Bridesmaids Jadi Bride

Bridesmaids Jadi Bride
berkunjung


__ADS_3

Setelah menempuh perjalanan sekitar 20 menit, Rayya sampai di cafe Dinda


"Terima kasih pak Wahyu"ucap Rayya pada sopir setelah keluar dari mobil


"sama-sama nona,nanti saya yg akan menjemput nona kembali"


Dekorasi sederhana menghiasi opening cafe Dinda, balon berwarna pastel menyambut tamu yg datang di depan pintu,tak lupa tali pita yg nanti akan digunting oleh si pemilik sebagai tanda bahwa cafe telah resmi dibuka


"Rayyaa....Ya ampun aku senang banget kamu beneran Dateng, terima kasih ya.."


Dinda segera menghampiri sahabatnya sambil berlari kecil


"Aku kangen banget sama kamu Din"mereka berpelukan hangat


Saat pernikahan Rayya baru menginjak 1 bulan,selama itu memang Rayya tidak pernah bertemu teman atau keluarganya,ia hanya keluar dengan Miya, karena sampai saat ini Zayyan masih belum menanyakan keluarganya, apalagi sebelumnya ada larangan untuk tidak kembali ke rumah orang tuanya, Rayya hanya sekedar menelpon ayahnya,dan sang ayah terlihat sangat antusias selalu menanyakan menantu yg dibanggakannya,Rayya pun hanya menjawab sekedarnya,karena tujuan menelpon ayahnya hanya rindu pada sang ayah


"Yuk Rayya kita masuk, sebentar lagi opening nya dimulai"ajak Dinda


Rayya dan Dinda beriringan masuk ke dalam cafe,tak lama acara grand opening cafe dimulai,berbagai rangkaian acara dilaksanakan,tidak ada yg istimewa dalam opening cafe ini,ya memang cafe Dinda terbilang sederhana namun letaknya yg strategis diapit oleh 2 kampus besar juga tema cafe yg mengusung Instragramble sudah tentu akan menjadi incaran para mahasiswa yg ada disekitarnya.


Sebelum grand opening,Dinda memang gencar mengadakan promosi cafenya kepada mahasiswa dengan memesan makanan maka akan mendapatkan free minuman apapun yg ada di menu, harganya juga yg terjangkau bagi para mahasiswa, bahkan ada beberapa mahasiswa yg sudah mencari lowongan di cafe untuk kerja part time.


Setelah acara itu selesai, Dinda berniat untuk membagikan beberapa paket makanan kepada yg layak menerima sebagai rasa syukur atas keberhasilan opening cafe nya.


"Rayya aku mau membagikan sedikit box makanan kepada yg layak menerima, niatnya aku mau membagikan makanan ini ke panti asuhan,maukah kau menemaniku?"pinta Dinda


""ahh... Gue salut banget sama lu Din, tentu dong gue mau nemenin lu"dengan senang hati Rayya menyanggupinya walau sebenarnya ia agak ragu, karena sebelumnya ia hanya bilang ingin ke tempat temannya saja,tapi mungkin tidak masalah toh si tuan sombong itu selalu pulang larut malam,ia juga tidak mungkin akan mencarinya jika Rayya belum sampai di penthouse nya.

__ADS_1


"Din, rencana nya kamu mau ke panti asuhan mana?"tanya Rayya


"panti asuhan dekat sini,karena gue GK bisa ninggalin cafe lama-lama"


Mereka menaiki motor Dinda yg sudah berisi box makanan, sesampainya di panti asuhan yg Dinda masuk, ternyata kosong, Dinda segera bertanya pada penjaga,penjaga memberitahunya bahwa ada donatur yg mengajak anak anak tamasya ke villa


Dinda terlihat kecewa mendengarnya,ia menghela nafasnya, Rayya segera menghampiri sahabatnya itu


"Din, gimana kalo kita ke panti asuhan bunda kasih, memang agak jauh sih,tpi ini kan belum waktunya pulang kerja, pasti belum macet, daripada makanannya mubazir"usul Rayya


Panti asuhan Bunda Kasih adalah panti asuhan tempat sahabatnya Eliza dlu, Eliza suka mengajak Rayya kesana,dan mengenang masa kecilnya


Eliza ditemukan didepan pintu asuhan oleh Bu Mira ketua yayasan dalam keadaan tali pusar masih merah, Eliza tumbuh menjadi gadis yg cantik makanya ketika umur 5 tahun sudah banyak yg ingin mengadopsinya,akhirnya ia diadopsi oleh keluarga pengusaha yg sudah lama menantikan buah hati segala upaya sudah mereka lakukan, hingga pilihan terakhir mereka mengadopsi anak, mereka sudah menyukai Eliza kecil saat pertama kali melihatnya, Eliza kecil tumbuh menjadi gadis imut menggemaskan, tanpa pikir panjang mereka langsung mengadopsi Eliza dan merawat nya bersama


