Bridesmaids Jadi Bride

Bridesmaids Jadi Bride
Ada aku disini bersamamu


__ADS_3

     Hari berganti hari, hubungan Zayyan dan Rayya semakin akrab, mereka sering menghabiskan waktu bersama meski hanya di dalam rumah, setelah selesai sarapan maupun makan malam, mereka menyempatkan untuk berbagi cerita, walau Zayyan yang banyak bertanya tentang kehidupan Rayya, namun setelah pertanyaan Zayyan mengalir lah cerita yang panjang dari bibir Rayya,akhirnya Zayyan lah yg tak banyak bicara dan setia mendengarkan celotehan Rayya


     Tidak ada sentuhan sentuhan intim Zayyan seperti sebelumnya, karena Zayyan ingin membuat Rayya nyaman dengan kehadirannya, walau beberapa kali Zayyan ingin merasakan lagi bibir gadis di depannya yang terus bercerita tentang banyak hal,ia tetap harus menahan keinginannya


   Kini mereka sedang duduk di balkon menikmati keindahan senja, semenjak mereka dekat, Zayyan pulang lebih awal sebelum matahari terbenam karena ingin segera bertemu Rayya, gadis itu sekarang juga sudah terbiasa dengan kehadiran Zayyan,selain memasak untuknya, Rayya juga membuat camilan untuk mereka nikmati di kala senja


"Bagaimana kau bisa mengenal Eliza?"


Tanya Zayyan tiba-tiba, sambil memasukkan anak rambut Rayya yg tertiup angin ke telinganya


Rayya agak canggung dengan pertanyaan itu,apa jika ia menjawab nya tidak akan membuat rasa sakit Zayyan kembali karena mengingatnya?!


"jangan khawatir,aku hanya penasaran"


Zayyan sepertinya mengetahui ekspresi wajah Rayya yang terlihat bingung

__ADS_1


"di rumah sakit". Rayya menghela nafasnya sebentar


Zayyan mengerutkan alisnya


"malam itu saat ibuku dibawa ke rumah sakit dan dinyatakan meninggal bersama adikku yang masih didalam perut ibu,aku benar-benar merasa sendirian, saat itu ayah sedang dinas ke luar kota, tiba-tiba seorang wanita yang sangat cantik menghampiriku dan mencoba untuk menenangkanku,aku sampai berfikir kalau itu adalah bidadari yang akan menjemput arwah ibuku menuju surga, ternyata itu adalah Eliza sahabat baikku"


Tak Terasa air matanya menetes, teringat akan masa kelam saat ibunya merenggang nyawa didepan matanya tanpa ada seseorang yang menemaninya


Dengan lembut Zayyan menghapus air mata yang mengalir di pipi Rayya,lalu ia membawa tubuh gadis itu dalam pelukannya, tangis Rayya bertambah pilu, Zayyan membiarkan gadis itu menangis di dadanya, sesekali ia mengusap rambut Rayya, Zayyan juga mencium pucuk kepalanya


"kau tidak sendiri sekarang,ada aku disini bersamamu" ucap Zayyan sungguh-sungguh


Rayya menarik diri dari pelukan hangat Zayyan


"matahari sudah tenggelam,mari kita ke dalam"ajak Zayyan sambil melangkahkan kakinya diikuti oleh Rayya di sebelahnya

__ADS_1


"kita akan makan diluar malam ini,jadi kau tak perlu memasak"


Zayyan mengajak Rayya makan malam di luar, karena ia melihat kondisi Rayya yg masih terbawa perasaan sedihnya


"bersiaplah!,aku akan menunggumu di sini"


ucapnya sambil tersenyum


Rayya segera masuk ke kamarnya untuk bersiap, perasaannya masih sedih saat ini terbayang kejadian mengerikan yang menimpanya, sebenarnya saat ini ia hanya ingin menenangkan diri dikamar, menangis sepuasnya lalu tertidur dengan sendirinya, begitulah selama ini ia memenangkan diri ketika mengingat kejadian itu


Rayya tak pernah menampakkan kesedihannya pada orang lain kecuali Eliza, sahabatnya itu sangat mengenal dirinya luar dalam


Kini gadis itu sudah berganti pakaian dengan dress motif bunga kecil berwarna peach,ia memakai concealer untuk menutupi matanya yang sedikit membengkak karena tangisan tadi,tak lupa ia juga mengoleskan lip cream dibibirnya yang agak memucat,riasan sederhana namun terlihat sempurna di wajah manisnya


Zayyan menghubungi pihak restoran yg ingin dikunjunginya,ia memboking tempat itu hanya untuk dirinya dan Rayya,ia juga meminta untuk tempat itu didekorasi sedemikian rupa agar terlihat semakin indah, Zayyan berharap semua itu akan menghilangkan kesedihan Rayya

__ADS_1



Pintu kamar terbuka, Zayyan menatap Rayya dalam,ia tak suka leher gadisnya sangat terekspose dengan pakaian itu, ditambah Gadis itu menguncir rambut nya tinggi namun,ia tidak mau membuat perasaan Rayya bertambah buruk, jadi kali ini ia membiarkannya


__ADS_2