
"Hooaaammmm" sengaja Rayya menguap didepan Zayyan yg masih terus memperhatikannya
Gadis itu berjalan cepat menuju kasur namun naas karena tak memperhatikan langkah,lututnya terbentur bagian sudut tempat tidur, Rayya meringis kesakitan
Zayyan segera menghampiri Rayya
"Ceroboh sekali,mana yang sakit?"
Kini Zayyan sedang berlutut di depan Rayya yg memegangi kakinya dengan posisi duduk di tepi kasur, ia mengamati lutut Rayya yg terbentur tadi
"Tidak sakit nanti juga sembuh sendiri"
"lihatlah lutut mu memar, sebentar aku akan mengoleskan krim" tunjuk Zayyan pada lututnya
Rayya segera bangkit dari duduknya,mulanya ia ingin menahan Zayyan agar tidak perlu berlaku demikian, seketika rasa sakit di lutut menyerangnya, dengan cepat Zayyan menangkap tubuh Rayya ia kira gadis dihadapannya tadi akan jatuh padahal gadis itu sedang menahan sakit
Zayyan mendekap erat tubuh Rayya, nafasnya tak beraturan merasakan tubuh Rayya begitu hangat bertemu kulitnya,ya Zayyan sepertinya belum sadar ia masih hanya mengenakan handuk dan belum berpakaian
Pandangan mereka bertemu, Rayya merasa risih dengan situasi saat ini tubuhnya menempel dengan tubuh polos Zayyan, entah kenapa sesuatu dibawah sana seakan menabraknya,ia juga merasa hawa tubuh Zayyan yg menjadi hangat seketika, tiba-tiba saja bibirnya sudah diraup rakus oleh Zayyan,pria itu menciumnya dengan penuh gairah, ia juga menggigit bibir Rayya dan terbukalah mulutnya, lidah Zayyan langsung menerobos masuk ke dalam sana,ia jelajahi keseluruhan di dalamnya menggunakan lidahnya
Rayya gelagapan ia kehabisan nafas, Zayyan pun melepaskan ciuman mereka
"Aku menginginkanmu Rayya" ucap Zayyan dengan Nafas yang masih memburu
"Zayyan tapi..." jawab Rayya ragu
__ADS_1
"Kita sudah menikah" Zayyan terus memandang Rayya seakan ingin melahapnya
Rayya mengangguk kemudian memejamkan matanya, Zayyan yg melihat persetujuan dari Rayya, dengan cepat ia mencium bibir gadis itu lagi,ia juga menyesap bibir Rayya yg begitu terasa manis, Zayyan membaringkan tubuh Rayya perlahan tanpa melepaskan ciuman mereka
Ciuman itu bertambah liar seluruh wajah Rayya sudah basah karena permainan lidah Zayyan, perlahan namun pasti ciuman itu turun menuju lehernya, seperti yang dibayangkannya ia membuat kiss mark di
Setiap inchi dari tubuh gadis itu, Zayyan tak membiarkan tubuh Rayya tersisa dari jejaknya, Zayyan begitu memuja tubuh istrinya yang halus dan mempunyai aroma khas
"Percayalah padaku,aku akan membuatmu sampai kepuncaknya" Bisiknya parau di telinga Rayya sambil terus memainkan lidahnya di sana
"aahhh..." suara ******* lolos dari mulut Rayya
Zayyan tersenyum puas mendengarnya,ia kembali mencium bibir gadis itu sambil tangannya bergerak membuka satu persatu kancing kemeja Rayya, terlepas lah seluruh kancing itu namun, ketika Zayyan ingin melepaskan kemeja, Rayya menahannya dan menutup bagian tubuhnya yang terbuka dengan kedua tangan
"baiklah aku mengerti, tidurlah" Zayyan mengecup kening Rayya dan mengambil handuk yang sudah terlepas kemudian ia pergi ke kamar mandi
Gila...gila....apa yang terjadi barusan???!!!
