Bridesmaids Jadi Bride

Bridesmaids Jadi Bride
pertemuan tak terduga


__ADS_3

Bram menghela nafasnya berat,ia tak habis pikir dengan Zayyan bisa bisanya rapat sepenting ini hancur berantakan hanya karena kesalahan kecil pegawainya, Zayyan membentak pegawai itu dengan kasar di Depan koleganya, dengan terpaksa Bram harus mengambil keputusan rapat diberhentikan sementara,dan akan dilanjutkan dilain waktu


"Zayyan klo lu terus begini bisa-bisa perusahaan ini hancur ditangan lu"geram Bram sudah tidak memandang nya sebagai atasan


"Zayyan berdamai lah dengan takdir, relakan yg sudah pergi,bangkit Zayyan ratusan karyawan bergantung hidup pada perusahaan ini"tegur Bram


Zayyan semakin terlihat kacau, tempramen nya makin buruk,selain karena terus memikirkan Eliza ia juga mengalami gangguan tidur,ia tak bisa istirahat nyenyak setiap malam karena terus menerus memikirkan kesalahan apa yang ada pada dirinya sehingga Eliza meninggalkannya


"tenangkan dulu pikiran lu, sekarang mending lu pulang istirahat,coba lu mengenal lebih dekat istri lu,gue yakin pasti hubungan kalian belum ada kemajuan kan"terka Bram


Zayyan baru teringat akan istrinya,ia memang tinggal satu atap namun tak pernah bertemu, karena ia selalu berangkat pagi hari dan pulang sudah larut malam


"ya udah gue balik sendiri aja,lu urus rapat yg kacau tadi"bicara Zayyan sambil berlalu


"kebiasaan tuh anak,dia yg bikin ulah gue yg tanggung jawab'"Bram menggelengkan kepalanya


Zayyan mengendarai mobilnya dengan perasaan kacau,ia juga tak mau terus terpuruk meratapi nasibnya,tapi hatinya lelah pikiran nya juga kacau tidurnya pun tidak nyenyak dan jelas itu sangat memperburuk keadaannya, mungkin ia harus ke psikolog untuk membantu memulihkan kondisi nya


Mobil Zayyan bergerak bukan menuju apartemennya,ia juga bingung mau kemana,ia hanya ingin menenangkan pikiran nya, akhirnya ia memutuskan berhenti di supermarket, Zayyan turun dari mobil sedan mewahnya, tubuhnya yang menjulang tinggi keluar dari mobil,bagai idola yg tiba-tiba hadir di keramaian Zayyan menjadi sorotan pengunjung supermarket, parasnya yg tampan tubuhnya yg tinggi dan tegap serta ditunjang dengan pakaian bermerk menambah kesan kesempurnaannya


Zayyan mengambil beberapa makanan dan camilan serta susu di lemari pendingin,ia tak menghiraukan pandangan beberapa pengunjung yg seakan menelaah nya dari ujung rambut sampai ujung kakinya dengan pandangan memuja


Zayyan menuju meja kasir untuk membayar pesanannya, wanita yg menjadi kasir disana mesem mesem sendiri melihat Zayyan bagai idola yg sering ditonton nya, bahkan ia sampai gugup dan beberapa kali menjatuhkan belanjaan Zayyan karena pandangan nya terus menerus melihat ke arah Zayyan,kapan lagi ia melayani pembeli sesempurna ini, apalagi setelah Zayyan mengeluarkan blackcard nya wanita itu tambah salah tingkah, mungkin inilah wujud asli CEO yg keluar nyata dari ******* yg sering dibacanya


Zayyan tampak risih dipandang terus-terusan seperti itu, namun Zayyan tetap menjaga kesopanannya,dan setelah selesai ia segera berlalu dari sana menuju mobilnya


Dalam perjalanan tadi Zayyan sempat terbesit ingin berkunjung ke panti asuhan tempat Eliza dlu, mungkin dengan berbicara pada anak-anak polos itu dan juga mengunjungi Bu Mira hati Zayyan agak tenang, makanya ia membeli makanan untuk diberikan kepada anak anak yg di panti asuhan


Mobil sedan itu berhenti tepat didepan pagar, penjaga yg mengenal Zayyan segera menyambut nya dengan hormat, langkahnya agak berat untuk masuk kesana, karena bayang-bayang Eliza langsung muncul dipikirkannya, Eliza yg bercanda hangat dengan anak-anak disana dan dia menyebut mereka itu adalah adiknya,ia juga selalu membawa makanan juga buku cerita dan menjadi pendongeng disana, anak-anak disana dengan antusias mendengarkan cerita Eliza, sedangkan Zayyan hanya memandang nya dengan perasaan cinta yg semakin bertambah karena sifat Eliza yg begitu lembut kepada adik-adiknya,tak terasa cairan hangat menetes dari matanya, Zayyan segera menghapusnya.


