Bridesmaids Jadi Bride

Bridesmaids Jadi Bride
Tuan Vampir


__ADS_3

        Kesunyian malam membuat hampir seluruh makhluk hidup mengistirahatkan raganya, namun tidak bagi kedua penghuni penthouse ini,sang wanita yg masih sibuk berselancar dengan ponselnya mencari tau tentang bagaimana seseorang seharusnya bersikap ketika menemui mertua nya, gadis itu masih dihantui oleh perkataan sang Pria yg tidak lain adalah suaminya,pria itu menunggu dirinya siap untuk menemui kedua orangtuanya, namun sepertinya ia masih sangat belum siap,maka dari itu ia terus mencari tau tentang pertemuan pertama menantu dengan mertuanya lewat gawai yg kini masih digenggamnya


        Berbeda dengan sang pria ia menyibukkan dirinya dengan berolahraga di ruang gym pribadi miliknya karena gairah terhadap gadis itu yang kini menyerangnya, saat dengan sengaja ia memangku Rayya dan melihat kiss mark hasil perbuatannya di tubuh gadis itu terlintas di benaknya ingin membuat kiss mark di seluruh tubuh Rayya tanpa sisa,dan kini ia harus segera memadamkan gairah yg membuncah dalam dirinya, setelah ia benar-benar merasa lelah, Zayyan menyudahi aktivitasnya dan ingin berendam air hangat untuk menenangkan pikirannya ia berharap setelah berendam rasa kantuk akan datang dan ia bisa tertidur pulas


       Zayyan keluar dari ruang gym pribadinya dengan tubuh bercucuran keringat,ia menyugar rambut dan mengusap wajahnya dengan handuk kecil, Zayyan berjalan menuju dapur untuk melepas dahaga, setelah selesai ia ingin kembali ke kamarnya saat melewati kamar Rayya Zayyan berhenti sejenak dan melihat cahaya yg masih menyala dari dalam kamarnya


"apa gadis itu masih belum tidur?, atau karena perkataannya tadi sehingga membuat Rayya gelisah dan belum memejamkan matanya, padahal ia sudah menegaskan kapan pun dia siap,ia tak akan memaksa gadis itu untuk segera menemui orang tuanya, begitulah yg ada di dalam pikirannya sekarang ia jadi merasa bersalah dan rasanya ingin menerobos masuk ke kamar Rayya untuk menenangkannya,tapi cepat-cepat ia tahan keinginan itu karena khawatir malah berujung menyusahkan dirinya, Zayyan baru saja selesai memadamkan hasrat tak seharusnya ia membangkitkan nya kembali, akhirnya ia berlalu menuju kamarnya dan segera berendam air hangat dalam bathtub melupakan kejadian sebelumnya


        Cepat atau lambat pasti Rayya akan menemui kedua orang tua Zayyan, entah ia harus menunggu sampai kapan dirinya siap, tentu ia tak akan pernah siap,tapi ia harus tetap menghadapinya dan segera mengambil keputusan,ia tak mau membuat kedua orang tua itu menunggu dirinya terlalu lama, lagi pula sepertinya Zayyan sangat menghormati mereka pasti menginginkan yang terbaik untuk kedua orang tua nya,kali ini ia harus membantu Zayyan, lagipula bisa dibilang hubungan mereka saat ini mulai membaik walau Zayyan bersikap tak senonoh padanya, tapi Zayyan ingin berteman dengannya dan sudah meminta maaf atas kesalahannya sekarang pikiran nya sudah agak lega, esok ia akan membicarakannya pada Zayyan, kini ia bisa memejamkan matanya sendiri tenang


        ************************


       Surya menyapa bumi dengan sinarnya,pertanda bahwa mahluk hidup harus kembali dari lelapnya,ada yg memilih tetap di tempat tidur yang nyaman,ada pula yang sudah terbangun segar dari istirahatnya, seperti Rayya kini ia baru saja selesai membersihkan tubuhnya,ia melepas bathrob dan memakai sweater rajut maron sangat kontras dengan kulit putih nya,ya Rayya masih memakai pakaian tertutup karena masih dihantui oleh kejadian didapur, padahal hari ini cukup panas karena musim kemarau tapi gadis itu tetap memilih sweater untuk dikenakannya, Rayya bercermin sebentar untuk menyisir rambut hitam nya yang mulai agak panjang, Rayya tidak terlalu suka membiarkan rambutnya panjang karena biasanya ia lebih menghabiskan waktu di dapur, dengan rambut panjang ia merasa tidak nyaman,maka dari itu ia tak akan membiarkan rambutnya panjang melebihi punggung atasnya,saat tangannya masih sibuk menyisir ia menghentikan aktivitasnya ketika melihat tanda merah dilehernya seperti memar, tangannya menggosok tanda merah itu namun tidak menghilang,ia tak ingat ada luka disana, Rayya masih melihat dirinya di cermin dengan tangan tetap di lehernya, tiba-tiba terlintas kejadian di dapur, apa ini karena perbuatan Zayyan?! Rayya terus menggosok kencang tanda merah itu dengan tangannya,namun tak kunjung menghilang, perasaan malu kesal bercampur didalam hati nya, namun juga ada perasaan aneh menggelitik ketika mengingat liarnya cumbuan Zayyan saat itu,Rayya cepat sadar dari lamunannya,ia segera membuka pintu dan menuju dapur untuk menghilangkan pikiran kotornya


