Bridesmaids Jadi Bride

Bridesmaids Jadi Bride
Kedatangan si anak manja


__ADS_3

"Zayyan,mister Albert ingin mengubah tempat pertemuan di restoran Amouz saat jam makan siang nanti, apa kau menyetujuinya?"jelas Bram pada Zayyan saat mereka tiba di kantor


"periksa jadwal ku!jika jika tidak memungkinkan tetap adakan pertemuan di kantor"


"jadwal anda hari ini cukup lenggang, apa itu berarti anda setuju?"


"hmmm"


Mister Albert adalah salah satu investor penting di perusahaannya,ialah yang mengikuti rapat penting kala itu, Albert kagum dengan wawasan Zayyan yg sangat memukau,maka dari itu ia ingin mengadakan pertemuan dengan Zayyan di restoran sambil makan siang agar suasana lebih hangat dan ia lebih bisa mengenal Zayyan


Restoran Amouz adalah restoran bintang lima yang terletak di ibukota bersebelahan dengan outlet salah satu brand terkenal dunia, Zayyan dan Bram Kini sudah berada di restoran itu, kedatangan keduanya langsung disambut hangat oleh mister Albert dan sekretarisnya, Mister Albert menawarkan menu untuk mereka pesan,ruangan VIP dipilihnya untuk pertemuan ini, Zayyan dengan sopan menanggapi keramahan mister Albert walau sebenarnya ia ingin langsung ke intinya membicarakan tentang kerja sama mereka namun, memang waktu makan siang sudah tiba dan ia tak boleh menundanya


    Setelah makan siang selesai, mereka pun membahas tentang kesepakatan bersama, Mister Albert tak banyak menuntut Zayyan, perusahaannya serasa untung besar dengan kesepakatan ini, Zayyan senang atas kerjasamanya dengan Mister Albert namun, pembicaraan mereka bukan lagi tentang bisnis melainkan seputar kehidupan Zayyan, Mister Albert menanyakan hal pribadi seperti berapa umur Zayyan juga jumlah saudaranya, Zayyan tetap menanggapinya karena rasa hormatnya kepada mister Albert walau ia ingin segera menyudahi pertemuan ini namun, Mister Albert seakan menahannya dan ia sadar sudah membuat Zayyan tak nyaman, akhirnya Mister Albert menyudahi pertemuan ini sebelum nya ia juga sempat mengundang Zayyan untuk hadir acara wedding anniversary nya di tempat asalnya yaitu Switzerland.Zayyan dengan senang hati menerima undangan tersebut dan berkata akan berusaha untuk hadir bila waktunya tak padat


    Zayyan pamit pada Mister Albert diikuti oleh Bram, langkah Zayyan berhenti sejenak pandangan nya tertuju pada Tumblr yg terpajang di meja resepsionis, seketika ia ingat akan Tumblr Rayya yg sudah dirusaknya, Zayyan berniat membeli Tumblr itu dan diberikan kepada Rayya


    Bram yang tidak sadar Zayyan menghentikan langkahnya,kini ia berada di luar restoran sendirian dan ingin masuk kedalam restoran untuk mencari Zayyan namun, ia melihat seorang gadis yang begitu familiar, gadis itu diseret paksa keluar dari outlet brand mewah yang berada di sebelah restoran, terlihat gadis itu sangat kesal kepada petugas yang menyeretnya, mulutnya tak berhenti mengomeli security disana,mata gadis itu memandang ke arah Bram seketika wajah sang gadis tersenyum ceria


"Paman Bram...."gadis itu meneriaki namanya lantang, security yang masih mencekal lengan gadis itu segera melepasnya, spontan gadis tadi berlari ke arahnya, tangannya bergelayut manja di lengan Bram


"Paman..lihat deh security itu seenaknya menyentuh wanita cantik secara paksa"ucapnya sengaja dibuat manja


"aku juga diusir dari sana, karena kartu sialan ini katanya tidak berfungsi, dan mereka memarahi ku lalu memerintahkan security menyeramkan itu untuk menyeretku keluar dari sana"tangis gadis itu sesegukan


"berhentilah menangis, akan ku temani nona ke dalam,nona ingin membalas mereka bukan?"ajak Bram

__ADS_1


"ah paman Bram kau memang yang terbaik"


Tapi tetap siih ka Zayyan ku yang paling terbaik" ucap gadis itu dalam hati


 Bram memasuki outlet itu diikuti sang gadis yg masih bergelayut manja di lengannya, karyawan melihat kedatangan Bram yang memiliki aura rich money segera menciut karena gadis yang tdi mereka caci maki ada bersamanya


"Apa kartu ini cukup untuk menghabiskan semua barang yang kalian jual disini?" dengan angkuhnya Bram mengeluarkan blackcard miliknya


para karyawan disana masih terdiam belum ada yang berani menjawabnya , mereka masih syok dengan kartu yang dikeluarkan Bram


"Mengapa KALIAN SEMUA TERDIAM?!!! Beraninya KALIAN MENGHINA GADIS INI!!!,BILA PERLU AKU MEMBELI TOKO MURAHAN INI LALU MENENDANG Kalian SEMUA MENJADI GELANDANGAN!!!"Bram menggertak para karyawan disana


