan cafe ini begitu menghantuinya,ia berterima kasih atas hidangan lezat yang tadi ia nikmati,pelayan itu membalasnya dengan sangat ramah ia senang atas pujian tulus Rayya,ia menjelaskan tentang cafe ini memang baru saja dibuka dan masih membutuhkan beberapa karyawan disana


    Sempat terbesit di pikirannya untuk melamar pekerjaan di cafe ini, karena berada di tempat tinggalnya cukup membosankan, lagipula letak cafe ini sangat dekat dengan penthouse Zayyan, pekerjaan yang berhubungan dengan makanan juga adalah passion nya, pasti ia akan senang bekerja di cafe ini,tapi sepertinya Zayyan tak akan pernah mengizinkannya untuk bekerja karena itu bisa mempermalukan dirinya


   Rayya kembali ke tempatnya,ia segera merapikan belanjaan dan memulai kegiatan memasaknya,tak lupa ia memakai apron namun, bayangan Zayyan muncul saat dengan lancangnya pria itu melepaskan apron yg dikenakannya lalu menarik Rayya menempel pada tubuhnya, ia teringat akan perkataan Zayyan untuk tidak jatuh cinta kepadanya,tapi sikap Zayyan belakang ini membuat perasaan itu muncul sedikit demi sedikit, bagaimana ia tak jatuh cinta jika Zayyan memperlakukan nya seperti itu,ia harus tetap menahan diri untuk tidak jatuh cinta pada Zayyan sampai Eliza kembali


       *********


"Bram apa aku boleh bekerja? aku hanya ingin mengisi waktu luang dengan hal yang kusukai" Rayya menghubungi Bram ketika aktivitas memasaknya usai


""Tapi nona..'" ucapan Bram terpotong


"ya aku tahu Zayyan tidak akan mengizinkan,tpi bisa kah kau membujuknya, tadi saat belanja aku melihat cafe baru yang terletak dekat sini,dan cafe itu membutuhkan karyawan ,kau tau ?memasak adalah hobiku,aku ingin sekali bekerja di sana"jelas Rayya


Bram menoleh ke arah Zayyan


"gadis itu masih saja tidak mendengarkan ku,aku kan sudah bilang padanya untuk.."ucapannya dipotong oleh Bram lalu memutuskan telponnya


"Bagaimana dia bisa menghubungi mu? nomor mu saja tidak punya, sudahlah Zayyan jangan terus menekannya!'"


Zayyan terdiam, perkataan Bram ada benarnya juga, baik dirinya ataupun Rayya tak memiliki kontak masing-masing di ponsel mereka, lagipula hubungannya dengan Rayya bisa dikatakan mulai membaik,ia tak boleh merusak dengan sikap arogannya

__ADS_1


   Kini Zayyan sudah sampai di penthousenya, ketika membuka pintu ia langsung disambut dengan aroma masakan yang lezat, Zayyan melangkah menuju dapur,disana ia melihat Rayya sedang asyik dengan kegiatannya, satu tangan gadis itu menggerakkan spatula dengan lihainya,dan tangan satunya lagi bergerak bebas di udara seakan jari lentiknya sedang menari disana


      Pemandangan seperti inilah yang dulu selalu dibayangkannya, ketika ia lelah sepulang kerja Zayyan melihat istrinya sedang asyik sendiri menyiapkan makanan untuk mereka santap bersama,lalu setelah menyantap makanan saatnya Zayyan menikmati waktu dengan istrinya, namun wanita yg kini dihadapannya bukanlah yang dibayangkannya, wanita itu bukan Eliza


  "kau sudah pulang?!"tanya Rayya ketika berbalik dan menemukan sosok Zayyan yg melihatnya dengan pandangan kosong


  Zayyan tersadar dari lamunannya"ayolah Zayyan lupakan masa lalu, hadapilah masa depan yang ada didepan mu"ia menyadarkan dirinya sendiri dalam hati


  "apa yang kau masak, sepertinya sangat enak"ucap Zayyan sambil mendekat ke arah Rayya


"Tetap di tempatmu!!!!, jangan mendekat atau teflon panas ini akan merusak wajahmu!!"ancam Rayya ketika melihat Zayyan mendekat dan ia takut akan berakhir seperti sebelumnya kali ini ia harus mencegahnya


"Oh ya?!,coba saja"Zayyan malah terus melangkahkan kakinya sambil tersenyum menggoda


"kau pikir aku tak serius dengan ucapanku?!ucap Rayya sambil memegang teflon panas ke arah Zayyan


Greep


 Teflon itu segera diraih Zayyan lalu membuangnya ke sembarang arah, Zayyan mengapit tubuh Rayya dengan kedua tangannya, Rayya terpojok di kitchen counter, tubuhnya yang mini sangat mudah terkurung oleh tubuh tinggi Zayyan,kini Gadis itu benar-benar tidak bisa bergerak