Zayyan terus menyusuri lorong,namun langkahnya berhenti seketika,serasa Dejavu kenangan yang tdi terbesit dipikirannya kini terpampang nyata didepannya, seorang gadis sedang duduk di halaman tengah ia dilingkari oleh anak-anak yg menatapnya antusias, gadis itu memegang sebuah buku cerita tangan dan mulutnya komat-kamit menceritakan secara jelas yg tertera dibuku,ia tak melihat jelas gadis itu karena posisi duduknya membelakangi Zayyan, gadis itu menghadap anak-anak yg kegirangan,namun yg pasti ia tiba-tiba yakin bahwa itu adalah wanitanya pujaan hatinya Eliza


Dengan langkah cepat Zayyan menghampiri gadis itu lalu segera memeluknya erat dari belakang, tangannya melingkari pinggang wanitanya, kepalanya ia tenggelamkan dalam-dalam di leher gadis itu, Zayyan mengirup banyak-banyak aromanya seakan ia adalah oksigen nya, Zayyan seperti sudah kehilangan akalnya ia menutup matanya dan hanya mengikuti kata hatinya bahwa ini adalah wanitanya Eliza


"Tolong..jangan tinggalkan aku lagi ...maafkan aku Eliza.."Zayyan terisak disana


Anak-anak bertepuk tangan bersorak ria..


********


Beberapa saat sebelumnya..


"ayo adik-adik,ini sudah semakin sore,mandi dulu ya...kalian juga udah kenyang kan"ajak Rayya kepada anak-anak panti


"gak mau..aku mau diceritain dlu sama Kaka" pinta salah satu anak


"ia benar ka,kita udh lama gak ada yg bacain cerita,gak seru"


"ayo ka rayya bacain kita cerita doong'"

__ADS_1


"oke..tapi janji ya..abis dibacain cerita kalian mandi" jawab Rayya


Anak-anak menggiring Rayya ke tengah halaman, salah satu anak memberikan buku bertema putri istana


"kalian mau dibacain cerita ini" tanya Rayya


"ia aku mau jadi putri di istana yg besar juga ada pangerannya yg ganteng"sahut anak perempuan nyaring


Rayya tersenyum mendengarnya, dengan teliti Rayya membacakan cerita di buku itu terkadang tangannya juga ikut mempraktekkan adegan didalam cerita..


"dan akhirnya sang putri berhasil selamat dari ikatan naga yang jahat, melihat itu pangeran tampan datang dan berlari menuju sang putri..."


Deg


Ucapannya terhenti, tiba-tiba ada seseorang yg memeluknya dari belakang begitu erat, nafasnya yg hangat begitu terasa di kulit Rayya,isakan tangisnya begitu jelas terdengar ditelinganya,namun setelah orang itu bersuara Rayya seperti nya mengenal siapa yg tiba-tiba memeluknya, apalagi dia menyebut nama Eliza


Anak-anak yg melihat adegan itu malah kegirangan karena imajinasi mereka menjadi nyata


"waaahh.. beneran pangeran gantengnya datang, tpi kenapa yg dipeluk ka Rayya,kan aku yg jadi putrinya"Rajuk anak perempuan yg meminta dibacakan cerita


Rayya masih terdiam, entah sepertinya tubuh nya kaku mendapatkan pelukan tiba-tiba ini, Zayyan pun masih sama tetap memeluk nya dengan erat seakan tak akan pernah dilepaskan


Melihat situasi ini Dinda segera meminta anak-anak beranjak dari sana,untung masih ada coklat yg belum ia bagikan, Dinda jadikan coklat itu bujukan agar anak-anak itu mau meninggalkan dua insan yang bermesraan tidak mengenal tempat, Dinda bersyukur ternyata Rayya sangat dicintai suaminya,baru ditinggal sebentar saja sudah seperti ditinggal seabad lamanya sampai harus memeluk rayya begitu intim bahkan didepan anak-anak.


