
Hidup satu atap namun tak pernah bertatap muka, begitulah kehidupan Rayya dan Zayyan saat ini, Zayyan selalu berangkat pagi hari ke kantor bahkan lebih pagi dari sebelumnya karena memang pekerjaannya bertambah banyak, sedangkan Rayya selalu menunggu Zayyan pergi baru ia bisa keluar kamar dan menjalankan aktivitas yg bagi Rayya cukup membosankan
Sebenarnya setelah lulus kuliah,ia bercita-cita membuka kursus tata boga dengan harga yang sangat terjangkau karena tujuannya memang untuk menyalurkan ilmunya kepada pemula tanpa mengeluarkan biaya yang tinggi,namun sekarang ia harus menerima kenyataan hidup menjadi istri Zayyan yg hanya melakukan aktivitas membosankan karena semua kebutuhannya pun disini sudah ada yg mengerjakan, bahkan ia tak bisa melakukan kegiatan favoritnya di dapur karena mendapat penolakan halus dari asisten yg berada ditempat tinggalnya.
Yang rayya lakukan setelah menjadi istri Zayyan hanya pergi jalan dengan Miya, sesekali ia juga menghubungi teman kampusnya Dinda, Jujur Rayya sangat iri dengan Dinda sekarang karena Dinda berhasil membuka cafe sederhana dan bisa menyalurkan bakatnya di sana.
"Dinda,aku ingin main ke tempat cafe mu hari ini bisa gk?" tanya Rayya yg sedang menelpon Dinda
Rayya sudah lama ingin mengunjungi cafe temannya,namun ia belum ada keberanian untuk meminta izin pada Zayyan, walau ia hanya bicara melalui perantara Bram untuk meminta izinnya,ia tetap sungkan, karena selama ini ia hanya ditemani oleh Miya jika keluar,dan untuk mengunjungi cafe Dinda ia hanya ingin pergi sendiri tanpa ditemani.
"bisa banget dong,sorry ya dari kemarin aku sibuk soalnya masih masa promosi pembukaan cafe, maklum baru merintis, kebetulan hari ini opening cafe,aku juga baru mau ngundang kamu"jawab Dinda antusias
"beneran,nanti aku dapet diskon opening cafe dong" canda Rayya
"Diih..masa istri Dari pengusaha kaya raya masih ngarep diskon"ledek Dinda
"yaa.. namanya juga cewek pasti seneng dikasih diskon"ucap Rayya sambil tertawa
__ADS_1
"Dateng aja dlu kemari 2 jam lagi openingnya,aku tunggu loh,awas telat"ancam Dinda
"siip boss" Rayya pun menutup telponnya
"oke sekarang gimana cara bilangnya klo aku mau sendiri kesana tanpa ditemani"ucap Rayya yg masih berada di kamarnya
Setelah Zayyan pergi,Rayya segera menghubungi Dinda, walau ingin menelepon temannya itu rayya juga harus menunggu Zayyan pergi agar ia merasa nyaman.
Tak lama Rayya menghubungi Bram dan mengutarakan keinginannya
"maaf nona tapi perintah tuan Zayyan jika Anda keluar harus ditemani"
Zayyan pernah berpesan padanya untuk melakukan apapun sesukanya tapi harus ingat akan satu hal bahwa Rayya adalah istrinya, istri dari seorang pengusaha terkenal, foto pernikahannya sudah tersebar di media cetak maupun non cetak,jadi jika Rayya melakukan hal yang tak seharusnya maka itu akan mempermalukannya,maka dari itu jika Rayya ingin keluar harus ditemani Miya asistennya untuk mencegah Rayya melakukan hal aneh diluar sana.
"Sebentar biar aku bicarakan dulu pada Tuan Zayyan"Bram menutup telponnya
Bram melirik Zayyan yg berada disebelahnya, sebenarnya dari tadi ia mendengarkan pembicaraan mereka, karena setiap Rayya menghubungi Bram, Zayyan menyuruhnya untuk load speaker suaranya, biasanya ia hanya meminta izin seperlunya,namun sekarang ia meminta tidak ingin ditemani oleh asisten,apa ia harus mengizinkannya karena tadi sepertinya suara Rayya berharap penuh untuk pergi sendiri, Zayyan menghela nafasnya
__ADS_1
"baiklah,izinkan Bram tapi ia harus diantar supir"perintah Zayyan
Bram mengangguk dan segera menghubungi Rayya
"Waaah... benarkah aku boleh pergi sendiri??
terima kasih Bram.. terima kasih"ucap Rayya senang bahkan ia sempat menjerit tdi
Bram dan Zayyan menoleh bersamaan setelah mendengar suara Rayya,
"Berisik sekali suaranya, seperti anak kecil saja yg kegirangan dibelikan ice cream,nanti jika dia telpon lagi jangan di load speaker sakit telingaku"sinis Zayyan
Bram hanya menunduk sambil tersenyum
begitulah Bram jika di kantor ia benar-benar mengganggap Zayyan sebagai bossnya, namun beda lagi jika diluar jam kerja ia adalah sahabat Zayyan yg sering menolak perintah Zayyan jika menurutnya tidak masuk akal, apalagi akhir akhir ini mood Zayyan sangat berantakan, marah-marah adalah hobi barunya, padahal sebelumnya Zayyan adalah pribadi yg lembut dan hangat, namun semenjak kejadian naas di hari pernikahannya sangat merubah sifat Zayyan menjadi pemarah dan arogan
Sebenarnya Zayyan kesal Dengan Rayya kenapa ia harus berterima kepada Bram sedangkan yg memberikannya izin adalah dirinya, itulah sebabnya ia marah tidak jelas tadi dan mengatakan bahwa suara Rayya berisik, padahal menurut nya itu lucu.
__ADS_1
"