"Zayyan kau sudah berjanji tidak akan menyinggungku lagi, lagipula kita sudah berteman oke,jadi sebaiknya lepaskan aku sekarang'"pinta Rayya memberanikan diri menatap wajah Zayyan yg begitu dekat dengannya


Kali ini Zayyan mendengarkan Rayya,ia segera melepaskan gadis itu dan beranjak dari sana


Zayyan sudah membersihkan dirinya ia juga mengganti pakaiannya dengan kaos putih polos yg sangat pas ditubuhnya,kini mereka sedang menyantap makanan bersama, pandangan Rayya tak luput dari Zayyan,ia khawatir pria itu tak menyukaiku masakannya,tapi yg dilihatnya sekarang Zayyan sangat menikmati makanannya,jika melihat situasi sekarang mereka layaknya suami istri sungguhan,dan kali pertama Zayyan memakan masakan Rayya


   "aku dengar kau ingin bekerja,apa pemberian ku kurang?!"tanya Zayyan ketika mereka selesai makan


 "tidak Zayyan bukan begitu, hanya saja aku ingin melakukan hal yang kusukai"


  "aku bisa membuatkan mu cafe sesuai dengan design yang kau mau"


"eh .. tidak perlu terima kasih" jawab Rayya canggung


"kau tidak perlu bekerja jika hanya untuk melakukan hal yang kau sukai, daripada kau memasak untuk orang lain, lakukanlah untukku"

__ADS_1


"tapi.. sebelumnya kan sudah ada Bi Sari disini yg akan membuatkan makanan untukmu"


  "mulai sekarang apa boleh jika kau yang menyediakannya untukku?"Zayyan berhenti sebentar"makanan tadi sangat enak Rayya, terima kasih"ucap Zayyan tulus


ada perasaan bangga juga senang ketika mendengar Zayyan memuji masakannya


"baiklah Zayyan mulai sekarang aku akan memasak untukmu"


Zayyan tersenyum mendengar ucapan Rayya, obrolan mereka berlanjut, Zayyan terus bertanya tentang kegemaran Rayya seperti buku yg sebelumnya ia temukan dibalkon, Rayya juga cepat merasa nyaman dengan obrolan mereka,kini Rayya sedang menjelaskan buku yg ditanyakan Zayyan


Buku itu menceritakan tentang seorang gadis kecil yang terpuruk di dalam kehidupannya,ia rela mengamen bersama adiknya di jalan raya untuk bertahan hidup, satu-satunya orang tua yg dimilikinya yaitu ibunya sakit-sakitan, ditengah keterpurukannya datanglah seorang pemuda layaknya malaikat penolong bagi dirinya juga keluarganya,sang pemuda membawanya dari keputusasaan kehidupan sampai ia benar berhasil melewati keterpurukannya, bahkan pemuda itu menyekolahkannya sampai di jenjang tertinggi


Gadis kecil itu menaruh perasaan yang dalam pada malaikat penolongnya, namun ia harus menerima kenyataan bahwa dirinya hanya dianggap sebagai adik,ia hanya dilihat sebagai gadis kecil bukan wanita pada umumnya, sampai akhirnya pemuda itu menikah dengan wanita pilihannya, gadis itu harus menerima takdirnya walau ia harus mengubur dalam-dalam perasaannya yang sudah begitu lama bersemayam di hatinya,layak daun yang jatuh tak pernah menyalahkan angin yang menerpanya sehingga harus terlepas dari nyamannya batang pohon yang menyangganya.


Zayyan tercengang mendengarkan cerita Rayya,ia memang gemar membaca buku namun, bukan buku yg seperti itu yang dibacanya


Mungkin sudah saatnya ia menjadi daun yang tak pernah menyalahkan angin,ia tak boleh membenci takdir dan terus menyalahkan dirinya,ia harus menerima kenyataan bahwa wanita yang sangat dicintainya sudah pergi meninggalkannya


"Ambillah"


Zayyan menyerahkan sesuatu pada Rayya


"Apa ini?!" tanyanya


"Tumblr mu rusak,dan itu sebagai gantinya"


""ohhh Terimakasih Zayyan"


Rayya membuka kotak itu dan mengeluarkan Tumblr dari sana


"sudah dilengkapi dengan pengatur suhu,jadi kau bisa mengetahui suhu air hangat yang kau tuang kedalamnya"jelas Zayyan


Rayya tersenyum, sebenarnya sekarang hatinya sedang tak karuan,ia senang bukan main hanya dengan sikap Zayyan yg seperti ini


"istirahat lah ini sudah malam"Zayyan bangkit kemudian mengelus rambut Rayya

__ADS_1


"Selamat Malam'" Zayyan berlalu menuju kamarnya meninggalkan Rayya yg tengah mereog kegirangan karena Zayyan


__ADS_2