Bridesmaids Jadi Bride

Bridesmaids Jadi Bride
Tumbler


__ADS_3

Suara gemericik air terdengar sangat nyaman dari dalam kamar mandi,Bram membersihkan tubuhnya setelah seharian bekerja, akhir akhir ini pekerjaan nya tambah banyak ia juga menjadi kerepotan karena ulah Zayyan yg seperti wanita pms tak berkesudahan


Bram melilitkan handuknya di pinggang ia menuju walk in closet untuk mengganti pakaiannya dengan piyama,ia sudah bersiap untuk mengistirahatkan tubuhnya


Tak lama ponselnya berdering dan ia tau betul nada dering itu karena ia khusus kan untuk Zayyan


"panggilan kan dokter Arya sekarang!!"telpon terputus


"hey tunggu siapa yg sakit Zayyan!?"suara Bram disana khawatir


Bram segera menghubungi dokter Arya,dan menjemputnya di rumah sakit, dokter Arya sebenarnya baru saja selesai melakukan operasi dan sekarang ia langsung dijemput Bram menuju kediaman Zayyan


"Zayyan sakit?,tumben tuh anak bisa sakit?"tanya dokter Arya


"gue juga gk tau, tiba-tiba Zayyan telfon suruh manggil Lo"jawab Bram ketika mereka masih di dalam mobil


Mereka pun sampai di penthouse Zayyan, sebenarnya dokter Arya khawatir karena tak biasanya Zayyan memanggilnya


Bram menempelkan akses untuk masuk, pintu pun terbuka, nampak kosong tak ada penghuninya, mungkin di kamar pikirnya


Bram membuka pintu kamar Zayyan,dan menemukan pemandangan yang seharusnya tak ia lihat,di dalam kamar dua insan yg sedang duduk di tempat tidur saling berpandangan dan wajah mereka begitu dekat tangan si wanita juga berada dipundak pria,ia melihat Zayyan semakin mendekatkan wajahnya,tapi sepertinya kejadian romantis itu harus terhenti karena kehadiran nya, Bram menyesal sekali seharusnya ia tak buru-buru tdi berangkat kesini, Bram sudah khawatir terhadap Zayyan


Tiba-tiba gadis itu bangkit dan mengucapkan umpatan pada Zayyan, kemudian berlalu melewati Bram dan dokter Arya, terlihat sekali diwajahnya semburat merah,ia pasti malu dan ekspresi itu terlihat menggemaskan sekali


"hahaha kita ganggu ya..." ucap dokter Arya sambil tertawa


"kenapa pintu nya GK dikunci dlu?,jadi kita kan GK harus melihat adegan tdi, ngomong ngomong istri Zayyan lucu ya,apa tdi dia bilang tua bangka hahahaha"dokter Arya terus mengoceh padahal Zayyan sudah melihat nya dengan pandangan tajam dri tdi


"lagian makannya berantakan,di mulut mu ada banyak bekas kue, persis seperti anak-anak"dokter Arya terus meledek Zayyan


"diam kau Arya! cepat lakukan tugas mu!!"Zayyan tak senang Arya terus meledek nya


Seketika tawa dokter Arya terhenti,ia mulai melihat kan mimik serius di wajahnya


"maaf,jadi siapa yg sakit"


"perutku tiba-tiba sakit,ku kira aku akan mati tdi"jawab Zayyan


Dokter Arya segera memeriksa tubuh Zayyan menggunakan stetoskop nya

__ADS_1


"asam lambung mu naik,kau tidak punya riwayat penyakit maag,apa akhir akhir ini kau telat makan?"tanya dokter Arya sudah mengerti apa yg dialami Zayyan


Zayyan hanya mengangguk


"baiklah nanti aku akan bicara pada istri mu untuk memperhatikan jadwal makan mu"


"tidak perlu, bicara saja langsung disini nanti Bram yg akan mengurusnya"tolak Zayyan


"kau ini sudah menikah,tpi masih saja Bram yg mengurusi mu'"ucap dokter Arya menggelengkan kepalanya


"dokter Arya sepertinya pekerjaan mu sudah selesai,kau bisa pulang sekarang"usir Zayyan


