Bridesmaids Jadi Bride

Bridesmaids Jadi Bride
Perubahan sikap Zayyan


__ADS_3

Keesokan paginya keadaan berbanding terbalik, biasanya Rayya bangun tidur dengan keadaan segar kerena mendapatkan tidur nyenyak di kasur empuk milik nya, berbeda dengan Zayyan yang bangun dalam keadaan lesu karena tidurnya terganggu semenjak wanitanya pergi dari hidupnya.


Namun pagi ini keadaan berbalik bagi dua insan itu, Zayyan bangun dari tidurnya dalam keadaan segar senyum menghiasi wajahnya ketika ia membuka mata, sedangkan Rayya terbangun lesu tak sesegar biasanya, kedua matanya juga bengkak akibat menangis semalaman.


Bram sudah tiba dikediaman Zayyan, namun tak menemukan sang tuan rumah, biasanya Zayyan sudah duduk dengan pakaian yang rapih siap berangkat ke kantor sambil memeriksa kembali jadwal nya.


Tak lama pria yg dicarinya datang dari ruangan lain masih menggunakan kaos dan celana training nya,ia mengusap wajahnya dengan handuk kecil, terlihat wajahnya sangat segar seperti baru melakukan olahraga


Bram memicingkan matanya"kau belum siap?" Bram terheran karena Zayyan belakang ini memajukan jam kerjanya pagi sekali,tpi yg dilihatnya sekarang Zayyan masih bersantai tidak seperti sebelumnya


"ini masih sangat pagi Bram, tidak kah kau melihat jam sebelum berangkat kemari?" ucap Zayyan sambil menepuk bahu Bram


kemudian ia duduk sambil meminum air


"tentu saja aku tau ini masih sangat pagi, namun belakangan ini ada orang gila menyuruhku datang lebih pagi untuk menjemputnya" sindir Bram


Bukannya marah dikatakan gila, Zayyan malah tertawa"selera humormu bagus juga Bram, sudahlah mulai hari ini kita berangkat ke kantor kembali pada waktu biasanya"Zayyan bangkit dari duduknya,ia berjalan menuju kamarnya


Sepertinya Dokter Arya salah memberikan obat kepada Zayyan atau Arya memang sengaja memberinya obat penenang???


Bram bertanya-tanya dalam hati,aneh melihat sifat Zayyan pagi ini


Sedangkan Zayyan yg sedang membasuh tubuhnya dibawah guyuran shower masih terngiang perkataan Rayya bahwa itu adalah ciuman pertamanya, itulah yang membuat Zayyan senang walau awalnya sebenarnya ia marah akan tindakan Rayya yg berani menamparnya, tpi setelah Rayya mengucapkan itu, entah Zayyan merasa bangga bahwa ialah yg meresmikan bibir manis itu,jika bibir saja masih tersegel bagaimana dengan bagian tubuh yg lainnya pasti keadaan juga sama kan masih belum terjamah oleh siapapun, saat itu juga ia sangat ingin dirinya lah yg pertama kali menyentuh dan menjamah kulit mulus dan harum candu itu.


 Sebelum nya ketika ia menjalin hubungan 5 tahun lamanya dengan Eliza,ia sangat menghormatinya tak pernah terbesit dipikiran nya akan menyentuh Eliza selama belum ia resmikan status mereka di pelaminan, Zayyan tak pernah melewati batasannya, walau mereka beberapa kali sudah bertukar Saliva namun hanya sampai disitu tak ada kelanjutannya, tapi kini mengapa ketika baru pertama kali Zayyan menyentuh Rayya,ia malah membayangkan hal lebih dari sekedar menyentuh bibirnya,apa karena sempat terbesit di hatinya bahwa ia adalah suaminya yang berhak atas semua yang ada di tubuh Rayya?? Entah lah biar waktu yang menjawabnya

__ADS_1


Kini Zayyan sudah selesai membersihkan tubuhnya,ia sudah berpakaian lengkap dengan kemejanya yg begitu elegan membalut tubuh atletisnya, membuat wanita yg melihat nya ingin segera lari ke pelukannya


"maaf Bram kau jadi menunggu terlalu lama,ayo kita sarapan terlebih dulu"ajak Zayyan kepada Bram yg masih setia dengan posisinya


Bram tak bergeming ia larut dalam pikirannya, ketika Zayyan mandi ia menelpon Arya untuk memastikan obat apa yang diberikannya kepada Zayyan, namun tidak ada keanehan dalam jawabannya ia hanya memberi obat sesuai keluhan Zayyan,apa Dokter Arya berbohong kepadanya,ah sepertinya Bram harus menanyakan langsung dengan menemui Dokter Arya