Panti asuhan itu terletak dipinggiran kota, beruntung Dinda dan Rayya mengendarai motor karena jalanan ibukota mulai dipadati kendaraan yang baru selesai bekerja, waktu senja pun segera tiba, Rayya dan Dinda sudah sampai di panti asuhan


"waaah..kak Rayya tambah cantik ya.. dimana ka Eliza,siapa itu disebelah kakak?,mengapa bukan ka Eliza"tanya anak anak itu bersamaan


Rayya terdiam,ia bingung harus menjawab apa, karena ia memang tidak tau dimana keberadaan Eliza


Rayya menunduk,menyamakan tingginya dengan anak anak itu


"Ka Eliza sedang ada urusan sebentar, nanti jika urusan nya sudah selesai pasti akan kemari lagi"ucap Rayya sambil tersenyum lalu memeluk anak-anak disana.


Dinda memperhatikan kesedihan diwajah Rayya,ia memang tak terlalu mengenal Eliza karena ia hanya teman di kampus Rayya, Rayya lebih sering menghabiskan waktunya di luar kampus bersama Eliza, jadi Dinda hanya sekedar kenal saja dengan Eliza


"Rayya apa lu bahagia dengan pernikahan ini? tanya Dinda tiba-tiba setelah mereka membagikan makanan

__ADS_1


Rayya tersenyum namun pandangannya kosong


Ayolah Din, pernikahan gue baru 1 bulan,ya kita masih tahap pdkt lah"jawab rayya


"gue hawatir karena pernikahan lu mendadak banget,lu jadi bridemaid malah jadi bride nya, terus ada tanda tangan kontrak gitu GK,kaya di novel yg w baca nikah kontrak"tanya Dinda iseng


Rayya mencubit pipi sahabatnya"jangan ngaco deh, emang w nikah kontrak,udah ah temuin Bu Mira yuuk"ajak Rayya


Mereka masuk kedalam ruangan yg disitu ada Bu Mira sedang beristirahat nampak wajahnya yg semakin dimakan usia, apalagi keadaan nya yg makin melemah setelah mendengar kabar tentang Eliza


Walau Eliza sudah diadopsi oleh keluarga yg menyayanginya, Eliza tetap rajin menyambangi Bu Mira,kedua orang tua asuhnya pun menjadi donatur tetap panti asuhan ini,Bu Mira sangat menyayangi Eliza,Bu Mira juga mengenal Zayyan karena Eliza yg membawanya kesana dan meminta restu untuk menikahinya,betapa senangnya Bu Mira Eliza mendapatkan keluarga dan pasangan yg sangat menyayanginya ,ia bersyukur kini hidup Eliza sudah lebih baik dikelilingi orang-orang yang mencintainya.


Namun seperti disambar petir ketika mendengar Eliza pergi dihari bahagia nya,walau Bu Mira tau setelah 1 pekan setelah pernikahan itu,ia bingung atas keputusan Eliza karena sangat terlihat keduanya saling mencintai, bahkan sangat terlihat cinta Zayyan sangat besar terhadapnya.


Rayya mengetuk pintu yg tak tertutup,Bu Mira langsung menoleh ia tersenyum melihat Rayya datang sahabat Eliza,tentu saja Bu Mira sangat mengenal rayya karena rayya juga sering berkunjung kesana bersama Eliza


"bagaimana kabarmu nak?"tanya Bu Mira teduh setelah rayya bersalaman dengannya


"kabarku baik Bu, bagaimana dengan Bu Mira" tanya Rayya balik sambil duduk ditepian ranjang.


"Keadaan ku begini saja, hanya saja apa belum ada kabar tentang Eliza" tanya Bu Mira


Entah Rayya mau jawab apa jika ditanya tentang Eliza karena ia benar-benar tidak tahu


"kami masih menunggu kabarnya Bu..semoga saja Eliza segera memberi kabar"


"aku sangat menunggu kabarnya,jika sudah ketemu aku tak akan segan mengomelinya, Bagaimana bisa ia tega meninggalkan pemuda sebaik nak Zayyan yg sangat tulus mencintainya"terlihat nada kecewa yg diucapkan Bu Mira

__ADS_1


Mereka terlibat obrolan seru tentang lainnya, sebenarnya Rayya ingin memberitahu Bu Mira bahwa ia sudah menikah dengan Zayyan, namun sepertinya ia enggan menjelaskan nya lebih dalam.


__ADS_2