      Tak seperti biasanya, Kini Bi Sari tak terlihat wujudnya di dapur padahal ia sudah melihat jam dan ini menunjukkan pukul 6.30,namun Bi Sari belum ada di sana, akhirnya ia memutuskan untuk membuat sarapan sendiri,Rayya membuka lemari pendingin untuk mengetahui bahan yang tersedia baru ia bisa memutuskan akan membuat apa, akhirnya ia memutuskan untuk membuat sandwich, Rayya memakai apron yg tersedia di salah satu kabinet dapur,ia menguncir rambut tinggi untuk memudahkan aktivitas memasaknya,Rayya membuka plastik roti gandum utuh untuk dipanggangnya,di sisi kompor yg lain ia memanggang dua telur, Rayya membuat dua porsi sandwich,ia juga menambahkan pelengkap seperti selada tomat dan bahan pelengkap lainnya,tak lupa juga ia membuat smoothies strawberry dengan yogurt,ia menata hasil masakannya di meja makan

__ADS_1


       . Rayya membuka tali apron yg menempel ditubuhnya, namun sebuah tangan muncul membantunya untuk melepaskan tali apron itu dari belakang, bukan hanya itu kini tubuhnya ditarik mendekat oleh seseorang yang berdiri di belakangnya,pria itu menjatuhkan kepala nya di bahu Rayya,kedua tangannya melingkar posesif dipinggang Rayya,sang pria menghirup aroma gadis itu dalam seakan ia adalah oksigennya


"aku suka aromamu"suaranya terdengar seksi khas suara pria bangun dari tidurnya


 Dengan cepat rayya berbalik dan melepas paksa tangan yg melilit pinggangnya


"kau ini vampir ya?! mengapa kedatangan mu selalu membuatku terkejut seperti jumpscare HAH!!!!!???"teriak Rayya didepan wajah Zayyan sambil berjinjit


"Aku tidak keberatan menjadi vampir, dengan senang hati aku akan menghisap darahmu dan menggigit seluruh tubuhmu"jawab Zayyan dengan nada menggoda


"ZAYYAN!!!!!!!!" gadis itu melempar apron ke arah Zayyan dan berlalu kesal


Zayyan tersenyum puas melihat Rayya marah, sepertinya ia benar-benar kecanduan menggoda Rayya,ia mengikuti gadis itu ke ruang makan dan duduk di kursi sebelahnya, Zayyan melihat di meja sudah tersedia dua potong sandwich yang terlihat sangat menggiurkan,ia menoleh ke arah Rayya yg tengah asyik menyantap makanannya


"Ini untukku?!" tanyanya, sebenarnya Zayyan mengharapkan Rayya lah yg menawarkan untuknya, gadis yg ditanya tak menjawab ia masih terus menikmati makanannya

__ADS_1


"Rayyaaa!!!!! Sepertinya Zayyan mulai tak sabar, padahal gadis itu sedang marah karena kejadian tadi,tanpa menunggu jawaban Rayya Zayyan mengambil sandwich yang masih tersedia di meja, dengan cepat Rayya menahannya


"awalnya ini memang untuk mu, tapi karena tadi kau bilang ingin menjadi vampir, sandwich ini tak cocok kau makan tuan vampir!!!!" ucap Rayya niat ingin membalasnya sambil memakan sandwich yang seharusnya milik Zayyan


Zayyan membelalakkan matanya melihat Rayya memakan sandwich yang ia inginkan


"jangan menyesal atas ucapan mu!!!, kalau begitu aku akan memakanmu!!!!"


Zayyan bangkit dari duduknya dan mengangkat tubuh Rayya dengan kedua tangannya, spontan Rayya mengalungkan tangannya di leher Zayyan


"apa yang kau lakukan Zayyan?! cepat turunkan aku!!!"pinta gadis itu gemetar


Zayyan tak bergeming ia tetap membawa tubuh gadis itu, Rayya berusaha melepaskan diri namun Zayyan malah mengencangkan genggamannya di pinggang Rayya ia tak akan membiarkan Rayya lolos, Zayyan terus melangkahkan kakinya cepat menuju kamarnya entah apa yang terjadi dengan mereka dua,Rayya tak henti memohon kepada Zayyan agar dilepaskan air mata sudah mengalir di pipinya


Kini mereka telah sampai di depan pintu kamar Zayyan,ia segera menendang pintu kamar itu dengan kakinya, seketika seseorang muncul dari pintu depan dan melihat keadaan mereka Zayyan yang menggendong Rayya ala pengantin baru

__ADS_1


__ADS_2