
Denyut jantung Rayya masih berdegup kencang,ia meraba pipinya sendiri ciuman itu masih berbekas hangat,Rayya benar-benar malu karena sikapnya tadi malah berujung mendapat ciuman dari Zayyan lagi, kejadian semalam yang masih terbayang dibenak nya masih belum hilang kini malah bertambah dengan kejadian saat di balkon tadi,ia bingung atas perasaannya saat ini entah marah malu atau candu, ciuman Zayyan begitu lembut dan memabukkan, walau pikiran nya menolak namun jiwa dan raganya menikmati setiap sentuhan Namun gadis itu segera sadar bahwa pria itu bukanlah milik nya, Zayyan tetap milik Eliza seorang, mungkin suatu saat sang empunya akan kembali dan mengambil apa yang sudah menjadi miliknya
Ketukan pintu terdengar dari luar kamarnya,Rayya yg masih berkecamuk dalam pikirannya segera membuka pintu,kini dihadapannya sudah berdiri pria yg sedari tadi mengganggu pikirannya menggunakan pakaian santai kaos putih polos yg membentuk tubuhnya, wajahnya yang sudah terlihat segar seperti habis mandi kembang menambah ketampanan diwajahnya,Rayya tak berkedip melihat pemandangan didepannya, walau sudah 3 bulan hidup satu atap bersama Zayyan namun,Pria didepannya ini sangat berbeda dari yang biasanya, karena ia hanya bertemu Zayyan memakai pakaian formal beserta wajah arogannya, Rayya tersihir wajah polos Zayyan,pria yg masih menunggu didepan pintu itu bingung dengan reaksi Rayya yang melihatnya dengan mata memuja
"apa aku mengganggumu?"tanya Zayyan
"ya kau sangat menggangu pikiran ku"jawab gadis itu cepat
Zayyan mengerutkan keningnya tak paham
"ah,ya maksud ku kau sangat menggangu waktuku,saat di dapur dibalkon dan sekarang apa maumu Zayyan?!"jelas Rayya
__ADS_1
"aku hanya ingin mengajakmu makan malam,mengapa kau malah mengingat hal yang di dapur?atau...."Zayyan sengaja berhenti sejenak, sambil tersenyum jahil ia kembali berkata"kau ingin reka ulang?"
"ZAYYAN, berhentilah bersikap tak sopan! lagipula siapa yg mau mengulangnya? menyebalkan!!!" ucap Rayya tak terima
""cerewet!!!ayo cepat makan!!"Zayyan meraih tangan Rayya dan membawanya ke ruang makan, Zayyan menarik kursi dan memberi isyarat kepada Rayya untuk duduk, namun rupanya gadis itu tak bergeming ia masih berdiri dan acuh
"Duduk!!" perintahnya mulai tak sabar
"Oh..jadi kau mau duduk dipangkuan ku, begitu?"goda Zayyan
Sepertinya Zayyan mulai kecanduan menggoda Rayya,ia suka melihat wajah cemberutnya,dan benar saja seketika ekspresi wajah Rayya berubah, matanya melotot, wajahnya memerah dan mulut nya siap untuk memaki dirinya
__ADS_1
"ZAYYAN!!!!! Dasar MESUM!!!siapa juga yang mau dipangku oleh mu, lebih baik aku duduk di lantai!!!" baru saja Rayya ingin duduk di lantai, Zayyan membopongnya seperti seorang pangeran yang menggendong sang putri,kemudian Zayyan meletakkan Rayya dipangkuannya, tangan Zayyan melingkar dipinggangnya
"Jadi...ini kan yang kau mau?!"tanya Zayyan dengan nada menggoda
"Zayyan..." suara Rayya terpotong
"jika kau masih bicara,aku akan melakukan apa yang ada di pikiranmu"Bisiknya di telinga Rayya"Sekarang juga kau duduk ditempat mu,dan nikmati makananmu!!"Zayyan masih berbisik dan sengaja menghembuskan nafasnya ditelinga Rayya yg masih berada di pangkuannya, seketika Rayya meremang nafas itu terasa hangat menerpa kulitnya, gadis itu memejamkan matanya seakan menikmatinya, melihat reaksi Rayya dan juga kiss mark yang masih membekas di leher Rayya akibat perbuatannya semalam membuat naluri lelakinya bangkit, Zayyan harus segera mencegahnya,ia mengangkat tubuh gadis dipangkuanya dan memindahkan ke kursi yg tadi ia persilahkan untuk Rayya, gadis itupun tersadar dari sifat bodohnya, kini ia tak berani bersuara dan hanya fokus pada makanannya, begitu juga dengan Zayyan pria itu terdiam kaku dan terus mengunyah makanan seakan menikmatinya, padahal ia sedang berusaha memadamkan hasrat yg tadi bangkit karena kejahilannya
Hanya suara sendok yg berdenting terdengar di ruang makan, sedangkan kedua insan itu masih terdiam, hingga makan malam selesai belum ada yg bersuara, akhirnya Zayyan teringat untuk membicarakan hal penting kepada Rayya kali ini tanpa menggodanya
"Tadi di kantor ayah menanyakan kabarmu, ayah dan ibu ku sangat mengharapkan kedatangan kita ke rumah mereka, kapan pun kau siap, kita akan mengunjungi mereka"Zayyan bangkit dari kursinya dan berlalu meninggalkan Rayya
__ADS_1
"sekarang apa lagi??!! menemui orang tua Zayyan??!!aku belum siap!!!!"ucapnya frustasi