
Keheningan malam yang tenang, bulan dan bintang bersinar indah, sebagian manusia menggunakan waktu tersebut untuk beristirahat dari padatnya aktivitas disiang hari,namun tidak dengan Zayyan,masih ada perasaan bersalah pada gadis yg kini menjadi istrinya,ia sudah menuduh gadis itu sembarangan dengan menganggapnya seperti wanita pada umumnya yang tertarik pada uang, sebenarnya sudah banyak gadis baik di kantor atau kenalan orang tuanya yg menggilainya tentu saja itu karena uang yg ia miliki begitu tanggapannya, padahal selain uang yg banyak itu tentu saja ketampanan Zayyan juga menjadi daya tarik tersendiri bagi kaum hawa.
Zayyan memandang Rayya dengan pandangan tak suka,Karena Rayya baru saja diberi blackcard belum sehari sudah menggunakannya sebanyak itu bahkan sangat berpengaruh pada penampilannya, setelah belanja tdi Rayya terlihat lebih fresh dan senang, karena kebahagiaannya itu sangat terlihat dalam wajah polosnya, padahal semua itu adalah perintahnya,namun Zayyan enggan meminta maaf pada rayya walau Zayyan mengakui kesalahannya.
Zayyan akhirnya membuka rekaman cctv untuk mengalihkan pikirannya, ia berharap mendapat petunjuk atas hilangnya Eliza pujaan hatinya, rekaman cctv itu adalah rekaman yg berada di hotel tempat pernikahan nya berlangsung,namun ternyata nihil tidak ada tanda-tanda Eliza dalam rekaman itu, apakah Zayyan harus benar-benar melepaskannya dan menerima Rayya dalam hidupnya?!
Bukan Rayya yg tiba-tiba masuk menerobos dalam hidupnya,ia lah yg memaksa gadis itu untuk masuk kedalam kehidupannya, sudah terlambat untuk menyesali keputusannya,kini ia harus bertanggung jawab atas kehidupan Rayya,dan berusaha melupakan Eliza, walau mustahil baginya, begitu lah pikiran Zayyan sampai lewat tengah malam pun masih belum ada tanda mengantuk menyerang dirinya,ia masih terus memikirkan banyak hal
__ADS_1
Berbanding terbalik dengan Gadis yg berada disebelah kamarnya, setelah membersihkan dirinya,Rayya tidur dengan nyaman di kasur yg empuk itu,Rayya bisa tidur tenang karena ia yakin bahwa pria asing itu tak akan mungkin masuk menerobos kamarnya.
*******
Tepat pukul Lima pagi Rayya sudah terjaga dari tidurnya,ya semalam tidurnya sangat nyenyak tak ada nyamuk atau suara bising yg mengganggunya, Rayya segera membersihkan dirinya, karena itu adalah awal yg bagus untuk memulai hari dengan semangat, setelah mandi Rayya memilih pakaian santai t-shirt branded yg baru pertama ia miliki dengan menggunakan uang Zayyan ia padankan dengan celana Chino berwarna beige yg sangat nyaman dipakainya, Rayya keluar kamar untuk mempersiapkan sarapan karena setiap pagi dirumahnya itu adalah kebiasaan sehari-harinya menyediakan sarapan untuk keluarga nya walau sebenarnya dirumahnya memiliki asisten rumah tangga tapi ibu tirinya sangat suka memerintah Rayya seenaknya,namun masak adalah hobinya ia melakukan dengan senang hati ayahnya juga sangat cocok dengan masakannya karena rasanya tak beda jauh dengan masakan ibu rayya,dari ibunya ia belajar memasak dan mengerti atas arti hidangan yg disajikan untuk orang tercinta,bahkan Rayya sampai mengambil kuliah jurusan tata boga walau tak semudah bayangannya karena ternyata bukan hanya tentang memasak yg ia pelajari banyak hal dari segi etika kimia dasar ahli gizi bahkan matematika pun harus dikuasainya dalam hal tata boga namun Rayya tetap menjalaninya dengan senang hati.
"ada yg bisa saya bantu Bu?"tanya Rayya sopan kepada asisten wanita paruh baya itu
__ADS_1
"oh nona selamat pagi anda sudah bangun? Tidak perlu repot-repot nona sudah menjadi tugas saya Disni, silahkan menunggu,jika sudah siap saya akan memanggil anda,nanti tolong bangunkan tuan Zayyan bila sarapannya sudah siap'" pinta ia sopan
Rayya hanya mengangguk kemudian kembali ke kamarnya,ia tak berani membangunkan Zayyan,ia pun segera menelpon miya tak menunggu lama miya sudah menjawab panggilan itu dan melaporkan nya ke Bram.
Tak lama hp Rayya berdering nomor tak dikenal, dengan ragu ia menjawab panggilan itu,"Selamat pagi nona,saya Bram sekertaris tuan Zayyan,maaf mengganggu untuk urusan Tuan Zayyan serahkan kepada saya sebentar lagi saya akan tiba untuk menjemputnya, tolong simpan nomor saya berjaga-jaga jika miya tidak bisa melakukan tugasnya untuk keperluan tuan Zayyan silahkan langsung hubungi saya"jelas Bram
Tanpa menunggu jawaban Rayya panggilan itu sudah terputus, baiklah Rayya mengerti sekarang sepertinya ia hanya akan mengurus dirinya saja karena keperluan Zayyan sudah ada yg mengurusnya, sebenarnya entah ia harus senang atau sedih akan keadaannya, harus nya senang karena ia dibebaskan seperti ini, namun apakah ia akan diam saja dan tidak melakukan apa-apa itu bukan lah kebiasaan nya, kuliah Rayya juga sudah lulus,ingin pergi dengan teman entah temannya hilang kemana, mungkin sahabat yg ia punya hanya Dinda teman kuliahnya, mungkin nanti ia akan menghubunginya.
__ADS_1
Tak lama pintu diketuk, asisten itu memberi tau bahwa semuanya sudah siap,dan akhirnya Bram juga datang, lega rasanya jadi Rayya tidak perlu membangunkan Zayyan,Dan Rayya pun memilih masuk lagi ke kamar nya ia enggan bertemu muka dengan Zayyan karena sepertinya Zayyan pun juga tidak nyaman dengan dirinya