Bridesmaids Jadi Bride

Bridesmaids Jadi Bride
malam pengantin bagian 2


__ADS_3

Malam pengantin yang seharusnya menjadi malam yg indah bagi kedua mempelai,namun tidak bagi Zayyan dan rayya,malam ini bagai mimpi buruk bagi ke duanya.


rayya yg terpaksa menikah dengan pria yg sama sekali tidak dikenal nya,hanya beberapa kali mendengar namanya dari sahabat dekatnya Eliza,kini ia yg menjadi pengantin pria asing itu.


Zayyan yg sudah menunggu hari pernikahan ini dengan pujaan hatinya,harus menerima kenyataan pahit, Eliza pengantin nya pergi entah kemana hanya meninggalkan secarik kertas permintaan maaf nya.


Malam semakin larut,bulan dan bintang semakin menunjukkan sinarnya, begitu pula dengan Zayyan yg semakin larut dalam kesedihan nya,ia pergi ke sebuah club' malam yg masih berada di hotel tempat pernikahan nya, botol alkohol sudah berserakan didepan mejanya, entah sudah berapa botol ia tenggak.Ia menangis,menyalahi takdirnya,ia meluapkan kesedihannya dengan alkohol yg sebenarnya Zayyan jarang sekali menyentuhnya, karena Zayyan memiliki pola hidup sehat,ia sangat mengindari rokok dan alkohol, tidak seperti pria pada umumnya.


Disinilah Zayyan berada sekarang bau alkohol sangat menyengat keluar dari mulutnya,ia ditemani Bram, sekertaris sekaligus sahabat kecilnya,Bram yg sedari tdi hanya diam mendengarkan ocehan dari Zayyan yg sangat terpuruk dihari bahagia nya,ia tidak melarang Zayyan menenggak minuman keras tersebut,Bram membiarkan Zayyan meluapkan kesedihannya berharap hatinya yg terluka menjadi lega.


Bram melirik arlojinya,jam sudah menunjukkan pukul 4 pagi, Zayyan masih dalam keterpurukan nya, bukannya malah membaik, justru tangisan Zayyan semakin menjadi, ocehannya semakin tidak jelas, sepertinya Bram harus menyudahi semuanya,ia rasa Zayyan sudah cukup meluapkan kesedihannya,Bram mengambil handphone nya lalu menelpon seseorang,"paman Jay, tolong buatkan racikan penawar mabuk untuk Zayyan, bawakan ke hotel,aku menunggunya"


Bram memutuskan sambungan nya, kemudian ia beralih ke Zayyan


"Zayyan,kurasa sudah cukup, sekarang beristirahat lah,ini sudah hampir pagi, tubuhmu memerlukan istirahat"


"apa maksudmu istirahat, bagaimana aku bisa beristirahat setelah semua yg terjadi padaku?mengapa dia meninggalkan ku Bram,apa salahku, katanya aku terlalu baik untuknya,apa aku harus memukul nya agar ia menganggap ku TDK baik?"


didalam surat yg ditulis Eliza,ia meminta maaf tak bisa melanjutkan pernikahan ini,ia tak pantas bersanding dengan Zayyan, Zayyan terlalu baik untuknya,begitu tulis Eliza dalam surat itu.

__ADS_1


"Zayyan, sudahlah berhentilah menyalahkan dirimu sendiri,dia sudah mengambil keputusan untuk meninggalkanmu, ingat lah kekacauan yg kau buat,apa kau TDK ingat kau menikahi gadis tak bersalah itu?"


Zayyan terdiam, ditengah kesadaran nya karena pengaruh alkohol, sedikit ia baru sadar telah mengambil keputusan konyol, menikahi gadis asing yg menjadi bridemaid di pernikahan nya.


"Bram kenapa kau tidak mencegahku, kenapa kau membiarkan ku mengambil keputusan konyol ini??" tanya Zayyan sedikit meninggikan suaranya.Bram sudah tak heran bahwa ia nanti kena batunya, Zayyan yg melempar batu,kini ia yg harus bertanggung jawab.