"maafkan kami Tuan, saya manager disini tadi memang kartu nona muda ini tak terdeteksi di sistem pembayaran kami, mungkin memang alat kami sudah rusak sehingga terjadi kesalah pahaman seperti tadi, sekali lagi maafkan kami tuan"bahkan manager pun harus turun tangan kali ini, karena ia mengenali pria dihadapannya ini melalui media cetak, wajahnya yang tampan juga memiliki kecerdasan diatas rata-rata, sehingga mampu mendampingi putera pemilik perusahaan ternama di ibukota, walau hanya sebagai sekretaris namun namanya sangat disegani


Satu persatu para karyawan berjejer meminta maaf pada Devla, gadis yang kini tengah dibela Bram, tibalah saat security yang tadi menariknya paksa,Devla menatap security dengan pandangan tajam


"Paman.. bagaimana dengan security ini?


ia sudah membuat kulit halus ku menjadi lecet" Devla menunjukkan kulit putih nya yang sedikit memerah karena cekalan security tadi


"pak manager segera urus security ini!!!aku mau dia diberi jera karena sudah lancang menyentuh nona muda kami"


Bram dengan setia menemani Devla yang bersikap angkuh kepada karyawan disana, gadis itu memerintahkan karyawan disana untuk mengambil barang yang ia inginkan ketika diserahkan kepadanya Devla membuang seenaknya dan memerintahkan untuk mengambil barang yang lain


"hmmm dia masih sama, hanya perawakannya saja yang berubah"Bram bergumam sendiri sambil tersenyum

__ADS_1


Devla adalah sepupu Zayyan,dari mengalami masa pubertas gadis itu menyukai Zayyan, namun karena perbedaan usia yang sangat jauh dan status sepupu mereka Zayyan menolaknya walau berulang kali Devla secara terang-terangan mengatakan rasa sukanya, Zayyan tetap menolaknya apalagi ketika Zayyan sudah mengenal Eliza,nyali Devla menciut, terlihat cinta pertamanya itu menaruh perasaan yang dalam pada Eliza, disaat terpuruk nya karena penolakan Zayyan,Bram Lah yang sering menghiburnya menjadikan bahunya sebagai sandaran keluh kesah Devla


     Pada akhirnya Devla pergi ketika mendengar pertunangan Zayyan dan Eliza pupuslah harapannya,selain bisa mengambil Zayyan darinya Eliza juga pandai mengambil perhatian keluarga Zayyan, Eliza sangat diterima bahkan disayang oleh kedua orang tua Zayyan yg notabene adalah paman dan bibi nya sendiri seharusnya mereka berada dipihaknya,namun lagi-lagi semuanya direbut oleh Eliza, sampai ia rela menerima kenyataan dan memutuskan untuk pergi menjauh dari kehidupan Zayyan tepat dua tahun yang lalu hilang sudah harapan untuk memiliki Zayyan


        Sekarang secuil harapan itu datang ketika mendengar kabar pernikahan mereka batal, walau pada akhirnya Zayyan tetap menikah dengan gadis asing yang menjadi bridemaid dipernikahannya,masa bodoh dengan status pernikahan mereka, gadis yang dinikahinya bukanlah Gadis yang dicintai Zayyan,ia hanya gadis beruntung yang bisa berstatus menjadi istrinya, seharusnya ia tak menghindar dari pernikahan Zayyan maka dengan senang hati ia bisa menggantikan posisi Eliza, tujuannya sekarang adalah untuk mendapatkan cinta pertamanya dan yang pasti kali ini ia tak boleh gagal untuk memilikinya


       *********


"Zayyan kenapa kau meninggalkan ku tadi?!"ucap Bram ketika sudah sampai di ruangan Zayyan


Setelah menyelesaikan drama yang dibuat Devla,ia segera mencari Zayyan dan penjaga restoran memberi taunya bahwa mobil yang tadi dititipkannya sudah dibawa pergi pemiliknya, alhasil Bram ke kantor menghubungi seseorang untuk menjemputnya


Zayyan tak menghiraukannya,ia masih fokus membaca dokumen yang ada di mejanya


"Tadi aku bertemu nona Devla"


Seketika Zayyan menaruh dokumennya,dan melihat ke arah Bram


  "jangan sampai ia mengetahui penthouse ku!!!"perintahnya kepada Bram


Beruntung ia dan Rayya tinggal di penthouse yang jarang diketahui keluarganya, hanya Bram yg mengetahuinya bahkan Eliza pun tak pernah menginjakkan kakinya di sana,sebab itu lah Zayyan memilih penthouse itu sebagai tempat tinggalnya bersama Rayya,agar ia tak dihantui oleh bayangan Eliza disana


     Zayyan sangat mengetahui peringai Devla, gadis itu sangat keras kepala dan nekat melakukan keinginannya, Eliza beberapa kali berurusan dengannya, namun dengan tegas Zayyan memperingati gadis itu untuk tak macam-macam dengan kekasihnya,pada akhirnya Devla menyerah sendiri dan pergi meninggalkannya


  Bila sekarang Devla kembali, apakah sifatnya masih sama,ia khawatir gadis itu nekat bertindak ceroboh kepada Rayya, yang terpenting baginya sekarang untuk menghindari Devla agar tidak bertemu Rayya

__ADS_1


__ADS_2