Bridesmaids Jadi Bride

Bridesmaids Jadi Bride
Larangan untuk Bram


__ADS_3

         Bram tiba di depan pintu penthouse Zayyan,ia mengeluarkan kartu akses masuk ke dalam sana, Zayyan yg memberikan kartu itu padanya saat ia memutuskan untuk tinggal di sana setelah menikah karena Bram lah yg mengatur semua jadwalnya di kantor, namun alangkah terkejutnya Bram ketika masuk ke dalam ia melihat Zayyan sedang membopong istrinya dan mereka akan masuk ke dalam kamar, seketika itu juga Rayya berhasil turun dari gendongan Zayyan karena cengkraman pria itu melonggar saat melihat Bram datang, secepat mungkin Rayya berlari menuju kamarnya,ia segera mengunci pintu dari dalam,dan kembali ke tempat tidur nya menutup seluruh tubuh dengan selimut, beruntung tadi Bram datang jika tidak ada dirinya mungkin Rayya benar-benar sudah dimakan Zayyan, entah apa maksud dimakan itu, yang terpenting sekarang dirinya selamat dari cengkraman Zayyan


           Kini dua pria itu duduk berhadapan di ruang tamu,yang satu sedang menahan kesal karena kedatangannya, sedangkan yg lain sibuk mencerna kejadian yang barusan,apa sekarang Zayyan sudah jatuh hati pada gadis itu dan bisa move on dari masa lalunya???


"Berhenti memikirkan hal aneh BRAM!!! jangan pernah mengungkit kejadian tadi lagi, lupakan saja,lagi pula kau tidak punya sopan santun, seenaknya saja masuk ke sini"Zayyan meluapkan kekesalannya pada Bram


"baiklah, maaf"ucap Bram mengalah ia malas berdebat dengan Zayyan"tapi...apa kau tidak mau menceritakan padaku tentang kejadian barusan?!!!"goda Bram disana


Pluk


Remote tv melayang ke arah Bram tepat mengenai hidung runcingnya,Bram meringis mengusap hidungnya yang memerah karena lemparan Zayyan


"untung hidung ini original Made sang pencipta, sembarangan kau Zayyan main lempar saja"Bram mengeluh disana


"Mulai sekarang kau tidak bisa seenaknya masuk kemari!!!" perintah Zayyan


"Aku sudah menghubungimu sebelum masuk tadi,coba kau cek sekarang ponselmu ada berapa panggil tak terjawab dariku??"


Memang ketika Bram sampai di basemant ia menghubungi Zayyan beberapa kali,juga ketika ia hendak masuk ke dalam Bram menghubunginya lagi namun belum ada jawaban dari Zayyan


"Terserah,aku mau bersiap dulu"


BRAK

__ADS_1


pintu kamar ditutup kencang oleh Zayyan,ia tak mengerti dengan dirinya sendiri,mengapa jika dekat Rayya dirinya bisa hilang kendali?,apa mungkin benar ia sudah jatuh hati?, tapi ini terlalu cepat, padahal setiap malam bayangan Eliza masih setia menemaninya, kerinduan juga masih sangat besar untuknya, namun memang belakang ini bayangan Eliza kadang berganti menjadi sosok Rayya walau hanya sesaat, Zayyan berharap dimanapun Eliza berada semoga ia baik-baik saja


    Zayyan berjalan menuju kamar mandinya,ia menanggalkan seluruh pakaiannya, lalu menyalakan shower air pun langsung membasahi tubuhnya, Zayyan memejamkan matanya sepintas bayangan dirinya saat menggendong Rayya terlihat,tadi itu nyaris saja ia melakukan hal gila terhadap Rayya, entah ia harus senang atau kesal dengan kehadiran Bram karena sudah menggagalkan aksi nekatnya.


        Kini Zayyan sudah memakai setelan yang ia siapkan sendiri,kemeja putih yg sangat pas membalut tubuh kekarnya ia juga memasang dasinya sendiri, padahal ia dlu sering membayangkan Eliza lah yg akan memasangkan dasi itu kemudian ia mencium kening wanitanya dalam sambil tersenyum, namun kenyataannya semua itu hanya khayalan belaka, Eliza menghancurkan semua mimpinya,hal apa yang membuatnya berlaku demikian, padahal 5 tahun bukan waktu yang lama mereka lalui bersama,apa Eliza tidak bisa merundingkan masalah itu dengannya lalu mengambil keputusan bersama?