Rayya membelalakkan matanya melihat Zayyan sudah polos tanpa sehelai benang, gadis itu sebenarnya khawatir membuat Zayyan kecewa tapi sungguh ia belum siap sekarang, Zayyan masih dibayangi oleh masa lalunya, sedangkan dirinya sudah jatuh terperosok dalam pesona suaminya
Zayyan membasuh wajahnya yang panas karena aktivitas tadi, dirinya hilang kendali dan begitu menginginkan Rayya,rasa manis dari bibir Rayya yg membuatnya begitu candu,juga halus dan aroma khas tubuh istrinya kini membayangi pikirannya, ia sadar tak boleh gegabah hanya karena nafsunya,
Zayyan harus menunggu Rayya siap biarlah untuk saat ini ia akan membiasakan Rayya dengan sentuhan-sentuhan ringan untuk ke tahap selanjutnya, sepertinya ia tak akan bisa tidur nyenyak malam ini, karena gairah yg sudah bangkit akan sulit untuk dipadamkan
"maaf membuatmu kecewa" ucap Rayya ketika mereka sudah berada ditempat tidur yang sama,Rayya juga sudah merapikan kembali pakaiannya
__ADS_1
"Aku yang seharusnya minta maaf karena tak bisa mengontrol hasratku pada mu" jawab Zayyan menenangkannya
"kau tidak salah Zayyan, sebenarnya itu sudah tugasku sebagai istri untuk melayani mu"
Zayyan meraih kepala Rayya untuk dibaringkan di bahunya,ia menjadikan lengannya sebagai bantal untuk Rayya, kemudian mencium pucuk kepala istrinya
Mereka masih terdiam dengan pikirannya masing-masing, jujur Zayyan memang kecewa, ketika sudah setengah jalan Rayya menolaknya namun,ia sadar Gadis itu butuh persiapan dan ini terlalu cepat untuknya
"jika kau siap kita bisa mencobanya lain kali oke?" ucap Zayyan sambil membelai lembut rambut Rayya
Tak ada jawaban dari Rayya,apa istrinya tidak mau untuk melakukannya lagi? Zayyan menundukkan kepalanya dan ternyata istri nya itu sudah terlelap,mulanya Zayyan tak percaya ia mencoba menggerakkan badan Rayya dan memanggil namanya, gadis itu tetap memejamkan matanya
"Cepat sekali dia tertidur" Zayyan terheran pada istrinya
Zayyan terus memandangi Rayya, sempat terbesit ingin melanjutkan hal yang tadi tertunda karena melihat bibir Rayya yg agak terbuka, Zayyan mencondongkan wajahnya dan mencium bibir itu sekilas namun sang empunya Masih tetap terlelap
Perlahan Zayyan mengangkat lengannya yang dijadikan bantal oleh Rayya,Ia bangkit dari tidurnya dan fokus memperhatikan Rayya, pandangannya tertuju pada sesuatu yang menyembul jelas dari balik kemeja Rayya
Zayyan membuka kancing itu satu persatu dan terpampang lah yg sedari tadi memang ingin dilihatnya, sangat indah dan begitu menggiurkan namun,ia kembali tersadar atas apa yang dilakukannya, tidak mungkin ia mengambil kesempatan saat istrinya tertidur, Zayyan ingin mereka sama-sama merasakan kenikmatan dan kepuasan bersama
"Kau sudah gila Zayyan hampir saja melecehkan istri sendiri"gumamnya sambil menggelengkan kepala
"Mengapa kau begitu terlihat menggoda Rayya? Bahkan saat kau tidur pun masih bisa membuatku menginginkanmu lagi?"tanya Zayyan pada Rayya yg masih terlelap
Kini Zayyan menjadikan Rayya seolah gulingnya,ia mendekap guling hidup tersebut begitu erat, bibirnya juga tak berhenti menciumi wajah sang istri, sampai ia mengantuk dan tertidur dengan sendirinya
__ADS_1