
Zayyan mengecup kening Rayya yang masih tertidur pulas, semalam ia tak dapat menahan diri sehingga Rayya menjadi kelelahan karena nya,ia menaikkan selimut yang agak menurun menampakkan bahu polos istrinya, kemudian ia menutup pintu perlahan agar tidak menggangu tidur sang istri
Setelan jas lengkap sudah dikenakannya,kini Zayyan mengemudi mobil menuju kantor untuk menemui sang ayah yang akan aktif kembali karena esok Zayyan sudah harus pergi ke Swiss,ia juga mengambil paspor dan beberapa dokumen yang diperlukan untuk kepergiannya, Zayyan semalam menelpon Bram untuk menangani paspor dan visa namun,Bram sudah menyiapkan semuanya sebelum Zayyan memintanya
"Ka ZAYYAN mau ke mana?,perlu aku temani GK?" ucap Devla setelah Zayyan menerima paspor dan visa dari Bram
"Gak" jawab Zayyan singkat
"Kakak kenapa sekarang makin cuek sama aku?, kakak juga sering meninggalkan rapat tiba-tiba, padahal saat itu rekan bisnis yang hadir memuji hasil presentasi ku, tapi kakak tidak melihatnya" ungkap Devla sedih
Ya, padahal saat itu ia sudah sangat mempersiapkan segalanya untuk membuat Zayyan terkagum padanya namun, sayang hujan lebat turun dan Zayyan mendadak pergi meninggalkan meeting
" Aku tau..Bram menceritakan nya padaku,kau membuat kagum semua yang hadir disana" jawab Zayyan
Tetap saja Devla kecewa karena Zayyan tak melihat nya langsung saat itu, padahal ia sudah maju satu langkah untuk mendapatkan Zayyan karena paman Harun menawarkan pekerjaan dikantor nya,tentu ia menerima dengan senang hati dan akan menggunakan kesempatan emas ini untuk mendekati Zayyan
Namun,sikap Zayyan semakin hari semakin aneh dan dingin dengannya,saat jam makan siang pun Devla mencoba mengajak Zayyan makan bersama,tapi yang diucapkan Zayyan waktu itu benar adanya, istrinya membawa bekal untuk Zayyan dan dengan mata berbinar pria yg dicintainya itu melahapnya
Sungguh apakah sekarang pun ia telah kalah dengan orang baru yang hadir dalam hidup Zayyan?
Padahal ia sudah yakin dengan kemampuan nya kali ini dapat menarik perhatian Zayyan, rasanya tak rela harus kalah hanya dari sebuah makanan yang dihidangkan, tentu bakatnya lah dalam bidang arsitek yang sangat disukai Zayyan dari kecil lebih unggul dari sekedar menghidangkan makanan
__ADS_1
Seingatnya Eliza pun tak pernah memasak untuk Zayyan, begitu juga dengan Bibi Laura ibu Zayyan ia tak mempunyai bakat dalam bidang itu, karena semuanya dari sarapan camilan hingga makan malam sudah banyak pelayan yang melakukannya
Tapi kenapa sekarang, justru hal sepele itu yang sudah membuat Zayyan berpaling?
Atau ada hal lain yang dimiliki wanita itu tak ada pada dirinya??
Berbagai pertanyaan begitu berkecamuk dalam pikiran Devla,apa ia harus mundur sekarang???
"Ok Bram terimakasih" pamit Zayyan setelah menerima berkas darinya
"kakak..." panggil Devla
Kedua pria itu menoleh bersamaan kearahnya
Zayyan mengerutkan keningnya tak paham
Devla menatap Zayyan dalam
"Kenapa secepat itu kakak menemukan sosok pengganti? kenapa bukan aku? Apa kakak tidak pernah melihatku sebentar saja?..." tanyanya frustasi dengan mata yang sudah perih
"Devlaa..."panggil Zayyan lembut,ia mengambil nafas sejenak"Kau adalah gadis yg cantik,pintar,ceria dan mempunyai bakat yang luar biasa... kekurangan mu hanya satu.. menyukai ku" jawab Zayyan
__ADS_1
"itu kakak tau aku cantik dan mempunyai kelebihan lainnya,tak pernah kah kakak sedikit saja menyukai ku"
"Aku menyayangimu Devla...kau sudah ku anggap sebagai adikku sendiri..kau Taukan dari dlu aku menginginkan adik perempuan yang menggemaskan sepertimu...masih ada pria yang pantas mendapatkan cinta mu.." ucap Zayyan sambil melirik ke arah Bram
Zayyan sudah sangat paham dengan perasaan sahabatnya ini dengan sepupunya namun,Devla tak pernah melihatnya malah terus mengejarnya
"Berikan lah kesempatan untuk orang yang benar benar menyukai mu dan itu bukan aku..." ungkap Zayyan
"tapi aku cinta nya sama kakak bukan orang lain" Rajuk Devla
" Begitu juga dengan ku.. yang aku cintai hanya istri ku Rayya, bukan orang lain..."tolak Zayyan halus
Memang dari sekian banyak wanita yang mengejarnya hanya Devla sepupunya yang terang-terangan dan tak henti mengungkapkan perasaannya
Namun, sudah saatnya Zayyan menegaskan dan mematahkan harapan Devla sekecil apapun harapan itu
Deg
Kak Zayyan bilang mencintai istrinya...batin Devla
Memang Devla menyadari perubahan sikap Zayyan seperti pemuda yang sedang dimabuk cinta, apalagi Zayyan yg selalu tak sabar untuk pulang ke tempat tinggalnya, tapi Devla menyangkal semua itu, mungkin yang dirindukan Zayyan hanyalah masakannya bukan orangnya, namun ia salah
__ADS_1
"aku pergi dulu..." pamit Zayyan
Setelah kepergian Zayyan, barulah air mata yang sedari tadi sudah mengambang di matanya,kini mengalir deras, Devla memang tak pernah menunjukkan kesedihannya didepan Zayyan, namun yang pasti ada seseorang yang sudah siap menjadikan dadanya sandaran saat gadis itu kehilangan pijakan