"BRAM"panggil Zayyan lagi


Bram tersadar dari lamunannya,ia menoleh ke arah Zayyan


"pagi-pagi sudah melamun,bukan kah kau bilang kita ada rapat penting pagi ini?!,mari sarapan dlu bersama ku, kau tidak mau kita terlambat bukan"tawar Zayyan


Bram mengikuti Zayyan menuju meja makan,disana sudah tersedia beberapa potong roti bakar juga smoothies, Zayyan menikmati sarapannya, sedangkan Bram masih menatap Zayyan bingung


"Apa perutmu masih sakit,kau sudah minum obat?"tanya Bram hawatir


"obat apa yang kau minum semalam Zayyan??"


"Aku minum obat yang kau berikan,ada apa dengan mu hari ini? cerewet sekali!!! berhenti bertanya aneh-aneh kau bisa merusak mood ku!!!" pinta Zayyan kesal karena Bram terus mengganggunya.Bram pun segera menghabiskan makanannya


Zayyan telah menyelesaikan sarapannya ia menuju dapur dan menghampiri Bi Sari, asisten rumah itu terkejut melihat tuannya menghampirinya,ia mulai bertanya-tanya dalam hati kesalahan apa yg ia lakukan pada makanan sehingga tuannya harus sampai mendatanginya


"Biasanya istriku sarapan jam berapa?, sudah hampir pukul 8 dia juga belum keluar kamar"tanya Zayyan ada rasa hawatir


"m..m.. biasanya setelah tuan pergi nona baru keluar kamar,dan langsung sarapan"

__ADS_1


 Zayyan mengerutkan keningnya, mungkin gadis itu sengaja menunggu nya pergi baru ia keluar dari kamarnya


"bagaimana dengan makan siang dan malamnya,apa istriku makan teratur??"tanya Zayyan penasaran


 "untuk makan siang dan malam nona Rayya segera memakannya setelah saya sudah selesai menghidangkan, terkadang nona Rayya juga membuat makanan sendiri untuk nya" jelas Bi Sari takut akan jawabannya


"Baiklah Bi.. biarkan Istriku melakukan hal yang disukainya, tolong pastikan jangan sampai ia terlambat makan"pinta Zayyan sopan


Bi Sari hanya mengangguk tanpa mengangkat kepalanya, Setelah itu Zayyan berjalan ke arah Bram yg terlihat bingung


"ayo Bram!kenapa kau masih diam disana?,sifatmu aneh hari ini BRAM"


Zayyan tidak sadar padahal ialah yg aneh,tentu Bram bingung akan perubahan sifatnya


"Apa aku melewatkan sesuatu?" tanya Bram ketika mereka sudah berada di mobil


"maksudmu??"Zayyan bertanya balik tak mengerti


"apa kau tidak sadar dari tadi sikapmu aneh sekali!!kau yg memajukan jam kerja membuatku kewalahan karena harus menyiapkan beberapa berkas saat rasa kantuk masih menyerang ku,tapi sekarang seolah akulah yg bodoh datang menjemputmu pagi-pagi sekali!!!"Bram mengambil nafasnya sebentar ia melanjutkan"dan apa itu tadi di dapur??,kau seolah bersikap perhatian terhadap gadis itu!!dan berulang kali kau menyebutnya Istriku!!apa sekarang kau sudah mengakui nya hah??!!"tanya Bram sangat penasaran


"Memang apa salahnya jika seorang suami menaruh perhatian terhadap istrinya sendiri?? lalu siapa yg melarangku untuk menyebut nya istri ku??, sudah lah Bram lebih baik kau cari pasangan mu sendiri, tidak perlu mengurus ramah pribadi ku, mengerti??!!!"


Bram pun terdiam, sebenarnya ia juga tidak ada hak untuk menanyakan hal ini kepada Zayyan, namun ia sangat penasaran apa yang terjadi kepada Zayyan sehingga pagi ini begitu berbeda, walau perubahan sifatnya ini lebih ke arah positif,tentu Bram akan senang jika Zayyan sudah mulai dekat dengan istrinya dan bisa mulai melupakan Eliza yg tega meninggalkannya, atau ini efek dari sakit perutnya semalam merambat ke otak sehingga membuat Zayyan bersikap aneh seperti ini..


sudah lah Bram, berhenti memikirkan hal aneh, ingat hari ini ada rapat penting,kau tidak mungkin mengacaukannya!!!??

__ADS_1


ucapnya dalam hati


__ADS_2