"kenapa kau jadi menyebalkan seperti ini Zayyan,apa karena tdi kedatanganku mengganggu mu?, lagipula aku belum meresepkan obat"


Zayyan mendengus kesal,ia memang membutuhkan obat pereda nyeri,karena perut nya masih belum nyaman


Bram mengantar Dokter Arya ke depan pintu, dokter Arya celingukan mencari sesuatu


"dimana istri Zayyan?"tanyanya kepada Bram


"pulanglah Arya pekerjaan mu sudah selesai, terima kasih sudah datang"jawab Bram


"Tadi aku kemari kau jemput,tega kau Bram menyuruhku pulang sendiri"


"sudah ada supir yg akan mengantarkan mu pulang Arya dan menunggu mu dibawah"


"baik,baik aku akan pulang, jangan lupa segera tebus obatnya"


Bram menutup pintu,ia segera memfoto resep obat dan memerintahkan seseorang untuk membelinya


Bram masuk ke kamar Zayyan,ia melihat Zayyan masih menunjukkan wajah kesalnya


"Zayyan, mungkinkah jika tdi aku tidak masuk kamarmu,kau akan segera memberi ku ponakan?!"canda Bram tiba-tiba


Pluk


Zayyan melayangkan sesuatu yg berada di sebelah nya ia mengira tadinya adalah bantal dan itu mengenai Bram, bukannya meringis kesakitan Bram malah tertawa karena berhasil membuat Zayyan bertambah kesal.


Bram mengambil sesuatu yg Zayyan lempar tdi,dan ternyata itu adalah Tumbler berwarna merah muda dengan aksen Glitter memenuhi Tumbler

__ADS_1


"sejak kapan kau menyimpan botol ini, lagipula apakah selera mu telah berubah menjadi pinky?" tanya Bram sambil menunjukkan Tumbler yg sudah retak karena ulahnya tdi


Zayyan segera merampas botol itu dari Bram,ia melihat Tumbler itu sudah retak dibeberapa tempat, padahal tdi Tumbler inilah yg membantunya meredakan rasa nyeri, bukan Tumbler ini tapi pemilik nya, Zayyan pun menyesali perbuatannya tadi


"ini milik gadis itu,kau telah merusak nya Bram"


"seperti nya bukan hanya perutmu yg sakit,tpi otakmu juga, jelas-jelas kau yg melemparnya"


"ya,tpi jika tdi kau menangkapnya botol ini tidak akan jatuh"Zayyan masih mengelak


"baiklah Zayyan sepertinya kau sudah membaik, buktinya kau kembali menyebalkan,aku akan mengambil obatmu"


Bram menyudahi perdebatannya dengan Zayyan


"ini obatmu,tpi tdi Arya bilang kau harus makan dulu" Bram menyerahkan obat ke tangan Zayyan


"ya aku memang lapar, tolong beritahu bi Sari untuk segera membuatkan ku makanan"


"bi Sari sudah pulang, apa mau aku pesankan makanan?" tawar Bram


"ya terserah'" ucap Zayyan malas


Zayyan masih memperhatikan Tumbler yg berada di tangan nya,ia tersenyum


"kau tau Bram? gadis itu tak mengingat tanggal pernikahan nya, bodoh sekali"ejek Zayyan sambil tersenyum membayangkan ekspresi Rayya tadi.


Bram yg sedang menghubungi seseorang untuk menyiapkan makanan, menoleh ke arah Zayyan yg masih tersenyum renyah


"tentu saja gadis itu tidak mengingat nya, kerena itu adalah hari pernikahan mu, bukan pernikahan nya"


Senyum Zayyan seketika hilang dari wajahnya, ternyata dirinya lah yg bodoh, karena hari itu seharusnya pernikahannya dengan Eliza bukan Rayya


"aku minum saja obatnya sekarang, tidak perlu makan,kau pulanglah, terima kasih sudah datang"rasa laparnya tiba-tiba hilang, Zayyan hanya ingin segera tidur sekarang


"tapi kata Arya.."


"sudah pulang sana..!!" usir Zayyan


"baiklah Zayyan, selamat beristirahat"pamit Bram meninggal kan kamar Zayyan

__ADS_1


__ADS_2