       Perasaan bersalah kini merasuki Rayya, Zayyan belum sarapan,dan sekarang Bram sudah menjemputnya,Bi Sari juga sepertinya hari ini tidak datang,ia khawatir pria itu akan sakit lagi, akhirnya Rayya memutuskan untuk membuatkannya makanan ia menyibak selimut, gadis itu membuka pintu pelan,ia melihat Bram sedang asik memeriksa dokumen yang ada di tangannya, Zayyan tak tampak disana, sepertinya ia sedang bersiap mengingat tadi Zayyan masih mengenakan piyama, rambut hitamnya juga masih berantakan tapi menurut Rayya itu sangat menawan,pria itu curang bangun tidur saja sudah begitu tampan, sedangkan dirinya setiap bangun tidur sudah seperti singa rambutnya tak beraturan dan yang pertama kali ia cari adalah sisir untuk merapikan rambutnya


     Rayya melangkahkan kakinya hati-hati ia berharap Bram tidak melihat nya, berhasil ia sampai dapur dengan selamat, Rayya dengan cepat membuat sandwich yg sama dan meminimalisir suaranya,tersajilah dua potong sandwich yang menggugah selera,kini ia bingung harus mengantarkan piring ini atau memasukkannya ke dalam wadah karena menurut gadis itu mereka sudah terlambat, Rayya pun memutuskan untuk menaruh sandwich itu dalam wadah berupa lunch box yang dibelinya ketika jalan bersama Miya


 "Bisa tolong berikan ini pada Zayyan?!tadi ia belum sempat sarapan"


Pinta Rayya yang sedang berdiri dihadapan Bram sambil memegang lunch box


"terserah Zayyan mau menerimanya atau tidak, yang penting berikan ini untuk nya"


"Baik nona"ucap Bram ia menerima lunch box dari tangan Rayya


 Secepat kilat Rayya masuk ke dalam kamarnya,kini hilang sudah rasa bersalahnya


"Ayo Bram"


"tadi istrimu memberikan ini" Bram menyerahkan lunch box pemberian Rayya

__ADS_1


"Apa dia kira aku ini anak TK Hah???!!"Zayyan tak menerimanya


"Dia menghawatirkan mu Zayyan,Dia bilang kau belum makan, kalau tidak mau ini untukku saja"


Zayyan segera merampasnya dari Bram,dan berlalu begitu saja, ketika berada di mobil Zayyan membuka kotak makan itu dan alangkah senangnya ia melihat sandwich yang tdi sangat ia inginkan, biasanya Zayyan tak pernah makan dalam mobil, karena khawatir akan sisa remahan makanan dan tentu saja ia sangat menjaga kebersihan, namun untuk kali ini ia menyampingkan itu,dan segera menghabiskan makanannya, beruntung Rayya juga membawakannya pisau kecil dan garpu jadi Zayyan tak perlu mengotori tangannya


"Sehabis ini, hubungi Pak Andi untuk mencuci mobil ini"pinta Zayyan kepada Bram setelah ia menghabiskan sandwich nya


"Baik"Bram menggangguk tanda mengerti


Ponsel Bram berbunyi,ia menekan tombol dekat setir mobil yang sudah terpasang audio connectivity sehingga ia tak perlu melepas tangan di kemudinya


"Halo Bram..."suara wanita menyapanya di sana


Zayyan yg berada di kursi belakang segera memfokuskan pendengarannya pada suara itu,ia sangat mengenal suara wanita yang menghubungi Bram


"iya Halo nona Rayya"jawab Bram matanya melirik dari spion ke arah belakang


"apa aku boleh keluar sebentar?,aku ingin belanja bahan makanan, sepertinya Bi Sari tidak datang hari ini, tempat nya tidak jauh ada di seberang apartemen ini"pinta Rayya suaranya terdengar jelas dalam mobil ini


Bram memberi kode kepada Zayyan untuk menunggu jawabannya


"Suami mu itu aku,jadi jika kau memerlukan sesuatu tanyakan langsung pada ku, bukan pada orang lain, mengerti?!"Zayyan menjawabnya langsung dan tentu saja suaranya terdengar jelas oleh Rayya"pergilah,malam nanti aku ingin mencicipi masakanmu"

__ADS_1


__ADS_2