Dasar pengantin baru .. begitu pikir Dinda


""Zayyan" panggil rayya


"Sebentar saja ...biarkan dulu begini aku masih merindukanmu" ucap Zayyan manja


"maaf ini aku Rayya"akhirnya Rayya menjelaskannya, karena ia mulai tak nyaman dengan pelukan yg semakin membelitnya


Plak


Seperti ada yang menamparnya, Zayyan segera sadar dan mendorong tubuh Rayya hingga ia terjerembab di tanah,Rayya meringis,untung saja posisi nya sedang duduk di halaman,jadi jatuhnya tak begitu sakit


Zayyan segera berdiri dan matanya menatap Rayya tajam


"kau sengaja ya mengambil kesempatan atas kesalah pahaman tadi"tuduhnya


"maaf tuan apa aku tidak salah,siapa yg tdi tiba-tiba datang memelukku" jawab Rayya sambil berdiri kemudian beranjak dari sana meninggalkan Zayyan


Rayya kesal bukan main,dia yg tiba-tiba datang malah menyalahkan seenaknya,ia segera mencari Dinda untuk pulang, karena atmosfer disini sudah berbeda


"tunggu, bukannya kau bilang ingin ke tempat cafe temanmu, kenapa sekarang kau ada disini?"tanya Zayyan menyelidik lebih tepatnya ia mengalihkan kejadian memalukan tadi


Deg


Langkah Rayya terhenti seketika,ia tak punya jawaban atas pertanyaan Zayyan

__ADS_1


"jawab aku Rayya"pinta Zayyan lebih tepatnya perintah


Dinda datang menghampiri keduanya,ia ingin melihat lebih dekat Wajah tampan suami sahabatnya, seperti melihat Dewi penolong, rayya tersenyum lebar melihat Dinda


"oh ini tadi temanku Dinda, dia yg punya cafe itu, teman Ku ingin berbagi sedikit nikmat nya ya sebagai rasa syukur atas pembukaan cafenya itu"jawab Rayya lancar


"ya tdi aku meminta rayya menemaniku ke panti asuhan untuk membagikan sedikit makanan"jawab Dinda sambil menundukkan pandangannya, niatnya ia ingin melihat lebih jelas wajah tampannya,tapi aura mencekam yg keluar dari Zayyan membuat ia ciut untuk menatap wajahnya


"klo begitu kita permisi dlu ya.."pamit Rayya sambil menarik tangan sahabat nya


Rayya berjalan dengan cepat,ia ingin segera pergi dari sini


"kau mau kemana?aku sengaja datang kesini menjemputmu"ucap Zayyan halus


"ah pasti dia sedang berakting, kenapa GK sekalian Main sinetron aja gitu, suaranya cepat sekali berubah"rayya berceloteh dalam hati


"benarkah, terima kasih, tapi kasian teman ku dia kan perempuan masa pulang sendiri,ini sudah hampir malam biar aku ikut dia saja" bujuk rayya


"ajak saja temanmu,mari kita pulang bersama,biar nanti kendaraannya aku suruh orang ku mengantarkan ke tempatnya"


"ah terima kasih Rayya, aku naik motor ku saja biar cepat sampai sudah terlalu lama aku meninggalkan cafe, terima kasih ya sudah menemani ku. bye"


Dinda segera berlalu,ia tak mungkin jadi nyamuk untuk pasangan pengantin baru ini.


Kini tinggal mereka berdua masih berdiri dipinggir halaman


"aku akan menelepon pak Wahyu untuk menjemputku"ucap Rayya asal


"ikut denganku,ada beberapa pertanyaan yang ingin aku tanyakan"Zayyan segera berlalu


Moodnya sudah hancur karena kejadian memalukan tadi, Niat ingin menenangkan hati malah semakin kacau, akhirnya Zayyan memutuskan pulang


Rayya membuka pintu belakang, Zayyan menahan tangannya,lalu membukakan pintu didepan


Masuk... perintah nya


Hening.. sepanjang perjalanan hening mereka berdua sama-sama diam, Zayyan masih menetralkan hatinya dari kejadian memalukan tadi,ada perasaan kecewa marah sedih dan juga malu menjadi satu, sedangkan Rayya sudah tidak tenang akan ditanya apa oleh Zayyan


Perjalanan pulang begitu melelahkan, karena bertepatan dengan pulang kerja jadi begitu padat,namun keadaan didalam mobil ini tak sama kacau seperti diluar,kedua manusia itu masih sama-sama diam


"jadi ini alasan mu tidak membawa miya agar kau bisa berkeliaran bebas begitu?"Zayyan membuka omongan


Rayya membelalakkan matanya, kemudian menggeleng cepat"bukan begitu,tadi aku sudah jelaskan keadaannya bagaimana,apa kau tidak mempercayai ku?"


"tetap saja kau melanggar Rayya, aku sudah membebaskan mu melakukan apapun,tpi ini yang kau lakukan bahkan tadi kau memohon kepada Bram, menggelikan sekali"


"maaf ...aku salah"jawab Rayya akhirnya ia malas berdebat dengan pria keras kepala seperti Zayyan


Zayyan tersenyum puas,ia yakin rayya pasti sudah tidak memikirkan kejadian tadi makanya Zayyan mencari alasan agar Rayya tak mengungkit hal memalukan itu.

__ADS_1


__ADS_2