
Zayyan menoleh ke arah pintu terbuka, gadis asing yang kini sudah berstatus menjadi istrinya berdiri di sana dengan tangan penuh paper bag belanjaan,kini penampilannya berubah drastis dari gadis sedih mengenaskan sudah menjadi gadis imut menyenangkan,baru kali ini Zayyan menatap Rayya lama tepatnya menilai, ternyata dia gadis yang lumayan menarik namun aneh Dimata Zayyan, wajahnya mungil hanya matanya yg besar berbinar hidungnya kecil bibirnya yang tipis, tubuhnya juga sangat mungil bahkan mungkin tingginya hanya sekitar 150an
"chh..apa mungkin masa kecilnya kekurangan nutrisi sampai ia sekecil ini"nilai Zayyan begitu meremehkan dalam hati
Zayyan memalingkan pandangannya ke arah Bram,Bram yg sudah menghampiri Rayya membantunya membawa paper bag yg berada di tangan Rayya, Setelah membantu Rayya Bram segera duduk kembali ditempatnya
"lihatlah Bram, sepertinya benar bahwa uang bisa menunjukkan sifat asli seseorang"Zayyan mengatakan dengan sinis
...Zayyan berdiri menghampiri Rayya yg masih mematung di pintu masuk.Saat sudah berhadapan dengan Rayya, Zayyan terlihat sangat menjulang tinggi,ya memang tinggi Zayyan yg mencapai 180cm sangat berbanding terbalik dengan tubuh mungil Rayya...
"Sepertinya kau menggunakan uangku dengan sangat baik"sindir Zayyan
Rayya tidak bisa diam saja,ia paham dengan ucapan Zayyan yg sangat menyinggungnya, dengan keberanian Rayya membalas tatapan Zayyan yg sedang memandangnya sinis walau Rayya harus mengadahkan wajahnya ke atas
"ya benar tuan Zayyan, Saya sudah menggunakan uang anda dengan sangat baik, anda tahu ini pertama kalinya saya belanja tanpa melihat harga"senyum Rayya paksa
__ADS_1
"oh iya anda jangan lupa karena siapa saya belanja sebanyak ini,karena anda tidak mengizinkan saya kembali ke rumah orang tuaku untuk mengambil keperluan saya,jadi saya tidak perlu menggunakan uang anda sebanyak ini"lanjut rayya puas
Bram yg dari tadi hanya menjadi penonton tersenyum mendengar jawaban tegas Rayya, sedangkan Zayyan diam tak berkutik mendengar jawaban dari gadis dihadapannya,ya memang benar ia melarang Rayya dan ia juga yg memberi perintah kepadanya untuk membeli keperluan nya yg baru di mall,tentu saja yg dibeli gadis itu sangat banyak,ah Zayyan sekali lagi kau bodoh bahkan sudah mengatakan hal buruk kepada Rayya tentu saja gadis itu tersinggung ,apa putus cinta begitu parah dampaknya sampai membuat ia seperti orang bodoh, begitu pikir Zayyan dalam hati.
"ini sudah malam, sebaiknya aku segera pamit, selamat beristirahat"pamit Bram memecahkan keheningan diantara dua insan yg bersitegang.
Zayyan hanya merespon dengan anggukan lalu ia kembali duduk ditempatnya.
Bram melangkah keluar,saat melewati Rayya Bram berhenti"Maaf nona bisakah anda tolong ingatkan tuan Zayyan untuk makan malam,karena hari ini ia hanya makan Satu kali,dan disini belum ada asisten untuk menyiapkan makan malam"pinta Bram sopan
Sebenarnya saat membahas jadwal kerja esok,tadi Bram sudah mengingatkan Zayyan untuk makan, namun Zayyan menolak karena membahas jadwal esok lebih penting dari sekedar urusan makan,namun Bram tidak mau ia yg repot jika terjadi sesuatu pada Zayyan, memang benar Zayyan baru makan satu kali untuk hari ini yaitu saat Zayyan baru terbangun dari tidurnya saat mulai petang.
Setelah Bram pergi meninggalkan mereka berdua, entah darimana Rayya harus memulai semuanya,dari urusan makan Zayyan hingga ia harus istirahat dimana, sedangkan sang tuan rumah masih diam tak bersuara
Zayyan memperhatikan gelagat Rayya yg terlihat kebingungan
__ADS_1
"Rayya duduklah" pinta Zayyan lembut
Dengan ragu Rayya duduk di sofa bersebelahan tepat dengan Zayyan, karena bentuk sofa itu memang minimalis
"di sini hanya ada dua kamar,yg disebelah sana itu kamar ku,dan di samping itu kamar tamu atau lebih tepatnya kamar Bram ketika ia menemaniku disini, sekarang terserah padamu ingin beristirahat dimana, buatlah dirimu nyaman Disni Rayya"
Rayya heran mendengar penjelasan Zayyan kenapa ia harus memilih kamar, lagian pilihan nya juga tidak ada yg membuat ia nyaman
"aku akan tidur di kamar tamu" ucap Rayya
"baiklah,aku juga yakin pasti kita sama-sama tidak nyaman jika tidur satu kamar, lagipula aku juga tidak suka tidur sekamar dengan orang lain,jika butuh sesuatu hubungi miya, tolong bila aku istirahat jangan menggangguku karena aktivitas ku sangat padat,jadi aku sangat membutuhkan tidur yg nyenyak" jelas Zayyan masih berbicara dengan lembut
Rayya mengangguk paham"tuan Zayyan apa kau sudah makan, kebetulan aku biasa memasak dirumah,anda jangan khawatir dengan rasanya,ayahku selalu memuji masakan ku"ucap Rayya semangat
"pertama jangan panggil aku dengan sebutan tuan, dan kedua kau tak perlu berlaku selayaknya istri sungguhan aku bisa mengurus diriku sendiri"Zayyan berkata sambil beranjak meninggalkan Rayya menuju kamarnya.
__ADS_1
"Dasar tuan sombong aku menawarkan dengan baik malah begitu responnya,aku kira dia sudah tidak galak setelah beristirahat bicaranya saja tdi sudah lembut, ternyata masih sama,huh dasar Sombong"gerutu Rayya setelah memastikan Zayyan benar-benar masuk ke kamarnya
Rayya juga sudah merasa lelah setelah seharian berkeliling mall,ia juga segera masuk ke kamarnya