Bridesmaids Jadi Bride

Bridesmaids Jadi Bride
Protektif


__ADS_3

Rayya membuka matanya, aroma obat-obatan menguar tercium olehnya, dipandangi sekelilingnya terpasang infus di tangan kirinya sedangkan tangan kanannya terasa hangat dan nyaman karena genggaman Zayyan yg tertidur di sisi kasur dengan posisi duduk


"Apa yang terjadi dengan ku?!" tanya Rayya heran


Ia berusaha untuk bangun namun kepala nya masih terasa berat, gerakan Rayya mengusik tidur Zayyan,pria itu segera meraih kesadarannya dan berusaha membantu Rayya


"Istirahat lah, jangan banyak bergerak!"pintanya lembut sambil membenarkan posisi Rayya


"Kenapa aku bisa berada di rumah sakit?" tanya Rayya


Zayyan tersenyum ia mencium telapak tangan Rayya yang masih di genggamannya


"Disini..." ucap Zayyan sambil membelai halus perut Rayya"ada anak kita yang sedang berjuang" jawabnya


Sontak perkataan Zayyan membuat Rayya terharu, diletakkan tangannya diatas tangan Zayyan yg masih berada diperutnya


"Benarkah?! Maksudmu aku hamil?!"


"Ya.. terima kasih Rayya,". Zayyan berhenti sejenak

__ADS_1


"Terima kasih karena kau sudah mau memulai semuanya dari awal,kita saling mengenal dekat dan jatuh cinta, terima kasih sudah mencintaiku hingga kini tumbuh bukti cinta kita yang berada diperutmu, mari kita terus hidup bersama,menua bersama dan menyaksikan mereka tumbuh" ungkap Zayyan ia memajukan wajahnya untuk mencium kening Rayya dalam


Zayyan menekan tombol untuk memanggil dokter,tak lama Dokter dan beberapa perawat datang untuk memeriksa Rayya


Pada awalnya mereka berkomunikasi dalam bahasa Inggris, namun karena Zayyan juga menguasai bahasa warga Swiss yg menggunakan bahasa Jerman Swiss, akhirnya dokter dan para perawat lebih leluasa untuk berkomunikasi dengan Zayyan


Dokter menjelaskan kondisi Rayya tak menghawatirkan hanya kelelahan karena dari penjelasan Zayyan kemarin mereka melakukan aktivitas yang cukup berat dari menaiki transportasi umum dan mengelilingi museum


Diusia kandungan Rayya yg masih muda tentu tidak dianjurkan untuk melakukan banyak aktivitas, dokter juga menyarankan untuk melakukan USG yg akan dijadwalkan siang nanti untuk memastikan tumbuh kembang janin


Selain itu dokter memberi penjelasan pada Zayyan untuk tidak melakukan hubungan intim terlebih dahulu,dan tentu saja hal itu membuatnya sedikit merasa kecewa, namun semua itu demi sang janin yg sedang tumbuh di dalam rahim Rayya


Setelah dokter pamit, datang petugas untuk membawakan Rayya makanan yang penuh gizi,Rayya yg memang sudah merasa lapar ingin segera menyantap makanan yang terlihat sangat lezat itu namun, Zayyan mencegahnya ia ingin menyuapi Rayya langsung dengan tangannya


"Demi anak kita" ucap Zayyan


"kenapa Zayyan sudah bawa-bawa nama anak?,lagian aku kan hanya ingin makan sendiri!'" protes Rayya dalam hati


Akhirnya Rayya mengikuti kemauan Zayyan dan memakannya sampai habis dengan suapan dari Zayyan

__ADS_1


Setelah menghabiskan makanannya tubuh Rayya merasa segar kembali,rasa pusing dan lemasnya hilang seketika,Rayya mencoba turun dari bed untuk menuju kamar mandi


Melihat hal itu Zayyan langsung mencegahnya


"Apa yang kau lakukan? ingat kata dokter kau masih kelelahan" cegah Zayyan memegang kedua pundak Rayya


"aku hanya ingin ke kamar mandi, jangan berlebihan Zayyan!" Rayya mulai jengah dengan sikap Zayyan


"Aku antar" ucap Zayyan sambil mengangkat tubuh Rayya pelan seakan kaca yang rapuh


Infusan di tangan Rayya sudah dilepas oleh perawat karena Rayya sudah tak memerlukan nya


Sesampai di kamar mandi, Zayyan meletakkan tubuh Rayya perlahan di atas kloset,ia masih setia berdiri di samping Rayya


"Zayyan tolong keluarlah" pinta Rayya


"Aku tak akan beranjak dari sini, lakukanlah yang ingin kau lakukan" ucap Zayyan


Rayya membelalakkan matanya, bagaimana mungkin ia melakukan nya sedangkan Zayyan masih berdiri di sampingnya?

__ADS_1


"Zayyan.. Demi anak kita!!" kini Rayya yg membawa nama anak untuk membujuk Zayyan


"tapi Rayya..." Zayyan merasa bimbang namun dilihatnya tatapan mata memohon dari Rayya, Zayyan pun melangkahkan kakinya berat keluar kamar mandi,dan memilih mengawasi Rayya dari luar, sungguh ia masih khawatir atas kejadian kemarin ketika melihat istrinya tak sadarkan diri didalam kamar mandi


__ADS_2