
Zayyan terus memperhatikan Rayya yg sedari tadi berdecak kagum ketika memasuki restoran ,raut sedih di wajahnya perlahan menghilang dan berubah menjadi senyuman yang sangat indah,ia bangga dengan dirinya sendiri karena berhasil membuat Rayya senang
"Apa biasanya restoran ini memang tak banyak pelanggan?"
Tanya Rayya heran karena pengunjung restoran itu hanyalah mereka berdua
"makanlah! jangan memikirkan yang lain oke?"jawab Zayyan lembut sambil mengusap punggung tangan Rayya
Setelah selesai menikmati menu utama saatnya untuk menunggu hidangan penutup disajikan, Zayyan mengambil ponsel untuk menghubungi seseorang
Pramusaji datang bersama troli,ia mendorongnya menuju ke arah Zayyan dan Rayya, ketika pramusaji itu sudah semakin dekat, Rayya membelalakkan matanya terkejut, ternyata pramusaji itu adalah pengarang novel yg sangat disukainya, Rayya menoleh ke arah Zayyan
"Zayyan..dia adalah penulis idolaku"ucap Rayya antusias
"Bagaimana bisa dia ada di sini?" tanyanya bingung
Zayyan hanya tersenyum dan mempersilahkan penulis itu untuk duduk bergabung bersama mereka
__ADS_1
Rayya yang masih terkejut melihat penulis idolanya ada di depan matanya berfikir
"Apa mungkin Zayyan sengaja mendatangkannya untuk ku?"
Entahlah..
"Istriku sangat menyukai karya anda" ucap Zayyan
Mereka pun bercengkrama bersama sambil menikmati makanan yang sudah disajikan, biasanya Rayya yg paling banyak bicara kini ia diam ia terus mendengarkan penulis itu bicara mengenai novelnya, Rayya sangat antusias mendengarkan setiap kata yang keluar dari mulut penulis itu
Zayyan merasa terusik melihat pandangan Rayya yg hanya tertuju pada sang penulis,ia sangat ingin membuat penulis itu pergi dari sini,tapi melihat Rayya yg begitu senang dengan kehadirannya, Zayyan pun hanya bisa menahan diri untuk tidak bersikap sesuai keinginannya
"Terima kasih Zayyan"ucap Rayya tulus
"Terima kasih karena kau sudah mengajakku ke tempat indah ini, terima kasih juga karena kau aku bisa bertemu dengan penulis idolaku,aku tak tahu harus bagaimana membalas semua ini?"
"Terus lah tersenyum seperti ini,"
__ADS_1
Deg
Rayya menatap wajah Zayyan,ia mencoba mencari kesungguhan dalam ucapan Zayyan
"apa itu balasan yang ia inginkan setelah semua yg dilakukannya saat ini?apa Zayyan sengaja melakukannya karena tadi melihatku menangis?" ucapnya dalam hati,ada rasa berdesir mengalir dalam dirinya dan itu membuatnya sangat bahagia
Tiba-tiba saja ciuman hangat sudah menyapa bibirnya, Rayya kembali dari lamunannya, ia melihat Zayyan sudah mencondongkan tubuhnya melewati meja dan kini tengah menciumnya, Rayya mencoba untuk membuka mulutnya karena lidah Zayyan mendesak untuk masuk menjelajah didalam sana, Rayya mulai mengimbangi gerakan liar bibir Zayyan, mereka mengecap satu sama lain
" Ka ZAYYAN!!!!!"
Teriakan seorang gadis menghentikan aktivitas panas mereka berdua, gadis itu berlari menuju ke arah Zayyan, setelah berusaha menerobos masuk, karena langkahnya sempat dicegah petugas
Gadis itu adalah Devla, sebelumnya ia memang hanya ingin makan di restoran ini bersama temannya, namun ketika mereka ingin masuk dihalangi oleh petugas karena restoran ini keseluruhannya sudah di booking oleh seseorang, mereka pun memilih pergi pada awalnya,tapi ketika melihat mobil yang terparkir di sana,Devla sangat mengenali mobil itu, pemiliknya adalah seseorang yang sangat dirindukannya
Sudah hampir 1 bulan ia kembali, namun tidak pernah bertemu Zayyan padahal tujuannya untuk menjadikan Zayyan sebagai miliknya, Setiap hari Devla berkunjung ke rumah orang tua Zayyan yg dlu menjadi tempat tinggal pria itu namun, Zayyan tak pernah pulang ia bertanya kepada paman dan bibinya dimana Zayyan tinggal sekarang, mereka juga tak mengetahuinya, satu-satunya orang yang mengetahui keberadaan Zayyan pasti hanya BRAM
Berbagai cara Devla lakukan untuk mendapatkan informasi tentang Zayyan dari Bram namun, pria itu tetap tak mau membuka mulutnya,ia hanya mengatakan bahwa itu adalah privasi Zayyan, sebenarnya ia bisa saja datang ke kantor Zayyan pasti pria itu ada di sana, tapi ia tau betul Zayyan sangat tak suka jika ada yang mengganggunya saat jam kerja
__ADS_1
Sekarang didepan matanya ia melihat pria yg tengah dirindukannya sedang bercumbu mesra dengan wanita lain yang ia duga sebagai istrinya,Devla tak terima melihat kemesraan itu, apalagi jika dinilai dari posisi kedua orang itu, Zayyan lah yg memulainya karena wanita yg didepannya masih duduk ditempatnya, sedangkan Zayyan memajukan tubuh jangkungnya melewati meja yg berada di antara mereka