"Zayyan bagaimana aku bisa mencegah mu,kau begitu menakutkan tdi,kau seperti bukan dirimu"


"tapi kau tetap harus mencegahku,kau tau kan kau yg paling bertanggung jawab jika aku mengambil keputusan yg salah,kau biasanya selalu mengingat kan ku jika aku gegabah dalam mengambil keputusan"terus Zayyan mengoceh menyalahkan Bram


Bram hanya menggelengkan kepalanya, sebenarnya Zayyan bukanlah pribadi yg semena-mena terhadap orang lain, pribadi nya sangat santun,ia selalu bertanggung jawab atas tindakannya, Zayyan tak segan meminta maaf bila melakukan kesalahan,TPi semuanya berubah dalam sehari,ia tak mengenali Zayyan yg didepannya.


paman Jay begitu kaget melihat keadaan Zayyan, terlihat wajahnya begitu hawatir,"apa tuan muda baik-baik saja?"


"paman sudah melihat nya sendiri,dia TDK baik-baik saja,makanya aku meminta paman membawakan racikan ini, tenang lah dia bersamaku,aku akan mengurusnya, kembali lah beristirahat, terima kasih paman"


Paman Jay pun keluar dari club' itu dengan perasaan yg TDK tenang.


Bram segera memberi racikan itu ke Zayyan tak ada penolakan, Zayyan langsung meminumnya,tak lama pikirannya sedikit tenang, kesadarannya sedikit demi sedikit kembali,ia baru teringat sifat bodohnya menikahi gadis asing yang tak dikenalnya, biasanya ia selalu berfikir dlu sebelum melakukan sesuatu,tpi karena kejadian tdi ia menyalahkan gadis itu dan menjadikannya pengganti Eliza,ia benar-benar tak mengerti kenapa mengambil keputusan konyol itu sangat kekanakan tak dipikirkan lagi, sekarang mau tak mau ia harus bertanggung jawab atas tindakannya,karena Zayyan tidak suka menyepelekan sesuatu apalagi sampai menyeret seorang tak bersalah dalam permasalahan nya,ya Zayyan harus bertanggung jawab, itulah yg dipikirkan nya sekarang.

__ADS_1


"Bram,antar aku ke kamar gadis itu,aku perlu bicara dengannya"


"apa kau sudah merasa baikan? sebaiknya kau istirahat dlu,baru pergi bicara dengannya"


"tidak Bram,aku hanya ingin bicara dengan nya,bukan memakinya lagi"


"baiklah,akan ku antar"


mereka menaiki lift tempat kamar rayya berada,Bram menyerahkan akses masuk ke Zayyan, Zayyan tak langsung membuka nya ia mengetuk pintu terlebih dahulu,karena pasti gadis itu terkejut melihat nya masuk begitu saja


Fajar sudah menyambut pagi, walaupun matahari belum menunjukkan sinarnya, Rayya yg tidurnya terusik karena ketukan pintu,begitu berat membuka matanya,ia baru bisa memejamkan matanya di sepertiga malam,wajar saja sekarang ia masih mengantuk, kesadarannya belum sepenuhnya kembali, rayya dengan malas membuka pintu, dengan mata yang masih terpejam"ia ma, sebentar lagi akan ku siapkan sarapan"rayya sepertinya masih belum sadar berada dimana ia sekarang.rayya menggaruk kepalanya yg TDK gatal itu.


Zayyan dan Bram seling menoleh tak mengerti,Bram menahan tawa nya, sedangkan Zayyan masih terdiam.


Rayya menguap tanpa menutup mulutnya, perlahan ia membuka matanya, sepertinya ia masih mimpi melihat dua pangeran tampan wajah tanpa cela berdiri didepan pintu kamarnya,rayya pun tersenyum berusaha merapikan penampilan nya,ia terkejut mendapati dirinya hanya memakai bathrobe, kemudian melihat sekelilingnya,rayya baru tersadar ia berada dimana, statusnya,dan pria yg ada dihadapan nya itu adalah suaminya.


BRAK....


Rayya segera menutup pintunya dengan kencang

__ADS_1


__ADS_2